CONSECUTIVE SAMPLING
1. A G U N G A R I S P R A S E T Y O (ST182001)
2. A L F I W I N A R D I YA N T O (ST182002)
3. A N G G A A R I N D A T R I M U R T I N (ST182003)
4. A N S E V I I R A WAT I (ST182004)
5. A R I S S U B YA N T O R O (ST182005)
6. A R O F I S A S A N T I (ST182006)
7. A R T H A T R I H A N D A YA N I (ST182007)
Sampel
Sampel menurut Arikunto (2006) adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari
populasi,maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel.
Sampel digunakan jika populasi yang di teliti besar,dan peneliti
tidak mungkin mempelajari seluruh populasi. Kendala tersebut
dapat terjadi karena adanya keterbatasan biaya,tenaga dan waktu
yang di miliki peneliti. Sampel yang akan digunakan dari populasi
haruslah benar-benar dapat mewakili populasi yang diteliti.
Alasan menggunakan sampel
1. Ukuran populasi
Dalam hal populasi tak terbatas (tak terhingga) juga dalam populasi terbatas (terhingga) yang
jumlahnya sangat besar, tidak praktis untuk mengumpulkan data dari populasi 50 juta murid sekolah
dasar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, misalnya.
2. Masalah biaya
Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak sedikitnya objek yang diselidiki. Semakin besar
jumlah objek, maka semakin besar biaya yang diperlukan, luas. Oleh karena itu, sampling ialah satu
cara untuk mengurangi biaya.
3. Masalah waktu
Penelitian sampel selalu memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada penelitian populasi.
Sehubungan dengan hal itu, apabila waktu yang tersedia terbatas, dan keimpulan diinginkan dengan
segera, maka penelitian sampel, dalam hal ini, lebih tepat.
4. Percobaan yang sifatnya merusak
Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh populasi karena dapat merusak atau
merugikan. Misalnya, tidak mungkin mengeluarkan semua darah dari tubuh seseorang pasien yang
akan dianalisis keadaan darahnya, Karena itu penelitian harus dilakukan hanya pada sampel.
5. Masalah ketelitian
Masalah ketelitian adalah salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan cukup dapat
dipertanggungjawabkan. Ketelitian, dalam hal ini meliputi pengumpulan, pencatatan, dan analisis data.
6. Masalah ekonomis
penelitian sampel pada dasarnya akan lebih ekonomis daripada penelitian populasi.
Consecutive Sampling
CONSECUTIVE SAMPLING ADALAH SUATU METODE
PEMILIHAN SAMPEL YANG DILAKUKAN DENGAN MEMILIH
SEMUA INDIVIDU YANG DITEMUI DAN MEMENUHI KRITERIA
PEMILIHAN, SAMPAI JUMLAH SAMPEL YANG DIINGINKAN
TERPENUHI. METODE INI MERUPAKAN METODE YANG PALING
BAIK JIKA DIBANDINGKAN DENGAN METODE NON
PROBABILITY YANG LAINNYA. SUPAYA PEMILIHAN DENGAN
METODE INI MENYERUPAI HASIL PROBABILITY SAMPLING
MAKA SEBAIKNYA GUNAKAN JANGKA WAKTU YANG RELATIF
LAMA DALAM MEMILIH SAMPEL
Contoh penelitian Convenience
Sampling
1. Seorang peneliti ingin meneliti kasus TB di poli TB RS ABC.
Peneliti mengambil setiap kedatangan pasien TB dengan no
urut ganjil (atau urutan dari urut pertama) sebagai sampel
sampai dipenuhi sejumlah sampel. Kedatangan pasien dan
nomor urut ganjil, dianggap mendekati prosedur acak (diacak
oleh alam).
2. Seorang peneliti ingin meneliti orang tua anak sd di sd x dan
ternyata ada tetangga maupun saudaranya yang sesuai kriteria
maka bisa dijadikan sampel .
3. Mahasiswa sering kali membagikan kuesioner kepada teman
kuliahnya yang ditemuinya
Kelebihan Consevative Sampling
1. Dari segi biaya dan waktu yang diperlukan teknik sampling
ini merupakan metode yang termurah dan hemat waktu.
2. Sampling unitnya (responden) dapat diakses, mudah diukur
dan biasanya sangat membantu dan mau bekerjasama.
3. Teknik sampling ini sangat tepat untuk penelitian dengan
kelompok yang terfokus, pengujian awal angket-angket atau
“pilot study” dan penelitian eksploratif untuk
menimbulkan/mencari ide-ide maupun pengujian awal suatu
hipotesis.
4. Peneliti mempunyai kebebasan untuk menentukan dan
memilih sample
Kelemahan Consevative Sampling
1. Karena teknik ini dapat dilakukan dengan mengambil siapa
saja yang dapat ditemui oleh peneliti, sehingga hasil yang
diperoleh dapat memunculkan bias dalam pengambilan
keputusannya.
2. Teknik ini tidak dapat digunakan bila populasinya dapat
didefinisikan, karena dengan kondisi ini dimungkinkan untuk
menyediakan kerangkan sampel sehingga dalam tindak
lanjutnya lebih disarankan untuk menggunakan probability
sampling (terutama bila faktor biaya, waktu dan tenaga tidak
menjadi kendala serius).
Terima Kasih