Risk and Return
Miranti Harwaningrum SE., MBA
(23 Nov 2020)
Risk & Return
• Ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalam
pengambilan keputusan keuangan, yaitu tingkat pengembalian (return) dan
risiko (risk) keputusan keuangan tersebut.
• Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rata-rata dari tingkat
pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standar deviasi dengan
menggunakan statistika.
• Risiko keuangan terjadi karena adanya penggunaan hutang dalam struktur
keuangan perusahaan, yang mengakibatkan perusahaan harus menanggung
beban tetap secara periodik berupa beban bunga. Hal ini akan mengurangi
kepastian besarnya imbalan bagi pemegang saham, karena perusahaan harus
membayar bunga sebelum memutuskan pembagian laba bagi pemegang saham.
Risk & Return
• Hubungan antara resiko dan tingkat pengembalian (return) :
1. bersifat linear atau searah.
2. Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko.
3. Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin
besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
4. Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal.
• Risiko suatu aset dapat dianalisis dengan dua cara:
1. Secara berdiri sendiri (stand- alone), di mana aset tersebut dianggap terpisah.
2. Berdasarkan jumlah portofolio, di mana aset tersebut dianggap sebagai salah satu
dari sejumlah aset dalam portofolio.
Risk & Return
• Aset stand alone-risk adalah risiko investor yang akan dihadapi jika seorang
investor hanya mengadakan satu aset. Dapat disimpulkan bahwa sebagian
besar aset diadakan di portofolio, tetapi perlu dipahami stand-alone risk
berguna untuk memahami risiko dalam konteks portofolio. Tidak ada investasi
yang harus dilakukan kecuali tingkat pengembalian yang diharapkan cukup
tinggi untuk mengkompensasi para investor untuk risiko yang diperoleh dari
investasi. Misalnya, dapat dipastikan bahwa beberapa investor akan bersedia
untuk membeli saham perusahaan minyak jika pengembalian yang diharapkan
lebih besar.
Risk
• Risiko finansial
Berkaitan dengan kegagalan usaha untuk merealisasikan rencana finansial yang telah ditentukan.
• Risiko manajerial
Berkaitan dengan kegagalan pimpinan perusahaan dalam mengelola perusahaannya yang pada
akhirnya diukur dengan kegagalan finansial.
• Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert, risiko adalah uncertainty about future event.
• Adapun Joel [Link] dan Jae [Link] mendefinisikan risiko pada 3 hal:
1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana hasilnya dapat diperoleh dengan
kemungkinan yang telah diketahui oleh pengambilan keputusan
2. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya
3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja operasi perusahaan atau
posisi keuangan
Risk
• David K. Eiteman, Arthur I Stonehill dan Michael H. Moffet mengatakan bahwa risiko
dasar adalah the mismatching of interest rate bases for associated assets and liabilities.
Sehingga secara umum risiko dapat ditangkap sebagai bentuk keadaan ketidakpastian
tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya dengan keputusan yang diambil
berdasarkan suatu pertimbangan.
• Dalam penyusunan anggaran modal, suatu proyek investasi ( perluasan usaha /
penggantian aktiva tetap ) kita sering mengalami kegagalan setelah proyek tersebut
dilaksanakan. Hal ini karena kita tidak memperhitungkan unsur risiko didalamnya.
• Misal : risiko aliaran kas ( cashflow ) dalam faktor diskonto ( dicountrate ) sebagai biaya
modal. Apabila aliran kas yang ada kita peroleh diwaktu yang akan datang tidak ada
risiko, berarti kita dapat menentukan dengan tepat, keputusan yang akan diambil. Hal ini
karena anggaran yang kita susun baik mengenai aliran kas masuk ( cash in flow )
maupun aliran kas keluar ( cash out flow ) dianggap pasti terjadi dimasa yang akan
datang.
Risk
• Apabila perusahaan membangdingkan tingkat risiko yang tinggi pada suatu
investasi yang dianggarkan, maka pemodal yang akan menanamkan dananya
pada investasi tersebut mengharapkan hasil/ mensyaratkan hasil ( required rate
of return ) yang tinggi pula dan terjadi [Link] antara hasil dan
risiko ( risk and return ) memiliki hubungan linear yang berkebalikan. Semakin
tinggi risiko, maka semakin tinggi hasil yang diperoleh.
• Sebaliknya semakin rendah risiko maka semakin rendah pula hasil yang
diperoleh/disyaratkan.
• Risiko terhadap perusahaan tidak dapat dihindari, kita hanya dapat mengelola
bagaimana agar risiko tersebut sekecil mungkin mempengaruhi keputusan
perusahaan. Risiko yang terjadi diperusahaan ada yang dapat dikelola/diatasi
perusahaan terdapat pula risiko yang tidak dapat diatasi perusahaan.
Risk
• Risiko yang tidak dapat diatasi perusahaan ini biasanya karena tidak dapat
dikontrol oleh perusahaan.
• Risiko yang ada diperusahaan dapat dibedakan tiga jenis risiko :
1. Risiko individual
Risiko yang berasal dari proyek investasi secara individu tanpa dipengaruhi oleh
proyek lain.
2. Risiko perusahaan
Risiko yang dapat diukur tanpa mempertimbangkan keanekaragaman yang
dihadapi/portofolio yang dilakukan oleh investor.
3. Risiko pasar( market risk )
Risiko investasi ditinjau dari investor yang menanamkan modalnya pada
investasi yang juga dilakukan oleh perusahaan dan perusahaan-perusahaan lain.
Tipe – tipe Resiko
• Pure Risk (Risiko Murni): suatu ketidakpastian terjadi, maka kejadian tersebut
pasti menimbulkan kerugian. Risiko murni dapat dikelompokkan menjadi 3
tipe risiko, yaitu:
• Risiko aset fisik: risiko yang berakibat timbulnya kerugian pada aset fisik suatu
perusahaan/organisasi. Contoh: kebakaran, banjir, gempa, tsunami, gunung meletus, dll.
• Risiko Karyawan: risiko yang disebabkan karena apa yang dialami oleh karyawan
yang bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Contoh : kecelakaan kerja yang
menyebabkan terganggunya aktivitas perusahaan.
• Risiko Legal: risiko dalam bidang kontrak yang mengecewakan atau kontrak tidak
berjalan sesuai dengan rencana. Contoh : perselisihan dengan perusahaan lain sehingga
adanya persoalan seperti penggantian kerugian.
Tipe – tipe Resiko
• Speculative Risk (Risiko Spekulatif) : suatu ketidakpastian akan terjadinya
untung atau [Link] ini dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe yaitu:
• Risiko Pasar: risiko yang terjadi dari pergerakan harga pasar. Contoh: harga saham
mengalami penurunan sehingga menimbulkan kerugian.
• Risiko kredit: risiko yang terjadi karena counter party gagal memenuhi kewajibannya
kepada perusahaan. Contoh : timbulnya kredit macet, persentase piutang meningkat.
• Risiko likuiditas: risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan kas. Contoh:
kepemilikan kas menurun, sehingga tidak mampu membayar hutang secara tepat,
menyebabkan perusahaan harus menjual aset yang dimilikinya.
• Risiko operasional: risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional yang tidak
berjalan lancar. Contoh: terjadi kerusakan pada komputer karena berbagai hal termasuk
terkena virus.
Tipe – tipe Resiko
• Static Risk (Risiko Statis) : mungkin sifatnya murni atau spekulatif asalnya dari
masyarakat yang tidak berubah yang berada dalam keseimbangan stabil. Contoh :
ketidakpastian terjadinya sambaran petir.
• Dynamic Risk (Risiko Dinamis) : mungkin sifatnya murni atau spekulatif timbul
dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Contoh : urbanisasi,
perkembangan teknologi.
• Subjective Risk (Risiko Subyektif) : berkaitan dengan kondisi mental seseorang
yang mengalami keragu-raguan dan kecemasan akan terjadinya kejadian tertentu.
• Objective Risk (Risiko Obyektif) : probabilitas penyimpangan aktual dari yang
diharapkan sesuai dengan pengalaman.
Sumber – sumber Resiko
• Menurut Eduardus Tandelilin, sumber-sumber risiko adalah :
• Risiko suku bunga. Naik turunnya suku bunga perbankan akan mempengaruhi
keputusan publik dalam menetapkan keputusannya. Jika suku bunga naik maka
publik akan menyimpan dananya di bank seperti dalam bentuk deposito, namun
jika turun maka publik akan menggunakan dananya untuk membeli saham.
• Risiko pasar. Kondisi risiko pasar dapat dilihat pada saat fluktuasi pasar, krisis
moneter, dan resesi ekonomi.
• Risiko Inflasi. Saat inflasi daya beli masyarakat turun, sedangkan saat normal
daya beli masyarakat naik.
• Risiko Bisnis.
• Risiko Finansial.
• Risiko Likuiditas.
• Risiko Nilai tukar mata uang
• Risiko Negara. Berkaitan dengan keadaan politik.
Perhitungan Resiko
• Sekedar informasi bahwa risiko yang terkecil itu adalah obligasi (bond) yang dijual oleh
pemerintah. Sedangkan risiko yang tertinggi adalah saham yang dijual oleh perusahaan. Ada model
perhitungan risiko yang paling sering dipergunakan khususnya dalam investasi, yaitu secara standar
deviasi dan varian. Untuk melengkapi perhitungan ini agar lebih komprehensif, terutama jika timbul
suatu persoalan seperti penyebaran return yang diharapkan sangat besar, maka dipergunakan
perhitungan tambahan dengan menggunakan coefficient of variation atau risiko relatif.
• Standar deviasi atau simpangan baku adalah suatu estimasi probabilitas perbedaan return nyata
dari return yang diharapkan.
• Varian (nilai kuadrat dari standar deviasi) adalah :
Dalam statistik, varian adalah ukuran penyerapan dari penyebaran probabilitas. Hal ini merupakan
pangkat dua deviasi standar. Misalnya, bila standar deviasinya 20, maka variannya adalah 400.
• Selisih pendapatan, biaya, dan keuntungan terhadap jumlah yang direncanakan. Varian dihitung
pada pusat pertanggungjawaban, penganalisisan. Dan varian yang tidak menguntungkan, diselidiki
untuk mencari kemungkinan perbaikan.
• Coefficient of variation adalah ukuran penyebaran relatif atau risiko relatif.
Return
• Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil
kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut R. J. Shook, return merupakan laba investasi, baik melalui
bunga atau deviden.
Beberapa pengertian return yang lain :
• Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang
saham.
• Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada
pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden.
Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
• Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum pajak
terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba.
• Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan
pengeluaran bunga perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan.
Return
• • Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
• Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat
menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan
bersihnya.
• Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi
perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba
sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode sebelumnya.
• Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.
• Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu.
• Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return realisasi masing-masing
sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut.
• Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-
masing sekuritas tunggal di dalam portofolio.
Perhitungan Return
Dalam bahasa sehari-hari, return adalah tingkat keuntungan. Misalkan kita membeli saham dengan harga
Rp.1.000,00 ,
kemudian satu tahun mendatang kita jual dengan harga Rp.1.200,00. Perusahaan membayar dividen sebesar
Rp.100,00 pada tahun tersebut.
Berapa tingkat keuntungan atau return investasi tersebut?
Tingkat keuntungan dihitung sebagai berikut.
Return = ( Rp.1.200,00 + Rp.100,00 - Rp.1.000,00 ) × 100%
Rp.1.000,00
=( Rp.300,00 / Rp.1.000,00 )× 100%
Periode tersebut bisa harian,bulanan, atau tahunan. Dalam contoh diatas, periode tersebut adalah tahunan.
Dengan demikian, pada contoh diatas, kita bisa mengatakan, investor memperoleh keuntungan sebesar 30%
per tahun.
Perhitungan Return
A. Perhitungan Expected Return Pada Suatu Sekuritas
Untuk menghitung return yang diharapkan dari suatu sekuritas yang harus dipahami oleh seorang
investor adalah dengan memahami probabilitas dari kejadian yang akan terjadi.
Keterangan:
E (R) = Expected Return atau return yang diharapkan dari suatu sekuritas
Ri = Return ke-i yang mungkin terjadi
Pri = Probabilitas kejadian return ke-i
n = banyaknya return yang mungkin terjadi
Maka keuntungan yang diharapkan:
E(R)= (0,32) (0,06) + ( 0.14) (0,66) + (0) (0,14) + (-0,10) (0,07)
= 0,0192 + 0,0924 – 0,007
= 0,1046
= 10,46%
Perhitungan Return
B. Perhitungan Expected Return Pada Portofolio
Apabila seorang investor memiliki dana sebesar Rp.2 milyar dan melakukan keputusan investasi pada portofolio A dan B.
SAHAM JUMLAH E (R)
A Rp. 800.000.000 10%
B Rp.[Link] 7%
Maka kita dapat menggunakan rumus:
E (RP) =X A.E (RA) + X B.E (RB)
Keterangan:
E (RP) = expected return portofolio
E (RA) = expected return saham A
E (RB) = expected return saham B
XA = uang yang diinvestasikan pada saham A
XB = uang yang diinvestasikan pada saham B
Maka,
E (RP) = (800.000.000) (0.10) + ([Link]) (0.07)
= Rp.164.000.000
Persentasenya
E (RP)% = x100%
= 8,2%
Maka hasil hitungan dengan persentase akan memperlihatkan tingkat keuntungan untuk portofolio 8,2% dari modal yang dimiliki oleh investor sebesar
Rp.2 milyar.
Hubungan Karakteristik Risk & Return
• Semakin besar probabilitas berarti pengembalian aktual akan jauh di bawah
• pengembalian yang diharapkan dan semakin besar stand-alone risk yang terkait dengan aset.
The average investors adalah orang yang menolak risiko, yang berarti bahwa investor tersebut
harus dikompensasi utuk melakukan aset yang berisiko. Oleh karena itu, aset yang berisiko
lebih tinggi memiliki return yang dibutuhkan daripada aset yang kurang berisiko.
• Aset yang berisiko terdiri dari
(1) diversiable risk, yang mana risiko dapat dihilangkan melalui diversifikasi, kemudian
(2) market risk, yang mana risiko tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi.
• Risiko yang berhubungan dengan aset individu adalah kontribusi risiko portofolio yang
terdiversifikasi dengan baik yang merupakan aset market risk (risiko pasar). Karena market risk
tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi, para investor harus dikompensasi untuk menahan
risiko tersebut.
Hubungan Karakteristik Risk & Return
• Adapun karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Takut pada risiko (Risk Avoider)
Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati terhadap keputusan yang
diambilnya bahkan ia cenderung begitu tinggi melakukan tindakan yang sifatnya mengindari
risiko yang akan timbul jika keputusan diaplikasikan. Karakter pebisnis yang melakukan tindakan
seperti ini disebut dengan safety player.
2. Hati-hati pada risiko (Risk Indifference)
Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati atau begitu menghitung terhadap
segala dampak yang akan terjadi jika keputusan diaplikasikan. Bagi kalangan bisnis, mereka
menyebut orang dengan karakter seperti ini secara ekstrem disebut sebagai tipe peragu.
3. Suka pada risiko (Risk Seeker atau Risk Lover)
Karakteristik ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko. Mereka terbiasa dengan spekulasi dan
itu pula yang membuat penganut karakteristik ini selalu saja ingin menjadi pemimpin dan
cenderung tidak ingin menjadi pekerja. Mental risk seeker adalah mental yang dimiliki oleh
pebisnis besar dan juga pemimpin besar. Karakter ini yang paling mendominasi jika dilihat dari
kedekatannya pada risiko.
Hubungan Karakteristik Risk & Return
• Adapun karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Takut pada risiko (Risk Avoider)
Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati terhadap keputusan yang
diambilnya bahkan ia cenderung begitu tinggi melakukan tindakan yang sifatnya mengindari
risiko yang akan timbul jika keputusan diaplikasikan. Karakter pebisnis yang melakukan tindakan
seperti ini disebut dengan safety player.
2. Hati-hati pada risiko (Risk Indifference)
Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati atau begitu menghitung terhadap
segala dampak yang akan terjadi jika keputusan diaplikasikan. Bagi kalangan bisnis, mereka
menyebut orang dengan karakter seperti ini secara ekstrem disebut sebagai tipe peragu.
3. Suka pada risiko (Risk Seeker atau Risk Lover)
Karakteristik ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko. Mereka terbiasa dengan spekulasi dan
itu pula yang membuat penganut karakteristik ini selalu saja ingin menjadi pemimpin dan
cenderung tidak ingin menjadi pekerja. Mental risk seeker adalah mental yang dimiliki oleh
pebisnis besar dan juga pemimpin besar. Karakter ini yang paling mendominasi jika dilihat dari
kedekatannya pada risiko.
Hubungan Karakteristik Risk & Return
• Adapun karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Takut pada risiko (Risk Avoider)
Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati terhadap keputusan yang
diambilnya bahkan ia cenderung begitu tinggi melakukan tindakan yang sifatnya mengindari
risiko yang akan timbul jika keputusan diaplikasikan. Karakter pebisnis yang melakukan tindakan
seperti ini disebut dengan safety player.
2. Hati-hati pada risiko (Risk Indifference)
Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati atau begitu menghitung terhadap
segala dampak yang akan terjadi jika keputusan diaplikasikan. Bagi kalangan bisnis, mereka
menyebut orang dengan karakter seperti ini secara ekstrem disebut sebagai tipe peragu.
3. Suka pada risiko (Risk Seeker atau Risk Lover)
Karakteristik ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko. Mereka terbiasa dengan spekulasi dan
itu pula yang membuat penganut karakteristik ini selalu saja ingin menjadi pemimpin dan
cenderung tidak ingin menjadi pekerja. Mental risk seeker adalah mental yang dimiliki oleh
pebisnis besar dan juga pemimpin besar. Karakter ini yang paling mendominasi jika dilihat dari
kedekatannya pada risiko.
Model Yang Digunakan Dalam Risiko
dan Tingkat Pengembalian
• CAPM (Capital Asset Pricing Model)
Menurut William F. Sharpe, CAPM atau model penentuan harga aset modal
adalah model penetapan harga aktiva equilibrium yang menyatakan bahwa
expected return atas sekuritas tertentu adalah fungsi linier positif dari
sensitifitas sekuritas terhadap perubahan return portofolio.
CAPM menjelaskan hubungan antara return dengan beta (β). Beta
menunjukkan hubungan (gerakan) antara saham dan pasarnya (saham secara
keseluruhan.
Model Yang Digunakan Dalam Risiko
dan Tingkat Pengembalian
• Besarnya risiko perusahaan ditentukan oleh beta.
• β>1 menunjukkan harga saham perusahaan lebih mudah berubah dibandingkan indeks pasar. Hal ini menunjukkan bahwa
kondisi saham menjadi lebih berisiko, artinya jika saat terjadi perubahan pasar 1% maka pada saham X akan mengalami
perubahan lebih besar dari 1%.
• β<1 menunjukkan tidak terjadinya kondisi yang mudah berubah berdasarkan kondisi pasar.
• β=1 menunjukkan bahwa kondisinya sama dengan indeks pasar.
• Rumus CAPM yaitu:
Ri= Rf +βi (Rm-Rf), atau
Ri= Rf +(Rm-Rf)βi , atau
Ri= (1-βi )Rf + βi .Rm
•
Keterangan:
Ri = Return saham i
Rf = Return investasi bebas risiko (Risk Free)
βi = beta saham i (indikator risiko siste
Model Yang Digunakan Dalam Risiko
dan Tingkat Pengembalian
• APT ( Arbitrage Pricing Theory)
APT merupakan teori yang dikembangkan oleh Stephen A. Ross pada tahun
1976 dimana beliau menyatakan bahwa harga suatu aktiva bisa dipengaruhi oleh
berbagai faktor.
Rumusnya:
Ri = αi + βi Rm + ei
Keterangan:
Ri = Return saham i
αi = Alpha saham i
βi = beta saham i
Rm = Return pasar
ei = random error
Risk & Return dalam Portfolio
• Langkah-langkah yang disarankan oleh John Dickinson (1974:6) dalam
melakukan portfolio, yaitu:
1) Placement analysis
Dalam langkah ini, investor melakukan pengumpulan data, baik kuantitatif
maupun kualitatif dari berbagai alat investasi yang akan dijadikan portfolio;
2) Portofolio contruction
Pada langkah ini, investor mulai melakukan berbagai alat investasi yang dapat
memenuhi tujuan investasinya
3) Portofolio selection
Risk & Return dalam Portfolio Efisien
dan Optimal
• Untuk dapat menarik investor sehingga tetap mau melakukan investasi,
diperlukan investasi strategiyang tepat. Strategi ini yang kemudian disebut
dengan portfolio yang efisien. Ada 2 cara untuk dapat mencapai portfolio yang
efisien. Markowitz (1952) mengilustrasikan bagaimana membentuk portfolio
yangefisien, yaitu: (1) menawarkan return yang diharapkan maksimum untuk
berbagai tingkat risiko; dan(2) menawarkan risiko yang minimum untuk
berbagai tingkat return yang diharapkan. Portfolio yangoptimum terjadi ketika
portfolio ini bertemu dengan titik, yang pada titik ini kurva indifferens
bersinggungan dengan efficient set.
Menghitung Risk & Return dalam
Portfolio
• Tingkat keuntungan yang diharapkan
• Portofolio adalah gabungan dari dua aset atau lebih. Dalam contoh jika kita menggabungkan aset A dan
aset B menjadi portofolio, dengan proporsi masing masing 50%, bagaimana tingkat keuntungan yang
diharapkan dan resikonya? Tingkat keuntungan portofolio merupakan rata rata tertimbang dari tingkat
keuntungan aset individualnya. Misal portofolio tersebut kita beri simbol P,tingkat keuntungan P adalah:
• E(Rp) = 0,5 (9) + 0,5 (5,25) = 7,13%
• Dengan kata lain formula tingkat keuntungan yang diharapkan untuk suatu portfolio bisa dituliskan sbb:
• E(Rp) = Σ E(Ri) Xi
•
Keterangan:
E(Rp) = tingkat keuntungan / ekspektasi return dari suatu porfolio
E(Ri) = ekspektasi return dari sekuritas
Ri = satu outcome dari sekuritas
Xi = proporsi asset / dana yang diinvestasikan pada saham i
Risk & Return