0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan38 halaman

Prolaps Organ Panggul: Sistokel dan Rektokel

Dokumen tersebut membahas tentang prolaps organ panggul yang merupakan gangguan dasar panggul yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Prolaps organ panggul dapat berupa prolaps uteri, sistokel, atau rektokel yang disebabkan oleh melemahnya otot dan jaringan penopang. Dokumen ini juga membahas diagnosis, klasifikasi, penanganan, dan pencegahan prolaps organ panggul.

Diunggah oleh

Tenri Aman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan38 halaman

Prolaps Organ Panggul: Sistokel dan Rektokel

Dokumen tersebut membahas tentang prolaps organ panggul yang merupakan gangguan dasar panggul yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Prolaps organ panggul dapat berupa prolaps uteri, sistokel, atau rektokel yang disebabkan oleh melemahnya otot dan jaringan penopang. Dokumen ini juga membahas diagnosis, klasifikasi, penanganan, dan pencegahan prolaps organ panggul.

Diunggah oleh

Tenri Aman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sistokel dan Retrokel

kelompok 3
PENDAHULUAN
Prolaps Organ Panggul merupakan gangguan dasar
panggul yang jarang menimbulkan kematian tetapi
dapat memberi
. pengaruh yg sangat besar terhadap
kualitas hidup seorang wanita

                                     
PROLAPSUS ORGAN
PANGGUL
DEFINISI :

• Suatu keadaan dimana


suatu organ genitalia
turun ke dalam vagina/ keluar
liang vagina, yang terjadi
karena kelemahan otot, fascia
& ligamentum penyokongnya
Prolaps uteri
• Turunnya uterus dari rongga pelvik ke dalam atau keluar
dari vagina, perasaan adanya benda yang menonjol /
mengganjal di genitalia eksterna

Sistokel
• Hernia kandung kemih ke dalam vagina karena kelemahan
fascia pubosevikalis

Rektokel
• Penonjolan dinding rektum ke dalam vagina karena
kelemahan otot levator ani & fascia rektovaginalis

Prosidensia
• Prolaps berat, dimana vagina dan uterus keluar seluruhnya
Prolaps Uteri
Sistokel
Rektokel
INSIDEN
• Yang sering ditemukan
adalah uretro sistokel,
sistokel, prolaps uteri
dan rektokel.
• ± 50% wanita post partum akan menderita
prolaps genitalia.
• Hampir 20% kasus ginekologi yang dioperasi
adalah prolaps organ genitalia.
• RS Hasan Sadikin Bandung(2007) dirawat 30
pasien kasus prolaps genitalia dengan keluhan.
Etiologi

1. Usia
2. Cedera saat melahirkan
3. Abnormalitas kolagen
4. Perubahan estrogen
5. Ras
6. Peningkatan tekanan pelvis:
- Obesitas
- Batuk kronik
- Konstipasi kronik
PATOFISIOLOGI
DASAR PANGGUL (DE
LANCEY)
 Pasia endopelviks
 Diafragma pelvis

 Diafragma urogenital

 Otot-otot genitalia eksterna dan sfingter ani


FUNGSI DASAR PANGGUL / DIAFRAGMA PELV

 Menyokong atau menggantung organ-organ


pelviks-viscera, agar dalam keadaan posisi anatomi
dan fungsi normal
 Uretra proksimal dan kandung kemih

 Vagina proksimal
 Uterus
 Rektum
 Otot levator ani melemah
Diafragma pelvis
 Otot pubokoksigius
 Otot puborektalis
 Otot iliokoksigius
FASIA ENDOPELVIK
 Ligamen Kardinale
 Ligamen Uterosakral
 Fasia Rektovaginalis
 Fasia Puboservicalis
KLASIFIKASI

Klasifikasi secara
anatomis :
1. Dinding anterior vagina
A. Sistokel
- sentra(posterior)
- lateral (anterior)
- gabungan
B. Uretrokel (jarang)
2. Dinding vagina bagian atas (Middle compartment)
A. Entrokel
- Anterior
- Posterior
B. Uterus
C. Uterovaginal
D. Eversi puncak vagina (post histerektomi)

3. Dinding posterior vagina (Posterior compartment)


A. Rektokel
- rendah
- midvagina
- tinggi

4. Defek Perineal body


Gejala Klinis

1. Gejala traktus urinarius bagian bawah


- Stress incontinensia
- Frekuensi (diurnal & nokturnal)
- Urgensi
- Urge incontinence
- Pancaran lemah atau lama
- Perasaan tidak puas
- Ubah posisi untuk mulai atau kosongkan
kandung kemih
2. Gejala pencernaan - Tidak mampu
- Sulit beraktivitas seksual /
defekasi,inkontinensia , koitus
flatus,feses cair / padat - Dispareunia /
- Urgensi defekasi gangguan orgasme
- Manipulasi digital 4. Gejala lokal lainnya
vagina, perineum, anus - Tekanan pada vagina
- Tidak puas setelah - Nyeri vagina /
defekasi perineum, low back
- Protrusi rektal pain
selama / sesudah - Sensasi / rasa
defekasi menonjol pada vagina
- Tekanan / nyeri
abdomen
DIAGNOSIS

• Anamnesis & pemeriksaan fisik


• Keluhan akibat iritasi vagina, nyeri pinggang dan
kesulitan berhubungan seksual
• Kesulitan berkemih (akibat sistokel yang besar)
• Infeksi saluran kemih rekuren
• Pemeriksaan ginekologi
Classification
• Stadium
Baden IWalker
Prolaps masih berada dalam canal vagina
• Stadium II Prolaps berada di introitus vagina
• Stadium III Prolaps sudah keluar dari introitus vagina

Prolapsus uteri
POP-Q
Pemeriksaan  POP-Q
The International Continence Society, American
Urogynecology Society and Society of Gynecologic
Surgeons (1996)

POP-Q ( Pelvic Organ Prolapse Quantitation System)


• Sederhana, mudah dilaksanakan
• Point of reference  Hymen
• Hiatus genitalis, perineum dan vagina
The point in the midline of the anterior vaginal wall 3cm proximal to the
Aa
urethral meatus, corresponding to the urethrovesical junction. Range: -3 to +3

On the anterior vaginal wall, the most dependent position between point Aa and
Ba
the vaginal cuff or anterior vaginal fornix
C Cervix or vaginal cuff (posthysterectomy)
Posterior fornix corresponding to the pouch of Douglas (in the absence of
D
cervix)

The point in the midline of posterior vaginal wall 3 cm proximal to the hymenal
Ap
ring. Range -3 to +3

On the posterior vaginal wall, the most dependent position between point Ap
Bp
and the vaginal cuff or posterior fornix

Genital hiatus - midportion of the urethral meatus to the posterior margin of


Gh
the genital hiatus

Perineal body - between posterior margin of the genital hiatus and the
Pb
midportion of the anus
TV
Total vaginal length - greatest depth of the vagina
L
Stadium Prolaps Organ Panggul
Stage 0 : No prolapse is demonstrated. Points Aa, Ap, Ba, and Bp are all at -3
cm and either point C or point D is within 2 cm of TVL

Stage I : The most distal portion of the prolapse is l cm above the level of the
hymen (above -1)

Stage II : The most distal portion of the prolapse is l cm or less proximal to or


distal to the hymen.

Stage III : The most distal portion of the prolapse is 1 cm below the hymen but
protrudes no further than 2 cm less than the TVL.

Stage IV : Complete eversion of the total length of the lower genital tract.
Distal protrusion quantify >+ [TVL-2] cm. leading edge of the
prolapse: cervix or vaginal cuff scar.
PENANGANAN

1. Non operatif / Konservatif

2. Operatif / Bedah
Non-operatif
 Latihan otot dasar panggul (Kegel)
 Pemasangan pesarium
 Hormon estrogen
Latihan Kegel

• Penderita disuruh berkemih dan ditahan


selama 5 detik agar otot-otot dasar panggul
berkontraksi
• Penderita disuruh berhenti agar terjadi
relaksasi selama 10 detik
• Hal ini terus dilakukan secara bergantian
sebanyak 5 -10 kali
• Penderita dianjurkan melakukan latihan ini
sebanyak 3 - 5 kali / hari
Ring pessary Donut pessary

Gellhorn pessary
Tip Pemasangan Pesarium
 Ukuran yang sesuai
 Tes pemasangan selama 15 menit
– Jongkok, jalan, duduk
– BAK
– Bila tak ada keluhan  pulang
 Follow up setiap 3 bulan
Operasi prolapsus uteri

• Vaginal Histerektomi
– Pentautan kembali ligamen Sacrouterina &
Kardinale dengan puncak vagina
• Abdominal histerektomi
• Laparoskopi
Operatif

 Prolaps puncak vagina


a. Mc Call Culdoplasti
b. Suspensi sakrouterina
c. Suspensi ileokoksigeus
d. Fiksasi sakrospinosus
e. Kolpopeksi sacrum
• Defek Kompartemen Anterior
a. Kolporafi anterior
B. Perbaikan vaginal-paravaginal
C. Perbaikan sistokel perabdominal

• Defek Kompartemen Posterior


- Entrokel
a. Perbaikan entrokel pervaginam
b. Mc Call Culdoplasty
c. Rekonstruksi fasia

- Rektokel
a. Kolporafi posterior & Perineoplasti
KOMPLIKASI

• Pada sistokel berat Miksi terhalang


Stress Inkontinensia.
• Feses terkumpul dalam rektokel
Hemorrhoid
• Inkarserasi usus halus
PENCEGAHAN

• Meminimalkan kala II lama & intervensi obstetrik


• Menghindari episiotomi
• Latihan otot dasar panggul ( Kegel )
• Kurangi faktor pencetus lain : ↑ tekanan
intraabdominal kronis, Konstipasi & Defisiensi
estrogen
• Menitikberatkan perhatian obliterasi dari cul-de-sac,
mempertahankan sokongan vagina superior,
kontuinitas fasia endopelvik superior post
histerektomi abdominal maupun vaginal.

Anda mungkin juga menyukai