INVENTORY CONTROL
Level I
* Materi Pembahasan
1. Pengenalan Inventory Control
2. Penentuan Stock (Stocking Policy)
3. Sistem Ordering
4. Key Performance Index Sistem Inventory Control
(Unjuk Kerja)
BAB I: Pengenalan Inventory Control
A. Definisi
Bagian dari system logistik yang mengatur jumlah persediaan (stok) baik secara parts
maupun quantitynya.
B. Tujuan
1. Menurunkan loss sales
2. Meningkatkan keuntungan dgn memilih items yg tepat untuk di stok
3. Menyediakan stok dgn jumlah tertentu dgn mempertimbangkan volume permintaan
dari customer
4. Mewujudkan kepuasan pelanggan
C. Tugas
1. Mengontrol dan menentukan item2 yang harus distok (pass in) dan harus tidak di
stok (pass out) sesuai dengan permintaan customer
2. Menentukan qty yang distok disesuaikan dengan permintaan customers pada setiap
jenis parts
Quiz 1:
1. Yang merupakan tanggung jawab dari seorang
inventory control staff adalah :
a. Menyediakan part tertentu saja dan seminimal
mungkin
b. Menyediakan part sesuai dengan kehendak konsumen
c. Menyediakan part yang tepat dengan jumlah dan waktu
yang tepat
d. Menyediakan parts sebanyak-banyaknya untuk
kepuasan konsumen
Jawaban : C
BAB II: Penentuan Stok (Stocking Policy)
A. Pass In & Pass Out
Kategori Data Acuan Definisi
Phase In Demand history (sales, Lebih dari 4 kali dalam 6
( Non Stok menjadi Stok) cancel, B/O) bulan
Phase Out Demand history (sales, Kurang dari 2 kali
(Stok menjadi Non Stok) cancel, B/O) permintaan dalam 6 bulan
B. MIP (Maximum Inventory Position)
Tergantung dari komponen sebagai berikut:
1. Lead time 3. Safety stok for demand 5. Monthly Average Demand
2. Order cycle 4. Safety stok for lead time (MAD)
MIP = MAD x (O/C + L/T + SS LT + SS Dmd)
satuan dalam bulan
BAB II: Penentuan Stok (Stocking Policy)
C. Update MAD
Sebaiknya MAD diupdate setiap minggu (weekly)
Rumus :
Jumlah permintaan selama N minggu 52
MAD = X
N 12
D. Alat Ukur Performansi
1. Service Rate (S/R)
2. Stok Month (S/M)
3. Stok Eficiency (S/E)
Quiz 2:
1. Aturan inventory control untuk suatu parts
dari kondisi Stock menjadi Non Stock :
a. First In First Out
b. Last In Last Out
c. Phase Out
d. Phase In
Jawaban : C
2. Untuk menentukan berapa yang harus di
stok untuk setiap parts disesuaikan dengan :
a. Kondisi Parts
b. Sampai stok habis
c. Jenis parts
d. Kondisi permintaan dan jenis partsnya
Jawaban : D
Quiz 2:
3. Berikut adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi MIP, kecuali :
a. Rata-rata permintaan customer per bulan
b. Lead time pengiriman supplier
c. Jumlah stok on hand dan on order
d. Safety Stock
Jawaban : C
4. Safety stock diperlukan untuk :
a. Mengantisipasi lonjakan demand
b. Keterlambatan barang dari supplier
c. Menyediakan parts untuk kondisi kritis
d. Mengantisipasi fluktuasi demand dan
keterlambatan Lead Time dari supplier
Jawaban : D
BAB III: Sistem Ordering
A. MAX-MAX Inventory Control
Max-Max Max-Min
Stok MIP Stok MIP
MIN
Date Date
B. Jumlah Pesanan yang disarankan
SOQ = MIP – (O/H + O/O) + B/O
Dimana : O/H (On Hand) = Jumlah stock yang ada digudang
O/O (On Order) = Jumlah yang sedang di order ke
Supplier/Distributor
B/O (Back Order) = Order konsumen yang belum di supply oleh dealer
Quiz 3:
SOQ (Suggested Order Qty)
SOQ = { MAD x ( O/C + L/T + S/S for L/T + S/S for Demand) } - ( O/H + O/O ) + B/O
Maximum Inventory Position
Review Question :
Pertanyaan : Tentukan Suggested Order Quantity (SOQ) utk kondisi sbb:?
(O/H=5, O/O=10, B/O=0, O/C=0.05, L/T=0.25, S/S=0.13)
Data mingguan Demand :
W-1 W-2 W-3 W-4 W-5 W-6 W-7 W-8
15 10 5 8 12 19 10 10
W-9 W-10 W-11 W-12 W-13 W-14 W-15 W-16
7 9 5 11 12 11 8 8
Jawab : MAD = (160 pieces / 16 Weeks) X (52/12) = 43.3
SOQ = 43.3 x ( 0.05 + 0.25 + 0.13 ) - ( 5 + 10 ) + 0 = 18.6 – 15 = 4
Quiz 3:
Prinsip Max-Max adalah :
a) Sistem inventory dimana penggantian stock
parts menunggu parts tersebut habis baru
melakukan order ke depo/distributors
b) Penggantian stock parts dengan memenuhi
stock di gudang
c) Sistem inventory dimana stock replenishment
dilakukan setiap kali parts tersebut laku
terjual
d) Sistem inventory dimana penggantian parts
hanya bila ada permintaan dari customer
Jawaban : C
Soal Latihan
1. Hitunglah SOQ utk sebuah dealer dengan data sebagai berikut :
Stok part A= 5 pcs, O/O= 2 pcs, MAD=100 pcs, B/O =0, sedangkan
dealer tersebut melakukan order ke Depo 1x/hari, lead time ordernya 1
hari, cadangan stok utk antisipasi keterlambatan supply dari depo
sebesar 1 hari dan cadangan stok utk fluktuasi permintaan customer
sebesar 1 hari (asumsi satu bulan 20 hari kerja)
2. Hitunglah SOQ utk sebuah dealer dengan data sebagai berikut :
Stok part A= 100 pcs, O/O= 2 pcs, MAD=100 pcs, B/O =0, sedangkan
dealer tersebut melakukan order ke Depo 1x/hari, lead time ordernya 1
hari, cadangan stok utk antisipasi keterlambatan supply dari depo
sebesar 1 hari dan cadangan stok utk fluktuasi permintaan customer
sebesar 2 hari (asumsi satu bulan 20 hari kerja)
Soal Latihan
3. Hitunglah SOQ utk sebuah dealer dengan data sebagai berikut :
Stok part A= 5 pcs, O/O= 2 pcs, MAD=100 pcs, B/O =0, sedangkan
dealer tersebut melakukan order ke Depo 1x/bulan, lead time ordernya 1
hari, cadangan stok utk antisipasi keterlambatan supply dari depo
sebesar 1 hari dan cadangan stok utk fluktuasi permintaan customer
sebesar 1 hari (asumsi satu bulan 20 hari kerja)
Jawaban :
1. SOQ = MIP – (OH+OO) + BO
= ( MAD x (OC+LT+SSLT+SSDmd)) – (OH+OO) + BO
= ( 100 x (0.05+0.05+0.05+0.05)) – (5+2) + 0
= 20 – 7+0 = 13 pcs
2. SOQ = MIP – (OH+OO) + BO
= ( MAD x (OC+LT+SSLT+SSDmd)) – (OH+OO) + BO
= ( 100 x (0.05+0.05+0.05+0.1)) – (100+2) + 0
= 25 – 102+0 = -77 = 0 pcs
(overstock no need to order)
3. SOQ = MIP – (OH+OO) + BO
= ( MAD x (OC+LT+SSLT+SSDmd)) – (OH+OO) + BO
= ( 100 x (1+0.05+0.05+0.05)) – (5+2) + 0
= 115 – 7+0 = 108 pcs
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
A. Service Rate (Tingkat Pelayanan)
Service Rate (SR) : Merupakan tolak ukur tingkat pelayanan Sub Depot
dalam hal kesanggupan memenuhi permintaan
pelanggan
Rumus SR :
Jumlah Line yang disupply
Service Rate = x 100 %
Jumlah Line yang disupply + Line Cancel + Line B/O
Keterangan :
Supply = Jumlah yang langsung bisa disupply segera dari stok Sub
Depot
Cancel = Jumlah yang tidak dapat disupply oleh stok Sub Depot, tetapi
pelanggan tidak mau menunggu sampai barang yang diminta
tersedia, sehingga order dibatalkan.
B/O = Jumlah yang tidak dapat disupply oleh stock Sub Depot tetapi
pelanggan masih mau menunggu sampai barang yang diminta
tersedia.
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
Contoh :
Suatu sub-depot memiliki penjualan sebagai berikut:
Order Supply Cancel Harga
Cust. Order No No. Urut Qty Qty B/O Qty Qty Jual Remark
1 100 100 1
2 50 35 15 1.5
A01 3 40 40 1.2
A 1 21 20 1 2
A02 2 30 30 1.2
1 60 50 10 1
A03 2 32 2 30 2.5 FILL
1 43 40 3 2.1
B01 2 10 0 10 3
1 25 25 4
B 2 30 30 10
B02 3 40 40 800
1 62 30 32 1.3
B03 2 43 43 1.8 KILL
Total Line 13 4 3
S/R secara line = [13/(13 + 3 + 4) ] x 100 %
= 65 %
S/R secara amount = [963.900/(77.900 + 109.500 + 963.900)] x 100%
= 83.7 %
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
B. Stock Month
Stock Month adalah berapa bulan penjualankah persediaan yang ada di gudang pada akhir
bulan tertentu.
Rumus On Hand Stock Month
Stock Month = Jumlah Persediaan yang ada di gudang (O/H)
MAD
Rumus Total Stock Month
Stock Month = On Hand + On Order
MAD
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
Contoh :
Seandainya stock yang dimiliki oleh suatu Dealer sebagai berikut :
Stock Month = Total On Hand secara rupiah / MAD
= [80.339.100 / 23.505.000]
= 3,42 bulan
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
C. Stock Efisiensi
Tolok ukur ini digunakan untuk mengetahui seberapa efektif stok kita sesuai dengan permintaan
konsumen.
Rumus Stock Efisiensi
S/E = (Total nilai persediaan) – (Over Stock) – (Non Moving)
X 100%
Total nilai persediaan
Dimana :
Total nilai persediaan : On Hand + On Order
Over Stock : Total nilai persediaan yang moving - MIP
Non Moving Parts : Item yang memiliki MAD nol (Standard TAM-SPD 6 bulan)
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
Contoh :
Jika Sub-Depo pada contoh sebelumnya menggunakan total parameter 2 bulan, maka
stock efisensi adalah :
Total Stock Amount = O/H + O/O = 80.339.100 + 33.632.000
= Rp 113.971.100
Overstock = Rp 64.561.100
Non Moving = Rp 2.400.000
Stock Efisiensi = ([ 113.971.100 – 64.561.100 – 2.400.00] / 113.971.000) x 100%
= 41,2 %
BAB IV: KPI Sistem Inventory Control (Unjuk Kerja)
D. Fill Rate
Ratio yang menunjukkan tingkat pemenuhan order pada setiap W/O (Work Order) yang membutuhkan parts.
Alur perhitungan Fill Rate :
Customer come Issue W/O All related stock Fill Rate = 100%
(Handled by Service (PKB) of necessary parts are
Advisor) available in workshop
Parts Request Not all related stock Fill Rate = 0%
of necessary parts are
available in workshop
Supply Slip
Fill rate
calculated
Rumus Fill Rate :
Jumlah W/O yang terpenuhi partnya 100%
Fill Rate (F/R) = X 100%
Total W/O yang membutuhkan part
Contoh :
No. W/O No. P/No Order Qty Supply Qty Fill Rate W/O
53301-0B010 1 1
1 W00001 0%
52101-0B900 1 0
2 W00002 67001-0B010 2 2 100%
3 W00003 67005-0B080 1 1 100%
4 W00004 94223-60800 10 9 0%
5 W00005 15600-01020 2 1
2 100%
Fill Rate (F/R) = 3/5 x 100%
= 60 %
Quiz 4:
1. Yang merupakan alat ukur dari inventory
control ada dibawah ini, kecuali :
a) Rasio pelayanan order terhadap
konsumen
b) Menghitung rata-rata stok untuk semua
jenis parts dengan history satu parts
c) Komposisi stok yang ada jika
dibandingkan dengan histori permintaan
d) Effisiensi stok dengan membandingkan
terhadap standard stok yang ada
Jawaban : B
Terima Kasih