0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan35 halaman

Proses Pengelasan dan Jenisnya

Dokumen tersebut membahas proses pembuatan tabung gas LPG 3 kg, mulai dari bahan baku, tahapan produksi, hingga persyaratan kualitas. Prosesnya meliputi pemotongan pelat baja, pembentukan, pengelasan bagian-bagian tabung menggunakan teknik GMAW dan SMAW, perlakuan panas, hingga pelapisan cat. Kualitas baja SG 295 digunakan harus memenuhi standar kekuatan dan kandungan unsur tertentu.

Diunggah oleh

Ra Sidan Amin As
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan35 halaman

Proses Pengelasan dan Jenisnya

Dokumen tersebut membahas proses pembuatan tabung gas LPG 3 kg, mulai dari bahan baku, tahapan produksi, hingga persyaratan kualitas. Prosesnya meliputi pemotongan pelat baja, pembentukan, pengelasan bagian-bagian tabung menggunakan teknik GMAW dan SMAW, perlakuan panas, hingga pelapisan cat. Kualitas baja SG 295 digunakan harus memenuhi standar kekuatan dan kandungan unsur tertentu.

Diunggah oleh

Ra Sidan Amin As
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WELDING PROCESS

Andre Refaldo Pratama (21050116130075)


Ra Sidan Amin As (21050116120023)
A. PENDAHALUAN
Kemajuan teknologi dalam teknik dan peralatan welding telah memberikan bermacam-
macam alternative cara pada proses penyambungan terutama pada pabrik pembuatan parts.

 Kelebihan & Kekurangan


+konstruksi relatif lebih cepat
+lebih rapi.
+ lebih ringan.
+Lebih murah dari forging
-dipengaruhi oleh kualitas pengelasan
-Konstruksi sambungan bersifat tetap
B. DASAR TEORI
 Definisi Welding Process
suatu proses penyambungan plat atau logam menjadi satu dengan menggunakan panas dengan
atau tanpa tekanan Yaitu dengan cara logam yang akan disambung dipanaskan terlebih dahulu
hingga meleleh, kemudian baru disambung dengan bantuan filler
 Macam–macam Welding Process
a. Arc Welding
- Shield Metal Arc Welding (SMAW)

proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam
induk dan elektroda (bahan pengisi).
-Gas metal arc welding (GMAW)

Proses pengelasan logam dengan menggunakan bahan tambah yang berupa kawat gulungan
dan gas pelindung melalui proses pencairan. Gas pelindung ini berfungsi sebagai pelindung
dari proses oksidasi. Gas pelindung yang dapat digunakan diantaranya gas argon, helium,
argon+helium dsb.
-Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)

Sering juga disebut Tungsten Inert Gas (TIG) yang merupakan salah satu dari bentuk las busur listrik
(Arc Welding) yang menggunakan inert gas sebagai pelindung dengan tungsten atau wolfram sebagai
electrode.
-Flux‑Cored Arc Welding (FCAW)

Proses pengelasan yang menggunakan sumber panas pada busur listrik dengan menggunakan
jenis pelindung berupa flux atau serbuk yang berada di inti kawat las. Las FCAW merupakan
kombinasi antara proses pengelasan GMAW, SMAW dan SAW.
-Submerged Arc Welding (SAW)

Proses pengelasan pada busur listrik terumpan yang bekerja secara


otomatis. Mekanismenya memiliki banyak kemiripan dengan pengelasan GMAW
dan FCAW. Hanya saja pengelasan ini tergolong pengelasan otomatis, berbeda
dengan GMAW yang merupakan pengelasan semi – otomatis.
b. Resistance Welding
-Resistance Spot Welding (RSW)

Proses resistance welding di mana penyambungan benda kerjanya menggunakan jenis


sambungan lap joint dengan las berupa titik.
-Resistance Seam Welding (RSEW)

pengelasan dengan elektroda berbentuk roda yang berputar sehingga menghasilkan las yang
panjang, sepanjang sambungan pada benda kerja. Jenis sambungan yang digunakan pada
proses RSEW adalah lap joint
-Resistance Projection Welding (RPW)

proses pengelasan di mana penggabungan terjadi pada satu atau lebih titik kontak kecil yang
berada pada komponen atau benda kerja. Titik kontak tersebut diperoleh dari rancangan
benda kerja yang akan dilas dan bisa terdiri dari tonjolan (projection), timbulan, atau
perpotongan lokal pada benda kerja. Konsep pengelasan ini termasuk murah.
-Other Resistance Projection Welding Operations
(a) Welding of fastener on sheetmetal and (b) cross-wire welding
C. Gas Welding
-Oxyacetylene Welding (OAW)

Proses pengelasan gas yang menggunakan sumber panas nyala api melalui pembakaran gas
oksigen dan gas asetilen untuk mencairkan logam dan bahan tambah.
-Oxyacetylene Torch

Ada 3 jenis api yang muncul pada proses Oxyacetylene yaitu neutral flame, oxidizing flame,
dan carburizing flame. Neutral flame terjadi saat perbandingan gas asetilen dengan oksigen
sekitar 1:1.
D. Other Fusion Welding Processes
Fusion welding bias dikelompokkan sebagain Arc, Resistance, atau gas Welding

-Electron Beam Welding (EBM)

proses pengelasan di mana panas untuk mengelas dihasilkan darielectron berintensitas tinggi
yang difokuskan dan diarahkan pada benda kerja
-Laser Beam Welding (LBW)

Proses pengelasan fusi di mana penyatuan dicapai dengan energi beam yang sangat
terkonsentrasi dan koheren yang berfokus pada sambungan yang akan dilas
-Thermit Welding (TW)

penyambungan/las antara dua batang rel melalui suatu reaksi kimia dengan menggunakan
termit (besioksida dengan bubuk aluminium). Metode ini dilaksanakan dengan bahan yang
sederhana dan menghasilkan sambungan yang baik.

E. Solid State Welding Processes


-Forge Welding

Proses pengelasan di mana komponen yang akan disatukan dipanaskan ke kisaran suhu kerja
panas dan kemudian ditempa bersama dengan cara memalu atau serupa
-Cold welding

Proses pengelasan solid-state yang dilakukan dengan memberikan tekanan tinggi diantara
dua permukaan benda kerja yang saling kontak. Cold welding sering digunakan untuk
membuat koneksi-koneksi elektrik
-Roll Welding (ROW)

salah satu jenis pengelasan solid-state di mana tekanan yang digunakan untuk penggabungan
berasal dari dua buah roll atau lebih.
-Explosion Welding (EXW)

Proses pengelasan solid-state di mana terjadi penggabungan cepat pada dua permukaan
logam yang disebabkan oleh energi ledakan bahan peledak
-Friction Welding (FRW)

proses pengelasan solid-state di mana penggabungan diperoleh dari kombinasi panas akibat
gesekan dan tekanan
- Ultrasonic Welding

Jenis pengelasan solid-state di mana dua benda kerja ditahan/dijepit bersamaan dan diberi
getaran berfrekuensi ultrasonic supaya terjadi penggabungan.
Types of Joints in Welding
Pada umumnya tipe sambungan pada pengelasan adalah :

1. Butt Joint
2. Corner Joint
3. Lap Joint
4. T-Joint
5. Edge Joint
1. Butt Joint
Sambungan ini berjenis sambungan dasar antara 2 material. Dalam aplikasinya jenis
sambungan ini terdapat beberapa jenis kampuh, yaitu V Groove, Singe Bevel, J
Groove, U Groove, Square Groove. Seperti gambar berikut :
2. T-Joint
Sambungan berbentuk huruf T. Aplikasi sambungan ini yaitu pada pembuatan
konstruksi atap, konveyor dan jenis konstruksi lain. Penggunaan groove pada T-Joint
adalah double bevel namun jarang digunakan hanya jika material tebal. Berikut jenis
sambungan T-Joint.
3. Corner Joint
Corner Joint mempunyai desain sambungan yang hamper sama dengan T-Joint, namu
yang membedakan yaitu letak materialnya. Pada sambungan ini material yang
disambung adalah antara ujung material dan membentuk sudut. Untuk jenis-jenisnya
yaitu :
4. Lap Joint
Tipe sambungan pengelasan dengan material yang ditumpuk. Biasanya digunakan
untuk pengelasan spot atau seam, serta body kereta dan cenderung untuk plat tipis.
Berikut jenis-jenisnya :
5. Edge Joint
Edge Joint atau sambungan tepi merupakan sambungan dimana kedua benda kerja sejajar satu
sama lain dengan catatan salah satu ujung dari kedua ujung benda kerja berada pada tingkat
yang sama.
Welding Symbol
Contoh penulisan simbol pada pengelasan sebagai berikut :
Simbol kampuh pada pengelasan
Weld Quality
a. Residual Stresses and Distortion
• (a) Butt welding two plates
• (b) Shrinkage
• (c) Residual stress patterns
• (d) Likely warping of weldment
b. Welding Defects
-Cracks

Gangguan bertipe retak baik dalam lasan atau pada logam dasar yang berdekatan dengan
lasan.
-Cavities

Dua jenis cacat, mirip dengan cacat yang ditemukan dalam casting:
[Link] - rongga kecil dalam logam las yang dibentuk oleh gas yang terperangkap selama
solidifikasi. Disebabkan oleh masuknya gas atmosfer, sulfur dalam logam las, atau
kontaminan permukaan
[Link] void - rongga yang dibentuk oleh penyusutan selama solidifikasi
-Solid Inclusions

zat asing padat yang terperangkap dalam logam las.


-Incomplete Fusion

diskontinuitas pengelasan dimana fusi tidak terjadi antara logam las dan permukaan fusi
c. Weld Profile in AW

(a) Profil yang diinginkan


(b) bagian bawah logam dasar yang meleleh
(c) Kurangnya isi las di bawah permukaan logam dasar yang berdekatan.
(d) tumpahan logam las di luar sambungan ke bagian permukaan tetapi tidak ada fusi terjadi

d. Mechanical Tests in Welding

(a) Tension-shear test, (b) fillet break test, (c) tension-shear of spot weld, and (d) peel test for
spot weld
C. MANUFACTURING
 Spesifikisa Produk Gas Lpg 3 Kg
- Massa 3 Kg
- Material SGH 295
- Tinggi tabung < 4 x diameter badan tabung.
- Badan tabung bagian atas dan bawah berbentuk
Ellipsoidal dengan 2:1 terhadap diameter dalam
- Cincin leher berbentuk flensa
- tinggi dan lebar las minimum cincin leher adalah
1,5 x tebal pelat badan
- 380 x 760 x 2,2 mm dengan ketebalan 1,6-6 mm pada ketebalan tabung bagian
atas dan bawah
 Proses Pembuatan
1. Bahan pelat SGH 295 dipotong sesuai dengan ukuran
2. Selanjutnya dilakukan Pembentukan dengan Deep Drawing dan hasilnya merupakan
komponen dari badan tabung pada bagian atas dan bawah.
3. Komponen tabung bagian atas dilubangi untuk pemasangan cincin leher.
4. Pemasangan cincin leher dengan pengelasan GMAW
5. Penyambungan melingkar kedua bagian badan (top and bottom) menggunakan pengelasan
silinder berbentuk las tumpang.
6. Penyambungan pegangan tangan dan cincin kaki dengan badan tabung, dilakukan dengan
cara pengelasan SMAW dengan bentuk las sudut (fillet)
7. Pengelasan dilakukan oleh operator las yang memenuhi standar kompetensi juru las.
8. Setiap tabung harus mendapatkan perlakuan panas untuk pembebasan tegangan sisa
(annealing), yaitu pada suhu 630° C ± 25° sekurang-kurangnya 20 menit.

9. Pelapisan cat. Sebelum dilakukan pengecatan harus didahului proses pembersihan dengan
cara shot blasting diseluruh permukaan tabung. Pengecatan pertama menggunakan cat dasar
(primer coat) dengan tebal 25 mikron sampai 30 mikron selanjutnya menggunakan cat akhir (top
coat) dengan tebal 25 mikron sampai 30 micron.
D. PEMBAHASAN
 Analisis Pengujian
Tabung gas kapasitas 3 kg mempergunakan baja SG 295 dengan persyaratan kekuatan luluh
(yield strain) 295 N/mm² dan kekuatan tarik (ultimate tensile strength) 420 N/mm² (min) unsur
karbon (C) 0,2% maks, ditambah dengan unsur mangan (Mn), silicon (Si), fosfor (P) dan
belerang (S).
Persyaratan yang paling ketat pada pelat baja tersebut yaitu saat proses pembentukan dari
pelat menjadi berbentuk setengah bola, baja tersebut tidak boleh mengalami dynamic age
hardening.
Bahaya yang terjadi akibat dynamic age hardening menyebabkan pelat baja mengalami retak
membujur, keretakan dapat mulai terlihat dari pinggir setengah tabung terlihat dicetakan.
Namun terkadang ada juga retakan yang sangat halus yang tidak terlihat dan berada
dipinggir setengah tabung tersebut, sehingga dinyatakan lolos tes. Namun pada saat
membentuk sebuah tabung maka tabung tersebut akan mengalami masalah didaerah
pengelasannya,
Proses pengujian pada sambungan las dapat dilakukan pengujian dengan dua cara
1. Uji tarik
Tegangan

Regangan

Modulus Elastisitas
2. Uji Bending

Tegangan bending :

Modulus elastisitas bending


SEKIAN DAN TERIMAKASIH
TITLE AND CONTENT LAYOUT WITH
LIST
• Add your first bullet point here
• Add your second bullet point here
• Add your third bullet point here
• [Link]
• [Link]
• [Link]
• [Link]
• [Link]
• [Link]
• [Link]
• [Link]
• [Link]

Anda mungkin juga menyukai