JOB SAFETY ENVIRONMENT
ANALYSIS
I. PENGENALAN JSEA
Pekerjaan yang berhubungan dengan cedera dan
berakibat fatal dapat terjadi setiap hari di tempat kerja.
Cedera ini sering terjadi karena para pegawai tidak
diberi pelatihan menggunakan prosedur kerja dengan
benar.
Salah satu cara untuk mencegah terjadinya cedera di
tempat kerja adalah dengan membuat prosedur kerja
yang benar dan melatih semua pegawai menggunakan
metode kerja yang lebih aman dan lebih efisien dalam
bekerja.
Bagaimana Kecelakaan Dapat Terjadi?
Teori Domino
Manajemen Penyebab Penyebab Kontak Kerugian
Masalah Dasar Langsung
Kurangnya :
• Standar Manusia,Harta
• Program Faktor Tindakan/kondisi Zat-zat energy Benda,Lingkungan,
• Pemenuhan manusia/pekerjaan yang tidak aman Proses
Lose Control
By Set Up Program & Standard
Loss Caution Model By International Loss Control Institute
Study Perbandingan dari Kerugian Karena Kecelakaan
Frank E. Bird (1969)
1 Serius/cidera fatal
10 Cidera Minor
30 Kerusakan Harta Benda
600 Hampir Celaka
Teori Gunung Es
H.W Heinrich’s
$1
Biaya cidera/sakit
Biaya kerusakan
$5-50 Harta Benda
$1-3 Biaya lain-lain yang
tidak diasuransi
Program Pencegahan Kecelakaan
• Komitmen dan Kebijakan OHS • Standarisasi, Pemantauan &
• Identifikasi Bahaya Evaluasi terhadap PPE
• Pelatihan bagi pegawai dan • Evaluasi Program OHS
manajemennya • Analisis Keselamatan Kerja
• Inspeksi OHS • Kontrol Engineering
• Penyelidikan Kecelakaan • Komunikasi
• Prosedur Keadaan Darurat • Safety Meeting
• Peraturan Perusahaan • Promosi OHS
mengenai OHS • Kontrol Pembelian
• Analisis Statistik Kecelakaan • Keselamatan di luar pekerjaan
Apa yang dimaksud JSEA
Job Safety Environment Analysis
(JSEA) adalah suatu prosedur
mengenali bahaya yang
berhubungan dengan setiap
langkah kerja
Dan. . .
Mengembangkan pemecahan
masalah untuk setiap bahaya yang
perlu dihilangkan dan dikontrol
Keuntungan dari JSEA
Memberikan pelatihan kepada karyawan tentang
prosedur kerja yang aman dan efisien
Menjamin keamanan kerja kepada karyawan
Melatih cara kerja aman kepada karyawan baru
Menyiapkan rencana pengawasan keselamatan
Memberikan petunjuk pada pekerjaan yang tidak tetap
Meninjau prosedur kerja yang ada setelah kecelakaan
terjadi
Mempelajari kemungkinan improvement metode kerja
Siapa Yang Membuat JSEA
Construction/Operation Manager
Workplace Manager
Site Manager/Superintendent
Workplace Safety/Environmental
Co-ordinator
Perwakilan Klien
Supervisor
Yang lebih berkepentingan
Para Karyawan
KAPAN JSEA DIBUAT?
Prioritas penyusunan JSEA dilakukan pada Pekerjaan :
Pekerjaan yang memiliki frekuensi insiden
yang tinggi
Pekerjaan yang mengakibatkan insiden berulang-
ulang perlu dibuatkan JSEA. Semakin besar jumlah
terjadinya kecelakaan kerja, semakin besar pula
prioritas JSEA
Pekerjaan manapun yang memiliki tingkat
keparahan tinggi
Setiap pekerjaan yang memiliki tingkat keparahan
yang tinggi harus dibuatkan JSEA.
KAPAN DIBUAT JSEA?
Pekerjaan manapun yang berpotensi tinggi
mengakibatkan kerusakan yang parah
Beberapa pekerjaan mungkin tidak pernah berakibat
mengalami kecelakaan, tapi mungkin memiliki potensi
kerusakan yang parah
Pekerjaan baru atau pekerjaan pengganti yang dinilai
beresiko sedang sampai tinggi
Perubahan dalam perlengkapan atau dalam proses tidak
pernah mengalami kecelakaan, tapi potensi kecelakaan
mereka kemungkinan tidak dihargai. Pekerjaan baru bagi
JSEA harus segera dikembangkan. Analisis tidak dapat
ditunda sampai kecelakaan terjadi lagi
LANGKAH PEMBUATAN JSEA
LANGKAH 11
LANGKAH
Bagipekerjaan
Bagi pekerjaan
kedalamurutan
kedalam urutan
langkah
langkah
pekerjaan
pekerjaan
LANGKAH44
LANGKAH LANGKAH 22
Tentukan LANGKAH
Tentukan Tentukan
Tentukan
tanggungjawab
tanggung jawab bahayayangyang
untuk bahaya
untuk mungkin
mungkin
melaksanakan
melaksanakan timbulpada
pada
pengawasan timbul
pengawasan tiap––tiap
tiap tiap
langkah
langkah
LANGKAH 33
LANGKAH
Tentukancara
Tentukan cara
untuk
untuk
menghilangkan/ /
menghilangkan
mengontrol
mengontrol
resiko
resiko
Langkah 1. Pekerjaan dasar
Sebelum dimulai pengenalan bahaya
Suatu pekerjaan harus diurutkan menjadi beberapa
langkah, setiap langkahnya menggambarkan apa
yang dilakukan
Melakukan pekerjaan dasar
Pilih pekerja yang tepat untuk mengamati pekerjaan
Pilih orang yang berpengalaman, mampu, dan dapat
bekerja sama
Jika karyawan belum pernah melakukan analisis
pekerjaan, jelaskan tujuan pembuatan JSEA
Yakinkan kembali kepada karyawan bahwa dia dipilih
karena berpengalaman dan mampu
Step 1. Pekerjaan Dasar
Untuk menentukan langkah-langkah pekerjaan,
bertanyalah
“Apa langkah awal untuk memulai pekerjaan ? “
“Apa langkah selanjutnya? Dan selanjutnya“
Lengkapi gambaran setiap langkah
Langkah 2. Identifikasi Bahaya
Mengenali semua bahaya baik yang dihasilkan dari lingkungan
maupun yang berhubungan dengan langkah kerja
Tanyalah kepada diri Anda tentang setiap langkahnya
Adakah bahaya yang terjadi atau adakah sesuatu yang dapat
menciderai ketika kontak dengan suatu objek
Bisakah pegawai terjepit di dalam, pada atau diantara benda ?
Apakah ada potensi bahaya untuk terjatuh ?
Apakah cidera dapat terjadi karena mendorong, menarik,
mengangkat, membengkokan, atau memutar?
Apakah lingkungan kerja berbahaya bagi keselamatan atau
kesehatan? contoh gas beracun, asap, kabut, uap, debu, panas, atau
radiation?
Langkah 2. Mengenali Bahaya
Daftar semua incident dan hasil dari pengamatan Anda
pada peralatan atau proses operasi. Catat jenis bahaya
dan agent yang terlibat
Periksa kembali bersama karyawan yang mengobservasi
setelah incident dicatat
Melalui pengamatan dan diskusi, akan dapat dikembangkan
data yang sebenarnya dari bahaya dan potensi kecelakaan
Langkah 3. Tentukan cara untuk menghi-
langkan / mengontrol Resiko
Pemecahannya adalah
Temukan cara baru untuk melakukan pekerjaan
Ubah kondisi fisik yang dapat menimbulkan
bahaya
Ubah prosedur kerja
Mengurangi frekuensi (khususnya pekerjaan
maintenance dan material handling).
Langkah 3. Tentukan cara untuk menghi-
langkan / mengontrol resiko bahaya
Cara mengontrol resiko yaitu :
Urutan Pengendalian
Menghilangkan
Penggantian
Kontrol Engineering
Kontrol Administrasi
Personal Protective Equipment
Kontrol pengandalian dari atas
memberikan hasil yang lebih
Menghilangkan
Penggantian
baik
Kontrol Engineering
Kontrol Administratif
Personal Protective Equipment
Pengukuran dari bawah sukar untuk dipertahankan
dan kurang efektif
Jauhkan semua resiko dan potensi
bahaya yang dapat menyebabkan
bahaya muncul
Hal ini adalah solusi kontrol yang ideal
Penggantian bahaya dengan alternatif
yang bersifat tidak menimbulkan
bahaya
Contohnya, gunakan bahan kimia yang tidak beracun sebagai
pengganti bahan kimia yang beracun
Jika bahaya tidak dapat dihapuskan atau diganti
pengendalian selanjutnya adalah kontrol engineering
Contoh :
Modifikasi pekakas dan peralatan
Pelindungan terhadap peralatan mesin
Mengenalkan praktek kerja yang memiliki resiko kecil
Mengurangi jumlah pekerja yang tidak terlindungi dari resiko
Mengurangi lamanya waktu kerja tanpa adanya perlindungan
Rotasi pekerjaan
Produksi khusus
Pelatihan tentang Keselamatan
Pelatihan Keterampilan
PPE berfungsi melindungi tetapi tidak menghilangkan resiko atau bahaya
PPE harus digunakan setiap saat :
Sesuai dengan pekerjaan
Cocok dengan pekerja
Dibersihkan dan dirawat secara berkala
Tingkatan Kontrol lebih efisien bila digunakan secara
kombinasi dibanding secara terpisah
Menghilangkan
Penggantian
Kontrol Engineering
Kontrol Administratif
Personal Protective Equipment
Suatu kontrol engineering lebih efektif digunakan dengan kontrol
administratif yaitu pelatihan dan prosedur keselamatan
Langkah 4. Menentukan Penanggung
jawab
Pastikan bahwa tindakan dan petunjuk telah diketahui
pegawai dalam menunjukkan kegiatannya
JSEA harus diperiksa oleh
workplace Safety Officer dan
disetujui oleh Workplace Manajer
Bila pekerjaan telah dibuat JSEA tetapi
Incident/Accident masih terjadi, maka JSEA yang telah
dibuat harus ditinjau kembali apakah revisi perlu
dilakukan atau tidak.
PROJECT : LOCATION OF WORK : Analysis By : Date : ………
HSE Supv
No JSEA :
Reviewed By : 1805-……
JOB DESCRIPTION : HSE Mgr.
New
TRANSPORTASI KARYAWAN Approved By :
Revised
Project Mgr.
Recommended Action / Action by
Potential Hazard /
Job Step / Langkah Kerja Tindakan penanggulangan
/ Ditindak
Potensi Bahaya lanjuti oleh
Mengemudi bus ~ Terbalik ~ Mengemudi dengan kecepatan Driver
yang aman
~ Tabrakan ~ Mengemudi pada jalur yang
benar.
~ Menabrak ~ Patuhi rambu - rambu jalan
~ Beri perioritas kepada yang lain
~ Ditabrak ~ Beri tanda dengan tepat.
~ Komponen kendaraan tidak
berfungsi ~ Lakukan pengecekan awal
terhadap kendaraan sebelum
mengemudi
Memarkir kendaraan ~ …………………………..? ~ …………………………..? ~ ………?
~ …………………………..? ~ …………………………..? ~ ………?
Company Name : Register No.