SEVEN TOOLS
Lean Manufacturing System
Seven Tools
Lembar Diagram Sebab
Diagram Pareto Peta Kendali
Pemeriksaan Akibat (Cause and
(Pareto Analysis) (Control Chart)
(Check Sheet) Effect Diagram)
Diagram Alir /
Diagram Proses Diagram Sebar
Histogram
(Process Flow (Scatter Diagram)
Chart)
1. Lembar Pemeriksaan (Check Sheet)
Menurut Yuwono (2013) Check Sheet atau lembar pemeriksaan merupakan
alat pengumpul dan penganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel yang
berisi data jumlah barang yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian beserta
dengan jumlah yang dihasilkannya.
Adapun manfaat dipergunakannya check sheet yaitu sebagai alat untuk:
1. Mempermudah pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimana
suatu masalah terjadi.
2. Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi.
3. Menyusun data secara otomatis sehingga lebih mudah untuk dikumpulkan.
4. Memisahkan antara opini dan fakta.
Lembar Pemeriksaan (Check Sheet)
2. Diagram Sebab-akibat (Cause and Effect Diagram)
Mustofa (2014) menjelaskan bahwa diagram tulang ikan (fishbone chart) dan berguna untuk
memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kualitas dan mempunyai
akibat pada masalah yang kita pelajari.
Diagram sebab akibat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 oleh seorang pakar
kualitas dari Jepang yaitu Dr. Kaoru Ishikawa yang menggunakan uraian grafis dari unsur-unsur
proses untuk menganalisa sumber – sumber potensial dari penyimpangan proses.
Faktor-faktor penyebab utama ini dapat dikelompokkan dalam :
1. Material / bahan baku
2. Machine / mesin
3. Man / tenaga kerja
4. Method / metode
5. Environment / lingkungan
Diagram Sebab-akibat (Cause and Effect Diagram) -
(Lanjutan)
Adapun kegunaan dari diagram sebab akibat adalah:
[Link] mengidentifikasi akar penyebab masalah.
[Link] kondisi yang sebenarnya yang bertujuan untuk memperbaiki peningkatan
kualitas.
[Link] membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah.
[Link] dalam pencarian fakta lebih lanjut.
[Link] kondisi-kondisi yang menyebabkan ketidaksesuaian produk dengan keluhan
konsumen.
[Link] standarisasi dari operasi yang sedang berjalan atau yang akan dilaksanakan.
[Link] pengambilan keputusan dalam menentukan pelatihan tenaga kerja.
[Link] tindakan perbaikan.
Langkah Membuat Diagram Fishbone
Mengidentifikasi
masalah utama.
Diagram telah selesai,
kemudian dilakukan Menempatkan
evaluasi untuk masalah utama
menentukan tersebut disebelah
penyebab kanan diagram.
sesungguhnya.
Mengidentifikasi Mengidentifikasi
penyebab minor dan penyebab minor dan
meletakannya pada meletakannya pada
penyebab mayor. diagram utama.
3. Diagram Pareto (Pareto Analysis)
Yemima (2014) menjelaskan bahwa diagram pareto pertama kali diperkenalkan oleh
Alfredo Pareto dan digunakan pertama kali oleh Joseph Juran. Diagram pareto adalah
grafik balok dan grafik baris yang menggambarkan perbandingan masingmasing jenis data
terhadap keseluruhan. Dengan memakai diagram Pareto, dapat terlihat masalah mana yang
dominan sehingga dapat mengetahui prioritas penyelesaian masalah.
Kegunaan diagram pareto adalah :
1. Menunjukkan masalah utama.
2. Menyatakan perbandingan masing-masing persoalan terhadap keseluruhan.
3. Menunjukkan tingkat perbaikan setelah tindakan perbaikan pada daerah yang terbatas.
4. Menunjukkan perbandingan masing-masing persoalan sebelum dan setelah perbaikan.
4. Peta Kendali (Control Chart)
Peta kendali adalah suatu alat yang secara grafis digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi
apakah suatu aktivitas / proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistika atau tidak
sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas.
Manfaat dari peta kendali adalah untuk:
1. Memberikan informasi apakah suatu proses produksi masih berada di dalam
batas batas kendali kualitas atau tidak terkendali.
2. Memantau proses produksi secara terus- menerus agar tetap stabil.
3. Menentukan kemampuan proses (capability process).
4. Mengevaluasi performance pelaksanaan dan kebijaksanaan pelaksanaan proses
produksi.
5. Membantu menentukan kriteria batas penerimaan kualitas produk sebelum dipasarkan.
Peta kendali digunakan untuk membantu mendeteksi adanya
penyimpangan dengan cara menetapkan batas-batas kendali:
1. Upper control limit / batas kendali atas (UCL) Merupakan garis
batas atas untuk suatu penyimpangan yang masih diijinkan.
2. Central line / garis pusat atau tengah (CL) Merupakan garis yang
melambangkan tidak adanya penyimpangan dari karakteristik
sampel.
3. Lower control limit / batas kendali bawah (LCL) Merupakan garis
batas bawah untuk suatu penyimpangan dari karakteristik sampel.
5. Diagram Sebar (Scatter Diagram)
Diagram sebar merupakan suatu alat interpretasi data yang
digunakan untuk menguji bagaimana kuatnya hubungan
antara dua variabel dan menentukan jenis hubungan dari dua
variabel tersebut, apakah positif, negatif, atau tidak ada
hubungan. Dua variabel yang ditunjukkan dalam diagram
sebar dapat berupa karakteristik kuat dan faktor yang
mempengaruhinya.
6. Diagram Alir / Diagram Proses (Process Flow Chart)
1) Diagram Alir secara grafis menyajikan sebuah proses atau sistem dengan menggunakan kotak
dan garis yang saling berhubungan. Diagram ini cukup sederhana, tetapi merupakan alat yang
sangat baik untuk mencoba memahami sebuah proses atau menjelaskan langkah-langkah sebuah
proses.
2) Diagram Alir dipergunakan sebagai alat analisis untuk:
1. Mengumpulkan data mengimplementasikan data juga merupakan
ringkasan visual dari data itu sehingga memudahkan dalam pemahaman.
2. Menunjukkan output dari suatu proses.
3. Menunjukkan apa yang sedang terjadi dalam situasi tertentu sepanjang waktu.
4. Menunjukkan kecenderungan dari data sepanjang waktu.
5. Membandingkan dari data periode yang satu dengan periode lain, juga
memeriksa perubahan-perubahan yang terjadi.
Diagram Alir / Diagram Proses (Process Flow Chart)
7. Histogram
Histogram adalah suatu alat yang membantu untuk menentukan variasi dalam proses.
Berbentuk diagram batang yang menunjukkan tabulasi dari data yang diatur berdasarkan
ukurannya.
Manfaat histogram adalah:
1. Memberikan gambaran populasi.
2. Memperlihatkan variabel dalam susunan data.
3. Mengembangkan pengelompokkan yang logis.
4. Pola-pola variasi mengungkapkan fakta-fakta produk tentang
proses