0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan24 halaman

Diagnosis dan Terapi Nyeri Punggung Bawah

Pasien wanita berusia 56 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan selama seminggu. Nyeri semakin parah saat duduk dan berjalan serta ketika batuk dan mengedan. Pemeriksaan menemukan tanda-tanda lasseque dan patrick positif, sementara vital tanda dalam batas normal. Diagnosa awal adalah low back pain dengan kemungkinan herniated nucleus pulposus.

Diunggah oleh

Chintya Prilly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan24 halaman

Diagnosis dan Terapi Nyeri Punggung Bawah

Pasien wanita berusia 56 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan selama seminggu. Nyeri semakin parah saat duduk dan berjalan serta ketika batuk dan mengedan. Pemeriksaan menemukan tanda-tanda lasseque dan patrick positif, sementara vital tanda dalam batas normal. Diagnosa awal adalah low back pain dengan kemungkinan herniated nucleus pulposus.

Diunggah oleh

Chintya Prilly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LOW BACK PAIN

FADLUN
N 111 16 110

PEMBIMBING:
DR. ALFRIDA M., [Link]., SP.S
IDENTITAS

• Nama : Ny. F
• Umur : 56 Tahun
• Agama : Islam
• Alamat : Jl. Karajalemba No.21
• Tgl Pemeriksaan : 02/08/2017
ANAMNESIS
• Keluhan Utama : Nyeri punggung bawah
• Anamnese terpimpin :
Pasien masuk dengan keluhan nyeri pinggang bagian belakang yang menjalar
sampai ke paha bagian belakang. Nyeri dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Nyeri
dirasakan seperti di tusuk-tusuk, nyeri semakin memberat saat pasien duduk, sehingga
pasien tidak bisa berlama-lama untuk duduk, semakin berat jika pasien berjalan, batun
dan mengedan. Jika pasien merasa sakit pasien berbaring untuk meringankan gejala
nyeri. Saat pertama kali sakit 3 bualn yang lalu, pasien sempat di urut. Setelah di urut
pasien merasa nyeri semakin bertambah berat. Pasien memiliki aktivitas sehari-hari
sebagai pedagang di pasar dan sering mengangkat barang-barang yang berat.
ANAMNESIS

• Informasi riwayat penyakit terdahulu


pasien tidak memiliki riwayat infeksi, DM, Asam urat
kolesterol dan hipertensi. Pasien memiliki riwayat jatuh terpeleset
dengan posisi terduduk pada tahun 2015
• Anamnese tentang pekerjaan/keluarga/hobbi dan sebagainya
Pasien bekerja sebagai sebagai pedagang di pasar.
PEMERIKSAAN FISIK

• Kesan : Sakit sedang


• Tensi : 110/80 mmHg
• Kesadaran : Kompos mentis - Anemi : -/-
• Nadi : 80 x/menit - Ikterus : -/-
• Gizi: baik - Sianosis :-
• Suhu : 36,7 0C
• Pernafasan : 18 x/menit
PEMERIKSAAN FISIK

• TORAKS :
- Inspeksi : Simetris bilateral
- Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri
* Paru-paru :
- Perkusi : Sonor kedua lapang paru
- Auskultasi : Bronchovesikuler +/+, Wheezing -/-, Ronchi -/-
* Jantung :
- Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
- Auskultasi : Bunyi jantung I/II murni reguler
PEMERIKSAAN FISIK
• ABDOMEN : - Inspeksi : Tampak datar
- Palpasi/Perkusi : Lemas/Tegang : Lemas
Hepar : Pembesaran (-)
Lien : Pembesaran (-)
Pemeriksaan Psikiatris
Emosi dan afek : baik
Proses berfikir : baik
Kecerdasan : baik
Penyerapan : baik
Kemauan : baik
Psikomotor : baik
PEMERIKSAAN FISIK

• Kepala : - Posisi : Sentral


- Bentuk/ Ukuran : Normocephal
- Penonjolan : Tidak ada
Nervus cranialis :
- N.I (olfaktorius) :
Penghidu : Normosmia
PEMERIKSAAN FISIK

OS OD
N. II
Ketajaman Penglihatan 6/6 6/6

Lapangan penglihatan Normai Normal

N. III, IV, VI OS OD

Celah kelopak mata


Ptosis (-) (-)
Exoftalmus (-) (-)

Posisi bola mata sentral sentral


PEMERIKSAAN FISIK

Pupil
Ukuran/bentuk Bulat, ± 3 mm Bulat, ± 3 mm
Isokor/anisokor Isokor Isokor
RCL/RCTL +/+ +/+
Refleks akomodasi (+) (+)
Gerakan bola mata
Parese kearah (-) (-)
Nistagmus - -

• N. V
– Sensibilitas
• N. V
• N.V1 : Normal – Motorik : inspeksi : Normal
• N.V2 : Normal – Refleks dagu : Normal
• N.V3 : Normal – Refleks kornea : Normal
PEMERIKSAAN FISIK

• [Link]
• Motorik
• [Link]
• Istirahat : normal
• Gerakan mimik : normal
• [Link] okuli
• Istirahat : simetris
• Gerakan mimik : normal
• [Link] oris
• Istirahat : normal
• Gerakan mimik : Normal
PEMERIKSAAN FISIK

 Pengecap 2/3 lidah bagian depan : tidak dilakukan

 N. VIII
 Pendengaran : Normal
 Test rinne/weber : tidak dilakukan
 N. IX/X
 Posisi arkus pharing : Normal
 Refleks telan/muntah : tidak dilakukan
 Pengecap 1/3 lidah bagian belakang : tidak dilakukan
 Fonasi : Normal
 Takikardi/bradikardi : Normal
PEMERIKSAAN FISIK

• [Link]
• Memalingkan kepala : +/+ (Normal)
• Angkat bahu : +/+ (Normal
• [Link]
• Deviasi lidah : (-)
• Fasciculasi : (-)
• Atrofi : (-)
• Tremor : (-)
• Ataxia : (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Leher
Meningeal sign
 Kaku kuduk : (-)
 Kernig sign : (-)
Kelenjar lymphe : pembesaran (-)
Arteri karotis
 Palpasi : (+)
Kelenjar tiroid : pembesaran (-)

Abdomen
Refleks kulit dinding perut : Normal

Kolumna vertebralis : Normal


PEMERIKSAAN FISIK
Superior Inferior
EKSTREMITAS Dextra Sinistra Dextra Sinistra
Motorik
Pergerakan Bebas Bebas Bebas Bebas
Kekuatan 5 5 5 5
Tonus Otot Normal Normal Normal Normal
Bentuk Otot Eutrofi eutrofi Eutrofi Eutrofi
Refleks fisiologis
Biceps ++ ++ KPR: + KPR: +
Triceps ++ ++ APR: + APR: +
Radius ++ ++
Ulna ++ ++
Refleks Patologis Babinski : - Babinski : -
Hoffman Chaddock: - Chaddock: -
Tromner - - Gordon: - Gordon: -
- - Schaefer: - Schaefer: -
Oppenheim: - Oppenheim: -
PEMERIKSAAN FISIK

SENSIBILITAS
Superior Inferior
Dextra Sinistra Dextra Sinistra
Ekstroseptif
Nyeri (+) (+) (+) (+)
Suhu tdp tdp tdp tdp
Rasa raba halus (+) (+) (+) (+)
Proprioseptif
Rasa sikap normal normal normal normal
Rasa nyeri dalam normal normal normal normal
Fungsi Kortikal
Rasa diskriminasi normal normal normal normal
Stereognosis normal normal normal normal
PEMERIKSAAN FISIK

• Lasegue sign : +
• Patrick sign :+
• Contrapatrick sign : -
• Pergerakan abnormal yang spontan : -
• Gangguan koordinasi :
- Tes jari hidung : Telunjuk sampai di hidung
- Tes tumit : Normal
- Tes pronasi-supinasi : Gerakan pronasi dan supinasi dilakukan dengan cepat
- Tes pegang jari : Dapat mempertemukan kedua jari telunjuk di tengah
depan saat mata terbuka dan tertutup
PEMERIKSAAN FISIK

Gangguan keseimbangan : Tes romberg : -


Gait : Tidak dapat dilakukan
Pemeriksaan fungsi luhur

- Reaksi emosi : Baik - Fungsi psikosensorik (gnosis) : Baik


- Fungsi bicara : Baik  
- Intelegensia : Baik - Fungsi psikomotorik (praksia) : Baik
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

- Darah: WBC 6,3x103/mL


RBC 4,8 x106/mL
HGB 12,2 g/dL
HCT 44 %
PLT 305x103/mL
- Urine :-
- LCS : -
PEMERIKSAAN RADIOLOGI dan PEMERIKSAAN LAIN
RESUME

Pasien perempuan usia 56 tahun masuk dengan keluhan low back pain sejak 1
minggu yang lalu. Nyeri dirasakan seperti di tusuk-tusuk dan nyeri semakin memberat
saat pasien duduk, semakin bertambah jika pasien berjalan, batuk dan mengedan.
Pasien memiliki aktivitas sehari-hari sebgai pedagang dipasar dan sering mengangkat
barang-barang yang berat. Pasien memiliki riwayat jatuh terpelesat dengan posisi jatuh
terduduk pada tahun 2015.
Tanda-tanda vital BP 110/80 mmHg, P 80 x/mnt, R 18 x/mnt dan S 36,7 0C.
Pemeriksaan neurologi didapatkan lasseug (+), patrick (+), contrapatrick (-), serta
pemeriksaan neurologi lainnya dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium darah
dalam batas normal.
DIAGNOSA
- Diagnosa klinis : Low back pain
- Diagnosa topis : Kolumna vertebra regio lumbosakral
- Diagnosa etiologi : Susp. HNP
 
VII. DIAGNOSA BANDING : Fraktur korpus vertebra, spondylolitesis,
spondylitis lumbalis.
TERAPI

• IVFD RL 20 Tpm
• Analgetik (Ketorolac 30 mg/ml /IV/12 jam)
• Terapi Spasme muskuloskeletal (Eperison) Eprinoc tab 50mg  3x 50mg/hari
PROGNOSIS

• Qua ad vitam : Dubia et bonam


• Qua ad sanationam : Dubia et bonam

• ANJURAN
Pemasangan korset untuk vertebra
Foto Rontgen regio lumbosacral
MRI
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai