100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
402 tayangan28 halaman

Modul Dasar Power Train Excavator

Modul ini membahas tentang power train yang merupakan komponen yang bekerja sama untuk memindahkan daya dari mesin ke roda. Power train meliputi gear, poros, dan komponen lainnya. Jenis-jenis gear dijelaskan seperti spur gear, helical gear, herringbone gear, dan bevel gear beserta fungsi dan karakteristiknya.

Diunggah oleh

Anonymous ByS1iRYS9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
402 tayangan28 halaman

Modul Dasar Power Train Excavator

Modul ini membahas tentang power train yang merupakan komponen yang bekerja sama untuk memindahkan daya dari mesin ke roda. Power train meliputi gear, poros, dan komponen lainnya. Jenis-jenis gear dijelaskan seperti spur gear, helical gear, herringbone gear, dan bevel gear beserta fungsi dan karakteristiknya.

Diunggah oleh

Anonymous ByS1iRYS9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

D11R

‫بسم اهلل الرحمن‬


‫الرحيم‬

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R

POWER TRAIN
( PENERUS TENAGA )

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa ta’aala Yang Maha Esa, Sehingga dapat
tersusun Modul “ BASIC POWER TRAIN “ Modul ini disusun untuk melengkapi bahan diklat di
lingkungan Akademi Komunitas Bontang khususnya pada pelajaran produktif Teknik Alat Berat.

Modul ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan lebih
mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Teknik alat Berat.

Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa Modul ini masih jauh dari sempurna,
maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para pembaca
untuk meningkatkan kesempurnaan modul ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk pemahaman
dari isi dan makna terhadap buku ini.

Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
terselesaikannya modul ini.

Bontang, 7 Syawal 1433 H / 25 Agustus 2012

Heavy Duty Division Academy Community Bontang


( HERI MAJID, ST )

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Pengertian Power Train
Power train adalah sekelompok komponen
yang bekerja sama untuk memindahkan /
tenaga / daya dari sebuah sumber daya
( engine / mesin ), dimana tenaga tersebut
digunakan untuk melaksanakan pekerjaan
( ex ; memutar roda / track ).

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R

Prinsip Power Train


• Contoh pemakaian power train pada
masa lampau adalah pada penggunaan
kincir air untuk menggiling tepung /
menggerakkan generator

• Dalam istilah otomotif, power train


berfungsi sebagai alat untuk
memindahkan tenaga / putaran pada
engine / mesin sampai ke roda / track
pada suatu unit

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Fungsi Power Train
Fungsi utama power train ;
• Menghubungkan dan memutuskan putaran / daya dari
engine / mesin
• Memodifikasi tenaga dan torsi
• Berfungsi sebagai alat untuk mundur / reverse
• Menyamakan pembagian tenaga keroda – roda penggerak /
wheel drive

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Usaha , Energi & Tenaga
Usaha :
Usaha adalah gaya yangdiberikan untuk W=FxD
W : Usaha ( Nm )
menggerakkan sebuah benda dikalikan dengan F : Gaya ( Newton )
jarak pergerakan benda tersebut. D : Jarak ( meter )

Tenaga :
Tenaga adalah istilah yang digunakan untuk P=W/t
P : Tenaga ( Nm/s )
menggambarkan hubungan antara usaha dan W : Usaha ( Nm )
waktu. Tenaga didefinisikan sebagai pelaksanaan t : Waktu ( sekon )

usaha atau pemindahan energi.


Torsi / Torque :
Torsi adalah gaya puntir yang diberikan sebuah
benda yang cenderung membuat benda tersebut
berputar pada suatu sumbu rotasi / putar.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Gear
Gear digunakan untuk mentransmisikan tenaga antara shaft yang
berputar yang tidak berada pada garis lurus yang sama dan pada
umumnya memiliki kecepatan yang berbeda.

Fungsi Gear
1. Meneruskan putaran / tenaga
2. Mereduksi putaran ( gear reduction )
3. Merubah arah putaran

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Istilah – istilah pada gear
Gear seat
Yaitu 2 buah gear yang saling berkaitan,
dimana shaft penggerak dan shaft yang
digerakkan berputar ke arah berlawanan

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Idler Gear.
Yaitu gear yang digunakan diantara driver
gear dan driven gear. Idler gear merubah
arah gear yang digerakkan sehingga
berputar kearah yang sama seperti gear
penggerak ( drive gear ). Idler gear tidak
mempengaruhi rasio gear ataupun
keunggulan mekanis.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Gear Train.
Tiga atau lebih gear
yang berkaitan
bersama – sama
disebut gear train.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Pinion Gear.
Bila suatu gear
berukuran lebih kecil
dari yang lain, maka
gear yang lebih kecil
disebut pinion.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Gear Splines
 Gear biasanya dipasang pada sahft, yaitu cara
yang digunakan untuk mengikat gear pada
shaft.
 Jika gear didorong masuk kedalam sahft, spline
menahan gear sehingga memutar shaft tanpa
terslip / tergelincir.
 Karakteristik sliding gear ini sering dipakai
dalam transmisi.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Gear Keys
 Key / pengunci adalah metode lain yang
digunakan untuk mencegah agar gear tidak slip
pada shaftnya.
 Bila key ( batangan logam berbentuk persegi )
dimasukkan, key tersebut mengunci gear dan
shaft bersama – sama.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Jenis – jenis gear
 Karena pekerjaan sebuah gear dilaksanakan oleh gigi – giginya
( teeth), maka gear biasanya diberi nama menurut bentuk /
konstruksi gigi – giginya. Selama bertahun – tahun, banyak ragam
pola yang dirancang untuk tugas tertentu, agar kerjanya sempurna.
 Gear – gear yang berkaitan harus memiliki gigi dengan ukuran dan
rancangan yang sama, juga minimalnya satu pasang gigi harus
selalu saling mengikat satu sama lain.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Jenis – jenis gear
1. Straight Cut / Spur Gears
 Pada straight / spur gear, gigi – giginya dibuat
lurus dan sejajar dengan sumbu putar gear.
 Gear – gear ini mudah menimbulkan getaran,
cenderung berisik, dan umumnya dipakai dalam
aplikasi kecepatan yang lebih rendah.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
2. Helical Gears
 Helical gear cocok untuk beban – beban yang berat, karena gigi – gigi
gear bekaitan pada sudut yang tajam, bukan pada 90o seperti dalam
spur gear
 Helical gear lebih tahan lama jika dibandingkan dengan spur gear.
 Kelemahan pada helical gear adalah bahwa helical gear menghasilkan
dorongan menyamping yang cenderung mendorong gear disepanjang
shaft, yang mana hal ini memberikan beban tambahan pada shaft
bearing.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
3. Herringbone Gears
 Herringbone gear memiliki gigi yang berbentuk “V “ yang tersusun dari
separuh gigi helical kanan dan separuh gigi helical kiri.
 Gaya dorong yang dihasilkan oleh satu sisi diimbangi oleh gaya dorong
pada sisi yang lain.
 Herringbone gear dipakai pada turbin dan generator berukuran besar.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
4. Plain Bevel Gears
 Bevel gear menjadikan aliran tenaga didalam gear train menjadi aliran
yang tegak lurus. Gigi – gigi gear dibuat lurus pada barisan dengan
shaft, tetapi dimiringkan terhadap sumbu horisontal shaft.
 Gigi – gigi bevel gear memiliki ketebalan dan ketinggian yang tirus.
 Gear penggerak yang berukuran lebih besar disebut crown wheel. 
 Plain bevel gear digunakan dalam aplikasi – aplikasi dimana kecepatan
lebih rendah dan tidak ada tumbukan tinggi.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
5. Spiral Bevel Gears
 Spiral bevel gear dirancang untuk aplikasi – aplikasi dimana
kekuatan yang lebih besar dibutuhkan jika dibandingkan
dengan kekuatan yang diberikan oleh plain bevel gear.
 Gigi – gigi spiral gear dibuat miring pada permukaan
menyudut gear. Gigi – gigi saling tumpang tindih, sehingga
gigi – gigi tersebut dapat menahan beban yang lebih besar.
 Spiral bevel gear mengurangi kecepatan dan meningkatkan
gaya.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
6. Hypoid Gears
 Hypoid gears adalah variasi dari helical bevel gear
yang digunakan jika sumbu kedua shaft saling
tegak lurus, tetapi tidak berpotongan.
 Pinion yang lebih kecil terletak diatas titik tengah
crown wheel gear yang digerakkannya.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
7. Worm Gear
 Worm gear berbentuk silinder panjang dan tipis yang memiliki
satu atau lebih gigi helical bersambung yang berkaitan dengan
sebuah helical gear.
 Worm gear dipakai pada untuk mentransmisikan putaran, dengan
mengurangi kecepatan yang besar, dari satu shaft ke shaft yang
lain pada sudut 90o.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
8. Rack and Pinion Gear Set
 Rack and pinion gear dapat digunakan untuk merubah gerakan
lurus menjadi gerakan putar, atau gerakan putar menjadi
gerakan lurus, yang tergantung dari apakah rack atau pinion
yang digerakkan.
 Gigi pada rack adalah lurus, sedangkan gigi pada pinion adalah
melengkung.
 Rack and pinion gear umumnya digunakan dalam sistem kemudi
(steering sistem) pada mobil.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
9. External and Internal Gear / Gear luar dan gear
dalam
Gear dengan gigi-gigi pada
lingkaran bagian luar disebut
eksternal teeth gear. Gear
dengan gigi-gigi pada keliling
bagian dalam lingkaran disebut
internal atau ring gear

Larger Internal Gear/Smaller


External Gear
Pada Gambar 19, gear yang besar
adalah contoh internal gear dan
yang kecil adalah contoh
external gear.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Gear Face Width
 Lebar gear di sepanjang gigi-
giginya disebut face width.
 Gear yang lebih lebar memiliki
area kontak yang lebih luas dan
dapat meneruskan power yang
lebih besar.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Involute Curve
 Agar sebuah power train bekerja dengan baik, semua gear di dalam gear
train harus memiliki gigi yang sesuai dalam ukuran dan bentuk. Sisi gigi
gear tidak lurus, tetapi gigi gear dibuat dengan profil yang dirancang untuk
memperoleh efisiensi transfer power maksimum dari gear pada saat
bertautan dengan gear yang lain.
 Sisi setiap gigi mengikuti bentuk apa yang disebut sebagai involute curve
Bentuk curve memberikan rolling contact dan gigi-nya meluncur
berlawanan satu sama lainnya.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Pressure Angle
Gigi-gigi gear dipotong dengan sebuah profil,
sehingga ketika gigi-gigi tersebut berputar,
mereka akan menghasilkan sudut tekan yang
dihitung untuk mencapai pertautan yang halus
dan dalam

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT


D11R
Gear Tooth Clearance
 Pertautan gear yang halus merupakan faktor yang penting ketika gear beroperasi. Jika
gear bertautan terlalu rapat, gear akan terjepit dan terjadi gesekan berlebih,
kehilangan tenaga dan keausan yang lebih cepat.
 Jika pertautan terlalu longgar, gear akan berisik dan tidak efisien. Celah kecil
dibutuhkan diantara gigi untuk pelumasan, operasi yang halus dan efisien. Celah
tersebut mengijinkan sedikit gerakan mundur pada gear yang disebut dengan
backlash.
 Backlash yang berlebih biasanya merupakan indikasi terjadinya keausan pada gigi
gear atau bearing yang menopang gear. Backlash yang berlebih dapat menyebabkan
gigi-gigi gear patah ketika dibebani.
 Selama proses pemasangan dan perbaikan, peralatan khusus sering dibutuhkan untuk
mengukur dan menyesuaikan backlash dengan spesifikasi yang dilakukan dengan
menggunakan shim.

TECHNICAL TRAINING DEPT ACADEMY COMMUNITY BONTANG – TEKNIK ALAT BERAT

Anda mungkin juga menyukai