0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan15 halaman

Terapi Akupresur untuk Anak Kanker

Terapi akupresur merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang memberikan stimulasi pada titik-titik tertentu di tubuh untuk merangsang kemampuan alami tubuh dalam penyembuhan dan mengembalikan aliran energi positif tubuh. Terapi ini dapat digunakan untuk mencegah, mengobati penyakit, rehabilitasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa manfaat terapi akupresur antara lain menurunkan nyeri, mual,

Diunggah oleh

Indahnadiva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan15 halaman

Terapi Akupresur untuk Anak Kanker

Terapi akupresur merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang memberikan stimulasi pada titik-titik tertentu di tubuh untuk merangsang kemampuan alami tubuh dalam penyembuhan dan mengembalikan aliran energi positif tubuh. Terapi ini dapat digunakan untuk mencegah, mengobati penyakit, rehabilitasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa manfaat terapi akupresur antara lain menurunkan nyeri, mual,

Diunggah oleh

Indahnadiva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Terapi Komplementer

(Teknik Akupresure)

Femi Bunga Puspita (11171060) M Dimas Pamungkas


Gordie Wira Putra K (11171061) (11171070)
Hernida Limong (11171062) Muhammad Murdhani
Indah Apriliyana (11171063) Nasution (11171071)
Indah Yulistiani (11171064) Nur Indah Utami (11171072)
Isna Afifah (11171065) Nurafni Ulfa Dewi (11171073)
Liska Ayu Novitasari (11171067) Nurbaety Septiana (11171074)
Livia Rani (11171068) Nurindah Dwi Lestari
Miftahun Jannah (11171069) (11171075)
Definisi Terapi Akupresur
Terapi akupresur merupakan salah satu bentuk
fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi
pada titik titik tertentu pada tubuh. Tujuannya untuk
merangsang, kemampuan alami menyembuhkan diri
sendiri dengan cara memulihakan aliran energi positif
tubuh (Widyaningrum, 2013)
Akupresur adalah sebuah ilmu peyembuhan dengan
cara menekan, memijat, mengurut bagian dari tubuh
dengan maksud mengaktifkan kembali perederan
energi vital atau Chi.
Komponen Dasar

Akuspresur mempunyai 3 komponen penting/ dasar yaitu :


1. CI atau energi vital
CI adalah materi dasar kehidupan yang di bentuk oleh sari makanan,
minuman, dan udara serta di pengaruhi oleh kondisi lingkungan
2. Meridian
Meridian adalah saluran dan sistem sirkulasi atau peredaran enrgi di dalam
tubuh
3. Titik pijat
titik pijat adalah tempat berakumulasinya energi vital tersebut.
Kalasfikasi Akupresur

1. Shiatsu 2. Jin Shin


Secara harfiah kata shiat-su Suatu pola penekanan yang lembut
berarti jari (shi) dan tekanan (atsu), dan berkepanjangan pada titik titik yang
serangkaian penekanan menggunakan penting pada meridian, setiap titik ditekan
selama 1-5 menit.
jari secara berirama keseluruh
3. Do-in
bagian tubuh sepanjang meridian Bentuk pemijatan terhadap diri sendiri
energy. Terapi ini juga termasuk pada otot dan titik-titik meridian.
peregangan dan [Link] titik 4. Tui-na
tekan hanya disentuh antara 3-5 Pijat yang merangsang titik-titik
detik. Penanganan ini bias akupresur dengan menggunakanberbagai
merangsang sekaligus menenangkan ragam gerakan tangan.
Manfaat Akupresur
Manfaat Terapi Akupresur menurut (Widyaningrum, 2013) adalah:
1. Pencegahan penyakit
Akupresure dipraktikkan secara teratur pada saat saat tertentu menurut
aturan yang sudah ada, yaitu sebelum sakit. Tujuannya adalah mencegah
masukknya sumber penyakit dan mempertahankan kondisi tubuh.
2. Penyembuhan penyakit
Akupresur dapat digunakan dapat menyembuhkan keluhan nyeri, dan
dipraktikkan dalam keadan sakit.
3. Rehabilitasi
Akupresure dipraktikan untuk meningkatkan kondisi kesehatan sesudah
sakit
4. Promotif
Akupresur dipraktikkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh
walaupuntidak sedang sakit
Tips sebelum Terapi Akupresure
Menurut (Widyaningrum, 2013) tips sebelum melakukan akupresur
yaitu :
1. Sebelum pijat, perut tidak dalam kondisi terlalu lapar atau
terlalu kenyang
2. Emosi stabil, tidak dalam kondisi terlalu emosional
(marah,seduh, khawatir)
3. Hindari melakukan akupresur saat sedang hamil muda
4. Suhu ruangan normal, jangan terlalu panas atau terlalu dingin
5. Sirkulasi udara baik, tidak terlalu pengap dan tidak melakukan
pemijatan di ruangan berasap
6. Terapi bias dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring asal
dalam keadaan tenang
Kontraindikasi

1. Kebersihan Terapis 2. Bagian-bagian yang tidak


dapat dipijat
Mencuci tangan dengan air
yang mengalir dan Pemijatan tidak dapat
menggunakan sabun dilakukan pada kondisi kulit
antiseptic sebelum terkelupas, tepat pada bagian
melakukan dan setelah tulang yang patah dan tepat
melakukan terapi sangatlah bagian yang bengkak
penting. Hal tersebut
dilakukan untuk mencegah
penularan penyakit antara
terapis dengan pasien
Lanjutan

3. Pasien dalam kondisi gawat darurat


Penyakit-penyakit yang tidak boleh dipijat adalah tiga penyakit
yang dapat menyebabkan kematian tiba-tiba, yaitu ketika terjadi
serangan jantung, gagal napas oleh paru-
paru, dan penyakit pada saraf otak (misalnya stroke, pecah
pembuluh darah, dan cidera otak). Apabila terapis menemukan
gejala-gejala diatas segera rujuk ke rumah sakit karena
penanganan yang keliru dapat menyebabkan pasien terlambat
mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
Indikasi
Beberapa occupoint untuk
Mengatasi beberapa kondisi
nyeri seperti : Sakit kepala,
migren, sakit gigi, nyeri
CREDITS: This presentation template was created by
sendi, depresi,kecemasan, Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics &
dan nyeri tulang belakang images by Freepik and illustrations by Stories
Peran Perawat
Peran perawat yang dapat dilakukan dari pengetahuan
tentang terapi komplementer diantaranya sebagai konselor,
pendidik kesehatan, peneliti, pemberi pelayanan langsung,
koordinator dan sebagai advokat. Sebagai konselor perawat
dapat menjadi tempat bertanya, konsultasi, dan diskusi
apabila klien membutuhkan informasi ataupun sebelum
mengambil keputusan. Sebagai pendidik kesehatan, perawat
dapat menjadi pendidik bagi perawat di sekolah tinggi
keperawatan seperti yang berkembang di Australia dengan
lebih dahulu mengembangkan kurikulum pendidikan
(Crips& Taylor, 2001).
Analisis PICO
JURNAL 1
Judul: Terapi Akupresur Dapat Menurunkan Keluhan Mual Muntah Akut Akibat Kemoterapi Pada Pasien
Kanker: Randomized Clinical Trial
PICO
- Populasi atau sampel:
Sampel penelitian berjumlah 44 responden, terdiri dari 22 responden sebagai kelompok intervensi yang
dilakukan terapo akupresur sebanyak tiga kali sehari, dan 22 responden sebagai kelompok kontrol.
- Intervention:
Desain penelitian ini adalah randomized clinical trial dengan metode single blind. Sampel diambil secara
concecutive sampling dan randomisasi alokasi subjek diaplikasikan untuk menentukan kelompok intervensi dan
kontrol. Dari 44 total sampel, 22 pada kelompok intervensi dan 22 pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi
mendapatkan terapi antiemetik standar dan dilakukan akupresur 3 kali sehari, 25 menit sebelum kemoterapi serta 6
dan 12 jam setelah kemoterapi. Sementara kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi standar.
- Comparation:
Rerata mual setelah dilakukan akupresur pada kelompok intervensi yaitu 3,55 (0-24) (SD= 1,471), sedang
kelompok yang tidak dilakukan akupresur mualnya adalah 5,68 (SD= 2,009). Analisis lebih lanjut menunjukkan
bahwa adanya perbedaan yang bermakna rerata mual terhadap kelompok yang dilakukan akupresur dengan yang
tidak dilakukan (p= 0,000; α= 0,05)
- Outcame:
Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari 44 responden, meliputi; rata-rata usia
43,75 tahun, sebagian besar (63,6%) yaitu berjenis kelamin perempuan, sebagian besar (65,9%) menggunakan
kemoterapi dengan derajat emetogenik yang tinggi, semua responden (100%) menggunakan antiemetik dengan
indeks terapi tinggi, sebagian besar diberikan kemoterapi dengan metode single day dan sebagian besar (31,8%)
pada siklus ketiga. Penurunan rerata skor mual, muntah, serta mual muntah setelah dilakukan akupresur pada
kelompok intervensi lebih besar dibandingkan dengan pada kelompok kontrol (p< 0,005).
JURNAL 2
Judul: Pengaruh Terapi Akupreasur terhadap Mual Muntah Akibat Kemoterapi pada Anak Usia Sekolah
yang Menderita Kanker di RS Kanker Dharmais Jakarta

PICO
- Populasi atau sampel: Akupresur merupakan salah satu terapi komplementer pada anak yang mengalami mual
muntah akibat kemoterapi. Mual muntah merupakan efek samping yang dapat menimbulkan stres pada anak dan
keluarga. 20 responden anak usia sekolah dipilih sebagai responden. Usia responden paling rendah adalah 6 tahun
dan maksimum berusia 12 tahun. Rata-rata usia responden secara keseluruhan adalah 9,15 tahun.

- Intervention: Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan prepost without control design berupa pemberian
akupresur pada titik P6 dan St36 sebanyak 2 kali selama 3 menit setiap 6 jam sekali setelah kemoterapi.

- Comparation: Rerata skor mual setelah dilakukan akupresur berbeda secara signifikan dengan sebelum dilakukan
tindakan akupresur (p value=0,000). Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa akupresur yang dilakukan dapat
menurunkan skor mual sebesar 2,25 pada responden yang mengalami mual akibat kemoterapi, sedangkan skor
muntah mengalami penurunan sebesar 2,95 setelah dilakukan tindakan. Skor mual muntah mengalami penurunan
sebesar 5,25 setelah dilakukan tindakan akupresur

- Outcame: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu 55%.
Thompson (1999 dalam Garrett et al, 2003) menjelaskan bahwa wanita lebih memungkinkan mengalami mual
muntah daripada laki-laki, kemungkinan disebabkan oleh pengaruh hormone. Hasil penelitian yang dilakukan oleh
Lebaron, et al (2006) didapatkan anak perempuan dilaporkan mengalami mual lebih besar dibandingkan laki-laki.
Dengan demikian ada beberapa faktor resiko yang dapat menjadi perhatianperawat untuk melakukan tindakan
antisipasi sebelum memulai pemberian kemoterapi diantaranya adalah jenis kelamin.
Judul: Penerapan Terapi Akupresur Dalam Penanganan Mual Muntah Pasca Kemoterapi
PICO JURNAL 3
- Populasi atau sampel: Pemberian kemoterapi biasanya akan menimbulkan mual dan muntah pada pasien. Efek
samping kemoterapi bervariasi dari ringan sampai berat, tergantung dari dosis dan regimen kemoterapi. Responden
dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dimana 30 orang pada kelompok kontrol serta 30 pada kelompok
intervensi.

- Intervention: Pemberian Terapi Akupresure sebelum dan sesudah kemoterapi. Salah satu metode untuk
mengatasi mual muntah pada pasien kemoterapi yaitu dengan cara terapi akupresure pada titik P6 yang berada
di pergelangan tangan dan St36 di bawah lutut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi
akupressur dalam penanganan masalah nutrisi pada pasien kemoterapi.

- Comparation: Perbedaan mual muntah yang dirasakan oleh kelompok eksperimen dan control dikarenakan
adanya perbedaan perlakukan terapi, dimana:
a) Kelompok intervensi atau eksperiman mendapatkan terapi akupresur 3 kali sehari, 25 menit sebelum
kemoterapi serta 6 dan 12 jam setelah kemoterapi
b) Kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi standar
Pengukuran mual muntah didapatkan berdasarkan penjumlahan hasil isian pada kuesioner mual muntah setiap 12
jam setelah mendapatkan kemoterapi

- Outcame: Hasil Penelitian menunjukkan frekwensi mual muntah pasien kelompok control sebelum menjalani
kemoterapi dominan berada pada kategori sedang (50%) menjadi berat (40%) setelah 24 jam tanpa mendapat
kemoterapi, sedangkan kelompok intervensi sebelum pemberian terapi dominan pada sedang (53.3%) menjadi
Ringan (53.3%) setelah diberikan akupresure. Dan dari hasil uji t juga didapatkan nilai alpha 0,000 yang artinya
ada hubungan antara pemberian akupresur dengan penuruan frekwensi mual muntah pada pasien yang menjalani
kemoterapi.
Kesimpulan
Terapi akupresur merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan
stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Tujuannya untuk merangsang, kemampuan alami
menyembuhkan diri sendiri dengan cara memulihakan aliran energi positif tubuh. Manfaatnya
adalah mengurangi rasa nyeri, manajemen Stress dan keseimbangan tubuh, dan energi berkaitan
dengan bersalin,
Tips sebelum terapi akupresure Sebelum pijat,
1. Perut tidak dalam kondisi terlalu lapar atau terlalu kenyang
2. Emosi stabil, tidak dalam kondisi terlalu emosional (marah, sedih, khawatir)
3. Hindari melakukan akupresur saat sedang hamil muda
4. Suhu ruangan normal, jangan terlalu panas atau terlalu dingin
5. Sirkulasi udara baik, tidak terlalu pengap dan tidak melakukan pemijatan di ruangan berasap
6. Terapi bisa dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring asal dalam keadaan tenang

Anda mungkin juga menyukai