100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
716 tayangan47 halaman

Pengertian dan Manfaat Distance Learning

Distance learning dan telenursing merupakan metode pembelajaran dan pelayanan keperawatan jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Keduanya membutuhkan persiapan infrastruktur yang matang serta komitmen dari pengguna untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pelayanan yang efektif.

Diunggah oleh

Mirna Melly Olivia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
716 tayangan47 halaman

Pengertian dan Manfaat Distance Learning

Distance learning dan telenursing merupakan metode pembelajaran dan pelayanan keperawatan jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Keduanya membutuhkan persiapan infrastruktur yang matang serta komitmen dari pengguna untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pelayanan yang efektif.

Diunggah oleh

Mirna Melly Olivia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEARNING

Mohamad Ilham Topik


Latar Belakang

“Problem pendidikan kita adalah akses atau


ketersediaan pendidikan bagi rakyat yang
masih sangat rendah”
Definisi
Distance education & training result from the
technological separation of teacher & learner which
frees the student from the necessity of traveling to “a
fixed place, at a fixed time, to meet a fixed person, in
order to be trained”
Manfaat
1. Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
2. Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik
dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement).
3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global
audience).
4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi
pembelajaran (easy updating of content as well as archivable
capabilities).
Prinsip Distance Learning
1. Tujuan yang jelas. Perumusan tujuan harus jelas, spesifik, teramati, dan terukur untuk mengubah perilaku
peserta didik.
2. Relevan dengan kebutuhan. Program belajar jarak jauh harus relevan dengan kebutuhan peserta didik,
masyarakat, dunia kerja, atau lembaga pendidikan.
3. Mutu pendidikan. Pengembangan program belajar jarak jauh upaya meningkatkan mutu pendidikan yaitu proses
pembelajaran yang ditandai dengan pembelajaran lebih aktif atau mutu lulusan yang lebih produktif.
4. Efisiensi dan efektivitas program. Efisiensi mencakup penghematan dalam penggunaan biaya, tenaga, sumber dan
waktu, sedapat mungkin menggunakan hal-hal yang tersedia.
5. Memperhatikan hasil-hasil yang dicapai oleh lulusan, dampaknya terhadap program dan terhadap masyarakat.
6. Hal ini berkaitan dengan pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, khususnya bagi yang tidak sempat
mengikuti pendidikan formal karena lokasinya jauh atau sibuk bekerja.
7. Kemandirian baik dalam pengelolaan, pembiayaan, maupun dalam kegiatan belajar.
8. Keterpaduan, yang dimaksud adalah keterpaduan berbagai aspek seperti keterpaduan mata pelajaran secara
multi disipliner.
9. Penyelenggaraan belajar jarak jauh tidak insidental dan sementara, tetapi dikembangkan secara berlanjut dan
terus menerus.
Kelemahan Keuntungan

• Karena e-learning menggunakan • Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan


teknologi informasi, tidak semua orang saja, di mana saja, dan dengan tipe
terutama orang yang masih awam dapat pembelajaran yang berbeda-beda.
menggunakannya dengan baik. • Menghemat waktu proses belajar mengajar.
• Membuat e-learning yang interaktif dan • Mengurangi biaya perjalanan.
sesuai dengan keinginan pengguna • Menghemat biaya pendidikan secara
membutuhkan programming yang sulit, keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-
sehingga pembuatannya cukup lama. buku).
• E-learning membutuhkan infrastruktur • Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
yang baik sehingga membutuhkan biaya • Melatih pembelajar lebih mandiri dalam
awal yang cukup tinggi. mendapatkan ilmu pengetahuan.
Learning Management System
Definisi
• Learning Management System (LMS) merupakan lingkungan
pembelajaran yang digunakan oleh pengajar dan peserta didik.
Tempat pelaksanaannya pada Learning Support Center (LSS).
Manfaat LMS
• Dengan adanya LMS ini pengajar dapat memasukkan materi
pembelajaran baik, tugas, forum diskusi, dan evaluasi, sedangkan
peserta didik dapat men-down load materi, berdiskusi dengan
pengajar dan teman.
• Dengan sistem ini sharing informasi dan sharing pengetahuan tidak
bersifat hanya vertikal artinya tidak hanya dari pengajar tetapi juga
dari peserta didik. Distance learning secara konsep sangat mungkin
meningkatkan jumlah peserta didik, mempercepat peningkatan
pengetahuan secara aktif dan mandiri, namun dalam pelaksanaannya
memang tidak mudah.
Persyaratan
• Persiapan infrastuktur sangat mempengaruhi keberhasilan dari pelaksanaan
distance learning.
• Kemudahan dan sistem yang lebih fleksibel dalam proses pembelajaran
distance learning harus diimbangi dengan keaktifan dan kemandirian
peserta didik yang untuk selalu mencari dan meningkatkan kemampuannya.
• Syarat lain yang juga harus dipenuhi oleh pengajar dan peserta didik untuk
dapat mengikuti proses pembelajaran distance learning adalah kemampuan
mengoperasikan komputer, kemampuan untuk upload, download,
kemampuan browsing dan searching, serta kemampuan bahasa Inggris
karena banyak sumber dan jurnal yang menggunakan bahasa Inggris.
Teknologi Pendukung
• Technology based learning : pada prinsipnya terdiri dari Audio
Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone)
dan Video Information Technologies (video tape, video text, video
messaging).
• Technology based web-learning : adalah Data Information
Technologies (Internet, e-mail, tele-collaboration)
Aplikasi
• MOODLE
• Blackboard CourseSites
• Schoology
• Webinar
• Skypea
• Google Classroom
• Google Meets
• Zoom
• Distance learning merupakan suatu metode pembelajaran
yang bersifat active learner, dimana setiap peserta didik
harus secara mandiri dan aktif meningkatkan pengetahuan.
• Distance learning yang berbasis teknologi disarankan sebagai
salah satu upaya peningkatan pengetahuan bagi tenaga
perawat, tidak hanya untuk pendidikan formal, tetapi juga
sebagai pusat pelatihan, pusat konsultasi, pusat riset, dan
pusat sharing komunikasi antar perawat.
• Strategi manajemen pengelolaan yang baik serta persiapan
infrastruktur yang matang perlu disiapkan dalam
menyelenggarakan distance learning. Selain itu kemandirian
dan keaktifan peserta didik sangat diperlukan dalam
keberhasilan proses distance learning.
TELENURSING
Definisi
• Telenursing diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk
memberikan informasi dan pelayanan keperawatan jarak-jauh.
• Aplikasinya saat ini, menggunakan teknologi satelit untuk menyiarkan
konsultasi antara fasilitas-fasilitas kesehatan di dua negara dan
memakai peralatan video conference (bagian integral dari
telemedicine atau telehealth).
Media Telenursing
1. Telepon ( telepon seluler )
2. Personal Digital System (PDA)
3. Mesin faksimili (faks)
4. Internet
5. Video atau audio conferencing
6. Teleradiolog
7. Komputer sistem informasi
8. Teleborotic
Manfaat
• Efektif dan efisiensi dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat mengurangi
kunjungan ke pelayanan kesehatan (dokter praktek, ruang gawat darurat, RS dan
nursing home).
• Dengan sumber daya minimal dapat meningkatkan cakupan dan jangkauan
pelayanan keperawatan tanpa batas geografis.
• Telenursing dapat mengurangi jumlah kunjungan dan masa hari rawat di RS.
• Dapat meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis, tanpa memerlukan biaya dan
meningkatkan pemanfaatan teknologi.
• Dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan keperawatan (model distance
learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan.
Telenursing dapat pula digunakan dalam pembelajaran di kampus, video conference,
pembelajaran online dan multimedia distance learning.
Isu
• Jaminan kerahasiaan dan jaminan pelayanan dari informasi kesehatan
yang diberikan harus tetap terjaga.
• Pasien yang mendapatkan intervensi melalui telehealth harus
diinformasikan potensial resiko (seperti keterbatasan jaminan kerahasiaan
informasi, melalui internet atau telepon) dan keuntungannya.
• Diseminasi data pasien seperti identifikasi pasien (suara, gambar) dapat
dikontrol dengan membuat informed consent (pernyataan persetujuan)
lewat email.
• Individu yang menyalahgunakan kerahasiaan, keamanan dan peraturan
dan penyalah gunaan informasi dapat dikenakan hukuman/legal aspek.
Faktor yang harus diperhatikan :
• Faktor legalitas. Dapat didefinisikan sebagai otonomi profesi keperawatan atau institusi
keperawatan yang mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan telenursing.
• Faktor financial. Pelaksanaan telenursing membutuhkan biaya yang cukup besar karena
sarana dan prasaranya sangat banyak. Perlu dukungan dari pemerintah dan organisasi
profesi dalam penyediaan aspek financial dalam pelaksanaan telenursing
• Faktor Skill. Ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu pengetahuan dan skill tentang
telenursing. Perawat dan pasien perlu dilakukan pelatihan tentang aplikasi telenursing.
Terlaksananya telenursing sangat tergantung dari aspek pengetahuan dan skill antara
pasien dan perawat. Pengetahuan tentang telenursing harus didasari oleh pengetahuan
tehnologi informasi.
• Faktor Motivasi. Motivasi perawat dan pasien menjadi prioritas utama dalam
pelaksanaan telenursing. Tanpa ada motivasi dari perawat dan pasien, telenursing tidak
akan bisa berjalan dengan baik.
Pedoman praktek lainnya yang menggunakan
telenursing adalah :
• Menyampaikan informasi penting klien seperti data elektrokardiogram, CT Scan, foto
rontgen, dsb.
• Menggunakan video, komputer untuk memantau kondisi kesehatan klien.
• Memantau status kesehatan klien di rumah sakit atau rumah misal, tekanan darah, nadi
pernafasan, suhu dan sebagainya.
• Membantu wisatawan untuk mendapatkan perawatan kesehatan di tempat tujuan
mereka.
• Membantu operasi klien dari jarak jauh.
• Menggunakan video konference untuk menyediakan sesi pendidikan keperawatan
berkelanjutan.
• Mengembangkan website untuk memberikan informasi kesehatan dan waktu konseling.
Telenursing by
• Skype merupakan salah satu aplikasi yang ada di internet dan menjadi menjadi
fasilitas bagi pengguna Internet untuk berkomunikasi. Skype sendiri dapat
didefinisikan sebagai sebuah software yang bisa didapatkan secara gratis di
internet. Software ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan
suara (voice call), video call, dan chat.
• Fasilitas skype ini bersifat audio visual dan syncrounus artinya seseorang bisa
memanfaatkan skype untuk berkomunikasi dengan pihak lain layaknya orang
berkomunikasi secara tatap muka, dengan umpan balik langsung.
• Dalam pelaksana, untuk mempermudah berlangsungnya program telenursing,
pasien sudah melakukan kontrak sehari sebelumnya untuk dijadwalkan dengan
dokter yang akan dituju, kemudian sesuai dengan jam disepakati terlebih dahulu
dipastikan sinyal internet beserta kelengkapan telah dipersiapkan dengan baik.
Telenursing by
• Prinsip-prinsip telenursing adalah :
• Tidak mengubah sifat dasar dari praktek asuhan keperawatan,
• Dimana perawat terlibat dalam telenursing mulai dari pengkajian,
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dokumentasi asuhan keperawatan.
• Perawat juga terlibat dalam informasi, pendidikan, arahan dan dukungan
secara pribadi dalam telenursing hubungan ditetapkan melalui penggunaan
telepon, komputer, internet atau teknologi komunikasi lainnya.
Komunikasi Perawat
Dalam Teknologi
Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi dari satu pihak
kepada pihak lainuntuk mendapatkan
saling pengertian. Dari definisi tersebut
terkandung dua pengertian yaitu proses
dan informasi, yang merupakan suatu
rangkaian dari langkah-langkah yang
dilalui dalam usaha pencapaian tujuan.
(Wursanto, 2003)
Komunikasi adalah
• Pernyataan diri yang efektif,
• Pertukaran pesan-pesan yang tertulis, pesan-pesan dalam
percakapan, bahkan melalui imajinasi,
• Pertukaran informasi atau hiburan dengan kata-kata melalui
percakapan atau dengan metode lain,
• Pengalihan informasi dari seseorang kepada orang lain,
• Pertukaran makna antar pribadi dengan sistem simbol, dan
• Proses pengalihan pesan melalui saluran tertentu kepada orang
laindengan efek tertentu. (Liliweri, 2003).
Unsur Komunikasi :
• Mengirim (sender) atau sumber (resource) adalah individu, kelompok, atau organisasi berperan untuk mengalihkan
(transferring) pesan.
• Encoding adalah pengalihan gagasan kedalam pesan.
• Pesan (message) gagasan yang dinyatakan oleh pengirim kepada orang lain.
• Saluran (media) dari komunikasi, merupakan tempat dimana sumber menyalurkan pesan kepada penerima, misalnya
melalui gelombang suara, cahaya, atau halaman cetakan dan lain-lain.
• Decoding adalah pengalihan pesan kedalam gagasan.
• Penerima (reseiver) individu atau kelompok yang menerima pesan.
• Umpan balik (feed-back) reaksi terhadap pesan.
• Ganguan (noise) efek internal atau eksternal akibat dari peralihan pesan.
• Bidang pengalaman (field of experience) dibadang atau ruang yang menjadi latar belakang informasi dari pengirim
maupun penerima.
• Pertukaran makna (shared meaning) bidang atau ruang pertemuan (tumpang tindih) yang tercipta karena kebersamaan.
• Konteks (context) situasi, suasana, atau lingkungan fisik, nonfisik (sosiologisantropologis, psikologis, politik, ekonomi,
dan lain-lain).
Fungsi Komunikasi
• Informasi → Dari penyebarluasan informasi itu, para penerima informasi akan
mengetahui sesuatu yang ingin dia ketahui
• Pendidikan → Dari penyebarluasan informasi itu diharapkan para penerima
informasi akan menambah pengetahuan tentang sesuatu yang ingin dia ketahui.
• Istruksi → Memberikan instruksi (mewajibkan atau melarang) penerima melakukan
atau tidak sesuatuyang diperintahkan.
• Persuasi → Menyebarkan informasi yang dapat memengaruhi (mengubah) sikap
penerima agar dia menentukan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kehendak
pengirim
• Menghibur → Mengirimkan pesanpesan yang mengandung hiburan kepada para
penerima agar penerima menikmati apa yang diinformasikan
Model Komunikasi
• Model Linear
• Model Interaksi
• Model Transaksional
Model Linear
• Mengirimkan informasi (to inform) tentang sebuah suatu hal.
• Menghibur (to intertein) sasaran melalui kemasan informasi produk
dengan kata-kata verbal dan visualisasi.
• Membangkitkan (to aggrevate) sasaran, sehingga mempengaruhi
pendengar.
Model Interaksi
• Proses ini dimulai dari sumber yang melakukan encode terhadap
pesan, jadi sumber mengolah pesan kedalam suatu bentuk yang
dapat dipindah kepada penerima, penerima akan melakukan
membaca/mengartikan atas pesan tersebut.
Model Transaksional
• Model ini mengatakan bahwa suatu aktivitas komunikasi dikatakan
efektif jika terjadi transaksi antar pengirim pesan dan penerima
pesan.
Definisi
• Suatu cara untuk mendemonstrasikan keunggulan dari suatu merek
dan perbedaannya dari kompetitor yang lain
“Brand positioning menggambarkan
bagaimana suatu merek berbeda dari para
pesaingnya dan di mana, atau bagaimana,
merek tersebut berada di benak pelanggan”
Komponen Positioning
• Target Pelanggan
• Segmentasi Pasar
• Persepsi Konsumen
• Manfaat
Rumah
Sakit

Masala
h SDM

Teknolo Peralata
gi n

Ahli
Kesimpulan
• Semua SDM di sebuah perusahaan (Rumah Sakit) merupakan
seorang marketing yang akan menentukan brand image perusahaan
di dalam benak konsumen.
• Dengan kerumitan dan keunikan bisnis Rumah Sakit, semua segmen
sangat terlihat dan berpengaruh terhadap pelayanan.
• Satu hal yang pasti dalam kehidupan itu adalah perubahan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nonor
82 Tahun 2013 dijelaskan bahwa Setiap Rumah Sakit wajib
menyelenggarakan SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit. Aplikasi penyelenggaraan SIMRS yang dibuat oleh Rumah Sakit
harus memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh Menteri
Kesehatan.
Persyaratan
• Kegiatan pelayanan utama (front office);
• Kegiatan administratif (back office); dan
• Komunikasi dan kolaborasi.
• Picture Archiver System (PACS),
• Sistem Manajemen Dokumen (Document Management System),
• Sistem Antar Muka Peralatan Klinik, serta
• Data Warehouse dan Bussines Intelegence.
Definisi
• Suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan
mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam
bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk
memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan merupakan bagian
dari Sistem Informasi Kesehatan.
• Sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang disiapkan untuk
menangani keseluruhan proses manajemen Rumah Sakit, mulai dari
pelayanan diagnosa dan tindakan untuk pasien, medical record, apotek,
gudang farmasi, penagihan, database personalia, penggajian karyawan,
proses akuntansi sampai dengan pengendalian oleh manajemen
Dasar Hukum
• Rumah sakit di Indonesia wajib melakukan pencatatan dan pelaporan
tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit sebagaimana
ketentuan dalam pasal 52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit .
• Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan
Informasi Public (KIP) maka tersedianya data dan informasi mutlak
dibutuhkan terutama oleh badan layanan umum seperti rumah sakit.
• Permenkes RI Nomor 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit.
Tujuan & Manfaat SIMRS
• Meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dan rekanan
secara lebih transparan, cepat, tepat, efektif dan efisien.
• Memaksimalkan kemudahan akses informasi kepada para
pelanggan dan rekanan dengan beragam media informasi yang
mudah digunakan seperti website dan SMS.
• Meningkatkan sinergi dan akselerasi setiap bagian di lingkungan
organisasi yang bersangkutan.
• Meningkatkan kualitas kontrol yang juga sebagai alat bantu serta
penunjang evaluasi dalam pengambilan keputusan.
Tujuan & Manfaat SIMRS
• System Kodefikasi data medik menggunakan Standard ICD-10.
• Pengembangan berdasarkan modular untuk memaksimalkan pencegahan
adanya duplikasi data.
• Realtime Akses terhadap fitur dan fasilitas sesuai dengan hak akses yang
dimiliki.
• Mendukung Sistem Multi Tarif yang dikelompokkan berdasarkan jenis atau
kategori pelanggan.
• Advanced Search untuk melakukan pencarian berdasarkan kriteria yang
dibutuhkan.
• Menerapkan konsep sistem Client-Server untuk mendukung kemudahan
penggunaan, pemeliharaan, maupun pengembangan SIMRS.
6 Komponen Utama
1. Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
2. Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
3. Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
5. Komitmen (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-
sama mejalankan system karena system tidak akan berjalan tanpa di
Input)
6. SDM (sumberdaya manusia adalah faktor utama suksesnya sebuah
system dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD
tersebut)
TUGAS KElOMPOK
• Bagi 2 kelompok dengan judul :
• Membuat makalah Aplikasi SIMRS dan penggunaannya bagi perawat.
• Membuat makalah kajian manfaat aplikasi database serta nursing proses
dalam ruang lingkup keperawatan.
• Dibuat makalah dan presentasi PPT nya.
• Presentasi dilakukan pertemuan selanjutnya melalui GC tgl 12 Juni
2020

Anda mungkin juga menyukai