ESTIMASI
Catur Puspawati
Definisi:
Perkiraan karakteristik/ kondisi populasi
melalui data sampel
Estimasi timbul karena tidak bisa mengambil/
survei seluruh populasi
Estimator Statistik sampel yang digunakan
untuk menduga nilai populasi
Kriteria Estimator yang baik
1. Tidak Bias
2. Efisien
3. Konsisten
Estimasi titik (Point estimation )
harga parameter populasi hanya diduga
dengan satu harga, yakni harga statistik
sampelnya.
Misalnya : nilai mean sampel kita anggap
sebagai nilai mean populasi.
x diestimasi sama dengan
S diestimasi sama dengan
Contoh :
Dari suatu penelitian terhadap suatu
sampel ibu hamil di Kabupaten
Tangerang, dari 220 ibu hamil didapatkan
kadar Hb rata-rata 7,5 gr%. Bila kita
menduga kadar Hb ibu hamil di daerah
Tangerang dengan estimasi titik, kita
katakan kadar Hb ibu hamil di daerah
Tangerang adalah 7,5 gr%.
Sebetulnya nilai populasi atau dapat diduga
dari bermacam-macam nilai sampel, seperti nilai
median ataupun nilai mode. Atau salah satu dari
nilai pengamatan, namun yang dikatakan tidak
bias adalah nilai mean.
Namun estimasi titik ini mempunyai kelemahan,
yaitu kita tidak dapat mengetahui berapa kuat
kebenaran dugaan kita itu. Dan kemungkinan
besar akan salah.
Kelemahan estimasi titik ini dapat dieliminasi
dengan melakukan estimasi selang ( interval
estimation ).
B. Estimasi selang ( Interval estimation )
Dasar estimasi interval :
sampel-sampel yang diambil dari suatu
populasi akan berdistribusi (normal) sekitar ,
dengan simpangan baku sama dengan Standard
Error ( sifat dari distribusi sampling ).
Dengan dasar tersebut, kita menentukan batas
minimum dan maksimum letaknya nilai . Rentang
batas tertinggi dan terendah ini ditentukan
ditentukan sebagai confidence interval ( CI ) atau
confidence limit, yaitu luas daerah di bawah kurva
normal ditentukan dengan prosentase, misalnya
90%, 95%, atau 99%.
I. Estimasi interval untuk data numerik
A. Bila Sampel Besar atau standar deviasi
populasi (σ )diketahui
μ = x + Z ½ SE
1). 95% C I = x + Z ½ (0,05) SD
n
= x + Z (0,025) SD
n
95% C I = x + 1,96 SD
n
2). 90% C I = x + 1,64 SD
n
3). 99% C I = x + 2,57 SD
n
Contoh Soal :
Diketahui survei pada 50 bayi di Bekasi di
dapatkan rata-rata 2100 gram dengan
standsar deviasi populasi 400 gram.
Estimasikan rata-rata berat bayi di Bekasi
saat ini dengan tingkat kepercayaan 95%
Diketahui : x = 2.100 gr SD = 400
n = 50 95% CI
Ditanya : 95 % CI
Jawab
95% C I = 2.100 + 1,96 400
50
= 2100 + 110,87
Jadi 95% kita percaya bahwa rata-rata berat badan
bayi di Bekasi adalah diantara 1989,13 gram s/d
2210,87 gram
B. Bila Sampel Kecil atau standar deviasi
populasi (σ ) tidak diketahui
μ = x + t SE
t = Tingkat kepercayaan = 1-
2
n DF = n -1
Contoh : Tingkat kepercayaan = 90%, n =20
= 1-0,90 = 0,05
2
DF = 20 -1 = 19 Lihat tabel 1,729
Contoh
Survei pada 15 ibu hamil didapatkan rata-rata
HB 10 gr%, dengan standar deviasi 2 gr%.
Estimasikan rata-rata kadar Hb ibu hamil di
puskesmas X dengan tingkat kepercayaan
99%
Jawab:
= 1- 0,09 = 0,05
2
DF = 15 -1 = 14
t = 2,947
μ = x + t SE
μ = 10 + 2,947 . 2
15
μ = 10 + 1,537
= ( 10 -1,537 ) s/d ( 10 + 1,537)
= 8,463 s/d 11,537
* 99 % dipercaya bahwa rata-rata kadar
HB ibu hamil di puskes X adalah 8,463
gr% s/d 11,537 gr%
b. Estimasi interval untuk data
kategorik :
90% C I = p + 1,64 p.q
n
95% C I = p + 1,96 p.q
n
99% C I = p + 2,57 p.q
n
Contoh Soal :
Seorang dokter Puskesmas ingin menaksir
persentase anak yang mendapat imunisasi
BCG diambil 100 anak, ternyata ada 60 anak
yang sudah mendapat imunisasi BCG.
Tentukan taksiran interval persentase untuk
mendapatkan imunisasi BCG pada tingkat
kepercayaan 95%. .
Diketahui : p = 60/100 = 0,6
q = 1 – 0,6 = 0,4 n = 100 95% CI
Ditanya : 95 % CI
Jawab
95% C I = 0,6 + 1,96 0,6 . 0,4 = 0,52 s/d 0,68
100
Jadi 95% kita percaya bahwa persentase anak
yang memperoleh imunisasi BCG di populasi
adalah 52% s/d 68%.
Bila standar deviasi populasi tidak
diketahui, maka:
C I = x + t .SE
= 1- CI
2
DF = n - 1
Survei pada 25 ibu hamil yang diambil secara rendom
didapatkan kadar Hb = 9 gr%, simpangan baku sampel
7,7 gr%, tingkat kepercayaan 95%, maka nilai
pendugaan akan menjadi
= 1- 0,95 = 0,025 df = 25 -1 = 24
2
Hasil dari tabel t = 2,064
SE = 7,7 /√ 25 = 1,54 gr%
CI = 9 ± 2,064. 1,54
=( 9 – 3,178) s/d ( 9 + 3,178)
= 5,82 s/d 12,18
* Kadar Hb ibu hamil di kabupaten Cirebon
berada pada kisaran 5,82 gr% s/d 12,18 gr%
CONTOH : 1
Diketahui survei pada 50 bayi di Bekasi di
dapatkan rata-rata 2100 gram dengan
standar deviasi populasi 400 gram.
Estimasikan rata-rata berat bayi di Bekasi
saat ini dengan tingkat kepercayaan 95%
Contoh 2
Dari suatu kegiatan di Industri terhadap 200
karyawan terdapat 70 karyawan yang
menderita pendengaran ringan. Tentukan
taksiran interval persentase untyuk
mengetahui penyakit pendengaran ringan di
Industri tersebut dengan selang kepercayaan
90%
Contoh 3
Dari hasil sampel 15 rumah sakit di Sumatra,
didapatkan rata-rata berat sampah medis
yang dihasilkan perharinya 10 kg dengan
standar deviasi sampelnya 2 kg. Coba
perkirakan rata-rata berat sampah medis di
Rumah sakit G dengan tingkat kepercayaan
99%
TENTUKAN:
1. Dari hasil survei 18 Industri Tekstil di Jawa Barat
didapatkan rata-rata niliai kebisingan 87 db,
dengan selang kepercayaan 90%. Estimasikan
rata-rata kebisingan di Industri tersebut.
2. Survei 200 anak SD di kabupaten tangerang
terdapat 25 anak yang terkena Diare, dimana
standar deviasi populasi adalah 4, dengan selang
kepercayaan 95%
3. Hasil Survei terhadap masa kerja Pekerja di
Industri Migas didapatkan standar deviasi dari 100
pekerja yang dijadikan sampel adalah 10, dengan
drajat kepercayaan 90%, estimasi rata-rata masa
kerja Pekerja di Industri Migas
4. Dari hasil 30 orang sampel petugas
kesehatan di suatu daerah, diperoleh rata-
rata umurnya 38 tahun dengan = 3,4 untuk
derajat kepercayaan 95 %.
Tentukan taksiran interval terhadap rata-rata
umur petugas kesehatan di daerah tersebut.
95% C I = + 1,96 3,4 = 38 +
1,22
30
Jadi 95% kita percaya bahwa rata-rata
umur petugas kesehatan di populasi
adalah 36,78 tahun s/d 39,22 tahun.