DESAIN INSTRUKSIONAL
INDRA WIJAYA
A42118174
DESAIN INSTRUKSIONAL
Desain adalah kerangka, bentuk
atau [Link] pertama
dalam fase pengembangan bagi
sistem yang direkayasa.
Desain intruksional adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar serta
pengembangan teknik mengajar dan materi pembelajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Termasuk di dalamnya adalah pengembangan paket pembelajaran, kegiatan mengajar, uji coba, revisi
dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar. Pendekatan sistem dalam pendidikan dapat mencakup beberapa
daerah bidang garapan. Misalnya pendekatan sistem kurikulum, sistem pembelajaran, sistem
implementasi, sistem implementasi dan sebagainya.
Asumsi dasar yang melandasi perlunya desain
pembelajaran
Diarahkan untuk membantu proses belajar secara individual.
Desain pembelajaran mempunyai fase-fase jangka pendek dan jangka panjang.
Dapat mempengaruhi perkembangan individu secara maksimal.
Didasarkan pada pengetahuan tentang cara belajar manusia.
Dilakukan dengan menerapkan pendekatan sistem.
Pengembangan tersebut dipengaruhi oleh prosedur-prosedur desain
pembelajaran, namun prinsip-prinsip umumnya berasal dari aspek-aspek
komunikasi disamping proses belajar
Ruang Lingkup Desain Instruksional
Dari segi umum, desain instruksional adalah suatu penelitian, pengembangan teori dan
teknik, penggambaran rencana pada tingkat lokal, regional maupun nasional dan global.
Dari segi fisik, desain instruksional adalah perencanaan jangka panjang, jangka
menengah dan jangk pendek.
Dari segi sosial, desain instruksional adalah tinjauan yang merefleksikan orang,
perencanaan kurikulum, strategi instruksional
Dari segi administrasi, adalah kontrol pengembangan.
Prinsip – Prinsip Desain Instruksional (Berdasarkan
Teori Belajar / Psikologi Dan Hasil Penelitian)
Pengulangan respon yang menyenangkan Pemecahan materi menjadi lebih kecil
(pengulangan)
Penggunaan model
Tujuan tujuan instruksional yang jelas (penciptaan
Pemecahan keterampilan umum menjadi
kondisi perilaku belajar, metode dan media)
Pemberian penguatan (umpan balik nilai, pujian, keterampilan khusus
penghargaan) Pemberian informasi kemajuan belajar
Pemberian contoh dari alam nyata Perbedaan kecepatan belajar (prasyarat /
Pemberian contoh dan non-contoh
entry behavior)
Perhatian dan ketekunan
Mengatur sendiri waktu, cara dan sumber
Pendekatan-
pengetahuan
Desain Instruksional dapat
Pendekatan-
dilakukan melalui 2 pendekatan :
produk (product-
oriented),
MODEL – MODEL DESAIN
INSTRUKSIONAL
1. Model kamp 5. Model Bela H. Banathy
6. Model Gerlach dan
2. Model banathy Elly
3. Model Dick and Cery 7. Model Brigs
4. Model PPSI 8. Model IDI
(Prosedur Pengembangan Sistem (Instruksional Development
Intruksional) Institute)
Kriteria Model Desain Instruksional
Sederhana, yaitu bentuk yang sederhana akan lebih mudah untuk dimengerti,
diikuti dan digunakan.
Lengkap, yakni suatu model pengembangan desain pembelajaran yang
lengkap haruslah mengandung tiga unsur pokok, yaitu identifikasi,
pengembangan dan evaluasi.
Mungkin diterapkan, artinya model yang dipilih hendaklah dapat diterima
dan dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat
Luas, yakni jangkauan model tersebut hendaklah cukup luas, tidak saja berlaku untuk pola
belajar mengajar yang konvensional, tetapi juga proses belajar mengajar yang lebih luas,
baik yang menghendaki kehadiran guru secara fisik maupun yang tidak
Teruji, yaitu model yang bersangkutan telah dipakai secara luas dan teruji/terbukti dapat
memberikan hasil yang baik.
Apabila model-model yang sudah ada ternyata tidak ada yang memenuhi kelima kriteria
tersebut maka masih ada kemungkinan untuk mengembangkan model yang baru yang
sesuai dengan situasi dan kondisi pemakai. Mungkin dapat menciptakan model yang baru
atau cukup dengan memodifikasi model yang sudah ada.
9 Dimensi Yang Terkait Dengan Proses Desain
Instruksional
• Significante
• Feasibility
• Relevance
• Definitivenees
• Parsimaniousness
• Adaptability
• Time
• Monitoring
• Subject matter