100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
423 tayangan43 halaman

Panduan Inspeksi K3 Proyek Konstruksi

Modul ini membahas tentang inspeksi keselamatan, kesehatan, dan kerja (K3) pada proyek konstruksi. Modul ini menjelaskan tujuan pelatihan inspeksi K3, definisi inspeksi K3, dasar hukum inspeksi K3, manfaat inspeksi K3, kategori inspeksi K3, dan tahapan pelaksanaan inspeksi K3 formal secara terperinci.

Diunggah oleh

M Asad Abdurrahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
423 tayangan43 halaman

Panduan Inspeksi K3 Proyek Konstruksi

Modul ini membahas tentang inspeksi keselamatan, kesehatan, dan kerja (K3) pada proyek konstruksi. Modul ini menjelaskan tujuan pelatihan inspeksi K3, definisi inspeksi K3, dasar hukum inspeksi K3, manfaat inspeksi K3, kategori inspeksi K3, dan tahapan pelaksanaan inspeksi K3 formal secara terperinci.

Diunggah oleh

M Asad Abdurrahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASOSIASI AHLI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI INDONESIA

(A2K4) INDONESIA

MODUL
INSPEKSI KESELAMATAN
KESEHATAN & KERJA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (A2K4) INDONESIA
website : www. [Link]
email: a2k4-ina@[Link]

25/08/2018 MODUL AHLI K3 KONSTRUKSI-A2K4 1


Tujuan Pembelajaran
1. PELATIHA MAMPU MENGIDENTIFIKASI SUMBER
PESERT N BAHAYA (HAZARD) PADA UMUMNYA YANG
A
BERHUBUNGAN DENGAN PROSES KERJA DAN EQUIPMENT
2. PESERTA
POTENSI PELATIHAN MAMPU MENYUSUN RENCANA INSPEKSI K3
3. PESERTA PELATIHAN MAMPU MELAKUKAN INSPEKSI K3
4. PESERTA PELATIHAN MAMPU MELAKUKAN EVALUASI
HASIL INSPEKSI K3
5. PESERTA PELATIHAN MAMPU MENYUSUN LAPORAN INSPEKSI K3

1
INTRODUCTION
DEFINISI:
 Inspeksi K3 adalah suatu proses untuk menemukan potensi bahaya yang
ada ditempat kerja berdasarkan standar teknis dalam mencegah
terjadinya kerugian maupun kecelakaan ditempat kerja, dan sebagai
bentuk penerapan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.

 Inspeksi K3 Sebagai upaya melakukan pengendalian dan pengawasan


terhadap sumber-sumber bahaya K3

Dasar Hukum
PP No: 50 Tahun 2012 (Lampiran II, standar 7)

2
INTRODUCTION

AUDIT ADALAH PEMERIKSAAN THDP SISTEM


KESELURUHAN KEGIATAN OPERASI DIBANDINGKAN DGN
STANDARD YG DIACU .

Audit K3 merupakan salah satu alat terbaik sebagai


pedoman perbaikan sistem manajemen K3.

Audit SMK3 adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen


terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan (berdasarkan
standar sistim) untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah
direncanakan dan dilaksanakan dalam penerapan SMK3 di
perusahaan. 3
TUJUAN INSPEKSI

 Identifikasi kondisi tidak aman


 Identifikasi tindakan tidak aman
 Menentukan penyebab dasar
 Melakukan perbaikan
 Bukan mencari kesalahan

4
TIDAK ADA INSPEKSI AKAN BERAKIBAT KECELAKAAN

unsafe conditions ACCIDENT

unsafe actions
4
KEUNTUNGAN
 Mengidentifikasi problem potensial.
 Mengidentifikasi efisiensi peralatan (equipment).
 Mengidentifikasi kekeliruan dalam tindakan/ pelaksanaan kerja.
 Mengidentifikasi efek perubahan (effect of changes).
 Mengidentifikasi kekurangan dalam tindakan perbaikan (remedial
action).
 Mengidentifikasi positive performance dan quality result.
 Mendemonstrasikan komitmen manajemen.
 Hasil Inspeksi akan menjadi salah satu topik penting dalam
Audit
5
KEUNTUNGAN INSPEKSI

 Perbaikan dengan segera


 Kontak langsung pada karyawan
 Karyawan tanggap terhadap KTA &
TTA
 Menetapkan alat keselamatan yang
sesuai
 Meningkatkan kesadaran K3
 Menjalankan program K3
6
STANDAR PEMANTAUAN
(PP No.50/[Link])

⚫ Pemeriksaan Bahaya
⚫ Pemantauan/Pengukuran Lingkungan Kerja

⚫ Peralatan Pemeriksaan/Inspeksi, Pengukuran


dan Pengujian
⚫ Pemantauan Kesehatan Tenaga Kerja

7
INSPEKSI BAHAYA
 Pemeriksaan/inspeksi terhadap tempat kerja dan cara kerja dilaksanakan secara
teratur.
 Pemeriksaan/inspeksi dilaksanakan oleh petugas yang berkompeten dan
berwenang yang telah memperoleh pelatihan mengenai identifikasi bahaya
 Pemeriksaan/inspeksi mencari masukan dari tenaga kerja yang melakukan
tugas
di tempat yang diperiksa
 Daftar periksa (check list) tempat kerja telah disusun untuk digunakan pada saat
pemeriksaan/inspeksi
 Laporan pemeriksaan/inspeksi berisi rekomendasi untuk tindakan perbaikan dan
diajukan kepada pengurus dan P2K3 sesuai dengan kebutuhan
 Pengusaha atau pengurus telah menetapkan penanggung jawab untuk
pelaksanaan tindakan perbaikan dari hasil laporan pemeriksaan/inspeksi.
 Tindakan perbaikan dari hasil laporan pemeriksaan/inspeksi dipantau untuk
menentukan efektifitasnya 8
PEMANTAUAN/PENGUKURAN
LINGKUNGAN KERJA
 Pemantauan/pengukuran lingkungan kerja
dilaksanakan secara teratur dan hasilnya
didokumentasikan, dipelihara dan digunakan untuk
penilaian dan pengendalian risiko
 Pemantauan/pengukuran lingkungan kerja meliputi
faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikologi.
 Pemantauan/pengukuran lingkungan kerja dilakukan
oleh petugas atau pihak yang berkompeten dan
berwenang dari dalam dan/atau luar perusahaan 9
Peralatan Pemeriksaan/Inspeksi,
Pengukuran dan Pengujian

⚫ Terdapat prosedur yang terdokumentasi


mengenai identifikasi, kalibrasi, pemeliharaan dan
penyimpanan untuk alat pemeriksaan, ukur dan
uji mengenai K3
⚫ Alat dipelihara dan dikalibrasi oleh petugas atau
pihak yang berkompeten dan berwenang dari
dalam dan/atau luar perusahaan.
10
PEMANTAUAN KESEHATAN TENAGA KERJA
 Dilakukan pemantauan kesehatan tenaga kerja yang bekerja pada
tempat kerja yang mengandung potensi bahaya tinggi sesuai
dengan peraturan perundang-undangan
 Pengusaha atau pengurus telah melaksanakan identifikasi keadaan
dimana pemeriksaan kesehatan tenaga kerja perlu dilakukan dan
telah melaksanakan sistem untuk membantu pemeriksaan ini.
 Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dilakukan oleh dokter
pemeriksa yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
 Perusahaan menyediakan pelayanan kesehatan kerja sesuai
peraturan perundang-undangan.
 Catatan mengenai pemantauan kesehatan tenaga kerja dibuat
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
11
KATAGORI
Terdapat 2 katagori inspeksi secara umum (berdasarkan jenisnya):
 Inspeksi Informal (Unplanned inspection)
 Inspeksi Formal (Planned Inspection)
Inspeksi Informal
 Dilakukan dengan tingkat kesadaran yang tinggi oleh setiap
orang dalam rutinitas aktifitasnya.
 Spontan, terbatas dan tidak sistematis.
 Mendapatkan kondisi/ data sebenarnya/ nyata & asli.
 Bisa dalam bentuk kotak saran.
12
INSPEKSI FORMAL

 Menyeluruh dan komprehensif


 Terjadwal dengan jelas
 Bagian dari tanggung jawab
manajemen lini (line management).
 Dilakukan secara team.
 Dimana dan apa – need analysis.

13
INSPEKSI FORMAL

Jembatan Danyang-Kunshan Grand Bridge China th 2011, Jembatan terpanjang 164.800


m

Manfaat Inspeksi Formal :


 Inspector/ observant memberikan perhatian penuh dalam inspeksi.
 Inspector/ observer mempersiapkan menjadi observant dan cepat mengerti
(perceptive) terhadap kondisi.
 Menggunakan check-list yang terstruktur dan teratur.
 Inspector melihat sesuatu di luar penglihatan normal (outside normal eye
level).
 Temuan sumber bahaya diklasifikasi, diprioritaskan dan ditindak lanjuti.
 Temuan dan rekomendasi dilaporkan, meningkatkan hazard awareness,
corrective action dan pencegahan kecelakaan. 14
INSPEKSI FORMAL

Secara umum inspeksi formal dapat


dikatagorikan sbb:
A. Inspeksi umum K3 (general inspection).

B. Inspeksi kebersihan (Housekeeping)

C. Inspeksi kritikal (critical part inspection)

D. Inspeksi Preventive maintenance

E. Pre-used equipment inspection

15
INSPEKSI FORMAL

16
Inspeksi Formal

Berdasarkan Urgensinya,
Inspeksi Formal dibagi dlm 2
bagian:
- Inspeksi Umum : bertujuan utk melihat
apakah ada perubahan thdp prosedur kerja,
peralatan, bahan dan lingkungan kerja.

- Inspeksi Bagian Kritis: inspeksi yg


ditujukan kepada bagian kritis dari mesin,
peralatan atau struktur yg akan menimbulkan
masalah besar bila rusak, aus, salah pemakaia n
atau pelaksanaan kerja yg tidak memadai. 17
Inspeksi Formal
Tahapan Inspeksi Formal :
1. Persiapan (preparation)
2. Pelaksanaan Inspeksi (inspection)
3. Mengembangkan langkah perbaikan
4. Tindak lanjut (follow-up action).

Tahapan:
Persiapan, pelaksanaan Inspeksi, pencatatan, pelaporan,
perbaikan, tindak lanjut mengembangkan

18
Tahapan Inspeksi Formal

1. Persiapan (preparation)
 Mulailah dengan positive attitude.
- Persiapan mental untuk tidak hanya melihat hal
yang substandard namun juga harus hal yang benar
(right).
 Buat perencanaan inspeksi.

-Ketahui penanggung jawab area.


-Buat peta dan rute inspeksi.
 Tentukan apa yang akan dilihat/ diinspeksi

 Pelajari & pahami apa yg dilihat/ diinspeksi.

 Buat daftar verikasi (checklist)

19
Tahapan Inspeksi Formal
Persiapan (preparation)
Tinjau kembali (review) laporan inspeksi sebelumnya.
 Temukan hal – hal yang belum tuntas akar permasalahnya (basic causes).

 Temukan lokasi atau equipment yg belum diinspeksi.

 Temukan item – item yang terbatas dan masih dapat dikembangkan.

 Temukan dan analisa corrective action yang mungkin tidak tepat atau
masih bisa dikembangkan.
 Temukan laporan tentang Critical Parts.

 Persiapkan dan lengkapi peralatan, material dan kebutuhan lainnya untuk


menunjang inspeksi.
• Pakaian yang cocok, Alat pelindung diri, Senter
• Alat ukur/ meteran/kaca pembesar, Kamera
• P3K secukupnya, Clip Board, kertas dan pensil/ballpoint.
20
Tahapan Inspeksi Formal

2. Pelaksanaan Inspeksi (inspection)


“Key-point” / “Tips” dalam inspeksi:
 Mengacu pada Map dan Check-list.
 Berbicara secara positive.
 Lihat secara detail dan tajam.
 Lakukan tindakan perbaikan sementara.
 Uraikan dan petakan seluruh item temuan dengan jelas.
 Klasifikasikan sumber bahaya.
 Memeriksa & melaporkan existing item bila dianggap perlu
 Menentukan basic causes dari substandard action dan substandard condition
(gunakan magic word “Why”).
Pelaksanaan Inspeksi boleh dilakukan oleh supervisor pekerjaan, dengan
catatan:
“Supervisor tsbt mempunyai kompetensi dlm pekerjaan Inspeksi” .
21
Tahapan Inspeksi Formal

1. Klasifikasi Sumber Bahaya


 Klas ‘A’ (Major)
 Kondisi atau tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal atau cacat
permanen.
 Klas ‘B’ (Serius)
 Kondisi atau tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan serius atau
cacat sementara.
 Klas ‘C’ (Minor)
 Kondisi atau tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan minor dan tanpa
cacat.

22
Tahapan Inspeksi Formal

2. Time Frame vs Klasifikasi Risiko


 Klas ‘A’ segera (immediately)
 Klas ‘B’ tidak lebih dari 6 jam
 Klas ‘C’ tidak lebih dari 12 jam

23
Tahapan Inspeksi Formal
 Sumber Bahaya Potensial:
1. People/Process/Procedure
2. Equipment
3. Material
4. Environment

 Tipe Sumber Bahaya Potensial:


1. Bahaya Fisik
2. Bahaya Biologi
3. Bahaya Kimia
4. Bahaya Ergonomi
5. Bahaya Psikologi
24
Tahapan Inspeksi Formal
3. Mangembangkan Langkah Perbaikan
 Tidak sebatas correction tapi juga corrective action.
 Merekomendasikan sesuatu yang sistematis yang dapat
mengontrol immediate / basic causes.
• Pontensi dari severity loss
• Kemungkinan timbul kerugian
• Biaya pengontrolan
• Level pengontrolan
• Alternatif pengontrolan
• Justifikasi/ alasan pengontrolan

25
Tahapan Inspeksi Formal
4. Tindakan Lanjut (follow-up)
 Sebagai tindakan nyata dari rekomendasi tindakan perbaikan.

 Inspektor harus berinisiatif dalam follow-up action:

 Commendation, memorandum, recourses, verifying,


progress monitoring, final review.

Yamuna Expressway 165 km 26


Katagori Inspeksi Formal
B. Inspeksi Kebersihan/ Housekeeping
 Tidak terbatas pada kebersihan namun kerapaian juga.
 Bersih: Sebuah tempat untuk sesuatu dan sesuatu selalu berada pada
tempatnya.
 Rapi: Sebuah tempat bebas dari sesuatu yang tidak penting dan sesuatu
yang penting berada pada tempat yang tepat.

27
Katagori Inspeksi Formal
C. Inspeksi Kritikal (Critical Part Inspection)
Critical part: komponen dari mesin, equipment, material, struktur atau
lokasi yang lebih vital dari komponen lainya yang dapat mengakibatkan
kerugian yang besar bila mengalami kegagalan atau kerusakan.

28
Katagori Inspeksi Formal

D. Inspeksi Preventive Maintenance


 Preventive Maintenance bertujuan untuk menjaga performa
equipment atau mesin dalam kondisi prima dan jauh dari
kegagalan (fails).
 Point pada preventive maintenance:
 Histori kegagalan (failure), kecelakaan/ breakdowns
 Risk Assessment
 Program inspeksi
 Regulatory requirement
 Informasi dan data manufacturer’s

29
Katagori Inspeksi Formal

D. Pre-use inspection
 Suatu inspeksi yang dilakukan
sebelum suatu alat/
equipment digunakan untuk
memastikan kelayakan serta
terpenuhinya persyaratan
safety yang diharuskan.
30
Site Visit GUDANG MATRIAL

30
PEKERJA
PROYEK

31
APD

32
CONTOH LEMBAR PERIKSA INSPEKSI K3 UNTUK ACETYLENE & OXYGEN

Hari/tanggal: / Untuk pekerjaan: Lokasi:


NO. ITEM YANG AKAN DIINSPEKSI BAIK TIDAK KET.
1. Apakah kondisi tabung dalam keadaan baik?
2. Apakah regulator dalam kondisi baik?
3. Apakah selang/hose dalam kondisi baik?
4. Apakah tidak ada kebocoran pada kerangan?
5. Apakah tabung bertekanan pada posisi berdiri tegak dan diikat pada
tempat kuat/sesuai?
6. Apakah tabung dipisahkan antara yang kosong dan yang masih berisi
serta diberi label?
7. Apakah tabung yang tidak digunakan dilengkapi penutup yang baik?
8. Apakah kondisi cutting torch dalam kondisi yang baik?
9. Apakah hose yang digunakan dilengkapi oleh Flashback Arrestor?
10. Apakah ketika digunakan disediakan tabung pemadam api?

11. Apakah tabung dipisahkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar


Sebelum digunakan, tabung acetylene / oxygen harus di inspeksi terlebih dahulu . Formulir
No.: Disetujui Oleh: Diinspeksi Oleh:

Nama: Nama:
33
Jabatan: Jabatan:
Contoh lembar periksa inspeksi K3 untuk Scaffolding & Tangga
Hari/tanggal: / Lokasi:
NO. ITEM YANG AKAN DIINSPEKSI BAIK TDK KET.
1. Apakah material (bahan pembuat) scaffolding dan tangga dalam kondisi baik?
2. Apakah landasan scaffolding telah level?
3. Apakah scaffolding telah tegak lurus?
4. Apakah sambungan pipa dlm kondisi baik & diikat dgn clamp yg baik?
5. Apakah pipa horizontal telah level?
6. Apakah tersedia platfrom yang kuat?
7. Apakah tersedia handrail dalam kondisi baik?
8. Apakah tersedia tangga yang kokoh?
9. Apakah clamp dalam kondisi yang baik?
10. Apakah scaffolding telah diberikan braching?
11. Apakah clamp putar hanya digunakan pada braching?
12. Apakah ketinggian scaffolding lebih dari 2 meter?
13. Apakah tag sudah terpasang?
Sebelum digunakan harus diberi "Tag OK" terlebih dahulu. Formulir No.:
Disetujui Oleh: Diinspeksi Oleh:

Nama: Nama: 34
Jabatan: Jabatan:
Contoh lembar periksa persediaan APD
Hari/tanggal: / Lokasi:

NO. ITEM YANG AKAN DIINSPEKSI JMLH BAIK TDK KET.


1. Pelindung Mata / Safety Goggles
2. Sepatu Keselamatan / Safety Boot
3. Topi Keselamatan / Safety Helmet
4. Sarung Tangan / Safety Hand Gloves
5. Pelindung Telinga / Safety Ear Plug

6. Pelindung Pernafasan / masker/Respirator


7. Full Body Harness/Safety belt
8. Kap Las / Welding Cap
9. Alat Pemadam Api Ringan / Fire
10. P3K / First Aid Kit
11. Tandu / Stretcher

Sebelum digunakan harus diberi "Tag OK" terlebih dahulu.


Formulir No.:
Disetujui oleh: Dibuat
oleh:
Nama: Nama:
Koordinator K3 Petugas K3/Bag. Gudang
35
Contoh lembar periksa untuk Safety Patrol
Hari/tanggal: / Waktu: s/d: Lokasi:
NO. ITEM YANG AKAN DIINSPEKSI BAIK TDK KET.
1. Alat Pelindung Diri (APD)
a. Pelindung Mata / Safety Goggles
b. Sepatu Keselamatan / Safety Boot
c. Topi Keselamatan / Safety Helmet
d. Sarung Tangan / Safety Hand Gloves

e. Pelindung Telinga / Safety Ear Plug


f. Pelindung Pernafasan / Masks
g. Sabuk Keselamatan / Safety Belt
h. Kap Las / Welding Cap
i. Full Body Harness
2. Rambu-Rambu Keselamatan
3. Perilaku Para Pekerja
4. Pengoperasian Alat
5. Pelaksanaan Pekerjaan
Hal-hal lain yang berbahaya (fasilitas atau perilaku pekerja):
Formulir No.:
Disetujui oleh: Diobservasi oleh:

Nama: Nama: 37
Koordinator Unit K3 Petugas K3
Contoh lembar periksa untuk Equipment
No. Pol./Police No.: Tahun/Year: Jenis:
Perusahaan/Company: Merk/Type: Bahan Bakar:
Kondisi
NO. Uraian
BAIK TDK KET.
1. Sabuk Pengaman /Seat Belt
2. Rem / Break
3. Rem Tangan / Hand Break
4. Alat Pemadam Api Ringan / Fire Extinguisher
5. Segitiga Pengaman / Triangle

6. Kotak P3K / First Aid Kit


7. Dongkrak / Jack
8. Kunci Ban / Wrench
9. Kaca Spion Kanan & Kiri / Side Mirror
10. Lampu Besar / Head Light

11. Lampu Kecil / Small Light


12. Lampu Sign Kiri & Kanan / Signal Light
13. Lampu Mundur / Reverse Light
14. Kabel-Kabel / Cables
15. Penutup Kepala Battery / Battery Lock
16. Ban / Tire
Formulir No.: ------------------------------------, ------------------------------ 20---------
Diobservasi oleh:
38
Ahli Mesin / Mechanic
Contoh Rencana Inspeksi
Frekuensi Penanggung
NO. Jenis Inspeksi Formulir Terkait
Inspeksi Jawab Inspeksi
1.

2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.
9.
10.

11.
12.
13.
14.
15.
16.
Formulir No.:
Disetujui oleh: Dibuat oleh:

Management Representative Koordinator K3


Tanggal: Tanggal:
39
40

Anda mungkin juga menyukai