0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan36 halaman

Menghitung Return dan Risiko Investasi

Dokumen tersebut membahas tentang penghitungan tingkat pengembalian dan risiko investasi, termasuk return realisasi, return ekspektasi, risiko, dan model penentuan harga aset modal (CAPM). Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan bagaimana menghitung return dan risiko investasi berdasarkan data historis dan probabilitas masa depan, serta hubungan antara tingkat pengembalian yang diharapkan dengan tingkat risikonya.

Diunggah oleh

Elika Ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan36 halaman

Menghitung Return dan Risiko Investasi

Dokumen tersebut membahas tentang penghitungan tingkat pengembalian dan risiko investasi, termasuk return realisasi, return ekspektasi, risiko, dan model penentuan harga aset modal (CAPM). Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan bagaimana menghitung return dan risiko investasi berdasarkan data historis dan probabilitas masa depan, serta hubungan antara tingkat pengembalian yang diharapkan dengan tingkat risikonya.

Diunggah oleh

Elika Ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERHITUNGAN

TINGKAT PENGEMBALIAN (RETURN)


DAN
RISIKO (RISK)
INVESTASI
RETURN
ASET TUNGGAL
RETURN INVESTASI

Terdapat 2 jenis return investasi:


•Return Realisasi (Real Return)
yaitu return yang sudah terjadi didasarkan pada data
harga pasar
•Return ekspektasi (Expected Return)
yaitu return yang diharapkan/diperkirakan akan
diperoleh dari suatu investasi, didasarkan pada rata-rata
data historis return realisasi selama periode tertentu
RETURN REALISASI
(REAL RETURN)
RETURN REALISASI

• Merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam


suatuperiode tertentu.

• Terdiri dari peningkatan nilai aset (capital gain/loss) dan


penghasilan/pendapatan (yield)
CONTOH

Contoh 1:
Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120. Harga
saham bulan kemarin adalah sebesar Rp1.010, dan bulan ini
adalah sebesar Rp1.100. Return total bulan ini sebesar:
CONTOH

Contoh 2 :
Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120. Harga
saham minggu kemarin adalah sebesar Rp1.050 dan minggu ini
adalah sebesar Rp1.100. Return total minggu ini adalah sebesar:

Asumsi 1 tahun = 52 minggu


CONTOH
Contoh 3:
Harga Saham
Periode Dividen (Dt) Return (Rt)
(Pt)
2000 1750 100  
2001 1755 100 0,060*)
2002 1790 100 0,077
2003 1810 150 0,095
2004 2010 150 0,193
2005 1905 200 0,047
*)
R2001 = (1.755 – 1.750 + 100)/1.750
CONTOH
Contoh 4:
Harga Saham
Periode Return (Rt)
(Pt)
1 1750 - 
2 1755 0,29%*)

3 1790 1,99%
4 1810 1,11%
5 2010 11,04%
6 1905 - 5,22%
*)
R1 = (1.755 – 1.750)/1.750
RETURN EKSPEKTASI
(EXPECTED RETURN)
RETURN EKSPEKTASI
Cara 1

Ri = Return Realisasi
CONTOH

Contoh 5:
Ada 2 kesempatan investasi pada proyek A dan B pada tahun
2011 – 2015 dengan ramalan return sebagai berikut:

Tahun Proyek A Proyek B


2011 8% 16%
2012 10% 14%
2013 12% 12%
2014 14% 10%
2015 16% 8%
PEMBAHASAN

Menghitung return ekspektasi


RETURN REALISASI
BERDASAR NILAI EKSPEKTASI MASA DEPAN

• Adanya ketidakpastian tentang return yang diperoleh masa


mendatang
• Sehingga perlu diantisipasi beberapa hasil masa depan dengan
probabilitas kemungkinan terjadinya.
• Return ekspetasi dihitung dari rata-rata tertimbang berbagai
tingkat return dengan probabilitas keterjadian di masa depan
sebagai faktor penimbangnya

n
Cara 2 E(R)   R i pri
i 1
CONTOH
Contoh 6:

Kondisi Ekonomi (j) Hasil Masa Depan (Rij) Probabilitas (pj)

Resesi -0,09 0,10


Cukup Resesi -0,05 0,15
Normal 0,15 0,25
Baik 0,25 0,20
Sangat Baik 0,27 0,30

E(Ri) = -0,09 (0,10) – 0,05 (0,15) + 0,15 (0,25) + 0,25 (0,20) + 0,27 (0,30)
= 0,152 = 15,2%
RISIKO
ASET TUNGGAL
RISIKO

• Penyimpangan atau deviasi dari outcome yang diterima


dengan yang diekpektasi

• Variabilitas return terhadap return yang diharapkan

• Metoda penghitungan yang sering digunakan adalah deviasi


standar
RISIKO

Varian:

Deviasi Standar = √ Varian


RISIKO

Cara 1:

Deviasi Standar = √ Varian


CONTOH

Contoh 7:
Ada 2 kesempatan investasi pada proyek A dan B pada tahun
2011 – 2015 dengan ramalan return sebagai berikut:

Tahun Proyek A Proyek B


2011 8% 16%
2012 10% 14%
2013 12% 12%
2014 14% 10%
2015 16% 8%
PEMBAHASAN

1. Menghitung varian

Varian A = ( (8%-12%)2+(10%-12%)2+(12%-12%)2+(14%-12%)2+(16%-12%)2)/4 = 10%

Varian A = ( (16%-12%)2+(14%-12%)2+(12%-12%)2+(10%-12%)2+(8%-12%)2)/4 = 10%

Keterangan: E(R) sudah dihitung pada Contoh 5


PEMBAHASAN

2. Menghitung standar deviasi


PEMBAHASAN

Selama lima tahun berinvestasi ternyata menghasilkan


expected return A dan B sebesar 12% dengan tingkat
risiko 3,16%.
Karena sama, maka investor boleh memilih
kesempatan investasi A atau B.
RISIKO
BERDASAR NILAI EKSPEKTASI MASA DEPAN

Variance
RISIKO
BERDASAR NILAI EKSPEKTASI MASA DEPAN

Deviasi Standar
Cara 2:
CONTOH
Contoh 8:
Investor menghadapi 2 pilihan investasi antara membeli saham
A atau saham B dengan probabilitas masing-masing adalah

Berdasarkan data diatas sebaiknya Investor memilih saham A atau


B sebagai kesempatan berinvestasi ?
PEMBAHASAN

1. Menghitung return ekspektasi


PEMBAHASAN

2. Menghitung varian
PEMBAHASAN

3. Menghitung Standar deviasi


PEMBAHASAN

Saham A Saham B
E(R) 15% 15%
 65,84% 3,38%
Berdasarkan hasil tersebut, sebaiknya Investor memilih saham
B, karena dengan return 15% sama dengan return saham A,
tetapi memiliki tingkat risiko yang rendah yaitu hanya 3,38%
KOEFISIEN VARIANSI
(COEFFICIENT OF VARIANCE)

• CV dapat digunakan untuk memilih investasi dengan


risiko yang relatif lebih kecil
• Semakin tinggi nilai koefisien variasi berarti
risikonya juga semakin besar
• Begitu juga sebaliknya.
CONTOH
Contoh 9:

Saham A Saham B
E(R) 15% 20%
 5,84% 8,38%

• CVA = 5,84% / 15% = 38,93%


• CVB = 8,38% / 20% = 41,90%
Nilai CV untuk saham A lebih kecil dibandingkan CV
saham B. Ini berarti saham A mempunyai risiko relatif lebih
kecil dibandingkan saham B.
CAPM
(CAPITAL ASSET PRICING MODEL)

Digunakan untuk menganalisa risk dan rates of return

Kesimpulan dari CAPM: risiko yg relevant dari


suatu saham adalah kontribusi risiko saham tersebut
pada risiko portfolio
BETA SAHAM

• Konsep dari Beta dalam CAPM


• Koefisien Beta adalah jumlah risiko dari suatu saham
yang dikontribusikan untuk portfolio pasar
• Saham dengan deviasi standar tinggi akan mempunyai
beta yg tinggi pula. Oleh karena itu, saham dengan
standar deviasi tinggi akan mengkontribusikan banyak
risiko untuk portfolio
• Beta mengukur volatilitas suatu saham relatif dengan
saham rata2.
SECURITY MARKET LINE

Persamaan SML:
Required rate of return on stock i =
Risk free rate+(Market risk premium)(stock’s i beta)

E(Ri) = Rf + (E(RM)-Rf) bi

Semakin besar beta suatu sekuritas, maka semakin besar


risiko pasarnya dan semakin besar pula return yang
diinginkan investor
CONTOH
Contoh 10:
PT MTV: Return yg diharapkan dari obligasi pemerintah
(risk free rate) adalah 8%, return yg diharapkan portfolio
pasar adalah 12%. Berapa rate of return yg diharapkan
pada saham PT MTV apabila beta adalah 1.4?

Rf = 8%, E(RM) = 12%, b = 1.4


E(RMTV) = 8% + (12%-8%)1.4 = 13.6%

Semakin tinggi beta suatu sekuritas, semakin tinggi


risiko pasar sehingga semakin tinggi pula return yg
diminta oleh investor untuk sekuritas yang
bersangkutan  lihat rumus

Anda mungkin juga menyukai