0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan31 halaman

Efek dan Aplikasi Radiasi Mengion

Radiasi dapat berasal dari sumber alam maupun buatan manusia seperti industri, nuklir, dan rumah sakit. Radiasi dapat merusak sel dan menyebabkan efek segera maupun tertunda seperti kanker. Untuk mencegah bahaya radiasi diperlukan proteksi dan pengendalian pemaparan sesuai batas yang ditetapkan."

Diunggah oleh

ahmad nur zaman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan31 halaman

Efek dan Aplikasi Radiasi Mengion

Radiasi dapat berasal dari sumber alam maupun buatan manusia seperti industri, nuklir, dan rumah sakit. Radiasi dapat merusak sel dan menyebabkan efek segera maupun tertunda seperti kanker. Untuk mencegah bahaya radiasi diperlukan proteksi dan pengendalian pemaparan sesuai batas yang ditetapkan."

Diunggah oleh

ahmad nur zaman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RADIASI

[Link].,[Link]
terubusnanda@[Link]
081330670884.
2
Sumber Pemaparan Radiasi Mengion :
- Industri tabung sinar katoda
- Pembangkit tenaga nuklir
- Pertambangan
- Rumah sakit (kedokteran gigi, umum,
radiologi, laboratorium)
- Lembaga penelitian
- Pertanian
- dsb.
 Background radiation is a small amount of radiation coming from the environment,
such as the cosmic rays from outer space, the natural radioactive materials in rocks and
3 soil and radioactive gases in air, e.g. radon
Aplikasi Radiasi
4
Efek Radiasi Mengion :
5 Menyebabkan terjadinya kerusakan atom/ molekul yg dilaluinya

Efek radiasi mengion 2 jenis :


1. Efek stokastik,
 Tergantung pd frekuensi pemajanan, tingkat keparahan tidak
tergantung pd dosis
 Contoh: mutagen (kerusakan gen/chromosom), teratogen
(cacat bayi dalam kandungan), dan karsinogen
(menyebabkan kanker).
2. Efek Non-stokastik/Deterministik
 Efek yg ditimbulkan tergantung pd frekuensi dan dosis
 Efek ini terjadi karena adanya kematian sel.
 Contoh : erythema pd kulit, katarak pd mata
Charts: Dose-Frequency Relationship
6

 Efek deterministik : timbul bila dosis yang diterima di atas


dosis ambang (threshold dose) dan umumnya timbul beberapa
saat setelah terpapar
 Efek stokastik : tanpa ada dosis ambang dan baru akan muncul
setelah masa laten yang lama.
7 Efek Radiasi terhadap Sel
Ionisasi

Kerusakan DNA

Modifikasi Proses Perbaikan


ekspresi gen
Perbaikan tidak sempurna

Kematian sel Aberasi kromosom Mutasi Perbaikan


“aktif” sempurna

Sel mati Sel tetap hidup


Klasifikasi Efek Radiasi (lanjutan)
8

Sel terpapar radiasi

Perbaikan secara enzimatis

Sel mati Sel hidup

Disfungsi organ Sel normal Sel abnormal

Efek deterministik Efek stokastik

Efek segera Efek tertunda

Eritema; Sterilitas; Katarak; Kanker;


Retardasi mental Efek pewarisan
9

Efek Radiasi Akut


(Radiation Sickness)
 Mual, muntah, sakit kepala,erythema

(stlh 24 jam)
 Sakit perut, demam (2-3 hari)
 Diare, dehidrasi (minggu ke 2)
 Rambut rontok, lesu, demam, perarahan (minggu
ke 3)
 Jika gejala diatas semakin parah dpt timbul
perdarahan hebat yg menyebabkan kematian (4-6
minggu setlh radiasi)
Victim of Chernobyl

10

a. Five-year-old Alec Zhloba from a town in Belarus is suffering from leukemia.


Some 70 percent of the fallout from the 1986 Chernobyl disaster fell on Belarus.
b. These children live in a village not far from the Chernobyl nuclear plant. Four
years after the 1986 Chernobyl accident, these children are suffering intestinal
problems from exposure to radiation
Nilai Batas Dosis - NBD
11 (ditetapkan dlm SK [Link] No.01/[Link]/V/1999 ttg
Ketentuan Keselamatan Kerja dg Radiasi)

 NBD utk penyinaran seluruh tubuh 50 mSv (5000


mRem)/thn
 NBD utk wanita usia subur 13 mSv dlm jangka 13
minggu pd abdomen
 NBD utk wanita hamil 10 mSv pd janin, terhitung
sejak dinyatakan mengandung hingga saat bayi lahir
 NBD utk penyinaran lokal rata2 pd setiap
organ/jaringan 500 mSv/thn
12
Persyaratan proteksi radiasi

 Justifikasi :Tdk menerapkan


/menggunakan radiasi, kecuali jika ada
positive net benefit
 Optimisasi :Prinsip ALARA (as low as
reasonably achievable)
 Limitasi : Standar pemajanan/ Dosis
sesuai rekomendasi
13
Pengendalian
 Isolasi peralatan dan daerah radiasi dg
penyekatan
 Maksimalisasi jarak, menjauhkan TK
dari sumber radiasi
 Membatasi waktu pemajanan
 Pemasangan pagar, label dan tanda
peringatan bhy radiasi
 Penggunaan APD(pakaian, kaca mata,
dsb.)
 Pelatihan dan pengawasan
 Emergency preparadness, kesiap-
siagaan jika terjadi keadaan darurat
14

Alpha ----> sangat kecil/tidak ada


Beta ----> kecil
Sinar X ---->
besar
Sinar gamma ----> besar

Neutron ----> besar


Radiation Shielding Material
15
Alpha dpt dihambat dengan bhn tipis, mis. kertas atau
lapisan luar kulit mati

Beta penyekatan dg bhn spt aluminium dan plastik/Al dg


ketebalan sp 1 cm
Gamma & X- Semakin tebal dan tinggi berat jenis bhn, semakin
ray besar intensitas radiasi yg diserap. Pb / tembok
beton

Neutron dihambat dg penyekatan bhn yg mengandung kadar


hidrogen tinggi, shg bhn cair spt air, poliethilen,
parafin dsb. banyak digunakan
16
Tingkat keparahan/bahaya radiasi
17

Bahaya external Bahaya internal


Kurang Alpha Gamma

Beta Beta

Sangat Gamma Alpha


Effect of Radiation on Cells
 Inhibition of cell division
18
 Damage to chromosome (number of structure)
 Damage to genes (mutation)

Pemajanan radiasi dlm jaringan tubuh tergantung pd sifat


fisik dan kimia dr bahan radioaktif.
Contoh :
 Radioaktif iodine, umumnya mempengaruhi/terkonsentrasi pd kelenjar
thyroid;
 Strontium-90, mengendap pada tulang;
 Cesium, pd jaringan lunak

Setelah terakumulasi, konsentrasinya dpt menurun setelah


beberapa waktu melalui peluruhan atau proses biologi
(Iodine-131, waktu peluruhan 7 hr; plutonium-239, 24 000 th;
strontium-90, 28 tahun)
19

Berbagai Jenis Personal Dosimeter


Detektor Sintilasi
20

Detektor Surface
Barrier

Detektor Isian Gas

Berbagai Jenis detektor radiasi


RADIOGRAFI DENGAN FILM
21

Peralatan Pesawat Sinar-X


Konversi :
22
Dosis ekivalen = dosis absorbsi x quality factor
Sievert = Gray x QF
Rem = rad x QF

1 Gray = 100 rad = 1 J/kg


1 Sv = 100 rem
1 rad = 1.15 roentgen = 0,01 Gray
1 roentgen = 0,87 rad

Dosis radiasi : jml energi yg diserap oleh jaringan tiap satuan massa
pd tempat pengukuran( satuan rad )
23
24
Spektrum Radiasi Matahari
25
26
Health effect
Pada kulit dan mata dimana energi radiasi diserap.

Acute :
 Pd mata Photokeratitis (inflamation of cornea) dan
conjunctivis
 Radiation burn (sunburn)

Chronic :
 Cataract(clouding of the lens)
 Premature ageing, keratosis (dry,spot on the skin)
 Skin cancer
27

Who is at risk?
 Outdoor workers (gardener, road worker,
building & construction workers,
surveyors, forestry workers, agriculture
workers, mining workers, harbour
workers, traffic officer
 Fair skin
LASER
28
 Akronim: Light Amplification by
Stimulated Emission of Radiation
 Merambat pada satu arah panjang gel.
Sinar paralel, Koheren, tekonsentrasi
 Bahaya: terutama pada mata, dan
kulit
 Jenis :Kristal ruby; Laser gas( CO2,
CO, HeNe, argon, Nitrogen, krypton);
semikonduktor
29 Spektrum Laser
Aplikasi
30

- Operasi medis (bloodless surgery), perawatan kulit &


gigi,
 Pengelasan, pemotongan, pengeboran
 Komunikasi (via fiber glass)
 Entertainment (laser light, laser disc, hologram,
dsb)
 Senjata laser
31 5 Klasifikasi LASER
(Standard internasional)
 Klas 1 : intensitas radiasi rendah, tanpa resiko
 Klas 2 : intensitas rendah, memancarkan radiasi tampak (400-700 nm)
 Klas 3A : intensitas lebih tinggi, memancarkan radiasi tampak
 Klas 3B: intensitas tinggi, visible a/ invisible, immediate eye damage
 Klas 4: intensitas tinggi, berbahaya

Anda mungkin juga menyukai