1.
Stainless Steel Crown
• Stainless-steel crown (SSC) adalah restorasi
ekstrakoronal siap pakai yang terutama digunakan
dalam restorasi gigi dengan kerusakan yang hebat,
molar sulung yang telah dirawat pulpa, dan gigi
sulung atau gigi tetap yang mengalami hipoplasia.
• SSC merupakan restorasi yang dapat bertahan lama
dan restorasi pilihan pada mulut dengan resiko tinggi
karies (Cameron, 2003)
• Komposisi SSC terdiri alloy yang mengandung 18% kromium
dan 8% nikel (disebut juga 18-8 alloy) dengan kandungan
karbon sebesar 0,8 % sampai 20%. Kandungan kromium yang
tinggi ini mengurangi korosi (Matthewson, 1995).
• Campuran bahan-bahan ini menyebabkan ssc dapat beradaptasi
dengan baik pada permukaan gigi (Mathewson, 1995)
• Paduan logam ini memperlihatkan sifat-sifat yang
menguntungkan yaitu semakin besar gaya yang menimpa, akan
semakin menambah kekerasan bahan, demikian pula
kandungan Chrome yang tinggi akan mengurangi korosi
• Indikasi :
• Gigi dengan kerusakan parah
• Molar sulung post perawatan pulpa
• Gigi sulung atau permanen yg mengalami hipoplastik
• Gigi sulung pada anak dgn high risk karies
• Metode :
1. Anastesi lokal, pasang rubber dam
2. Restorasi gigi menggunakan GIC atau kompomer sebelum
preparasi utk SSC
3. Kurangi permukaan oklusal 1,5mm bur diamond tapered atau
flame-shaped. Pengurangan oklusal yg seragam akan
memudahkan penempatan mahkota tanpa mengganggu oklusi
4. Gunakan bur diamond panjang dan tappered, dipegang agak
konvergen pada sumbu panjang gigi, kurangi pada daerah mesial
dan distal probe dpt melewati area kontak
5. Pengurangan buccolingual minimum, krn penting utk retensi
6. Memilih crown yg sesuai dgn mengukur lebar mesiodistal
7. Try in (mahkota tidak boleh lebih dari 1mm subgingiva, jika ada
daerah pucat pada gingiva maka panjang crown dikurangi dan
dihaluskan menggunakan white stone bur )
8. Sementasi menggunakan GIC