Pengumpulan Data Rutin
1
Capaian Pembelajaran
Mahasiswa memahami dan mampu
menjelaskan tentang pengumpulan data
kesehatan rutin
2
Tujuan
• Menjelaskan tentang sistem pencatatan dan
pelaporan Puskesmas; sistem pencatatan dan
pelaporan Rumah Sakit; registrasi statistik
vital kependudukan
3
Pengumpulan Data Rutin
Data dan Informasi Populasi, institusi,
organisasi
Sebagai bentuk pertanggungjawaban
Hasil pencatatan : untuk institusi sendiri (menilai
kinerja; menilai berjalannya sistem) atau pihak lain
4
PENGUMPULAN DATA
PUSKESMAS
Puskesmas adalah unit pelayanan yang peran dan tanggung
jawabnya diamanahkan melalui Permenkes 75/2014 Puskesmas
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan
(UKP) tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif
dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya
5
6
UKM
Memelihata dan meningkat kesehatan
Mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan
sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat
UKP
Peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan
penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perorang
7
8
Prinsip Kerja Puskesmas – Paradigma
Sehat
9
Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas
Tujuan: agar semua hasil kegiatan Puskesmas, baik di dalam mau di
luar gedung dapat dilaporkan ke jenjang selanjutnya sebagai
pertanggungjawaban program
Puskesmas mendapatkan umpan balik untuk memperbaiki kinerja
Pencatatan dan pelaporan dilakukan secara berkala sesuai dengan
kebutuhan untuk menunjang pengelolaan upaya kesehatan
masyarakat
10
Tujuan Pencatatan di Puskemas
Sebagai Akuntabilitas
[Link] pertanggungjawaban
[Link] pembangunan yang berwawasan kesehatan
Puskesmas juga mencatat hasil kegiatan advokasinya terhadap
institusi pemerintah dan non pemerintah, juga aktivitas, dan jenis
keterlibatan yang dilaksanakannya
11
Tujuan Pencatatan di Puskemas
Sebagai Upaya Pemeliharaan Pembangunan Kesehatan UKM dan
UKP
[Link] Kegiatan untuk kegiatan perorangan : umumnya dilakukan
pada kegiatan di gedung puskesmas; Pustu; Polindes; Pusling, dsb.
Juga pencatatan kegiatan harian : Hasil pemeriksaan harian (seperti
pemeriksaan klinis; KB, dsb). Pencatatannya menggunakan kartu
rekam kesehatan, kartu indeks penyakit, buku register, dan sensus
harian
12
Tujuan Pencatatan di Puskemas
2. UKM pencatatan untuk pelayanan/pembangunan kesehatan
masyakarakat yang dilaksanakan perangkat puskesmas maupun
institusi lain di wilayah kerja Puskesmas
Pencatatan yang dibuat di luar gedung Puskesmas dibuat
berdasarkan catatan dari Posyandu, UPGS, UKS, dsb
13
Tujuan Pencatatan di Puskemas
3. Pencatatan kasus khusus atau diduga wabah atau masuk dalam
kategori KLB.
Dilakukan jika ada temuan kasus dan harus ditindaklanjuti.
Pencatatan kadang ditindaklanjuti dengan telaah lanjutan, seperti
autopcy verbal untuk kasus kematian bayi dan ibu, survei
dinamika penularan untuk kasus malaria atau survei sanitansi
14
SP2TP
Seluruh catatan harian yang
dilaksanakan oleh masing-masing
program Puskesmas itu menjadi satu
laporan terpadu Puskesmas yang
disebut sebagai Sistem Pencatatan
dan Pelaporan Terpadu Puskesmas
(SP2TP)
15
Pencatatan Puskesmas
1. Register Rawat Jalan (R.I) =
Digunakan : unit pelayanan kesehatan (BP) di Puskesmas/ Pustu;
kegiatan Pusling; kegiatan posyandu (meja 5); kunjungan rumah
Data mencakup :
- Pasien : > 5 tahun, kecuali bumil/menyusui
- Pemegang : perawat/ dokter
- Kegiatan Pusling, posyandu, kunjungan rumah pada masing-masing
lokasi dibuatkan 1 buku R.I dan datanya tidak perlu dipindahkan
ke R.I dalam gedung Puskesmas/ Pustu
- Sumber data : dalam gedung (Kartu status); luar gedung langsung
pasien (bila tidak ada kartu status)
16
Pencatatan Puskesmas
2. Register Rawat Jalan Pelayanan Gigi (R.I.1) :
Digunakan : unit pelayanan kesehatan gigi puskesmas
Pemegang/ yang mengerjakan : Dokter gigi atau Perawat gigi
Sumber data : kartu status kesehatan gigi
17
Pencatatan Puskesmas
3. Register Ibu Hamil/ Menyusui (R.I.2) =
Digunakan : Unit pelayanan KIA di Puskesmas/ Pustu; kegiatan
Pusling; kegiatan Posyandu (meja 5)
Data mencakup :
Pasien : bumil dan ibu menyusui
Pemegang/ petugas : Bidan / dokter
Kegiatan di Pusling, Posyandu, kunjungan rumah pada masing-
masing lokasi dibuatkan 1 buku R.I dan datanya tidak perlu
dipindahkan ke R.I.2 dalam gedung Puskesmas/ Pustu
Sumber data : dalam gedung (Kartu status Bumil/ menyusui); luar
gedung (langsung masuk R.I.2)
18
Pencatatan Puskesmas
4. Register Kesehatan Lingkungan ([Link]) =
Digunakan : kegiatan kesehatan lingkungan
Pemegang : petugas kesehatan lingkungan
5. Register Penyuluhan Kesehatan Masyarakat ([Link])
Digunakan : unit PKM
Pemegang/ yang mengerjakan : petugas PKM
Catatan : kegiatan penyuluhan yang dilakukan semua program di
Puskesmas (register ini); masing-masing pengelola program
membuat buku bantu tentang kegiatan penyuluhan sebelum masuk
register
19
Pencatatan Puskesmas
6. Register Imunisasi (R.V) :
Digunakan : kegiatan Posyandu (imunisasi- setiap posyandu 1
buku)
Pasien : balita (1 buku); bumil (1 buku)
Pemegang : juru imunisasi/ bidan
Catatan : kegiatan masing-masing Posyandu dibuatkan 1 buku,
masing-masing untuk balita maupun ibu hamil
20
Pencatatan Puskesmas
7. Register laboratorium ([Link]) =
Digunakan : unit laboratorium Puskesmas
Pemegang/ yang mengerjakan : petugas laboratorium
Digunakan untuk mencatat kegiatan laboratorium baik aktif maupun
pasif
21
PENGUMPULAN DATA RUMAH SAKIT
Merupakan Pengumpulan Data di tingkat
Pelayanan kesehatan sekunder = pelayanan
rujukan kuratif berupa Rumah Sakit
Pengumpulan data dapat berupa paper atau
komputerisasi. Database dengan komputerisasi
menghasilkan informasi pasien secara sistematis,
bila dibandingkan dengan rekam medis manual
yang seharusnya dapat dikumpulkan dalam format
yang telah ditentukan (standar).
22
PENGUMPULAN DATA RUMAH SAKIT
Bentuk instrument atau sarana pengumpulan
data berupa : dokumen rekam medis, sensus
harian, formulir pendaftaran, formulir asuhan
keperawatan, register pasien, resep, hasil
pemeriksaan penunjang.
23
SISTEM PENCATATAN DAN
PELAPORAN RUMAH SAKIT
Pencatatan dan pelaporan di rumah sakit didasarkan pada
ketentuan pada UU Nomor 44 tentang Rumah Sakit pada pasal 52
ayat (1)
Aturan tersebut (1) dengan UU No. 14 tahun 2008
tentangKeterbukaan Informasi Publik
Sejalan juga dengan PERMENKES No. 117 Tahun 2011 pasa (1) ayat
(1) tentang Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) : “Setiap rumah
sakit wajib melaksanakan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS).”
24
PERAN PENCATATAN DAN
PELAPORAN RUMAH SAKIT
1) Melihat kondisi kesehatan masyarakat
2) Melihat tren perkembangan kondisi penduduk bermanfaat untuk
surveillans
3) Melihat dinamika distribusi tenaga kesehatan
4) Melihat perkembangan pola kesakitan suatu wilayah
5) Dapat melengkapi data untuk studi epidemiologi dan kebijakan
kesehatan setempat
6) Menjadi profil kesehatan wilayah bersama dengan laporan rutin
Puskesmas
25
PENGUMPULAN DATA DI RUMAH SAKIT
1. Data pasien non-rawat inap = data yang dkumpulkan untuk
pasien gawat darurat, rawat jalan, klinik atau pasca pengobatan
harus terdiri dari: identifikasi pasien sebagai pasien rawat inap;
riwayat yang sesuai untuk menunjukkan penyakit atau kondisi fisik;
pengamatan klinis; laporan dari test dan prosedurnya seperti
imunisasi, skreening kesehatan; hasil dari visit.
26
PENGUMPULAN DATA DI RUMAH SAKIT
1. Data pasien non-rawat inap
Contohnya, follow-up perkembangan pengobatan, pendaftaran di
rumah sakit; grafik tumbuh kembang anak; informasi yang
medukung dari korespondensi dokter atau perawat; tanda tangan
dari rumah sakit yang mengindikasikan perawatan pasien
sebagai bentuk tanggung jawabnya
27
PENGUMPULAN DATA DI RUMAH SAKIT
2. Data dari pasien klinis spesialis rawat inap = di berbagai
negara, dokter spesialis mengatur pasien untuk berkonsultasi dari
kondisi yang spesifik :
a. Pasien rawat inap spesialis merupakan seorang pasien dengan
kasus kronik seperti hipertensi, diabetes, dsb, pasien anak-anak
atau pasien rawat inap yang lama, mereka harus membuat janji
untuk konsultasi ke dokter spesialis.
28
PENGUMPULAN DATA DI RUMAH SAKIT
b. Suatusaat di klinik, perjanjian harus dicatat
sebagai pasien datang atau tidak datang,
karena informasi ini dibutuhkan untuk
mengukur beban kerja masing-masing klinik
dan menentukan jumlah kunjungan untuk
berikutnya
29
PENGUMPULAN DATA RUMAH SAKIT
c. Pada akhir bulan dicatat untuk
jumlah kunjungan pasien yang
datang dan tidak datang sebagai
laporan bulanan
d. Laporan statistik lainnya akan
dikumpulkan dengan cara yang
sama untuk semua pasien rawat
jalan
30
REGISTRASI STATISTIK VITAL
KEPENDUDUKAN
Registrasi yang sering dilakukan oleh
pemerintah yang membidangi statistik dan
kependudukan
Melakukan pemutakhiran data kependudukan
dalam suatu wilayah admistrasi, seperti
kabupaten/kota
Sebagai informasi dasar atau vital tentang
penduduk yang tinggal di suatu wilayah
(kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian,
migrasi)
31
REGISTRASI STATISTIK VITAL
Tujuannya adalah agar dapat dipresentasikan
kondisi statistik vital penduduk dari wilayah
masing-masing pada akhir/awal tahun
Wajib dilakukan dan harus “up to date”
Kekurangan : registrasi ini sering
dipertanyakan kualitasnya
Untuk menutupi kekurangan tersebut ada
alternatif sistem registrasi rutin, seperti
sample vital registration, disease surveillans
point, dan Sensus
32
Sample Vital Registration
DIBUAT DENGAN DASAR BAHWA :
•Kematian dan penyebab kematian adalah
indikator penting dalam pemantauan dan
evaluasi program pembangunan kesehatan
•Berbagai program perlu dibuat berdasarkan
informasi penyebab kematian
•Sistem registrasi vital belum memadaikan
untuk informasi tentang kematian dan
penyebab kematian
33
Sample Vital Registration
• Pada SKRT, ada data penyebab kematian,
akan tetapi survei ini hanya dilakukan 3
tahun sekali dan itupun ada masalah under-
reporting dan recall error
• Diperlukan sistem pencatatan kelahiran dan
kematian yang baik, di mana harus
berkesinambungan, tepat waktu, dan
menghasilkan informasi yang akurat serta
sesuai untuk kebijakan dan perencanaan
pembangunan kesehatan
34
Disease Surveillans Point (DSP)
Dilakukan dalam rangka memenuhi
kebutuhan Indonesia akan sistem
pencatatan kelahiran dan kematian yang
baik
Suatu sistem registrasi vital berdasarkan
sampel yang dilakukan secara terus-
menerus
Kunci keberhasilan DSP adalah aktif,
prospektif, dan terus berjalan
35
Disease Surveillans Point (DSP)
DSP merupakan sistem yang terus
berjalan dan harus merupakan sistem yang
terintegrasi pada kegiatan rutin
Melalui DSP sistem pemantauan terus
menerus untuk kejadian vital dapat
dilakukan
Pada sistem DSP, semua kejadian vital
pada populasi terpilih dicatat kemudian
ditelusuri penyebab kematianya
36
SENSUS PENDUDUK
• Proses total pengumpulan, kompilasi,
evaluasi, analisis, dan penerbitan atau
penyebarluasan data demografi, ekonomi,
dan sosial yang terkait pada waktu tertentu
untuk semua orang di dalam dan luar negeri
• Karakteristik dari sensus adalah universality,
individual enumeration, simultaneity, dan
defined periodicity
37
Sensus Penduduk
Sumber data yang sangat berharga
bagi suatu bangsa
Merupakan kerangka sampel yang
baik untuk survei
38
Terima Kasih
39