RENCANA REKLAMASI &
PENUTUPAN PASCA TAMBANG
PP NO. 23 TAHUN 2010
tentang
PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
Pemberian IUP (Pasal 22)
1) IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b terdiri atas:
[Link] Eksplorasi; dan
[Link] Operasi Produksi.
2) IUP Eksplorasi terdiri atas:
[Link] logam;
[Link];
[Link] bukan logam; dan/atau
[Link].
3) IUP Operasi Produksi terdiri atas:
[Link] logam;
[Link];
[Link] bukan logam; dan/atau
[Link].
Persyaratan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi
Produksi (pasal 23)
meliputi persyaratan:
a. administratif;
b. teknis;
c. lingkungan; dan
d. finansial.
PERSYARATAN TEKNIK IUP EKSPLORASI
(Pasal 25)
1. daftar riwayat hidup dan surat pernyataan tenaga ahli pertambangan
dan/atau geologi yang berpengalaman paling sedikit 3 (tiga) tahun;
2. peta WIUP yang dilengkapi dengan batas koordinat geografis lintang
dan bujur sesuai dengan ketentuan sistem informasi geografi yang
berlaku secara nasional.
PERSYARATAN IUP OPERASI PRODUKSI
(PASAL 25)
1. peta wilayah dilengkapi dengan batas koordinat geografis lintang dan bujur
sesuai dengan ketentuan sistem informasi geografi yang berlaku secara nasional;
2. laporan lengkap eksplorasi;
3. laporan studi kelayakan;
4. rencana reklamasi dan pascatambang;
5. rencana kerja dan anggaran biaya;
6. rencana pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasi
produksi; dan
7. tersedianya tenaga ahli pertambangan dan/atau geologi yang berpengalaman
paling sedikit 3 (tiga) tahun.
PERSYARATAN LINGKUNGAN
(pasal 26)
a. untuk IUP Eksplorasi meliputi pernyataan untuk mematuhi ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup.
b. untuk IUP Operasi Produksi meliputi:
1. pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup; dan
2. persetujuan dokumen lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
PP & Permen ttg Reklamasi & Pasca Tambang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2010
TENTANG REKLAMASI DAN PASCATAMBANG
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR: 18
TAHUN2008 TENTANG REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG
PERATURAN MENTER! ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK
INDONESIA NOMOR: 07 TAHUN 2014 TENTANG PELAKSANAAN REKLAMASI
DAN PASCATAMBANG PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL
DAN BATUBARA
Dokumen Rencana Reklamasi
A KATAPENGANTAR
3. Persetujuan AMDAL/UKL-UPL; Uraian persetujuan
[Link]
AMDAL/UKL-UPL dari instansi yang berwenang (Nomor,
C. BATANGTUBUH
tanggal, nama instansi).
BAB I PENDAHULUAN
4. Lokasi dan kesampaian wilayah;
Bab ini mencakup uraian singkat meliputi.
a. Uraian singkat mengenai lokasi kegiatan pertambangan
1. StatusPerizinan;
(desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, posisi
a. Identitas perusahaan (nama, alamat lengkap perusahaan,
geografi), dilengkapi dengan peta situasi lokasi tambang
penanggungjawab rencana atau kegiatan);
dengan skala minimal1 :25.000;
b. Uraian singkat mengenai status perizinan(KP/KKlPKP2B)
b. Uraian singkat mengenai sarana transportasi dari dan ke
2. Luas wilayah KP/KKlPKP2B dan sarana penunjang di luar
lokasi tersebut.
wilayah KP/KKlPKP2B (Projectarea);
a. Uraian luas wilayah dalamKP/KKlPKP2B yang direncanakan
untuk kegiatan penambangan dan sarana penunjang.
b. Uraian luas sarana penunjang di luar wilayah KP/KKlPKP2B
yang digunakan untuk menunjang kegiatan pertambangan
(ProjectArea).
Dokumen Rencana Reklamasi
BABII TATAGUNA LAHAN SEBELUM DAN SESUDAH DI [Link].
TAMBANG a. Uraian mengenai lokasi dan luas lahan yang digunakan
Bab ini mencakup Uraian mengenai tata guna iahan untuk:
1) penimbunan tanah zona pengakaran
sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan penambangan.
2) Penimbunan tanah/batuan penutup di dalam dan di luar
tambang.
BAB III RENCANA PEMBUKAAN LAHAN
b. Uraian mengenai luas lahan dan lokasi yang digunakan
Bab inimencakuprencanapembukaan!ahan untuk kurun untuk penimbunanbahan galian.
waktu 5 (lima) tahun,yangmeliputi: c. Uraian mengenai lokasi dan luas lahan yang digunakan
1. Tambang untuk penimbunan/penyimpanan Iimbah sarana penunjang.
a. Uraianmengenai lokasi dan luas penyebaran cadangan, 3. Jalan Uraian mengenai lokasi dan luas lahan yang dibuka
metode penambangan, umur tambang, peralatan yang untuk pembuatan jalan tambang dan non tambang.
digunakan, lokasi dan luas lahan yang digunakan untuk 4. Kolam sedimen Uraian mengenai lokasi dan luas lahan yang
dibuka untuk pembuatan kolam sedimen.
tambang.
5. Sarana penunjang Uraian mengenai luas lahan dan lokasi yang
b. Uraian rnengenai rencana produksi,striping ratio,dan dibuka untuk digunakan sebagai pabrik, kantor, perurnahan,
lain-lain. bengkel dan sarana penunjang lainnya.
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB IV PROGRAM REKLAMASI 4. Revegetasi.
Bab ini mencakup program reklamasi terhadap lahan yang
terganggu untuk kurun waktu 5 tahun yang dirinci setiap Uraian mengenai jenis tanaman dan jumlah
tahun, meliputi : tanaman,jarak tanam, lokasi danluas lahan yang
1. Lokasi lahan yang akan direklamasi. akan direvegetasi.
Uraian mengenai lokasi dan luas lahan terganggu yang
akan direklamasi,yang meliputi: 5. Pekerjaansipilsesuai peruntukan lahan pasca
a. lahan bekas tambang; tambang.
[Link] tanah/batuanpenutup di luar tambang;
c. jalan tambang dan non tambang yang Uraianmengenaikegiatan penataan lahan beserta
tidakdigunakanlagi; lokasi dan luasannya yangperuntukannyabukan
d. bekas kolam sedlrnen (kalau ada); dan revegetasi.(contoh: area permukiman, kawasan
[Link] lainnya. industri, pariwisata, dan lain-lain).
2. Teknik dan peralatan yang akandigunakandalam
reklamasi. [Link].
Uraian mengenai teknik dan peralatan yang digunakan
untuk reklamasi lahan.
Uraian mengenaipemeliharaanlahan yang telah
3. Sumber material pengisi (bila dilakukan back filling). direklamasi, pemupukan,pemberantasanhama
Uraian material yang digunakan untuk pengisian kembali dan penyakit tanaman.
lubang bekas tambang (backfilling), jenis, lokasi asal
material, dan volume.
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB V RENCANA BIAYA REKLAMASI [Link] Biaya
Bab ini memuat rencana biaya yang diperlukan untuk Uraian mengenai total biaya langsung ditambah
mereklamasi lahan yang terganggu dirinci untuk setiap tahun dengan biaya tidak langsung dan biaya-biaya tersebut
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Perhitungan biaya reklamasi sudah harus memperhitungkan pajak-pajak
terdiri dari :
1. Biaya langsung. [Link]:
Uraian mengenai biaya yang perlu dihitung dalam penyusunan
rencana biaya reklamasi yang meliputi: 1. Peta situasi rencana pembukaan lahan, skala
a. penataan kegunaan lahan; minimal 1 :10.000.
b. revegetasi;
c. pencegahan dan penanggulangan air asam tambang; 2. 2. Peta situasi rencana reklamasi, skala minimal
dan/atau 1:10.000. Keterangan: Bila wilayahnya sangat luas
d. pekerjaan sipil sesuai peruntukan lahan pascatambang. dan atau terdiri dari beberapa blok
2. Biaya tidak langsung. penambangan/produksi, sehingga tidak dapat
Uraian mengenai biaya yang harus dimasukkan dalam
perhitungan reklamasi dan sedapat mungkin ditetapkan dengan digambarkandalam1(satu) petauntuk setlap tahun,
menggunakan standar acuan, yang ditentukan sebagai berikut: maka dapat digambarkan dalam beberapa lernbar
a. biaya mobilisasi dan demobilisasi alat sebesar 2,5 % dari biaya peta dan dilengkapi dengan peta indeks.
langsung atau berdasarkan perhitungan.
[Link] perencanaan reklamasi sebesar 2 % - 10 % dad biaya [Link] TABEL
langsung.
c.biayaadministrasidankeuntungankontraktorsebesar3 % - 14 % [Link] Reklamasi
dari biaya langsung.
[Link] supervise sebesar 2 % - 7 % dari biaya langsung. [Link] Biaya Reklamasi
TATA CARA PENYUSUNAN
DOKUMEN RENCANA PASCATAMBANG
12
DASAR HUKUM
UU NO. 4 TH 2009
TTG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
PASAL 99
(1) Setiap pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan rencana reklamasi dan
rencana pascatambang pada saat mengajukan permohonan IUP Operasi
Produksi atau IUPK Operasi Produksi.
(2) Pelaksanaan reklamasi dan kegiatan pascatambang dilakukan sesuai dengan
peruntukan lahan pascatambang.
(3) Peruntukan lahan pascatambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dicantumkan dalam perjanjian penggunaan tanah antara pemegang IUP atau
IUPK denganpemegang atas tanah.
13
DASAR HUKUM
PP NO. 23 TH 2010 TENTANG
PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL DAN
BATUBARA
PASAL 25
Persyaratan teknis untuk :
a. ........
b. IUP Operasi Produksi, meliputi:
1. peta wilayah
2. laporan lengkap eksplorasi
3. laporan studi kelayakan
4. rencana reklamasi dan pascatambang
5. rencana kerja dan anggaran biaya
6. rencana pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasi
7. tersedianya tenaga ahli pertambangan dan/atau geologi berpengalaman
14
DASAR HUKUM
PP NO. 78 TH 2010 TTG REKLAMASI DAN PASCATAMBANG
PASAL 4
Prinsip-prinsip lingkungan hidup yang wajib dipenuhi dalam melaksanakan reklamasi dan
pascatambang:
a. perlindungan terhadap kualitas air permukaan, air tanah, air laut, dan tanah serta udara
berdasarkan standar baku mutu atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. perlindungan dan pemulihan keanekaragaman hayati;
c. penjaminan terhadap stabilitas dan keamanan timbunan batuan penutup, kolam tailing,
lahan bekas tambang, dan struktur buatan lainnya;
d. pemanfaatan lahan bekas tambang sesuai dengan peruntukannya;
e. memperhatikan nilai-nilai sosial dan budaya setempat; dan
f. perlindungan terhadap kuantitas air tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
15
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
Dokumen Rencana Pascatambang berisi:
a. Profil wilayah;
b. Deskripsi kegiatan pertambangan;
c. Gambaran rona akhir tambang;
d. Hasil konsultasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders);
e. Program pascatambang;
f. Pemantauan;
g. Organisasi; dan
h. Rencana biaya pascatambang
16
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
Dokumen Rencana Pascatambang disusun berdasarkan
Pedoman Penyusunan Rencana Pascatambang
sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Permen
ESDM No. 07 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan
Reklamasi dan PascaTambang pada Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara
17
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
Kerangka Penyusunan Dokumen Rencana Pascatambang :
- KATA PENGANTAR
- INTISARI
- DAFTAR ISI
- DAFTAR LAMPIRAN
- BATANG TUBUH:
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PROFIL WILAYAH;
BAB III DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN;
BAB IV RONA LINGKUNGAN AKHIR LAHAN PASCE TAMBANG;
BAB V HASIL KONSULTASI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS);
BAB VI PROGRAM PASCATAMBANG;
BAB VII PEMANTAUAN;
BAB VIII ORGANISASI
BAB IX KRITERIA KEBERHASILAN PASCA TAMBANG
BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
- DAFTAR LAMPIRAN
- DAFTAR TABEL (Rencana dan Biaya Pascatambang)
18
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
a. identitas pemegang IUP atau IUPK (nama badan usaha/
koperasi/ perseorangan, alamat lengkap, penanggung jawab
rencana a tau kegiatan);
b. uraian singkat mengenai peraturan perundang-undangan yang
berkaitan dengan kegiatan pascatambang;
c. uraian singkat mengenai status perizinan (nomor, tanggal
diterbitkannya, masa berlaku, status PMA/PMDN IUP atau
IUPK
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Pendekatan dan Ruang Lingkup
19
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
Identitas Perusahaan, meliputi:
1. Nama penanggungjawab:
2. Jabatan :
3. Jenis Perizinan : IUP/PKP2B/KK
4. Tahap Kegiatan :
5. Nomor SK :
6. Tanggal :
7. Masa Berlaku Izin : s.d.
8. Kode Wilayah :
9. Luas Wilayah :
10. Lokasi :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
11. Jenis Bahan Galian :
12. Persetujuan AMDAL/UKL-UPL :
13. Persetujuan Studi Kelayakan :
14. Kapasitas Produksi :
15. Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan :
20
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB II PROFIL WILAYAH
2.1 Lokasi dan Kesampaian Wilayah
a. uraian singkat mengenai lokasi kegiatan Operasi Produksi (desa, kecamatan,
kabupatenjkota, provinsi dan posisi geografi), dilengkapi dengan peta situasi
lokasi tam bang dengan ketelitian peta skala minimal 1 : 25.000 (satu banding
dua puluh lima ribu); dan
b. uraian singkat mengenai sarana perhubungan dari dan ke lokasi kegiatan
Operasi Produksi.
2.2 Kepemilikan dan Peruntukan Lahan
Uraian rinci mengenai status kepemilikan dan peruntukan lahan di dalam WIUP atau
WIUPK dilengkapi dengan peta peruntukan lahan dengan skala minimal 1 : 25.000
(satu banding dua puluh lima ribu).
21
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB II PROFIL WILAYAH
2.3 Rona Lingkungan Awal
Uraian rinci mengenai rona lingkungan hidup awal yang diperkirakan terkena dampak
serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak, meliputi:
a. peruntukan lahan; b. morfologi dilengkapi peta dengan ketelitian peta skala minimal
1 : 25.000 (satu banding dua puluh lima ribu);
c. air permukaan (sungai, danau, dan rawa);
d. air tanah;
e. biologi akuatik dan terestrial; dan
f. sosial, budaya, dan ekonomi (demografi, mata pencaharian, kesehatan, pendidikan, dan
lain-lain).
2.4 Kegiatan lain di sekitar tambang
Uraian rind mengenai kegiatan lain yang berada di sekitar tambang dilengkapi dengan
peta situasi dengan skala minimal 1: 25.000 (satu banding dua puluh lima ribu)
22
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB III DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN
3.1 Keadaan Cadangan Awal
Uraian rinci mengenai cadangan komoditas tambang pada awal
kegiatan dan/ a tau pada saat dokumen ini disusun yang meliputi
penyebaran, jumlah, kadar dan klasifikasi, serta karakteristik geokimia
batuan sam ping dan/ a tau tanah/batuan penutup
3.2 Sistem dan Metode Penambangan
Uraian rinci mengenai sistem dan metode Penambangan, persiapan
Penambangan, jadwal Penambangan, tingkat produksi dan umur
tambang, penanganan tanah zona pengakaran, batuan samping danjatau
tanahjbatuan penutup, dan air asam tambang serta upaya pengendalian
erosi dan sedimentasi.
23
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB III DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN
3.3 Pengolahan dan/atau Pemurnian
Uraian rinci mengenai kegiatan pengolahan dan/ a tau pemurnian
komoditas tambang yang meliputi proses, jenis dan jumlah pemakaian
reagen, sertajumlah dan upaya penanganan Iimbah.
3.4 Fasilitas Penunjang
Uraian rinci mengenai fasilitas penunjang yang telah dan/ atau akan
dibangun, antara lain kantor, mess, gudang, sekolah, rumah sakit/
poliklinik, laboratorium, transmisi tegangan tinggi, tangki bahan bakar
minyak, tempat ibadah, jembatan, jalan, tangki air, pelabuhan/ dermaga,
bandara, rel kereta a pi, jalur kabel, jalur pipa, jalur conveyor,
dam/bendungan, pembangkit listrik, beserta informasi lokasi, ukuran,
konstruksi serta dilengkapi peta situasi dengan skala minimal 1: 25.000 (satu
banding dua puluh lima ribu).
24
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB IV GAMBARAN RONA AKHIR TAMBANG
4.1 Keadaan Cadangan
Uraian rinci mengenai cadangan komoditas tambang yang tersisa setelah umur tambang berakhir sebelum daerah tersebut
ditinggalkan.
4.2 Peruntukan Lahan
Uraian rinci mengenai peruntukan lahan setelah umur tambang berakhir.
4.3 Morfologi
Uraian rinci mengenai prediksi kondisi morfologi akhir setelah umur tambang berakhir.
4.4 Air Permukaan dan Air Tanah
Uraian rinci mengenai prediksi kondisi kualitas air sungai, danau, rawa dan kondisi air tanah setelah umur tambang berakhir. .
4.5 Biologi Akuatik dan Terestrial
a. uraian rinci mengenai prediksi kondisi flora akuatik dan terestrial setelah umur tambang berakhir; dan
b. uraian rinci mengenai prediksi kondisi fauna akuatik dan terestrial setelah umur tambang berakhir
4.6 Sosial, budaya, dan ekonomi
Uraian rinci mengenai prediksi kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat pada saat umur tambang berakhir
25
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB V HASIL KONSULTASI DENGAN PEMANGKU
KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS)
Uraian rinci mengenai konsultasi (tanggapan, saran,
pendapat, dan pandangan) dengan pihak yang
berkepentingan terhadap rencana Pascatambang, termasuk
rencana alih pengelolaan fasilitas tambang kepada
Pemangku Kepentingan dan perubahan rencana
peruntukan lahan.
26
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VI PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
6.1 Reklamasi pada lahan bekas tambang dan lahan di luar bekas tambang.
a. Tapak Bekas Tambang
Uraian rinci mengenai rencana lokasi dan luas lahan tapak bekas
tambang yang akan ditutup, yang meliputi kegiatan:
1) pembongkaran fasilitas tambang;
2) reklamasi lahan bekas fasilitas tambang
3) pembongkaran dan reklamasi jalan tambang;
4) reklamasi lahan bekas tambang permukaan
5) reklamasi lahan bekas kolam pengendap
6) pengamanan semua lahan bekas tambang dengan sistem tambang
bawah tanah yang berpotensi bahaya terhadap manusia (shaft,
raise, stope, adit, decline, pit, tunnel, final void dan lain-lain).
27
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VI PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
6.1 Reklamasi
a. . . . . . . . . . .
b. Fasilitas Pengolahan dan/atau Pemurnian
Uraian rinci mengenai rencana lokasi dan luas lahan pada fasilitas
pengolahan dan/atau pemumian yang meliputi kegiatan:
1) pembongkaran fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian;
2) reklamasi lahan bekas fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian;
3) reklamasi lahan bekas kolam tailing dan upaya stabilisasinya;
4) reklamasi lahan bekas timbunan komoditas tambang; dan
5) pemulihan (remediasi) tanah yang terkontaminasi bahan kimia,
minyak, serta bahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan
berbahaya dan beracun.
28
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VI PROGRAM PASCATAMBANG
6.1 Reklamasi
b. . . . . . . . . . .
c. Fasilitas Penunjang
Uraian rinci mengenai rencana lokasi dan luas lahan serta kegiatan yang meliputi:
1) reklamasi lahan bekas landfill;
2) pembongkaran sisa-sisa bangunan, transmisi listrik, pipa, pelabuhan (udara dan air)
dan fasilitas lainnya;
3) reklamasi lahan bekas bangunan, transmisi listrik, pipa, pelabuhan (udara dan air)
dan fasilitas lainnya;
4) pembongkaran peralatan, mesin, tangki bahan bakar minyak dan pelumas;
5) penanganan sisa bahan bakar minyak, pelumas serta bahan kimia;
6) reklamasi lahan bekas sarana transportasi;
7) reklamasi lahan bekas bangunan dan fondasi beton;
8) pemulihan (remediasi) tanah yang terkontaminasi bahan kimia, minyak, serta bahan
berbahaya dan beracun dan limbah bahan berbahaya dan beracun.
29
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VI PROGRAM PASCATAMBANG
6.1 . . . . . . . . .
6.2 Pengembangan sosial, budaya, dan ekonomi
a. uraian mengenai penanganan pengurangan dan pemutusan
hubungan kerja, bimbingan, dan bantuan untuk pengalihan
pekerjaan bagi karyawan; dan
b. pengembangan usaha alternatif untuk masyarakat lokal yang
disesuaikan dengan program sosial, budaya, dan ekonomi.
6.3 Pemeliharaan
Uraian rinci mengenai pemeliharaan terhadap tapak bekas tam bang,
lahan bekas fasilitas pengolahan dan/ a tau pemurnian, dan lahan
bekas fasilitas penunjang.
30
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VII PEMANTAUAN
Uraian rinci mengenai program, dan prosedur pemantauan, termasuk lokasi,
metode dan frekuensi pemantauan, pencatatan hasil pemantauan serta
pelaporannya mengenai :
7.1 Kestabilan Fisik
Uraian mengenai pemantauan kestabilan lereng, keamanan bangunan
pengendali erosi dan sedimentasi, penimbunan material penutup, serta fasilitas
lain. .
7.2 Air Permukaan dan Air Tanah.
Uraian mengenai pemantauan terbadap kualitas air sungai, air sumur di sekitar
lokasi bekas tambang, sumur pantau, air di kolam bekas tambang dan lain-lain.
31
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VII PEMANTAUAN
7.3 Biologi akuatik dan teresterial
Uraian mengenai pemantauan terbadap flora dan fauna
akuatik dan terestrial.
7.4 Sosial, budaya, dan Ekonomi
Uraian mengenai pemantauan sosial, budaya dan
ekonomi (demografi, mata pencabarian, kesebatan,
pendidikan, dan lainlain).
32
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB VIII ORGANISASI
Uraian rinci mengenai :
8.1 Organisasi
Uraian mengenai struktur organisasi dan tanggungjawab personel dalam
melaksanakan pascatambang.
8.2 Jadwal Pelaksanaan Pascatambang
Uraian mengenai jadwal pelaksanaan pascatambang sesuai dengan
program-program pascatambang
BAB IX KRITERIA KEBERHASILAN PASCATAMBANG
Uraian mengenai kriteria keberbasilan yang akan dicapai pada kegiatan
Pascatambang yang meliputi standar keberbasilan pada tapak bekas tam bang,
fasilitas pengolaban dan/ atau pemurnian, fasilitas penunjang, dan pemantauan33
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
Bab ini memuat rencana biaya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan-
pekerjaan pascatambang. Perbitungan biaya Pascatambang terdiri atas:
10.1 Biaya Langsung
Uraian mengenai biaya yang perlu dihitung dalam penyusunan rencana biaya
pascatambang yang meliputi:
a. Biaya pada tapak bekas tambang;
1) pembongkaran fasilitas tambang;
2) Reklamasi laban bekas fasilitas tambang;
3) pembongkaran dan Reklamasijalan tambang; 4) Reklamasi tam bang
permukaan (pit, waste dump);
5) Reklamasi laban bekas kolam pengendap;
6) pengamanan semua laban bekas tambang dengan sistem tambang bawab
tanab yang berpotensi babaya terbadap manusia (shaft, raise, stope, adit,
decline, tunnel, dan lainlain)..
34
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
10.1 Biaya Langsung
Uraian mengenai biaya yang perlu dihitung dalam penyusunan rencana
biaya pascatambang yang meliputi:
a. ………………
b. biaya pada fasilitas pengolahan danjatau pemurnian, terdiri atas biaya:
1) pembongkaran fasilitas pengolahan danjatau pemurnian;
2) Reklamasi lahan bekas fasilitas pengolahan dan/ a tau pemurn1an;
3) Reklamasi lahan bekas kolam tailing dan upaya stabilisasinya; 4)
Reklamasi lahan bekas timbunan komoditas tambang;
5) pemulihan (remediasi) tanah yang terkontaminasi bahan kimia,
minyak, serta bahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan
berbahaya dan beracun.
35
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
10.1 Biaya Langsung
a. …..
b. ……
c. biaya pada fasilitas penunjang, terdiri atas biaya:
1) pembongkaran sisa bangunan, transmisi listrik, p1pa, pelabuhan (udara dan air),
dan fasilitas lainnya;
2) pembongkaran peralatan, mesin, serta tangki bahan bakar minyak dan pelumas;
3) Reklamasi lahan bekas landfill;
4) Reklamasi lahan bekas bangunan, transmisi listrik, pipa, pelabuhan (udara dan
air), dan fasilitas lainnya;
5) Reklamasi lahan bekas sarana transportasi;
6) Reklamasi lahan bekas bangunan dan pondasi beton;
7) penanganan sisa bahan bakar minyak, pelumas, serta bahan kimia;
8) pemulihan (remediasi) tanah yang terkontaminasi bahan kimia, minyak, serta
bahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan berbahaya dan beracun.
36
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
10.1 Biaya Langsung
a. …..
b. …….
c. …..
d. pengembangan sosial, budaya, dan ekonomi;
e. pemeliharaan;
f. pemantauan.
37
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB IX RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
10.1 . . . . . . . . .
10.2Biaya tidak langsung.
Uraian mengenai biaya yang harus dimasukkan dalam perhitungan pascatambang dan
sedapat mungkin ditetapkan dengan menggunakan standar acuan, yang ditentukan sebagai
berikut:
a. biaya mobilisasi dan demobilisasi alat sebesar 2,5% (dua koma lima persen) dari biaya
langsung atau berdasarkan perhitungan;
b. biaya perencanaan Pascatambang sebesar 2% (dua persen) sampai dengan 10% (sepuluh
persen) dari biaya langsung;
c. biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga sebagai pelaksana Pascatambang sebesar
3% (tiga persen) sampai dengan 14% (empat belas persen) dari biaya langsung; dan
d. biaya supervisi sebesar 2% (dua persen) sampai dengan 7% (tujuh persen) dari biaya
langsung.
38
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
BAB IX RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
10.1 . . . . . . . . .
10.2. . . . . . . . .
10.3Total Biaya
Uraian mengenai total biaya langsung ditambah dengan
biaya tidak langsung dan biaya-biaya tersebut sudah harus
memperhitungkan pajak-pajak yang berlaku dan dibuat
dalam mata uang rupiah atau dollar Amerika Serikat.
39
PENYUSUNAN DOKUMEN PASCATAMBANG
LAMPIRAN:
1. Peta situasi rona awal, dengan skala minimal 1 : 25.000 (satu banding
dua puluh lima ribu);
2. Peta situasi lokasi pertambangan, dengan skala minimal 1 : 25.000
( satu banding dua puluh lima ribu);
3. Peta situasi rona awal Pascatambang, dengan skala minimal 1 : 25.000
(satu banding dua puluh lima ribu);
4. Peta situasi rencana rona akhir pascatambang, dengan skala minimal
1 : 25.000 (satu banding dua puluh lima ribu);
5. Peta lokasi pemantauan, dengan skala minimal 1 : 10.000 (satu
banding sepuluh ribu). 40
TERIMAKASIH
41