E-Modul
Tim Pengambang e-Modul
Direktorat PSMA
Kemendikbud RI
Pengertian
• Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas
secara utuh dan sistematis,
didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang
terencana dan didesain untuk
membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang
spesifik
• E-Module merupakan alat atau sarana pembelajaran yang
berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi
yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai
kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat
kompleksitasnya secara elektronik (bagian dari e-learning).
Kelebihan E-Module
• Modul menjadi lebih interaktif
• Mampu menampilkan audio dan video
• Mudah Direvisi
• Siswa menjadi lebih mudah fokus
• Dapat digunakan berulang-ulang
Kelemahan E-Module
• Membutuhkan peralatan khusus
• Cenderung lebih mahal
Karakteristik
• Self Instruction memungkinkan seseorang belajar
secara mandiri
• Self Contained seluruh materi pembelajaran yang
dibutuhkan termuat dalam modul tersebut
• Berdiri Sendiri (Stand Alone) tidak harus
digunakan bersama sama dengan bahan ajar/media lain
• Adaptif dapat menyesuaikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel/luwes
digunakan di berbagai perangkat keras (hardware)
• Bersahabat/Akrab (User Friendly)
bersahabat/akrab dengan pemakainya
1. Self Instruction
1) Memuat tujuan pembelajaran yang jelas, dan dapat menggambarkan pencapaian Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
2) Memuat materi pembelajaran yang dikemas dalam unit-unit kegiatan yang kecil/spesifik,
sehingga memudahkan dipelajari secara tuntas;
3) Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran;
4) Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan untuk mengukur
penguasaan peserta didik;
5) Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana, tugas atau konteks kegiatan
dan lingkungan peserta didik;
6) Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif,
7) Terdapat rangkuman materi pembelajaran;
8) Terdapat instrumen penilaian, yang memungkinkan peserta didik melakukan penilaian
mandiri (self assessment);
9) Terdapat umpan balik atas penilaian peserta didik, sehingga peserta didik mengetahui tingkat
penguasaan materi;
10) Terdapat informasi tentang rujukan/ pengayaan/referensi yang mendukung materi
pembelajaran dimaksud.
2. Self Contained
Modul dikatakan self contained bila seluruh materi
pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut.
Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan
peserta didik mempelajari materi pembelajaran secara tuntas,
karena materi belajar dikemas kedalam satu kesatuan yang
utuh.
Jika harus dilakukan pembagian atau pemisahan materi
dari satu standar kompetensi/kompetensi dasar, harus
dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keluasan
standar kompetensi/kompetensi dasar yang harus dikuasai
oleh peserta didik.
3. Berdiri Sendiri (Stand Alone)
Stand alone atau berdiri sendiri merupakan
karakteristik modul yang tidak tergantung pada
bahan ajar/media lain, atau tidak harus digunakan
bersama-sama dengan bahan ajar/media lain.
Dengan menggunakan modul, peserta didik tidak
perlu bahan ajar yang lain untuk mempelajari dan
atau mengerjakan tugas pada modul tersebut.
4. Adaptif
• Modul hendaknya memiliki daya adaptasi yang
tinggi terhadap perkembangan ilmu dan
teknologi. Dikatakan adaptif jika modul tersebut
dapat menyesuaikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel/luwes
digunakan di berbagai perangkat keras
(hardware).
5. Bersahabat/Akrab (User Friendly)
• Modul hendaknya juga memenuhi kaidah user
friendly atau bersahabat/akrab dengan pemakainya.
Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil
bersifat membantu dan bersahabat dengan
pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam
merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan.
Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah
dimengerti, serta menggunakan istilah yang umum
digunakan, merupakan salah satu bentuk user
friendly.
Langkah Pembuatan E-Modul
1. Analisis Kebutuhan Modul
2. Desain Modul
3. Implementasi
4. Penilaian
5. Evaluasi dan Validasi
1. Analisis Kebutuhan e-Modul
• Untuk memperoleh informasi modul yang
dibutuhkan peserta didik dalam mempelajari
kompetensi yang telah diprogramkan.
• Tiap satu kompetensi dasar dikembangkan
menjadi satu modul dan satu modul terdiri dari
2-4 kegiatan pembelajaran
2. Desain e-Modul
• Desain penulisan modul yang dimaksud di sini
adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) yang telah disusun oleh guru
4. Implementasi
• Implementasi modul dalam kegiatan belajar
dilaksanakan sesuai dengan alur yang telah
digariskan dalam modul.
5. Penilaian
• Penilaian hasil belajar dimaksudkan untuk
mengetahui tingkat penguasaan peserta didik
setelah mempelajari seluruh materi yang ada
dalam modul.
6. Evaluasi dan Validasi
• E-Modul yang telah dan masih digunakan dalam kegiatan
pembelajaran, secara periodik harus dilakukan evaluasi dan
validasi.
• Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui dan mengukur apakah
implementasi pembelajaran dengan e-Modul dapat dilaksanakan
sesuai dengan desain pengembangannya.
• Validasi merupakan proses untuk menguji kesesuaian modul
dengan kompetensi yang menjadi target belajar.
Struktur E-Modul
• Halaman Sampul (Judul)
• Daftar Isi
• Glosarium
• I. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat Materi
2. Kompetensi Dasar Dasar dan Indikator
3. Petunjuk penggunaan e-Modul
• II. KEGIATAN PEMBELAJARAN I,II,III dst...
Tujuan Pembelajaran
Uraian Materi
Latihan Soal
Kunci Jawaban
Rangkuman materi
Penilaian Diri
• III. EVALUASI AKHIR MODUL
▫ Soal
▫ Kunci
▫ Refleksi dan Tindak Lanjut
Tip dan Trik
1. Buat modul dalam format doc (word)
2. Susun dokumen setiap section (bagian) sebagai
satu file.
3. Inventarisir dan kumpulkan media pendukung
(gambar,animasi,video, dan sound) yang
dibutuhkan.
4. Install software/apilkasi pendukung ( Sigil,
Format Factory, Video Editor, Foto Editor dsb)
5. Mulai mencoba membuat e-Modul (Lihat,
Contoh, Modifikasi, Kreasi)
Media yang support ke sigil
• Gambar
1. JPEG
2. JPG
3. PNG
• Animasi
Gif
• Audio
MP3
• Video
MP4