0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan27 halaman

Manajemen Just in Time untuk Produksi Efisien

Dokumen tersebut membahas konsep Just in Time yang bertujuan mengirimkan bahan baku tepat pada waktunya sesuai kebutuhan proses produksi untuk menghemat biaya persediaan. Dokumen tersebut juga menjelaskan delapan prinsip utama Just in Time serta manfaat penerapannya seperti berkurangnya persediaan, peningkatan kualitas dan produktivitas.

Diunggah oleh

Rio Prasetyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan27 halaman

Manajemen Just in Time untuk Produksi Efisien

Dokumen tersebut membahas konsep Just in Time yang bertujuan mengirimkan bahan baku tepat pada waktunya sesuai kebutuhan proses produksi untuk menghemat biaya persediaan. Dokumen tersebut juga menjelaskan delapan prinsip utama Just in Time serta manfaat penerapannya seperti berkurangnya persediaan, peningkatan kualitas dan produktivitas.

Diunggah oleh

Rio Prasetyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Total Quality Management

EKMA4265
Pengertian dan Implikasi Just in Time
Modul 3
Definisi

Just in time merupakan suatu konsep di


mana bahan baku yang digunakan
untuk aktifitas produksi didatangkan
dari pemasok atau suplier tepat pada
waktu bahan itu dibutuhkan oleh
proses produksi, sehingga akan sangat
menghemat bahkan meniadakan biaya
persediaan barang/penyimpanan
barang/stocking cost.
Alasan Pentingnya Just in Time

• Untuk mempelajari kembali bagaimana memenangkan persaingan


• Menghindari berbagai kesulitan dalam penghematan sumber daya
• Memperbaiki kualitas produk, produktivitas, dan pelayanan pelanggan.
8 Kunci Utama Just in Time

• Menghasilkan produk sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada


permintaan.
• Memproduksi dalam jumlah kecil (small lot size)
• Menghilangkan pemborosan.
• Memperbaiki aliran produksi.
• Menyempurnakan kualitas produk.
• Orang-orang yang tanggap.
• Menghilangkan ketidakpastian.
• Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang
Karakteristik Penerapan Just in Time
• Demand pull
• Small lot
• Cellular production
Keuntungan yang dapat diharapkan dari penerapan Just In Time tersebut
antara lain berkurangnya lead time, kualitas menjadi lebih baik, berkurangnya
berbagai bentuk persediaan, meningkatnya fleksibilitas manufaktur, dan
meningkatnya produktivitas
Perbandingan
JIT dengan TQM
Sinergi TQM dan
JIT
Divisi Praktek JIT dan TQM
Implikasi Strategi Sistem JIT
Strategi Penerapan JIT untuk Continuous Improvement

• Produksi secara campur merata (mixed production), dengan cara menghasilkan beberapa
macam produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan;
• Pengurangan waktu persiapan (setup times), dengan cara mengadakan hubungan yang
dekat dengan sedikit pemasok;
• Tanggap terhadap hubungan dengan pemasok, dengan cara satu kali pemesanan bahan
baku namun pengirimannya mengikuti kebutuhan proses produksi;
• Kualitas pada sumbernya (quality-at-the-source), dengan cara mengerjakan segala sesuatu
dengan baik sejak awal proses.
• Penekanan pada aliran proses, dengan cara proses produksi menurut permintaan pelanggan
(pull system);
• Orang sebagai penyelesai masalah (people as problem solvers), dengan melibatkan seluruh
personil dalam organisasi atau perusahaan untuk menangani permasalahan secara
bersama-sama dan menggunakan tim lintas fungsi.
Menghasilkan Produk Sesuai Jadwal Berdasar Permintaan Pelanggan

Pull system Push system


Memproduksi Dalam Jumlah Kecil

• Memproduksi dalam jumlah kecil yang hanya sesuai dengan permintaan


pelanggan
• Memproduksi dalam jumlah kecil (small lot size) juga akan dapat
menghilangkan persediaan barang dalam proses.
• Memproduksi bermacam-macam produk dalam satu lini produksi
(Heijunka).
MENGHILANGKAN PEMBOROSAN

• Overproduction (Produksi yang berlebihan)


• Inventory (Inventori)
• Defects (Cacat / Kerusakan)
• Transportation (Pemindahan/Transportasi)
• Motion (Gerakan)
• Waiting (Menunggu)
• Overprocessing (Proses yang berlebihan)

Prinsip persediaaan Just In Time adalah:


• Mengurangi jumlah barang yang datang.
• Menghilangkan persediaan penyangga atau yang sering kita kenal dengan persediaan pengaman.
• Mengurangi biaya pembelian atau pemesanan barang. Hal ini didukung dengan jumlah pemesanan dalam
jumlah besar tetapi barang yang dating ke perusahaan tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan
tersebut.
• Memperbaiki penanganan bahan atau barang.
• Tercapainya persediaan dalam jumlah kecil (small lot size).
• Mendapatkan pemasok yang dapat dipercaya.
Memperbaiki Aliran Proses Produksi
Menyempurnakan Kualitas Produk

Beberapa prinsip manajemen kualitas Just In Time antara lain:


• Memelihara pengendalian proses dan membuat semua orang bertanggung jawab terhadap
tercapainya kualitas.
• Meningkatkan pandangan manajemen terhadap kualitas.
• Terpenuhinya pengendalian kualitas produk dengan tegas.
• Memberikan wewenang kepada karyawan untuk mengadakan pengendalian kualitas produk.
• Menghendaki koreksi terhadap cacat produk oleh para karyawan.
• Tercapainya inspeksi 100% terhadap kualitas produk.
• Terpenuhinya pemeliharaan secara rutin oleh karyawan.
• Perbaikan kualitas secara terus-menerus.
• Tercapainya komitmen terhadap pengendalian kualitas jangka panjang.
ORANG-ORANG YANG TANGGAP

• Andon merupakan suatu sinyal yang mengindikasikan terjadinya


permasalahan terkait kualitas dalam suatu lini produksi
• Jidoka” atau “Autonomation” adalah metode yang digunakan oleh Toyota
untuk mencegah terjadinya error, defect (cacat) atau kesalahan produksi
Menghilangkan Ketidakpastian

• Menyediakan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan proses produksi


• Menjalin hubungan dengan satu pemasok untuk satu macam bahan baku
• Pull production system
• Pola produksi campur merata (Heijunka)
Penekanan Pada Pemeliharaan Jangka Panjang

• Kontrak jangka panjang,


• Memperbaiki kualitas,
• Fleksibilitas dalam mengadakan
pemesanan barang, terutama dalam
hal jumlah pengiriman barang,
• Pemesanan dalam jumlah kecil yang
dilakukan berkali-kali, dan
• Mengadakan perbaikan secara terus-
menerus dan berkesinambungan
dalam membina hubungan tersebut
Strategi Penerapan JIT
• Strategi penerapan JIT dalam sektor industri manufaktur:
• Strategi Penerapan Pembelian Just In Time
• Dukungan pimpinan
• Kontrak jangka Panjang dengan pemasok
• Hubungan berkaitan kualitas, aliran informasi, kesesuaian aliran kedatangan barang, pengurangan
lead time, kesesuaian harga dengan kualitas
• Strategi Penerapan Just In Time dalam Sistem Produksi
• Dukungan semua pihak
• Penggunaan sistem tarik
• Fleksibilitas lini produksi
• Pengaturan tata letak
• Pengurangan lead time
• Stabilitas sistem terkait standarisasi produk
• Continuous improvement
Manfaat setelah penerapan Just in time
(Heizer dan Render, 1999)

• Persediaan berkurang
• Perbaikan kualitas
• Pengurangan biaya
• Pengurangan penggunaan ruangan
• Pengurangan lead time
• Peningkatan produktivitas
• Fleksibilitas yang tinggi
• Hubunagn dengan pemasuk yang lebih baik
Layout Untuk Perusahaan Yang Memproduksi Dalam Jumlah Besar
Layout untuk perusahaan yang menganut just in
time
Model Fungsional JIT
Strategi Penerapan Just In Time (JIT) Pada Sektor
Jasa

• Sistem Jasa Menghasilkan Produk yang Bersifat Intangible


• Sistem Jasa Menghasilkan Output yang Bervariasi Dan Tidak Standar
• Sistem Jasa Tidak Tahan Lama dan Tidak Dapat Disimpan
• Sistem Jasa Membutuhkan Kedekatan Hubungan dengan Pelanggan
• Sistem Jasa Tidak Dapat Menghasilkan Produk Massal
• Sistem Jasa adalah Padat Karya dan Mendekati Pelanggan
• Pengukuran dalam Sistem Jasa Bersifat Subjektif
Pengukuran dan Penggunaan MRP dan JIT

• Penyampaian kepada Pelanggan


• Kualitas
• Fleksibilitas
• Produktivitas
• Kinerja keuangan
Perbandingan
system MRP & JIT
Selesai
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai