PENYULUHAN PERTANIAN
Tujuan dan Peranan
Penyuluhan Pertanian
Dalam Pembangunan
Dosen Pengampu :
1. Aprollita, S.P., [Link]
2. Rendra, S.P., [Link]
Kelompok 2 :
• MHD. Fakhruroji D1A018131
• Yoan Oktarina D1A018116
• Devi Maria Haloho D1A018134
• Angeli Septiani Putri D1A018106
• Aldi Ramadhan Putra D1A018113
• Aprianto Tarigan D1A018124
Peranan Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan pertanian memegang peranan yang cukup strategis dalam
pembangunan di sektor pertanian. Agar penyuluhan pertanian dapat berjalan
efektif dan efisien, UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan (SP3K) yang mengatur penyelenggaraan penyuluhan,
hendaknya dapat diimplementasikan, tentunya menghendaki adanya kearifan
lokal dari otonomi daerah. Namun hal yang cukup fundamental, mentalitas petani
sebagai pelaku usaha tani padi perlu diperhatikan
Pembangunan pertanian bukan hanya meningkatkan aspek ekonomi saja,
tetapi harus dibarengi dengan pembangunan aspek manusia. Petani harus
menjadi bagian dalam kegiatan pembangunan pertanian. Pengalaman masa lalu
dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan-perubahan
lingkungan telah mempengaruhi arah pembangunan pertanian yang lebih
berorientasi pada pembangunan individu petani
Peranan Penyuluhan Pertanian
Dengan demikian, pembangunan pertanian memiliki pengertian: sebagai upaya
meningkatkan keberdayaan masyarakat petani, yaitu melalui peningkatan kapasitas,
kualitas, profesionalitas, dan produktivitas dirinya sehingga petani mampu secara
dinamis memanfaatkan peluang dan mengatasi segala bentuk ancaman, tantangan,
hambatan, dan gangguan yang merupakan kendala untuk meraih kesejahteraan yang
diidamkan.
Keberhasilan penyuluhan pertanian ditentukan pula oleh profesionalitas penyuluh,
yang memiliki tugas utama sebagai pembimbing, pendorong, motivator, komunikator,
dan lain-lain.
Peranan Penyuluhan Pertanian
Saat ini, pembangunan pertanian mengarah pada
pembangunan sistem dan usaha agribisnis, yang memerlukan
dukungan SDM petani yang baik. SDM petani harus
mencerminkan sebagai masyarakat:
(2) terbuka dan
(1) teknologi (3) madani
transparan
Tujuan penyuluhan Pertanian
bertani lebih baik (better farming)
Tujuan penyuluhan pertanian adalah dalam
rangka menghasilkan SDM sebagai pelaku
pembangunan pertanian yang kompeten berusaha tani lebih menguntungkan
sehingga mampu mengembangkan usaha (better bussines)
pertanian yang tangguh,
hidup lebih sejahtera (better living)
dan lingkungan lebih sehat
Tujuan penyuluhan Pertanian
Penyuluhan pertanian dituntut agar mampu
menggerakkan masyarakat, memberdayakan petani-
nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian,
serta mendampingi petani untuk :
Membantu menganalisis situasi-situasi yang
sedang petani hadapi dan melakukan perkiraan
ke depan
Membantu petani menemukan masalah
Membantu petani memperoleh pengetahuan
/informasi guna memecahkan masalah
Membantu petani mengambil keputusan,
dan
Membantu petani menghitung besarnya
risiko atas keputusan yang diambilnya.
Tujuan penyuluhan Pertanian
Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat dilihat dengan indikator banyaknya
petani, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian yang mampu mengelola dan
menggerakkan usahanya secara mandiri, ketahanan pangan yang tangguh, tumbuhnya
usaha pertanian skala rumah tangga sampai menengah berbasis komoditi unggulan di
desa
usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis. Semua itu
berkorelasi pada keberhasilan perbaikan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan
dan kesejahteraan masyarakat, lebih dari itu akan bermuara pada peningkatan
pendapatan daerah
Fungsi dan Tugas Penyuluhan Dalam
Pembangunan Pertanian
fungsi pengaturan dan pelayanan oleh
Dinas
Mewujudkan tujuan pembangunan pertanian fungsi penyuluhan
memerlukan tiga fungsi yaitu :
fungsi penelitian
Ketiga fungsi tersebut kedudukannya sepadan dalam melaksanakan pembangunan
pertanian
Fungsi dan Tugas Penyuluhan Dalam
Pembangunan Pertanian
Banyak ahli menjelaskan peran-peran tambahan/lainnya penyuluh ini (selain
menyuluh/memberikan inovasi), yang apabila dirangkum antara lain menyebutkan :
1. Penyuluh sebagai inisiator
2. Penyuluh sebagai fasilitator
3. Penyuluh sebagai motivator
4. Penyuluh sebagai penghubung dengan pemerintah, dalam hal ini :
[Link] sebagai penyampai aspirasi masyarakat tani (sebagai contoh dalam
bentuk programa penyuluhan pertanian)
[Link] sebagai penyampai kebijakan dan peraturan-peraturan yang
menyangkut kebijakan dan peraturan bidang pertanian.
5. Penghubung dengan peneliti,
6. Penyuluh sebagai guru
7. Penyuluh sebagai organisator dan dinamisator
8. Penyuluh sebagai penganalisa
9. Penyuluh sebagai agen perubahan
Fungsi dan Tugas Penyuluhan Dalam
Pembangunan Pertanian
Dari beberapa sumber dan uraian-uraian diatas, berdasarkan urutan urgensinya,
peranan, permasalahan di lapangan, kondisi para penyuluh, masalah petani,
kebutuhan petani dan orientasi pembangunan pertanian, peranan penyuluh dapat
dibagi menjadi lima peranan utama yaitu :
Penyuluh sebagai penasehat/advisor Penyuluh sebagai organisator
Penyuluh sebagai teknisi Penyuluh sebagai agen pembaharu
Penyuluh sebagai penghubung
Fungsi dan Tugas Penyuluhan Dalam
Pembangunan Pertanian
Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menitikberatkan pada pesan yang
disampaikan. Jika pesan yang disampaikan penyuluh dapat diterima dan diterapkan
masyarakat desa dengan baik dan sukarela, berarti tugas penyuluhan telah
terlaksana. Faktanya, kesuksesan tugas penyuluh tergantung pada kredibilitas
penyuluh.
Peran penyuluhan antara lain sebagai penyebarluasan informasi, penerangan,
proses perubahan perilaku, pendidikan, dan proses rekayasa sosial.
Peran penyuluhan antara lain sebagai penyebarluasan informasi, penerangan,
proses perubahan perilaku, pendidikan, dan proses rekayasa sosial.
Fungsi dan Tugas Penyuluhan Dalam
Pembangunan Pertanian
Pada peran penyuluhan sebagai penyebarluasan informasi, penyuluh diharapkan mampu
menyebarluaskan informasi berupa inovasi dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat
petani desa secara maksimal.
Peran penyuluhan sebagai proses penerangan memiliki makna penyuluh harus memberi
penerangan atau kejelasan pada petani desa tentang hal-hal yang belum diketahui.
Peran penyuluhan sebagai proses perubahan perilaku berhubungan dengan keterampilan dan
sikap mental petani yang membuat mereka menjadi tahu, mau, dan mampu melakukan
perubahan untuk usaha tani mereka.
Penyuluhan sebagai proses pendidikan membuat masyarakat tani mampu berswadaya dalam
upaya peningkatan produksi.
Peran penyuluhan sebagai rekayasa sosial menciptakan perubahan perilaku dari petani desa,
terutama peningkatan kesejahteraan.
Terima Kasih