0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan33 halaman

Klasifikasi dan Pengalamatan IP Address

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi jaringan internet berdasarkan alamat IP, yang terdiri dari kelas A, B, C, D, dan E. Setiap kelas memiliki format alamat IP yang berbeda berdasarkan oktet pertama.

Diunggah oleh

sheiren sandakila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan33 halaman

Klasifikasi dan Pengalamatan IP Address

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi jaringan internet berdasarkan alamat IP, yang terdiri dari kelas A, B, C, D, dan E. Setiap kelas memiliki format alamat IP yang berbeda berdasarkan oktet pertama.

Diunggah oleh

sheiren sandakila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit

NETWORK HOST Network ID (Oktet I)

Class A8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit 126 16,777,214 1-126

Class B8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit 16,384 65,532 128-191

Class C8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit 2,097,152 254 192-223

8 Bit 8 Bit
Network ID Host ID

IP Addressing

Jaringan Komputer dan Komunikasi Data


Teknik Telkom PNUP - Makassar
1
Pengantar
 Alamat IP adalah alamat yang diberikan ke
jaringan dan peralatan jaringan yang
menggunakan protokol TCP/IP
 Alamat IP terdiri atas 32-bit angka biner
yang dapat dituliskan sebagai 4 angka
desimal yang dipisahkan oleh titik seperti:
[Link]
1

 Alamat IP terdiri atas dua bagian yaitu


network ID dan host ID
 Network ID menentukan alamat dari
jaringan, sedangkan host ID menentukan
alamat dari peralatan jaringan.
 Analoginya sama dengan alamat rumah
terdiri atas nama jalanNetwork ID dan
nomor rumahHost ID
1

 Setiap host di dalam suatu network


mempunyai alamat (ID) yang unik
 Ada kemungkinan suatu host mempunyai
alamat yang sama dengan host lain tetapi
berada di network yang berbeda
 Setiap jaringan harus diberi ID (alamat)
untuk membedakan antara jaringan yang
satu dengan jaringan yang lain, jika
jaringan-jaringan tersebut saling
berhubungan.
1
Host Addressing
Network 1
Router 12
1 11

2 7
12
10

7 Network 2

7 Network 3

3
1
1

 Di dalam Jaringan Global, suatu host


terdiri atas dua alamat:
 Alamat Jaringan (Network

Address/Network Number))
 Alamat Host (Host Address/Host

Number)
 ID suatu host secara global ditulis

dengan cara : alamat network terlebih


dahulu, diikuti dengan alamat host.
1
Host Addressing
Network 1
Router 2.12
1.1 2.11

1.2 2.7
1.12
2.10

1.7 Network 2

3.7
Network 3
Tidak ada satu host-pun
yang mempunyai ID
3.3 sama, walaupun
3.1
tersambung global
1
Biner ke Desimal
1111 1111

= 1.27 + 1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 + 1.21 + 1.20


= 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1
= 255

1100 0001

= 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 + 0.21 + 1.20


= 128 + 64 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 1
= 193
1
IP Addressing
 Pengalamatan IP berdasarkan IP versi 4 (IPv4)
 Setiap host mempunyai ID (Network Number dan Host
Number) sebanyak 32 bit. Contoh:

1010 0011 1001 0000 1010 1010 0101 1000

Network Number Host Number

• Di seluruh dunia secara administratif ada 2 32


alamat internet, dikurangi dengan alamat
broadcast dll.
• Alamat sebanyak itu saat ini masih kurang.
Penyelesaian:
• Intranet
• IPv6
1
IP Addressing
 Membaca bit biner terlalu sulit
 Alamat IP suatu host dibaca 8 bit demi 8 bit dan
setiap 8 bit tersebut dikonversi ke desimal

1010 0011 1001 0000 1010 1010 0101 1000

163 . 144 170 . 88


1
IP Addressing

8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit

NETWORK HOST Network ID (Oktet I)

Class A 8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit 126 16,777,214 1-126

Class B 8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit 16,384 65,532 128-191

Class C 8 Bit 8 Bit 8 Bit 8 Bit 2,097,152 254 192-223

8 Bit 8 Bit
Catatan: 127 untuk loopback Network ID Host ID
1
Network ID
1 2 3

124.x.y.z 192.121.73.z 131.107.y.z


1
Host ID
[Link] 1 2 3 [Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

[Link] [Link] [Link] [Link]

124.x.y.z 192.121.73.z 131.107.y.z


Klasifikasi Jaringan
1
Internet
 Perancang Internet mengklasifikasi jaringan
berdasarkan pada ukuran jaringan
 Sekelompok kecil jaringan mempunyai
anggota host yang sangat banyak (Class A)
 Di lain pihak, banyak jaringan yang
mempunyai lebih sedikit anggota host
(Class C)
Klasifikasi Jaringan
1

Internet
8 bit 8 bit 8 bit 8 bit
0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 [Link]
0111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 [Link]

Class A Network Host Host Host


1000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 [Link]
1011 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 [Link]

Class B Network Network Host Host


1100 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 [Link]
1101 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 [Link]

Class C Network Network Network Host


Klasifikasi Jaringan
1
Internet
 Contoh alamat IP suatu PC:
[Link]
 Host dari jaringan klas C

 SubNet mask = [Link]

 Alamat Network (Network Number,NN) =

[Link]
 Alamat Broadcast pada network tersebut

(multicast) = [Link]
 Alamat Host (Host Number, HN) = 33
1
Subnet Mask
 Default mask untuk jaringan digunakan jika
sebuah jaringan tidak dibagi ke dalam
subnet.
 Mask jaringan akan membentuk alamat
jaringan
 Jika jaringan dibagi ke dalam beberapa
subnet, maka mask yang digunakan adalah
mask untuk subnet (subnet mask)
 Subnet mask akan membentuk alamat sub
jaringan (subnetwork address)
Klasifikasi Jaringan
1
Internet
 Subnet mask digunakan untuk mendapatkan Network Number
dengan meng-AND kan dengan alamat IP suatu host
 Alamat IP= 1100 1010 0010 1110 1111 1001 0010
0001
[Link]
 SubNet mask= 1111 1111 1111 1111 1111 1111
0000 0000
[Link]
 Network Nmr= 1100 1010 0010 1110 1111 1001
0000 0000
[Link]
1
Default Subnet Mask

Notasi
Titik Desimal

255
Class A 11111111000000000000000000000000 .0.0 .0

Class B 11111111111111110000000000000000255 . 255 . 0 . 0

255
Class C 11111111111111111111111100000000 . 255 . 255 . 0
1

 Untuk dapat menandai antara yang satu


dengan kelas yang lain, maka dibuat
beberapa aturan sebagai berikut:
 Oktet pertama kelas A harus dimulai

dengan angka biner 0


 Oktet pertama kelas B harus dimulai

dengan angka biner 110


 Oktet pertama kelas C harus dimulai

dengan angka biner 110


1

 Angka 127 digunakan untuk loopback


 Network ID tidak boleh semuanya terdiri
atas angka 0 atau 1
 Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas
angka 0 atau 1
1

 Selain kelas A, B, dan C yang sering dipakai,


sebenarnya ada lagi kelas D dan E yang
jarang dipakai
 Kelas D (dimulai dengan biner 1110),
dipergunkan untuk alamat-alamat multicast
sedangkan kelas E (dimulai dengan biner
1111), dipersiapkan untuk sarana
eksperimental
1

 Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana


yang dipakai oleh suatu Alamat IP, maka
dipergunakan default subnet mask
 Setiap Alamat IP harus memiliki default
subnet mask
 Angka desimal 255 (biner 11111111) dari
default subnet mask menandakan bahwa
oktet yang bersangkutan dari Alamat IP
adalah Network ID
1

 Angka desimal 0 (biner 00000000) dari


default subnet mask menandakan bahwa
oktet yang bersangkutan dari Alamat IP
adalah untuk host ID
 Di Internet, Alamat IP ini dipergunakan
untuk memberikan alamat pada suatu situs
 Agar pemakaian Alamat IP ini seragam di
seluruh dunia, maka pemberian alamat IP
untuk digunakan di Internet diatur oleh
sebuah badan internasional yang bernama
InterNIC ([Link])
1

 Dalam pemberian Alamat IP, InterNIC hanya


memberikan Alamat IP dengan network ID
saja, sedangkan host ID-nya diatur oleh
pemilik Alamat IP tersebut
 Sistem yang mengatur translasi antara
suatu nama situs dengan suatu Alamat IP
lainnya disebut DNS (Domain Name System)
1

IP Address
Kelas A ([Link]-[Link])
TCP/IP
Kelas B ([Link]-[Link])
Kelas C ([Link]-[Link])

Domain Name System (DNS)

Identitas Interface Komputer Pemetaan Nama Resolusi


TLD
Sub Domain
Host
Fully Qualified Domain Name (FQDN)
1
Alamat IP Private
 IANA (Internet Assigned Numbers Authority)
telah menentukan tiga blok alamat IP

[Link] – [Link] (10/8 prefix)

[Link] – [Link] (172.16/12 prefix)

[Link] – [Link].255 (192.168/16 prefix)


1
Blok-blok Alamat IP private
Jaringan kelas A (10/8 prefix)
Desimal 10 0 0 0
Biner 00001010 00000000 00000000 00000000
Prefix 11111111 00000000 00000000 00000000
Jaringan kelas B (172.16/12 prefix)
Desimal 172 16 0 0
Biner 10101100 00010000 00000000 00000000
Prefix 11111111 11110000 00000000 00000000

Jaringan kelas C (192.168/16 prefix)


Desimal 192 168 0 0
Biner 11000000 10101000 00000000 00000000

Prefix 11111111 11111111 00000000 00000000


1

 Alamat IP yang termasuk dalam alamat


private hanya digunakan secara unik dalam
sebuah LAN, atau beberapa jaringan
intranet
 Untuk menggunakan alamat IP private
tersebut tidak diperlukan koordinasi dengan
IANA atau dengan sebuah internet registry
1
Broadcasting
 Bit-bit dari network ID maupun host ID tidak
boleh semuanya berupa angka 0 atau 1
 Apabila semua network ID dan host ID
berupa angka biner 1  [Link]
disebut flooded broadcast
 Jika host ID semua berupa angka biner 0,
alamat IP ini menyatakan alamat network
dari jaringan yang bersangkutan
1
Contoh
 Alamat IP : [Link]
 Subnet Mask : [Link]
 Atau dapat ditulis : [Link]/24
1
[Link]/24
192 168 0 1 Desimal
Alamat IP
11000000 10101000 00000000 00000001 Biner

255 255 255 0 Desimal


Subnet
Mask
11111111 11111111 11111111 00000000 Biner

192 168 0 255 Desimal


Broadcast
11000000 10101000 00000000 11111111 Biner

192 168 0 0 Desimal


Network
Address
11000000 10101000 00000000 00000000 Biner

Network ID Host ID
1

Subnetting……

Anda mungkin juga menyukai