Router
[Link]/24 [Link]/16
[Link]/24 [Link]/16
IP Routing
[Link]/24 [Link]/16
Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
Teknik Telkom PNUP - Makassa
1
Apa itu Routing?
1
Routing
Routing adalah proses pengiriman
informasi/data dari pengirim di suatu jaringan
ke penerima yang berada di jaringan yang lain
(melalui internetwork).
Untuk dapat me-route paket, dibutuhkan Router
Agar dapat me-route paket, Router minimal
harus mengetahui
Alamat (IP) Penerima
Router tetangganya, yang dengan itu
ia bisa mempelajari jaringan lebih luas
Route/lintasan yang bisa dilewati
Route terbaik ke setiap jaringan
Informasi routing
1
Untuk dapat me"routing" segala sesuatu, Router, atau
segala sesuatu yang dapat melakukan fungsi routing,
membutuhkan informasi sebagai berikut :
Alamat Tujuan/Destination Address - Tujuan atau alamat
item yang akan dirouting
Mengenal sumber informasi - Dari mana sumber (router
lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur
sampai ke tujuan.
Menemukan rute - Rute atau jalur mana yang mungkin
diambil sampai ke tujuan.
Pemilihan rute - Rute yang terbaik yang diambil untuk
sampai ke tujuan.
Menjaga informasi routing - Suatu cara untuk menjaga
jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling
sering terjadi.
1
Tabel Routing
Sebuah router mempelajari informasi
routing dari mana sumber dan tujuannya
yang kemudian ditempatkan pada tabel
routing .
Router akan berpatokan pada tabel ini,
untuk memberitahu port yang akan
digunakan untuk meneruskan paket ke
alamat tujuan.
1
Routing Proses
A
E0:[Link]
[Link]
E1:[Link]
[Link]
ping [Link] dari [Link]
1
IP Routing ?
[Link] [Link]
Router
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
Routing table
[Link]
Routing table [Link]
[Link]
[Link] [Link]
[Link] [Link]
Default [Link]
[Link] [Link]
1
Routing Proses
Paket dibuat di A untuk dikirim ke B
A broadcast ARP ke jaringan untuk mengetahui MAC
address B
Karena B terletak di jaringan yang lain, Router yang
memberi response dengan memberikan fisik address-
nya, agar Paket itu oleh A dikirim ke Router (sebagai
default Router)
A kemudian mengirim paket tersebut ke Router lewat
port E0.
Hardware address sesuai dengan HA milik Router,
maka header frame dicopot, sehingga tinggal paket IP.
Router kemudian men-check alamat Penerima. Ketika
diketahui bahwa Penerima adalah [Link], Router
tahu (dari Routing Tabel-nya) bahwa alamat network
[Link] bisa dicapai lewat port E1.
1
Routing Proses
Router menempatkan paket itu ke port E1.
Kemudian dari E1 dibuatkan frame untuk
kemudian dikirim ke B.
Paket diterima oleh B kemudian diproses untuk
dilihat isinya.
Karena paket tersebut adalah ping (ICMP), B
menjawab paket tersebut (reply) ke A. Terjadi
proses yang sama dengan arah berlawanan.
1
Jika jaringan tujuan,
terhubung langsung
(directly connected)
di badan router,
Router sudah
langsung
mengetahui port
yang harus
digunakan untuk
meneruskan paket.
1
Jika jaringan tujuan tidak
terhubung langsung di
badan router, Router
harus mempelajari rute
terbaik yang akan
digunakan untuk
meneruskan paket.
Informasi ini dapat
dipelajari dengan cara :
Manual oleh "network
administrator"
Pengumpulan
informasi melalui
proses dinamik
dalam jaringan.
1
Type-type Routing
Static Routing, administrator secara manual men-set tabel
routing.
Default Routing, mengirim paket ke jaringan yang tidak ada
di dalam tabel routing ke Router selanjutnya. Hal ini terjadi
jika Router hanya mempunyai satu port keluar.
Dynamic Routing, terjadi proses pembelajaran oleh Router
dan meng-update tabel routing jika terjadi perubahan.
Pembelajaran dilakukan dengan komunikasi antar router-
router dengan protokol-protokol tertentu.
1
Rute Statik - Rute yang dipelajari oleh router ketika
seorang administrator membentuk rute secara manual.
Administrator harus memperbarui atau meng"update"
rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan
topologi antar jaringan (internetwork).
Rute Dinamik - Rute secara Dinamik dipelajari oleh
router setelah seorang administrator mengkonfigurasi
sebuah protokol routing yang membantu menentukan
rute. Tidak seperti rute Statik, pada rute Dinamik, sekali
seorang administrator jaringan mengaktifkan rute
Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara
otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi
perubahan topologi jaringan yang diterima dari
"internetwork".
1
Routing dalam Jaringan
[Link]
30.1
2501A E0 2501C
S0 S0 S0
E0 20.1 20.2 S1 40.2
10.2 E0
2501B 40.1 50.1
F0/0
2621A 10.1 [Link] [Link] [Link]
[Link]
Router NN Port HA Router NN Port HA
2621A 172.16.10. F0/0 [Link] 2501B [Link] E0 [Link]
0
2501B [Link] S1 [Link]
2501A 172.16.10. E0 [Link]
0 2501C [Link] S0 [Link]
2501A 172.16.20. S0 [Link] 2501C [Link] E0 [Link]
0
2501B 172.16.20. S0 [Link]
0
Rute Statik (Static
1
Routes)
Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik
yang ditentukan oleh user untuk
meneruskan paket dari sumber ke tujuan.
Rute ini ditentukan oleh administrator
untuk mengontrol perilaku routing dari IP
"internetwork".
1
Static Routing
Tidak membebani CPU
Tidak diperlukan komunikasi antar
Router
Aman (krn hanya admin yg bisa men-
setup)
Admin harus menguasai jaringan
keseluruhan
Jika ada tambahan jaringan, admin harus
menambahkannya pada semua Router
Pada jaringan yang besar, hal ini akan
sangat menyita waktu dan tenaga
1
Rute Statik menjadi
sangat penting jika
software IOC Cisco
tidak bisa
membentuk sebuah
rute ke tujuan
tertentu.
Pentingnya Rute Statik Rute Statik juga
sangat berguna untuk
membuat "gateway"
untuk semua paket
yang tidak bisa
di"routing".(default
route).
1
Rute Statik,
umumnya
digunakan untuk
jalur/path dari
jaringan ke sebuah
"stub network"
"Stub Network" (jaringan yang
dibelakangnya tidak
ada jaringan lain).
1
Sebuah "stub
network' (kadang di
sebut "leaf node")
adalah jaringan
yang hanya dapat
diakses melalui satu
rute. Seringkali, rute
statik digunakan
sebagai jalan satu-
satunya untuk
Catatan : Rute statik dapat
digunakan untuk koneksi ke
keluar masuk
suatu network yang tidak jaringan Stub.
1
Konfigurasi Rute Statik
Mengkonfigurasi Rute statik adalah
dengan memasukkan tabel routing secara
manual. Tidak terjadi perubahan dinamik
dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.
Perintah "ip route"
Perintah "ip route" digunakan untuk
mengkonfigurasi sebuah rute statik
dalam mode konfigurasi global.
1
ip route Command Syntax
Sintak untuk perintah "ip route" adalah
sebagai berikut :
ip route network [mask] {address |
interface}[distance] [permanent]
Parameter Perintah
1 "ip
route"
Keterangan
network Network atau subnet tujuan
mask Subnet mask
address Alamat IP router Hop berikutnya.(IP address of next-hop router)
interface Nama interface yang digunakan untuk mencapai network tujuan. Interface dapat berupa
interface point-to-point. Perintah tidak akan berfungsi jika interface adalah multiaccess (contoh
"shared media Ethernet interface").
distance (Optional) Mendefinisikan "administrative distance".
permanent (Optional) Menyatakan bahwa rute tidak akan dihapus, ketika interface mati (shuts down).
1
Tugas rute statik untuk mencapai stub
network [Link] adalah melalui Router A
karena hanya ini satu-satunya jalan untuk
mencapai network [Link].
1
Contoh rute statik:
Router(config)#ip route [Link]
[Link] [Link]
1
Keterangan
ip route Identifikasi rute statik
[Link] Alamat IP Stub Network
[Link] Subnet Mask
[Link] Alamat IP Router B
Catatan : Ini adalah sebuah rute
"unidirectional". Anda harus
mengkonfigurasi rute dari arah/sisi lawan.
1
Static Routing
Router 2621 hanya tersambung
langsung dengan [Link]. Network-
network yang lain harus dikonfigurasi
Tabel Routing untuk 2621A
Network Next Hope/Port Keterangan
Number
[Link] [Link] S
[Link] [Link] S
[Link] [Link] S
[Link] [Link] S
[Link] F0/0 C
C = connected, S = static]
1
Static Routing
Router 2501A tersambung langsung dengan
[Link] dan [Link]. Network-network yang
lain harus dikonfigurasi
Tabel Routing 2501A
Network Next Hope/Port Keterangan
Number
[Link] [Link] S
[Link] [Link] S
[Link] [Link] S
[Link] S0 C
[Link] E0 C
1
Static Routing
Dengan cara yang sama, 2501B dan
2501C dapat dikonfigurasi
2501B 2501C
NN NH/Port Ket NN NH/Port Ket
172.16.50. 172.16.40. S 172.16.50. E0 C
0 2 0
172.16.40. S1 C 172.16.40. S0 C
0 0
172.16.30. E0 C 172.16.30. 172.16.40. S
0 0 1
172.16.20. S0 C 172.16.20. 172.16.40. S
0 0 1
172.16.10. 172.16.20. S 172.16.10. 172.16.40. S
0 1 0 1
1
Default Routing
Dalam tabel routing, default Routing adalah pada NN
yang tersambung langsung ke Router
Contoh
2501B
NN NH/Port Ket
[Link] [Link] S
[Link] S1 C Default
[Link] E0 C Routing
[Link] S0 C
[Link] [Link] S
1
Dynamic Routing
Terjadi proses pembelajaran oleh Router
dan meng-update tabel routing jika terjadi
perubahan. Pembelajaran dilakukan
dengan komunikasi antar router-router
dengan protokol-protokol tertentu
Ada beberapa type,
RIP (Routing Information Protocol)
IGRP (Interior Gateway Routing
Protocol)
EIGRP (Enhanced IGRP)
OSPF (Open Shortest Path First)
1
Administrative Distance
Angka tingkat informasi routing dapat dipercaya
Bernilai antara 0 –255, 0 adalah angka terpercaya,
sementara 255 menunjukkan tidak akan ada traffic
lewat route tersebut
Tabel Administrative Distance menurut Cisco
Route Default Route Source Default
Source Distance Distance
Langsun 0 OSPF 110
g
RIP 120
Static 1
External EIGRP 170
EIGRP 90
IGRP 100 Unknown 255
1
"Default Route"
"Default route" adalah tipe rute statik
khusus. Sebuah "default route" adalah
rute yang digunakan ketika rute dari
sumber/source ke tujuan tidak dikenali
atau ketika tidak terdapat informasi yang
cukup dalam tabel routing ke network
tujuan.
1
Contoh "Default Route"
Contoh "default route": Router(config)#ip
route [Link] [Link] [Link]
Perintah Keterangan
ip route Menyatakan rute statik
[Link] Rute ke "nonexistent subnet". (dengan special
mask, Ini menunjukkan "default network")
[Link] Special mask mengindikasikan "default route"
[Link] Alamat IP Router A.
"Default Route1
Forwarding"
Pada gambar di atas, Router B dikonfigurasi
untuk meneruskan/forward semua frame ke
network tujuan yang tidak terdaftar secara
eksplisit dalam routing tabel Router A.
1
Kesimpulan
Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan
dari satu lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa me-routing, sebuah router
harus tahu alamat tujuan, alamat asal/source, rute awal yang
mungkin, dan path/jalur terbaik.
Informasi routing adalah router mempelajari, baik statik maupun
dinamik, kemudian informasi tersebut ditempatkan dalam routing
tabelnya.
Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user
untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan
oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP
"internetwork".
Untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik, masukkan perintah "ip
route" dengan diikuti parameter: network, mask, address/alamat,
interface, dan jarak/distance.
"Default route" adalah tipe rute statik khusus. Sebuah "default
route" adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source
ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang
cukup dalam tabel routing ke network tujuan.
1
Bersambung ke Perancangan Jaringan……