100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
62 tayangan27 halaman

Dasar-Dasar Radiografi dan Sinar X

Radiografi menggunakan sinar X untuk menghasilkan gambar. Sinar X dihasilkan dalam tabung rontgen melalui pemanasan filamen yang menghasilkan elektron dan dipercepat menuju target. Film rontgen kemudian diolah melalui pembangkitan, pembilasan, penetapan, pencucian, dan pengeringan.

Diunggah oleh

AchmadRizaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
62 tayangan27 halaman

Dasar-Dasar Radiografi dan Sinar X

Radiografi menggunakan sinar X untuk menghasilkan gambar. Sinar X dihasilkan dalam tabung rontgen melalui pemanasan filamen yang menghasilkan elektron dan dipercepat menuju target. Film rontgen kemudian diolah melalui pembangkitan, pembilasan, penetapan, pencucian, dan pengeringan.

Diunggah oleh

AchmadRizaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DASAR-DASAR

RADIOGRAFI

Oleh:
Achmad Rizaldy
N 111 18 062
Kepanitraan Klinik Bagian Radiologi Undata
Pembimbing Klinik: dr. Robert Mangiri, Sp. Rad, [Link]
DEFINISI
Radiologi = Ilmu Sinar  cabang
ilmu kedokteran yang
menggunakan sinar-sinar
(pengion atau non-pengion), baik
untuk diagnostik maupun untuk
terapi (radiasi dan fisioterapi).

Radiologi menggunakan sinar


roentgen /sinar X untuk
menghasilkan suatu gambaran
radiografi.
Sinar X adalah pancaran gelombang
elektromagneik yang sejenis dengan
gelombang radio, panas, cahaya dan
UV tetapi dengan panjang gelombang
yang sangat pendek.
SIFAT-SIFAT SINAR X
1. Penetrating Power
2. Mengalami atenuasi
3. Menimbulkan radiasi sekunder
4. Memiliki efek luminisensi
5. Memiliki efek fotografis
6. Memiliki efek ionisasi
7. Menimbulkan efek biologis
8. Memancar divergen secara garis lurus
9. Kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya (3 x 10
m/s)
SIFAT –SIFAT SINAR X
(CONT.. )
10. Panjang gelombangnya sangat pendek
11. Sinar tak tampak
12. Tidak bermuatan dan tidak dibelokkan oleh
medan magnet
13. Tidak difokuskan oleh lensa
Oleh karena itu setiap bekerja dengan sinar
X , harus memperhatikan 
keamanan /proteksi
- pekerja
- pasien
antara lain :
- ruangan
- pelindung

PEMERIKSAAN RADIOLOGI 6
PROSES PEMBUATAN
SINAR X
Untuk pembuatan sinar X diperlukan sebuah tabung rontgen hampa
udara dimana terdapat elektron – elektron yang diarahkan dengan
kecepatan tinggi pada suatu sasaran (target). Dari proses tersebut,
terjadi suatu keadaan dimana energi elektron sebagian besar di rubah
menjadi panas (99%) dan sebagian kecil (1 %) menjadi sinar x.

Suatu tabung pesawat rontgen mempunyai beberapa persyaratan


yaitu:
1. Mempunyai sumber elektron
2. Gaya yang mempercepat gaya elektron
3. Lintasan elektron yang bebas dalam ruang hampa udara
4. Alat pemusat berkas elektron (focusing cup)
5. Penghenti gerakan elektron
1. Sumber Elektron
Sebagian sumber elektron adalah kawat pijar atau filamen pada
katode didalam tabung pesawat rontgen. Pemanasan filament dilakukan
dengan suatu transformator khusus.
2. Gaya yang mempercepat gerakan elektron
Gaya tersebut bergantung pada tegangan yang dipasang pada
tabung rontgen
3. Lintasan elektron yang bebas dalam ruang hampa udara
Lintasan ini terjadi dalam ruang yang praktis hampa udara di antara
katoda dan anoda
4. Alat pemusat berkas elektron
Alat ini menyebabkan elektron – elektron tidak bergerak terpencar –
pencar tetapi terarah ke bidang focus ( focal spot )
5. Penghenti gerakan elektron
Penghentian gerakan elektron dapat dibedakan atas keeping Wolfarm
yang ada pada anoda yang diam dan piring Wolfarm diatas tangkai
molybdenum pada tabung rontgen anoda berputar. Wolfarm adalah
bahan focus yang mempunyai titik lebur tinggi mencapai 34000°C dan
no atom 74
PROSES TERJADINYA
SINAR X
a. Katoda (filament) dipanaskan (besar dari 20000 C) sampai menyala
dengan mengalirkan listrik yang berasal dari transformator.
b. Karena panas, electron-elektron dari katoda (filamen) terlepas.
c. Sewaktu dihubungkan dengan transformator tegangan tinggi,
elektron-elektron gerakannya dipercepat menuju anoda yang
berpusat di focus cup.
d. Awan-awan elektron mendadak dihentikan pada target (sasaran)
sehingga terbentuk panas (99%) dan sinar x (1%)
e. Pelindung (perisai) timah akan mencegah keluarnya sinar x,
sehingga sinar x yang terbentuk hanya dapat keluar melalui jendela.
f. Panas yang tinggi pada target (sasaran) akibat benturan electron
dihilangkan dengan radiator pendingin.
GAMBAR KOMPONEN TABUNG DAN
PROSES
TERJADINYA SINAR X
YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT GAMBARAN RADIOGRAFI..

Film Roentgen (film X-Ray)


Film rontgen terbagi menjadi tiga, screen film yang
pengunaannya selalu dalam intensifying screen,
nonscreen film yang penggunaannya tanpa
intensifying screen dan dari sensivitas, ada yang blue
sensitive dan green sensitive.
CONT..
Intensifying screen
Intensifying screen adalah alat yang terbuat dari kardus khusus
yang mengandung lapisan tipis emulsi fosfor dengan bahan
pengikat yang sesuai. Yang banyak digunakan adalah kalsium
tungstat.
CONT..
Kaset

Kaset adalah suatu tabung

(container) tahan cahaya

yang berisi 2 buah

intensifying screen yang

memungkinkan untuk

dimasukkan film rontgen di

antara keduanya dengan

mudah.
CONT..

Grid (kisi-kisi)
Grid adalah alat untuk
mengurangi atau mengeliminasi
radiasi hambur agar tidak sampai
ke film rontgen. Grid terdiri atas
lajur-lajur tipis timbale yang
disusun tegak di antara bahan-
bahan yang tembus radiasi.
CONT..
Alat-alat fiksasi
Alat-alat proteksi
Marker
KAMAR GELAP
(PROCESSING
ROOM )
suatu area atau tempat
dilakukan pengolahan film
sebelum dan sesudah di
expose (dari bayangan laten
menjadi tetap).
FUNGSI KAMAR GELAP

Tempat untuk mengisi dan mengeluarkan film dari kaset


Tempat untuk memasukkan film pada automatik prosessor
Tempat pemeliharaan kaset, intensyfing screen, dan automatic
processor.
Tempat penyimpanan unekspose film.
Tempat membuat duplikasi dan subtraksi film.
Tempat melakukan silver recovery
LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN FILM

Pembangkitan (developing)
Pembilasan (rinsing)
Penetapan (fixing)
Pencucian (washing), dan
Pengeringan (drying).
PEMBANGKITAN
(DEVELOPING)
Pembangkitan adalah proses perubahan butir-butir perak
halida di dalam emulsi yang telah mendapat penyinaran
menjadi perak metalik atau perubahan dari bayangan laten
menjadi bayangan tampak.
PEMBILASAN (RINSING)

Pembilasan ini dilakukan pada air yang mengalir


selama 5 detik. Tujuan dari proses ini adalah
memperlambat aksi pembangkitan dengan membuang
cairan pembangkit dari permukaan film
PENETAPAN (FIXING)
Diperlukan untuk menetapkan dan membuat
gambaran menjadi permanen dengan menghilangkan
perak halida yang tidak terkena sinar-X. Tanpa
mengubah gambaran perak metalik. Perak halida
dihilangkan dengan cara mengubahnya menjadi perak
komplek.
PENCUCIAN (WASHING)
Setelah film menjalani proses penetapan, maka akan
terbentuk perak kompleks dan garam. Pencucian
bertujuan untuk menghilangkan bahan-bahan tersebut
dalam air. Tahap ini sebaiknya dilakukan pada air
mengalir agar air yang digunakan selalu dalam
keadaan bersih.
PENGERINGAN (DRYING)
Tujuan pengeringan adalah untuk menghilangkan air yang ada pada
emulsi. Hasil akhir dari proses pengolahan film adalah emulsi yang
tidak rusak, bebas dari partikel debu, endapan kristal, noda, dan
artefak. Ada tiga faktor penting yang mempengaruhinya, yaitu suhu
udara, kelembaban udara, dan aliran udara yang melewati emulsi.
ALGORITME UMUM

 
KESIMPULAN
Melalui generator yang membuat aliran listrik dengan
potensial tinggi, logam pijar molybdenum/filamen
memijar dan menghasilkan awan elektron pada suhu
tertentu, serta saat tertentu pula electron-elektron
tertarik ke anoda (anoda adalah unsur radioaktif barium
platinum sianida atau tungsten carbide). Dengan kata
lain bila anoda dibombardir oleh electron, akan timbul
pancaran sinar radiasi rontgen atau sinar x dan keadaan
ini terjadi di dalam tabung vakum Coolidge.

Tahapan pengolahan film meliputi proses pembangkitan


(developing), pembilasan (rinsing), penetapan (fixing),
pencucian (washing), dan pengeringan (drying).
REFERENSI
[Link]
[Link]?m=1
Makalah radiologi tentang proses
pembentukan gambar radiografi/film
prosesing/2010/pdf
Gazali R, 2011, Radiologi Diagnostik, Pustaka
Cendekia, Jogjakarta.

Anda mungkin juga menyukai