0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan34 halaman

Pengenalan GC-MS dalam Analisis Kimia

GCMS merupakan teknik analisis yang menggabungkan kromatografi gas dan spektrometri massa untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen dalam suatu sampel. Prinsip kerjanya adalah sampel diinjeksikan ke kolom kromatografi gas untuk dipisahkan berdasarkan interaksinya dengan fase diam, kemudian komponen yang terpisah dideteksi menggunakan spektrometri massa untuk mengidentifikasi strukturnya. Teknik ini banyak dig

Diunggah oleh

Merischa Dias
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan34 halaman

Pengenalan GC-MS dalam Analisis Kimia

GCMS merupakan teknik analisis yang menggabungkan kromatografi gas dan spektrometri massa untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen dalam suatu sampel. Prinsip kerjanya adalah sampel diinjeksikan ke kolom kromatografi gas untuk dipisahkan berdasarkan interaksinya dengan fase diam, kemudian komponen yang terpisah dideteksi menggunakan spektrometri massa untuk mengidentifikasi strukturnya. Teknik ini banyak dig

Diunggah oleh

Merischa Dias
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GCMS

GAS CROMATHOGRAPHY AND


MASS SPECTROSCOPY

Siti Rahmawati
Masih ingat dengan Prinsip
Kromatografi?
PENDAHULUAN
 GS (Gas Chromatography)  Kromatografi pertama kali
diperkenalkan oleh Michael Tswest (1906), seorang ahli
botani Rusia. Tswest menyiapkan kolom yang diisi dengan
serbuk kalsium karbonat, dan kedalamnya dituangkan
campuran pigmen tanaman yang dilarutkan dalam eter.
Secara mengejutkan, pigmen memisahkan dan
membentuk lapisan berwarna di sepanjang kolom. Ia
menamakan kromatografi pada teknik pemisahan baru
ini, dimana “chroma” berarti warna serta “graphein” yang
berarti tulisan. Kemudian kimiawan dari Swiss Richard
Martin Willstätter (1872-1942) menerapkan teknik ini
untuk risetnya yakni untuk pemisahan pigmen klorofil.
 Kromatografi Gas ( GC) merupakan
jenis kromatografi yang digunakan
dalam kimia organik untuk pemisahan
dan analisis. GC dapat digunakan untuk
menguji kemurnian dari bahan
tertentu, atau memisahkan berbagai
komponen dari campuran. Dalam
beberapa situasi, GC dapat membantu
dalam mengidentifikasi sebuah
kompleks.
 Digunakan juga dalam kimia analitik
untuk memisahkan dan menganalisis
senyawa yang dapat menguap. GC
dapat digunakan untuk pengujian
kemurnian zat tertentu, atau
memisahkan komponen yang berbeda
dari campuran (jumlah relatif
komponen tersebut juga dapat
ditentukan). GC dapat digunakan
dalam mengidentifikasi suatu senyawa.
 Pada awalnya (GC) hanya digunakan untuk
analisis gas saja. Akan tetapi dengan
kemajuan ilmu dan teknologi, akhirnya (GC)
dapat digunakan untuk analisis bahan cair
dan padat termasuk bahan polimer.
Sekarang ini, kromatografi sangat diperlukan
dalam kefarmasian dalam memisahkan suatu
campuran senyawa. Dalam kromatografi,
komponen-komponen terdistribusi dalam dua
fase. Salah satu fase adalah fase diam..
MS (MASS SPECTROMETRY)
 Spektrometer massa adalah suatu instrumen yang
dapat menyeleksi molekul-molekul gas bermuatan
berdasarkan massa atau beratnya.
 Teknik ini tidak dapat dilakukan dengan
spektroskopi, akan tetapi nama spektroskopi
dipilih disebabkan persamaannya dengan
pencatat fotografi dan spectrum garis optik.
 Umumnya spectrum massa diperoleh dengan
mengubah senyawa suatu sampel menjadi ion- ion
yang bergerak cepat yang dipisahkan berdasarkan
perbandingan massa terhadap muatan (m/e).
 Gas Chromatography-Mass
Spectrometry (GC-MS) adalah suatu
metode yang menggabungkan fitur-
fitur dari kromatografi gas dan
spektrometri massa untuk
mengidentifikasi zat-zat berbeda dalam
suatu sampel.
PRINSIP KERJA GC- MS
PRINSIP KERJA GC
 Alat yang merupakan gabungan dari dua sistem dan
prinsip dasar yang berbeda satu sama lain tetapi
dapat saling melengkapi, yaitu gabungan antara
kromatografi gas dan spektrometer massa (GC-MS).
Kedua alat dihubungkan dengan satu interfase.
Kromatografi gas disini berfungsi sebagai alat
pemisah berbagai komponen campuran dalam
sampel, sedangkan spektrometer massa berfungsi
untuk mendeteksi masing-masing molekul komponen
yang telah dipisahkan pada sistem kromatografi gas.
Dari kromatografi GC-MS akan diperoleh informasi
struktur senyawa yang terdeteksi.
 Dalam kromatografi gas, pemisahan
terjadi ketika sampel diinjeksikan ke
dalam fase gerak. Fase gerak yang
biasa digunakan adalah gas inert
seperti helium. Fase gerak membawa
sampel melalui fase diam yang
ditempatkan dalam kolom. Sampel
dalam fase gerak berinteraksi dengan
fase diam dengan kecepatan yang
berbeda-beda.
 Saat terjadi interaksi yang tercepat
akan keluar dari kolom lebih dulu,
sementara yang lambat akan keluar
paling akhir.
 Komponen- komponen yang telah
terpisah kemudian menuju detektor
 Detektor akan memberikan sinyal yang
kemudian ditampilkan dalam komputer
sebagai kromatogram
 Komponen alat GC-MS
a. Gas pengangkut/ pemasok gas (carrier
gas) ditempatkan dalam silinder
bertekanan tinggi. Biasanya tekanan dari
silinder sebesar 150 atm. Tetapi tekanan
ini sangat besar untuk digunakan secara
Iangsung.
Gas pengangkut harus memenuhi persyaratan :
1. Harus inert, tidak bereaksi dengan cuplikan,
cuplikan- pelarut, dan material dalam kolom.
2. Murni dan mudah diperoleh, serta murah.
3. Sesuai/cocok untuk detektor.

4. Harus mengurangi difusi gas.


Gas-gas yang sering dipakai adalah : helium, argon,
nitrogen, karbon dioksida dan hidrogen. Gas helium
dan argon sangat baik, tidak mudah terbakar, tetapi
sangat mahal. H2 mudah terbakar, sehingga harus
berhati-hati dalam pemakaiannya. Kadang-kadang
digunakan juga CO2.
b. Tempat injeksi ( injection port)
Penginjeksian sampel adalah hal yang
penting dalam kromatografi
gas,terutama untuk mencegah resolusi
yang buruk serta penyebaran sampel
yang tidak sesuai.
Alat yang biasa digunakan untuk
menginjeksikan sampel adalah
mycrosyringe (penyemprot mikro).
 Injeksi sampel dapat diambil melalui
karet silicon ke dalam oven, banyak
sampel + 0,1- 10 ml. Suhu dalam
tempat injeksi tinggi, biasanya 50 C
lebih tinggi daripada titik didih
komponen dari sampel.
 Namun tidak terlalu tinggi karena
dapat perubahan atau perubahan
molekulnya. Sedangkan kalu terlalu
rendah, pemisahan komponen kurang
maksimal.
c. Kolom
Kolom merupakan “jantung”
kromatografi gas, dimana terjadi
pemisahan komponen- komponen
cuplikan.
 Pada kromatografi gas terdapat dua jenis
kolom yang biasa dipakai, antara lain kolom
tertutup (packed) dan kolom kapiler
(capilary). Panjang kolom kromatografi
antara 2-50 meter atau bahkan lebih.
Biasanya terbuat dari stainless steel, gelas,
silica gabungan, atau teflon.
 Agar cocok pada saat termostating,biasanya
dibentuk spiral dengan diameter 10-30 cm.
d. Detektor
Detektor adalah komponen yang
ditempatkan pada ujung kolom GC yang
menganalisis aliran gas yang keluar dan
memberikan data kepada perekam data
yang menyajikan hasil kromatogram
secara grafik
 Detector, yang paling umum digunakan dalam GC adalah
detector ionisasi nyala (FID) dan detector kondutivitas
termal (TCD). Kedunya peka terhadap berbagai
komponen dan dapat berfungsi pada berbagai
konsentrasi. Sementara TCD pada dasarnya universal
dan dapat digunakan untuk mendeteksi setiap komponen
selain gas pembawa (selama konduktivitas mereka
berbeda dari gas pembawa, suhu detektor),dalam jumlah
besar sensitif terutama untuk hidrokarbon.
 Sedangkan FID tidak dapat mendeteksi air. TCD adalah
detector non-destruktif, sedangkan FID adalah detector
destruktif. Biasanya detector ini akan dihubungkan
dengan Spektrokopi Masa, sehingga akan menjadi
rangkaian alat GC-MS
e. Oven Termostat (oven)
adalah tempat penyimpanan kolom.
Suhu kolom harus dikontrol. Temperatur
kolom bervariasi antara 50ºC - 250ºC
Suhu oven harus diatur dan sedikit
dibawah titik didih sampel. Jika suhu
diset terlalu tinggi, cairan fase diam bisa
teruapkan, juga sedikit sampel akan larut
pada suhu tinggi dan bisa mengalir
terlalu cepat dalam kolom sehingga
menjadi terpisah.
f. Rekorder
Rekorder berfungsi sebagai pencetak hasil
percobaan pada lembaran kertas berupa
kumpulan puncak, yang selanjutnya disebut
sebagai kromatogram. Seperti telah
diberitahukan diawal, jumlah puncak dalam
kromatogram menyatakan jumlah komponen
penyusun campuran. Sedangkan luas puncak
menyatakan kuantitas komponennya.
PROSEDUR KERJA GC-MS
 1. GCMS dinyalakan dan diatur seluruh
komponen yang terkait hingga sampel
sebanyak 1 milimikron siap diinjeksikan
dan siap running.
 2. Tampilan analisis diatur.
 3. Data sampel diisikan atau ditekan
sample login pada monitor sambil
menunggu GC dan MS pada monitor
pada kondisi siap. .
 4. Tombol start pada monitor ditekan,
sehingga automatic injector
membersihkan syringe sesuai setting,
kemudian sampel sebanyak 1
milimikron diinjeksikan ke dalam
autoinjector. Sampel dibawa ke
terminal injektion sebagai tempat
penguapan sampel yang kemudian
dibawa oleh gas pembawa
 5. Gas pembawa dari tangki bertekanan tinggi
akan mengalir melalui pengatur tekanan yang
mengatur kecepatan aliran gas kemudian
melewati filter gas alat injektion.
 6. Sampel yang sudah menguap dibawa
menuju kolom kapiler oleh gas pembawa.
Dimana penggunaan kolom bersifat spesifik
tergantung pada bahannya yang bersifat
polar,semipolar dan nonpolar.
 7. Kemudian sampel dibawa dalam kolom
dibawa menuju alat MS.
 8. Melewati spectra dimana
pemancaran sinar alfa terjadi pada
filament sehingga terjadi fragmentasi
senyawa yang dianalisis.
 9. Selama setting waktu awal atau bila
grafik sudah menunjukkan agak datar
analisis GC dapat dihentikan dengan
menekan tombol stop pada monitor.
 10. Puncak grafik diidentifikasi pada tiap
waktu retensi dari puncak awal sampai
puncak akhir dan dicocokkan dengan
references pada program GCMS tekan
similary search. Hasil identifikasi akan
menunjukkan komponen yang paling mirip
dari beberapa komponen dari bobot molekul
serta tinggi intens peaknya dan yang teratas
adalah yang paling mendekati dimana
keluaran kromatogramnya melalui komputer.
 [Link]-MS dimatikan.
APLIKASI GC-MS
 Dalam Lingkungan:
• Digunakan untuk menentukan banyak senyawa
yang terdapat dalam udara yang kotor.
• Dapat menentukan atau mengontrol sisa-sisa
peptisida yang mengandung halogen, belerang,
nitrogen, dan fosfor.
 Bidang farmasi dan obat-obatan :
• digunakan dalam pengontrolan kualitas, analisa
hasil- hasil baru dalam pengamatan
metabolisme dalam zat-zat alir biologi
 GCMS banyak digunakan sebagai alat untuk
menentukan stuktur suatu senyawa yang merupakan
senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan. Seperti
analisis ekstrak methanol kulit akar
kluwih(Artocarpus Camansi Blanco). Dimana
artocarpus camansi merupakan suatu senyawa yang
berguna bagi obat antimalaria. Berdasarkan analisa
GCMS dalam ekstrak tersebut terdaopat 1-
hexadecene,Phenol nonyl,asam palmitat asam
stearat yang memiliki kemiripan 100% dengan library
pada GCMS. Sedangkan kemiripan 90% yaitu 1-
elicosanol dan kemiripan 85% 1- oktadecene.
 Dalam Klinik : digunakan untuk menangani senyawa-
senyawa seperti asam-asam amino, karbohidrat, CO2
dan O2 dalam darah, asam-asam lemak dan
turunannya, trigliserida-trigliserida, plasma steroid, dan
vitamin.
 Bahan makanan : digunakan untuk mempelajari
pemalsuan atau pencampuran, kontaminasi dan
pembungkusan dengan plastik pada bahan makanan,
juga dapat dipakai unutk menguji jus, aspirin, kopi dll.
 Perminyakan : digunakan untuk memisahkan dan
mengidentifikasi hasil- hasil dari gas-gas hidrokarbon
yang ringan
KELEBIHAN GC-MS
1. Waktu analisis singkat dan ketajaman pemisahan yang
tinggi dan dapat menggunakan kolom lebih panjang.
2. Batas deteksi sampai 10-9 g/L
3. Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan
berlangsung cepat sehingga analisis relatif cepat dan
sensitifitasnya tinggi.
4. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari
sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan
memisahkan hampir segala macam campuran.
5. Pembacaan berat molekul didasarkan pada library
sehingga dapat diprediksi dengan pasti
KEKURANGAN GC=MS
1. Pemakaianya hanya terbatas untuk zat-zat yang mudah menguap.
2. Tidak digunakan untuk senyawa-senyawa yang korosif seperti asam
sulfat pekat.
3. Biasanya terdapat kesalahan-kesalahan pada analisanya yang
timbul dari :
- Cara penyiapan cuplikan
- Penampilan detektor
- Penampilan pencatat
- Cara kuantitatif
- Perhitungan
4. Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran
dalam jumlah besar.
5. Senyawa dapat tidak terdeteksi berat molekulnya jika senyawa
tersebut tidak terdapat dalam library dan harus membuat larutan
standar agar dapat terbaca berat molekul dan kromatogramnya.

Anda mungkin juga menyukai