2018B
Cedera Hamstring
Anggota Kelompok :
Ryan Adam Aolivia 054
Cholifatul Choiriya 058
Novandy Ari Tonang 067
Sandi Nov Dwika 069
Achmad Ibrahim Arna 077
Ninik Miftachur Rohmah 081
Ahmad Bangkit Moneta 082
Abdi Prayoga 083
Ida Dwika Darmawan 085
Pengertian Cedera Hasmtring
Cedera hamstring merupakan cedera umum yang sering
dialami oleh atlet olahraga terutama pada atlet ateltik,
sepakbola atau bola basket. Otot hamstring tidak banyak
digunakan saat berdiri, akan tetapi bekerja saat melakukan
aktivitas dengan gerakan menekuk lutut, seperti berlari,
melompat atau memanjat. Faktor- factor yang
mempengaruhi cedera hamstring adalah :
1. Berolahraga
2. Pernah mengalami cedera hamstring
3. Otot kaku atau belum melakukan pemanasan
4. Ketidakseimbangan otot
Permasalahan Cedera Hamstring
Dalam Dunia Olahraga
Usain Bolt setelah mengalami
cedera hamstring saat
Kejuaraan Dunia Atletik 2017
di stadion Olimpiade di
London.
Gelandang Rusia Alan Dzagoev
mengalami cedera hamstring
pada menit ke-22 saat Piala
Dunia FIFA 2018 di Rusia
Anatomi Otot Hamstring
Menurut Vermeulen (2019) otot hamstring dibagi menjadi dua kelompok diantaranya :
1. Kelompok medial yang terdiri dari semitendinosus (ST) dan semimem-branosus (SM)
2. Kelompok lateral terdiri dari bisep femoris long head (BFlh) dan bisep femoris short head (BFsh)
Bagian otot tersebut terletak mulai dari dasar panggul hingga bagian atas tungkai bawah
Anatomi Otot Hamstring
a. Biceps Femoris b. Semimembranosus c. Semitendinosus
Origo : Tuberositas Ischii, ½ Distal Linea Origo : Tuberositas Ischii Origo : Tuberositas Ischii
Aspera Tulang Femur, Bagian Lateral Insertion : Bagian Posterior pada Condylus Insertion : Permukaan Atas Bagian
Supra Condylus Medialis Tibia Medialis Tibia
Insertion : Condylus Lateral Tibia, Fungsi : Ekstensi Hip, Fleksi Knee, Internal Fungsi : Ekstensi Hip, Fleksi Knee, Internal
Colum Femur Rotasi Hip pada saat Fleksi Knee Rotasi Hip pada saat Fleksi Knee
Fungsi : Ekstensi Hip, Fleksi Knee,
Lateral Rotasi Hip pada saat Fleksi Knee
Mekanisme Cedera Hamstring
Penyebab cedera hamstring apabila perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada
otot hamstring dari perannya sebagai stabilitator menjadi penggerak dari extensor
knee.
Hal ini disebabkan karena kontraksi dari antagonis muscle yakni quadriceps yang
berkerja secara tidak proposional, karena ketidak proposionalan itulah hamstring
muscle complex didesak untuk memainkan dua peran sekaligus guna
menyeimbangkan ketidakstabilan tersebut.
Apabila hamstring gagal menyeimbangkan hal tersebut maka kemungkinan
beresiko terjadinya cedera otot hamstring
Tingkatan Cedera Hamstirng
Tingkat 1 : Tarikan Otot Ringan
Cedera otot hamstring ringan akan menghasilkan nyeri tiba-tiba
pada tungkai atas bagian belakang sehingga menyebabkan
kesulitan dalam menggerakan tungkai akibat nyeri yang
dirasakan.
Tingkat 2 : Robekan Otot Sebagian
Pada robekan otot hamstring sebagian rasa nyeri yang dialami akan
lebih hebat. Pembengkakan dan memar juga dapat terjadi pada tingkat
ini. Selain itu, tungkai juga dapat kehilangan kekuatan akibat robekan
pada otot hamstring
Tingkat 3 : Robekan Sepenuhnya
Ketika mengalami robekan otot sepenuhnya, nyeri yang dialami akan
sangat hebat disertai bengkak dan memar. Suara “pop” pada kaki
terdengar saat terjadi cedera dan tungkai kaki tidak dapat digunakan
setelah mengalami robekan otot hamstring sepenuhnya.
Perawatan Cedera Hamstring
Metode RICE (Rest, Ice,
1 Compression, Elevate)
2 Penggunaan Splint
dan Terapi Fisik
3 Operasi
Metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevate)
Beristirahat (Rest) Es Batu (ice)
Cobalah untuk Lakukan dengan
I
menghentikan aktivitas mengompres selama 20
ICE
yang menyebabkan menit setiap hari
cedera sebanyak 3-4 kali
REST
RICE C
R Kompresi (Compression) Elevasi (Elevate)
COMPRESSION
E
ELEVATE Kompresi tungkai yang Angkat tungkai Anda sekitar
mengalami cedera bertujuan 30 cm sehingga berada pada
untuk mencegah terjadinya posisi lebih tinggi dari
pembengkakan yang lebih jantung. Hal ini dapat
berat dan kehilangan darah. membantu meredakan
Kompres dapat dilakukan bengkak dan memperlancar
dengan membalutkan perban sirkulasi darah.
elastis pada tungkai.
Penggunaan Splint dan Terapi Fisik
Dalam mengobati cedera hamstring dapat
dilakukan dengan menggunakan splint. Hal
ini membantu mempertahankan tungkai
dalam posisi netral sehingga dapat
mempercepat proses penyembuhan
Penggunaan Splint Terapi Fisik
Setelah nyeri dan pembengkakan yang
dialami membaik,maka dapat
melakukan terapi fisik. Dalam terapi
fisik, memperoleh berbagai gerakan
latihan yang bertujuan mengembalikan
kekuatan otot dan ruang gerak dari sendi
yang terpengaruh akibat cedera
Operasi
Pada cedera hamstring tingkat 3, di mana terjadi robekan komplit, cara menyembuhkan hamstring
dapat dilakukan dengan operasi untuk menyambungkan otot yang robek lewat jahitan. Operasi juga
dilakukan apabila cedera hamstring yang terjadi diikuti dengan avulsi tendon
Thank You
Sebelum melakukan aktivitas, marilah kita berdoa dan melakukan
pemanasan terlebih dahulu agar terhindar dari cedera