KELOMPOK 4
ETAT
OLEH:
BERNADET APRILIA A.K MALIKU
DWI PUSPITA SARI
FUYATRI YULIAWATI RAMLI
GAYATRI RESQI W. GANI
PENGERTIAN ETAT
Etat adalah jumlah luas areal hutan yang dapat dipanen
atau jumlah kayu yang dapat dipungut dalam suatu jangka
pengusahaan atau jangka waktu tertentu sedemikian rupa
sehingga terjamin kelestarianETAT
pengusahaan hutan.
LUAS
(HEKTAR)
ETAT VOLUME
ETAT
(METER KUBIK)
ETAT JUMLAH POHON
(BATANG)
• Catatan:
Penentuan luas, lokasi dan urutan blok
tebangan tahunan dilakukan dengan
Etat Luas mempertimbangkan data sediaan
tegakan (standing stock) hasil
Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala
(IHMB) yang telah dilakukan, dengan
ETAT LUAS= Luas areal berhutan efektif
Rotasi tebang (daur) prinsip dasar yakni areal dengan
sediaan tegakan yang lebih tinggi
sedapat mungkin direncanakan untuk
Luas Areal Berhutan Efektif =Luas Areal
dilakukan penebangan terlebih dahulu,
Berhutan – Luas Kawasan Hutan Lindung
dalam Areal dengan tetap memperhatikan aspek
kelayakan teknis dan ekonomis dalam
pelaksanaan operasionalnya.
• Keterangan
1. Sediaan tegakan yang dipergunakan
dalam perhitungan JPT adalah data
sediaan tegakan jenis komersiil
Etat volume
berdiameter 50 cm ke atas, karena
seluruh areal IUPHHK merupakan areal
HPT (Permenhut No. : P.11/Menhut-
II/2009).
Etat Volume = Volume sediaan
tegakan *fp 2. fp adalah faktor pengaman, yang
merupakan angka pengali sebesar 0,8
Daur
dari perhitungan massa tegakan,
digunakan sebagai faktor kelestarian
tegakan
• Keterangan
1. fp adalah faktor pengaman, yang
merupakan angka pengali sebesar
0,8 dari perhitungan massa tegakan,
digunakan sebagai faktor kelestarian
Etat Jumlah Pohon tegakan
2. fe adalah factor eksploitasi, yakni
Etat jumlah pohon=Etat Luas angka yang menunjukkan tingkat
*Jumlah Batang per Ha * intensitas pembalakan yang
Faktor Pengamanan * Faktor besarnya 0,7 sampai 0,9, nilainya
Eksploitasi ditetapkan berdasarkan kemampuan
perusahaan dalam menekan
besarnya limbah kegiatan eksploitasi
hutan (di sini digunakan fe sebesar
0,7)