0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan14 halaman

Dasar dan Jenis Leasing dalam Sewa

Dokumen tersebut membahas tentang sewa menyewa dan leasing. Sewa menyewa memperoleh hak menikmati barang milik orang lain dengan membayar biaya sewa. Leasing mirip dengan sewa menyewa di mana pihak lain memperoleh hak pakai barang milik pihak lain dengan membayar biaya sewa. Ada dua jenis leasing yaitu financial leasing dan operational leasing yang berbeda dalam pembagian risiko.

Diunggah oleh

dayusarasija
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan14 halaman

Dasar dan Jenis Leasing dalam Sewa

Dokumen tersebut membahas tentang sewa menyewa dan leasing. Sewa menyewa memperoleh hak menikmati barang milik orang lain dengan membayar biaya sewa. Leasing mirip dengan sewa menyewa di mana pihak lain memperoleh hak pakai barang milik pihak lain dengan membayar biaya sewa. Ada dua jenis leasing yaitu financial leasing dan operational leasing yang berbeda dalam pembagian risiko.

Diunggah oleh

dayusarasija
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEWA MENYEWA

&
LEASING
SEWA MENYEWA

UNSUR ESENSIALIA :

1. Barang
2. Harga
3. Jangka waktu
TUJUAN SEWA MENYEWA :

 Memperoleh hak menikmati atau memakai


benda milik orang lain.
LEASING
 TUJUAN :
 “PEROLEHAN HAK UNTUK MEMAKAI

BENDA MILIK ORANG LAIN “

LEASING = SEWA MENYEWA ?


UNSUR-UNSUR LEASING :

1. Ada pihak yang memiliki suatu benda yang


bersedia memberikan hak pakai atas benda
miliknya tsb kepada pihak lain. Pihak ini
disebut LESSOR.
2. Ada pihak yang bermaksud unt memakai
benda milik orang lain. Pihak ini disebut
LESSEE
3. Ada benda yang menjadi obyek perjanjian
tersebut.
4. Ada suatu jangka waktu tertentu
5. Ada sejumlah uang yang merupakan harga
lease yang besarnya telah disepakati bersama
CIRI-CIRI DASAR LEASING :

1. Benda yang menjadi obyek lease adalah alat-alat


produksi ataupun barang-barang modal, yang dalam
lalu lintas ekonomi mewakili suatu nilai tertentu.
Leasing tidak mungkin diperjanjikan atas barang-
barang konsumtif dan barang-barang yang dipakai
habis.
2. Oleh karena obyeknya merupakan alat-alat produksi
atau barang modal, maka para pihak dalam
perjanjian (lessor maupun lessee) adalah badan-
badan usaha atau pelaku usaha.
3. Jangka waktu perjanjian leasing senantiasa
berkaitan dengan usia ekonomis benda-benda
yang merupakan obyek leasing.
4. Di dalam leasing senantiasa ada pemisahan
antara hak milik yang tetap ada pada lessor
dan hak pakai yang ada pada lessee.
JENIS-JENIS LEASING :

 Berdasarkan kriteria pembagian risiko :


a. Financial leasing
b. Operational leasing

Berdasarkan kriteria benda obyek leasing :


a. Leasing benda tetap
b. Leasing benda bergerak
FINANCIAL LEASING :

 Pembayaran dilakukan dalam suatu jangka


waktu yang sama dengan bagian terbesar dari
jangka waktu dimana barang tsb masih
berguna (useful life)
 Selama jangka waktu tsb, perjanjian tidak
dapat dihentikan oleh kedua belah pihak
 Risiko ekonomis atas obyek leasing
sepenuhnya ada pada lessee.
 Lessee harus menanggung biaya pemeliharaan
dan premi asuransi
 Lessor berhak menuntut pembayaran yang
jumlahnya minimal sama dengan nilai buku,
jika obyek leasing mengalami kerusakan
sedemikian rupa sehingga tidak mungkin
diperbaiki.
 Adanya hak opsi bagi lessee di akhir perjanjian
OPERATIONAL LEASING

 Risiko ekonomis obyek leasing ditanggung


oleh lessor
 Dapat dihentikan sewaktu-waktu (oleh karena
itu disebut sebagai non pay out lease)
 Pada akhir masa perjanjian harus ada nilai sisa
riil dari obyek leasing
 Untuk menjaga nilai obyek leasing, lessor
sendiri yang harus memelihara dan
mengasuransikan obyek leasing.
SALE AND LEASE BACK

 Suatu teknik khusus dalam pelaksanaan leasing.


 Dipergunakan jika suatu badan usaha ingin
membebaskan kembali modal yang telah di-
investasikan, agar modal tersebut dapat dipergunakan
untuk modal kerja atau investasi di bidang lain atau
dalam lat-alat produksi yang lain, yang diharapkan
akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi
badan usaha ybs.

Anda mungkin juga menyukai