Kekerasan dalam Rumah Tangga
Kelompok A3
Tutor: dr. Liauw Djai Yen
Adhe William Fanggidae 102014270
Ahmad Aedy Jaya 102015138
Danesh A/L Agilan 102015229
Selfance Petrosina Ruff 102012423
Arlyn Stephany Tumimomor 102015015
Carrent Liliyanti Dwie Bulan 102015055
Melania Debrianti Saleda 102015155
Nur Hayani Binti Mohd Sukri 102015217
SKENARIO 5:
Seorang perempuan 29 th, datang ke IGD bersama dengan Polisi
meminta untuk dilakukan visum et repertum. Wanita tersebut mengaku telah
dipaksa melakukan anal sex oleh suaminya. Kejadian tersebut telah terjadi
berulang kali sejak satu tahun terakhir. Dari pemeriksaan ditemukan adanya
luka memar pada lengan kanan dan kiri, luka memar pada dada, jaringan
parut pada dinding luar lubang pelepasan, lipatan/kerutan lubang pelepasan
sudah mulai menghilang dan kekuatan otot lubang pelepasan melemah.
• .
RUMUSAN MASALAH : Seorang Perempuan 29 tahun datang ke IGD dengan polisi
untuk dilakukan VER karena diduga telah mengalami kekerasan seksual
Mind map:
Aspek hukum
dan prosedur
medicolegal
Pemeriksaan Pemeriksaan
laboratorium anamnesa
RM
Pembuatan Pemeriksaan
visum et medis
repertum
Aspek Hukum dan Prosedur
Medicolegal
Pencabulan Kekerasan
/Kekerasan dalam Rumah
seksual Tangga
Pemerkosaan Pasal 285 KUHP Kekerasan dalam
Rumah Tangga
Barang siapa dengan
kekerasan atau UU RI No 23 tahun
ancaman kekerasan 2004
memaksa seorang
wanita bersetubuh
dengan dia di luar
perkawinan,
diancam karena
melakukan
perkosaan dengan
pidana penjara
paling lama dua
belas tahun.
Aspek Medikolegal
Visum et Repertum
Keterangan saksi
Keterangan ahli
Pasal 184 (1)
Alat bukti Surat
yang sah
Petunjuk
Keterangan Terdakwa
Pasal 133 KUHAP
Dasar Hukum (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang
korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang
merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan
ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya
Prosedur Permintaan VeR Pasal 133 KUHAP
(2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk
pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat
Yang termasuk dalam kategori peyidik menutut KUHAP Pasal 6 ayat (1) PP no.27 tahun 1983
pasal 2 dan 3 ayat (1) yaitu Polisi Negara RI yang diberi
wewenang khusus oleh undang-undang dengan pangkat serendah-rendahnya Pembantu Letnan
Dua, sedangkan untuk pembantu penyidik pembantu berpangkat serendah-rendahnya Sersan
Dua. Apabila di suatu kepolisian sektor tidak terdapat pejabat penyidik seperti di atas, maka
Kepala Kepolisian Sektor yang berpangkat bintara di bawah Pembantu Letnan Dua dikategorikan
pula sebagai penyidik karena jabatannya (PP no.27 tahun 1983 pasal 2 ayat 2).
Dasar Hukum
Pasal 179 ayat 1, :
Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau
dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan
Prosedur Permintaan VeR Pasal 133 KUHAP
(2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas
untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan
bedah mayat
Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat yang terdiri dari suami istri,
Keluarga
atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan
UU NO 23 ankanya, atau keluarga sedarah dalam garis
TAHUN 2004 lurus ke atas atau kebawah sampai dengan
derajat ketiga
setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang
berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik,
seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk
pasal 1 ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan
kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
Kekerasan
(1) Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang ini meliputi :
dalam a. suami, isteri, dan anak;
Rumah b. orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang
Tangga pasal 2 sebagaimana dimaksud pada huruf a karena hubungan darah,
perkawinan, persusuan,
(2). Orang yang bekerja pengasuhan,
sebagaimanadan perwalian,
dimaksud padayang menetap
huruf c
UU RI No 23 dalam rumah tangga;
dipandang sebagai
tahun 2004 c. dan/atau
anggota orang dalam
keluarga yang bekerja
jangka membantu rumah
waktu selama tangga
berada danrumah
dalam
menetap dalam rumah tangga tersebut.
tangga yang bersangkutan.
Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga
terhadap orang
pasal 5 dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara :
a. kekerasan fisik; (pasal 6)
b. kekerasan psikis; (pasal 7)
c. kekerasan seksual; atau (pasal 8)
d. penelantaran rumah tangga. (pasal 9)
Pasal Keterangan Pidana maksimum Denda maksimum
44(1) Kekerasan fisik 5 tahun 15 juta
Sanksi pidana pada 44( 2) Korban jatuh/ luka berat 10 tahun 30 juta
kekerasan fisik pasal 44,50
44(3) Korban mati 15 tahun 45 juta
44(4) Dilakukan suami kepada isteri atau 4 tahun 5 juta
sebaliknya , tidak menyebabkan
Sanksi Pidana Sanksi pidana pada penyakit atau menghalangi aktivitas
bagi pelaku kekerasan psikis pasal 45,50 sehari-hari
KDRT diatur
45( 1) Kekerasan psikis 3 tahun 9 juta
dalam UU RI Sanksi pidana pada
No. 23 tahun keekrasan seksual pasal 45(2) Dilakukan suami kepada istri atau 4 bulan 3 juta
sebaliknya,tidak menyebabkan
2004 pada 46,47,48,50 penyakit/ menghalangi aktivitas
BAB VIII pasal sehari hari.
44-50. Sanksi pidana pada
penelantaran rumah tangga 46 Korban menetap dalam lingkup 12 tahun 36 juta
rumah tangga
pasal 49,50
47 Dilakukan untuk tujuan komersial 4-15 tahun 12-300 juta
atau tertentu lainnya
48 Mengakibatkan luka yang tidak 5-20 tahun 25-500 juta
mungkin sembuh, gangguan jiwa,
keguguran, gangguan alat reproduksi
49 Penelantaran rumah tangga sesuai 3 tahun 15 juta
pasal 9
Faktor-faktor terjadinya
Kekerasan terhadap
Perempuan dalam Rumah
Tangga
Kekuasaan
Ketergantungan Ekonomi
Kekerasan sebagai alat untuk memecahkan konflik
Persaingan
Frustrasi
Kesempatan yang kurang bagi perempuan dalam proses hukum
Persiapan sebelum
Pemeriksaan
Permintaan tertulis untuk pemeriksaan kekerasan seksual oleh penyidik
Korban datang dengan didampingi polisi/ penyidik
Memperoleh persetujuan (Informed consent) dari korban
Pemeriksaan dilakukan sedini mungkin
Yang perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan:
• Setiap pemeriksaan untuk pengadilan harus berdasarkan permintaan tertulis dari
penyidik yang berwenang.
• Korban harus diantar oleh polisi karena tubuh korban merupakan barang
[Link] korban datang sendiri dengan membawa surat permintaan dari polisi,
jangan diperiksa, dan suruh korban kembali kepada polisi.
• Setiap Visum et repertum harus dibuat berdasarkan keadaan yang didapatkan pada
tubuh korban pada waktu permintaan visum et repertum diterima oleh dokter.
• Ijin tertulis untuk pemeriksaan
• Seorang perawat/bidan damping pasien dalam pemeriksaan
• Pemeriksaan secepat mungkin jangan di tunda
• Buat visum et repertum sesegera mungkin.
Pemeriksaan anamnesa
• Anamnesis umum : umur,tanggal dan tempat lahir, status
perkawinan,siklus haid.
•Khusus : waktu kejadian,tanggal, jam , dimana tempat terjadi, apakah
ada perlawanan dari korban.
- Apa yang terjadi ?
- Sudah berapa kali hal tersebut terjadi ? Kapan terakhir kali ?
- Siapa yang melakukan/pelakunya?
- apa dilakukan pelaku?
- Apakah ada kekerasan yang dilakukan ( Pemukulan dengan kekerasan
tumpul/tajam )?
- Apakah ada unsur pemaksaan atau tidak?
Pemeriksaan medis:
• Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum
- Tanda-tanda vital
- terdapat luka atau tidak : ( luka lama atau baru)
- Pemeriksaan di daerah anal
- Tanda-tanda perlawanan : gigitan, cakaran, ekimosis, hematom dan
perhatikan kesesuaian tanda kekerasan dengan riwayat kejadian.
- Periksa tanda- tanda lecet dan perdarahan pada palatum, bila
dicurigai terjadi persetubuhan oral secara paksa.
- Pengamanan barang bukti ( pengambilan sampel : anal/rectal swab,
label, foto)
a. Pemeriksaan darah
b. Pemeriksaan cairan mani (semen)
Pemeriksaan laboratorium c. Tes kehamilan
d. Pemeriksaan lain seperti hepatitis,
gonorrhea, HIV.
e. Pemeriksaan cairan tubuh, mani, liur,
atau rambut yang dianggap pelaku
Posisi luka
Koordinat luka
Jenis luka
Perubahan
visible berdasarkan Pencatatan luka
waktu Gambaran luka
bentuk lokasi Ukuran luka
Lain-lain
Pembuatan visum et repertum
Format visum et repertum terdiri dari 5
bagian;
1. Projustitia
2. Pendahuluan
3. Pemberitaan
4. Kesimpulan
5. Penutup
Bagian Ilmu Kedokteran Forensik
Fakultas Kedokteran Universitas Ukrida
Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat – 11510
PROJUSTITIA
Visum Et Repertum
Yang bertanda tangan di bawah ini, dr. Carrent Liliyanti, dokter ahli kedokteran forensik pada Bagian Ilmu Kedokteran Forensik
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari Kepolisian
Resort Jakarta Barat No. Pol: A/053/Ver/LK/X/2011 tertanggal lima belas Desember dua ribu delapan belas, maka pada tanggal
lima desember tahun dua ribu lima belas, pukul sepuluh Waktu Indonesia bagian Barat, bertempat di Rumah Sakit UKRIDA
telah melakukan pemeriksaan korban dengan nomore registrasi 123-45-67 yang menurut surat tersebut adalah :
Nama : Bunga
Umur : 29 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Warga negara: Indonesia
Pekerjaan : karyawan
Agama : kristen
Alamat : Jl. Tanjung duren 3 RT 10 No 05
Hasil Pemeriksaan
1. Korban datang dengan kesadaran penuh, dengan keluhan umum tampak sakiit sedang.................................
2. Korban mengaku empat jam sebelum pemeriksaan korban dipaksa melakukan anal sex. Kejadian tersebut telah terjadi
berulang kali sejak satu tahun terakhir. Pelaku adalah suami korban sendiri.
3. Pada korban ditemukan :
• Tanda vital : Tekanan darah seratus dua puluh per delapan puluh milimeter air raksa, frekuensi nadi delapan puluh dua kali per menit,
frekuensi napas dua puluh kali per menit, suhu tiga puluh enam koma nol derajat celcius.
• Pada lengan kanan, dua sentimeter dari atas siku kanan terdapat memar berwarna merah keunguan berukuran empat sentimeter kali lima
sentimeter.
• Pada lengan kiri, lima sentimeter dari atas siku kiri terdapat luka memar berwarna merah keunguan dengan ukuran dua sentimeter kali lima
sentimeter.
• Pada dada sisi kanan, empat sentimeter dari atas puting susu, enam sentimeter dari garis tengah dada terdapat memar berwarna merah
keunguan berukuran lima sentimeter kali enam sentimeter.
• Pada dinding luar anus arah jam enam terdapat jaringan parut berwarna lebih terang dari sekitarnya.
• Pada lipatan atau kerutan lubang pelepasan sudah mulai menghilang dan lubang pelepasan tampak menganga dengan diameter tiga
sentimeter.
4. Korban dipulangkan...........................................................................................................
KESIMPULAN
Pada korban perepuan berusia tiga puluh empat tahun ini, ditemukan adanya luka memar pada lengan kanan dan kiri, luka
memar pada dada, jaringan parut pada luar lubang pelepasan, lipatan/kerutan lubang pelepasan sudah mulai menghilang dan
kekuatan otot lubang pelepasan menurun akibat kekeran tumpul yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam
menjalankan pekerjaan jabatan/pencaharian.
Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya dengan menggunakan kelilmuan sebaik-baiknya, mengingat sumpah
sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.
Dokter Pemeriksa
Dr. Carrent
Terima kasih….