0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan28 halaman

Panduan Lengkap tentang Asma dan Penanganannya

Asma adalah suatu kondisi kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas akibat hiperresponsivitas terhadap berbagai rangsangan. Gejalanya bervariasi mulai dari batuk, sesak napas, hingga gangguan tidur. Penanganannya meliputi pencegahan dan pengobatan serangan dengan menghindari pemicu, obat inhalasi, serta mengikuti anjuran dokter.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan28 halaman

Panduan Lengkap tentang Asma dan Penanganannya

Asma adalah suatu kondisi kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas akibat hiperresponsivitas terhadap berbagai rangsangan. Gejalanya bervariasi mulai dari batuk, sesak napas, hingga gangguan tidur. Penanganannya meliputi pencegahan dan pengobatan serangan dengan menghindari pemicu, obat inhalasi, serta mengikuti anjuran dokter.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASMA

Kelompok 2 :
1. Adellia Pratiwi (201813006)
2. Bunga Hazizah (201813007)
3. Andrew Nathanael Chaiyadi (201813009)
4. Fatwa Nurfadilah (201813010)
PENGERTIAN ASMA

Asma menyerang bagian Alveolus

Asma Bronkiale merupakan salah


satu penyakit ditandai dengan
serangan intermiten,. Serangan
Asma adalah suatu peradangan kronik ditandai dengan adanya spasme dari
dimana saluran napas mengalami saluran bronkial, pembengkakan
penyempitan karena hiperaktivitas dinding bronkial, dan banyaknya
terhadap rangsangan tertentu, yang sekresi lender. Semua keadaan
menyebabkan peradangan. tersebut mengakibatkan timbulnya
batuk, mengi, sesak napas dan rasa
kontriksi pada dada (Wara
Kushartanti,2002)

Sumber : [Link]
ASMA, istilah asma bersal dari kata
Yunani yang artinya “terengah-engah” dan
berarti serangan napas pendek.

Keadaan ini menunjukan respon abnormal saluran


pernafasan terhadap berbagai rangsangan yang
menyebabkan penyempitan jalan napas yang meluas
Stress, minuman
dingin, soda,
Faktor
infeksi virus, Genetik
obat-obatan

ETIOLOGI Faktor
Dll ASMA Lingkungan

Kutu, debu,
Paparan jamur, asap
Senyawa kimia Ditempat kendaraan, asap
dan gas Kerja rokok, aroma
tajam
PATOFISIOLOGI

Inflamasi pada
bronkus yang
disebabkan oleh
alergen

Airway obstruction Hiperesponsif


PATOGENESIS

Antigen ditangkap (up take) oleh sel dendrit,


selanjutnya dipecah menjadi peptide yang lebih kecil
dan membentuk kompleks dengan molekul MHC-klas II
menjadi Peptide-MHC klas II complex.
Complex ini melalui T cell receptor memberi signal
kepada naive T-lymphocyte (Th-0), selanjutnya akan
disekresikan IL-12 yang akan menstimulasi Th-1 untuk
mensekresi IFN-γ, lymphotoxin, IL-2 dan disisi lain IL-
12 menginhibisi Th-2 reesponse 6.
GEJALA

• Penginduksi Asma, yaitu menghirup sesuatu


yang alergi contohnya debu , serbuk sari dan
infeksi virus.
AKIBAT • Pemicu Asma, yaitu menghirup pemicu Asma,
PEMICU
contohnya udara dingin, asap, berolahraga,
otot-otot disekitar saluran udara mengalami
kejang.
• Ringan : mengi, batuk kering, sesak dada,
cemas dan gelisah
• Berat : hipoksia, tekanan darah tinggi,
MANIFESTASI
KLINIS kebingungan, denyut jantung meningkat,
lubang hidung melebar, laju pernapasan
hingga 40/menit dan menghirup pernapasan
bibir.
MANIFESTASI KLINIS ASMA

Manifestasi klinis yang dapat dijumpai Pada asma antara lain


riwayat asanya keluhan pada sitem pernapasan seperti
• Mengi
• Sesak napas
• Dada berat/ tidak nyaman
• Batuk dengan intensitas yang bervariasi sepanjang waktu
• Adanya keterbatasan saat mengeluarkan udara pernapasan

Asthma Meeting : Comprehensive Approach Of Asthma


3 kategori ASMA

Asma intrinsik, atau idiopatik, sering


Asma alergik disebabkan karena tidak ditemukan faktor-faktor pencetus
kepekaan individu terhadap alergen, yang jelas. Faktor-faktor yang non-
biasanya protein,dalam bentuk serbuk spesifik seperti flu biasa, latihan fisik,
sari yang dihirup, bulu halus binatang, atau emosi dapat memicu serangan
kain pembalut, atau yang lebih jarang, asma. Asma intrinsik ini sering timbul
terhadap makanan seperti susu atau pada usia 40 tahun, dengan serangan
coklat. yang timbul sesudah infeksi sinus
Paparan terhadap alergen meskipun hidung, makin lama serangannya
terhadap jumlah yang sangat kecil, semakin sering dan makin hebat,
dapat mengakibatkan serangan asma. sehingga akhirnya keadaan ini
berkelanjutan menjadi bronkitis kronik
dan kadang-kadang emfisema.
Asma campuran, yang mana terdiri dari
komponen-komponen asam ekstrinsik
dan intrinsik. Kebanyakan pasien
dengan asma intrinsik akan berlanjut
menjadi asma campuran, anak-anak
yang menderita asma ekstrinsiksering
sembuh sempurna pada saat dewasa
muda.
ASMA KRONIK
Asma kronik, masa tanpa serangan mungkin dapat
menghilang, sehingga mengakibatkan keadaan asma yang terus-
menerus dan sering disertai infeksi sekunder.
Penderita penderita asma, baik dengan mekanisme alergi
maupun tanpa alergi memiliki kelabilan bronkus yang abnormal
sehingga mempermudah penyempitan saluran napas,
penyempitan ini disebabkan oleh banyak faktor yang pada orang
normal tidak mempunyai efek.
Secara fungsional, saluran napas penderita asma
bertindak seakan-akan persarafan adrenergik-betanya
tidak kompeten ( yang membantu pertahanan saluran
napas agar tetap paten), dan terdapat banyak bukti yang
memberi kesan bahwa paling tidak secara fungsional
terdapat hambatan sebagian pada reseptor adrenergik-
beta pada asma yang khas.
Serangan ASMA sering menyertai infeksi virus atau bakteri
pada saluran pernafasan sehingga penyakit dapat menjadi berat
dan akhirnya memerlukan perawatan dirumah sakit.
Patogen terutama terlibat pada penderita asma anak-anak
yaitu infeksi rinovirus dan adanya virus [Link]
infeksi sekunder yang bermakna dimanifestasikan dengan
timbulnya demam, pengeluaran dahak purulen meningkatnya sel
darah putih atau ditemukan patogen didalam dahak; akan
tetapi,sering kali satu-satunya tanda adalah ASMA yang
menetap
PENDERITA ASMA BERAT

Beberapa penderita asma yang berat mengalami mengi yang


bertambah san sesak ( napas pendek yang abnormal) dan rasa
lelah setiap pengerahan tenaga. Selain itu, sering terlihat suatu
bentuk asma yang diinduksi oleh kerja, dimana asma timbul
beberap amenit setelah melakukan aktivitas singkat dan sering
sembuh setelah istirahat, disertai terjadinya bronkospasme yang
jelas.
EIA (exercise induced asthma) paling sering dijumpai pada
anak-anak, dan ciri khasnya adalahterjadi pada orang yang tidak
menimbulkan gejala sebelum mengeluarkan tenaga.
KLASIFIKASI ASMA

Intermite Persisten
n ringan
Gejala <1x/ Gejala
minggu >1x/minggu

Tanpa gejala
Terapi <1x/hari
diluar serangan

Serangan dapat
mengganggu
Serangan singkay
aktivitas dan
tidur.
Persisten Persisten
sedang berat
Gejala terus
Gejala setiap hari
menerus

Membutuhkan
bronkodilator Sering kambuh
setiap hari

Serangan dapat
mengganggu Aktivitas fisik
aktivitas dan terbatas
tidur.
Epidemiologi

• Angka kejadian asma bervariasi di berbagai


negara, di amerika serikat memperkirakan
bahwa setidaknya 7,5 juta orang penduduk
negeri itu mengidap bronchitis kronik, lebih dari
2 juta orang menderita emfisema dan setidaknya
6,5 juta orang menderita salah satu bentuk asma

[Link]
Epidemiologi

• Menurut laporan who dalam world health report


2000 menyebutkan lima penyakit paru utama
merupakan 17,4 % dari seluruh kematian
didunia, masing-masing terdiri dari infeksi paru
7,2 5, ppok 4,8% , tuberculosis 3,0% , kanker 2,1
% , dan asma 0,3 %

[Link]
Obat- obat asma
• Obat asma terdiri dari 2 yaitu :

• Obat saat serangan asma


▫ Agonis beta 2 kerja singkat
▫ Metilsantin
▫ Antikolinergik
▫ Kortikosteroid

• Pencegahan asma
▫ Glukokortikosteroid inhalasi
▫ Glukokortikosteroid sistemik
▫ Kromolin
▫ Metilsantin
▫ Agonis beta 2 kerja lama
▫ Leukotrien modifier
[Link]
Obat saat serangan asma
• Agonis beta 2 kerja singkat
▫ salbutamol
• Metilsantin
▫ Aminofilin
• Antikolinergik
▫ Ipratropium bromide
• Kortikosteroid
▫ Metilprednisoline

[Link]
Pencegahan asma
• Glukokortikosteroid inhalasi
▫ Budesonide
• Glukokortikosteroid sistemik
▫ Prednisolon
• Kromolin
▫ Sodium kromoglikat & Nedokromil sodium
• Metilsantin
▫ Teofilin
• Agonis beta 2 kerja lama
▫ Salmeterol & Formoterol
• Leukotrien modifier
▫ Zileuton & Montelukas
[Link]
PENCEGAHAN ASMA
1. Mengenali & menghindari pemicu asma.
2. Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter.
3. Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan
mengenali penyebab serangan asma.
4. Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh
dokter secara teratur.
5. Memonitor kondisi saluran napas.

Poltekkes Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Bandung


Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai