0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
836 tayangan38 halaman

Metode dan Faktor Viskositas Cairan

Berikut adalah langkah penyelesaiannya: - Waktu (t) = 2 menit 36 detik = 156 detik - Putaran (v) = 100 putaran - Beban (w) = 60 - Konstanta alat (Kv) = 0,1 - Rumus: η = Kv * w / v = 0,1 * 60 / 100 = 0,6 Pa.s Maka viskositas larutan tersebut adalah 0,6 Pa.s

Diunggah oleh

Sarah Amelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
836 tayangan38 halaman

Metode dan Faktor Viskositas Cairan

Berikut adalah langkah penyelesaiannya: - Waktu (t) = 2 menit 36 detik = 156 detik - Putaran (v) = 100 putaran - Beban (w) = 60 - Konstanta alat (Kv) = 0,1 - Rumus: η = Kv * w / v = 0,1 * 60 / 100 = 0,6 Pa.s Maka viskositas larutan tersebut adalah 0,6 Pa.s

Diunggah oleh

Sarah Amelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

VISKOSITAS

1. Pendahuluan
2. Pemilihan viskometer
3. Metode penentuan viskositas
4. Faktor yang mempengaruhi
viskositas
PENDAHULUAN
• Setiap orang menyadari bahwa beberapa cairan
mengalir lebih mudah daripada yang lainnya
• Kecenderungan fluida untuk mengalir dengan
mudah atau sulit telah menjadi subyek praktis dan
kepentingan intelektual pada kehidupan manusia
untuk beberapa abad
• llmuwan Inggris Sir Isaac Newton (1642-1727) adalah
salah seorang peneliti pendahulu yang mempelajari
aliran fluida
• Fluida (zat alir) adalah zat yang dapat mengalir,
misalnya zat cair dan gas.
• Air adalah fluida Newtonian yang dikenal
dengan baik
• Ilmuwan2 lain telah mempelajari cairan lebih
kompleks
• Poiseuille (1797-1869), mempelajari aliran
fluida dalam pipa kapiler, dan diakui
sebagai salah seorang founder viscometry
modern
• Sir George Gabriel Stokes (1819-1903),
mempelajari aliran cairan melalui orifice
(bukaan), dan diakui sebagai salah seorang
founder tipe efflux viscometer
DEFENISI
VISKOSITAS (KEKENTALAN)
Suatu pernyataan tahanan dari suatu
cairan untuk mengalir
Satuan: Poise / centi poise (cP)
Pascal second (Pa.s) atau
Milipascal second (mPa.s)
Sesuai ISO
1000 mPa.s = 1 Pa.s
1 mPa.s = 1 cP
satuan Poise agak lama, tapi masih dipakai
luas terutama untuk cairan dengan
viskositas rendah.

1 Poise : Gaya yang dibutuhkan untuk


memperoleh kecepatan aliran sebesar 1
cm/dtk antara dua lapisan cairan yang
sejajar yang luasnya masing-masing 1 cm²
yang dipisahkan oleh jarak 1 cm.
• Viskositas suatu fluida adalah sifat yang
menunjukkan besar dan kecilnya tahanan
dalam fluida terhadap gesekan.
• Fluida yang mempunyai viscositas rendah,
misalnya air mempunyai tahanan dalam
terhadap gesekan yang lebih kecil
dibandingkan dengan fluida yang
mempunyai viscositas yang lebih besar.
• Viskometer merupakan peralatan yang
digunakan untuk mengukur viskositas suatu
fluida.
Bayangkan gambar berikut merupakan balok cairan yang terdiri atas
lapisan sejajar molekul, mirip dengan setumpuk kartu.
F A
d v
v

dr

Bila lapisan atas bergerak sejajar dengan lapisan bawah pada


kecepatan V cm/detik relatif terhadap lapisan bawah, supaya fluida
tetap mempunyai kecepatan V cm/detik maka harus bekerja suatu
gaya sebesar F dyne.
viscositas berkaitan dengan gerak relatif antar bagian-bagian fluida,
maka besaran ini dapat dipandang sebagai ukuran tingkat kesulitan
aliran fluida tersebut. Makin besar kekentalan suatu fluida makin sulit
fluida itu mengalir.

Model viskometer yang umum digunakan berupa viskometer bola


jatuh, tabung ( pipa kapiler ) dan sistem rotasi
Menurut Newton:
Makin besar viskositas suatu cairan, makin besar
pula gaya persatuan luas (shearing stress) yang
diperlukan untuk menghasilkan suatu kecepatan
geser (rate of shear) tertentu.
Atau:
dv F
F/A =  atau 
dr G
Rheogram: G
(dv/dr)
= Laju geser

F (F/A) = gaya/tekanan geser


Viskositas absolut beberapa cairan
Newton pada 20°C
Cairan Viskositas (cp)
Air 1,0019
Minyak jarak 1000
Kloroform 0,563
Etil alkohol 1,19
Gliserin 93% 400
Minyak zaitun 100
Pemilihan Viskometer
• Keberhasilan penentuan dan evaluasi sifat-sifat reologis suatu
sistem tertentu, sebagian besar bergantung pada pemilihan
metode instrumental yang tepat
• Karena laju geser pada sistem Newton berbanding langsung
dengan tegangan geser, maka alat yang bekerja pada laju
geser tunggal dapat digunakan
• Namun pada sistem Non-Newton, penentuan viskositas
dengan alat “titik tunggal” hampir tidak berguna dalam
menetapkan karakteristik sifat aliran sistem tersebut sehingga
digunakan alat yang bekerja pada berbagai laju geser
• Sebagai contoh, evaluasi titik ganda bahan-bahan pseudoplastis
memungkinkan pengukuran viskositas pada keadaan istirahat,
keadaan diaduk, keadaan dituang dari botol atau dioleskan
pada kulit. Alat titik tunggal tidak dapat menjelaskan
perubahan-perubahan ini
Metode penentuan viskositas
• Penentuan viskositas pada 1 kecepatan geser
Metode: Metode kapiler
Metode bola jatuh (falling ball)
• Penentuan viskositas pada beberapa
kecepatan geser
Metode: Metode Rotasi
Metode Kapiler
Prinsip: mengukur waktu yang dibutuhkan
cairan untuk lewat antara 2 tanda
pada suatu tabung kapiler vertikal.
Alat : Viskometer Ostwald
Viskositas yang didapat dengan mengunakan alat ini
merupakan viskositas relatif, karena:
Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan
waktu alir cairan yang telah diketahui viskositasnya (air).
Untuk mengukur viskositas cairan murni dan mobile
1 t1.1
relatif  
 2 t 2. 2
Keterangan:
t1 : waktu cairan uji
t2 : waktu cairan pembanding (air)
þ1 : Densiti (BJ) cairan uji
þ2 : Densiti (BJ) cairan pembanding (air)

m1 : Bobot piknometer + sampel


m1  m3
BJ  m2: Bobot piknometer + air
m2  m3 m3: Bobot piknometer kosong
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan
viskometer Ostwald:
Waktu yang diperlukan cairan untuk mengalir dari m ke n
berdekatan
Waktu yang diperlukan untuk mengalir berkisar antara
100-150 detik
Volume kedua cairan yang dimasukkan ke dalam viskometer
harus sama
Pada saat pengujian viskometer harus tegak lurus agar
tekanan hidrostatik pada permukaan cairan sama
Suhu pengujian harus konstan
Cairan uji harus bersih
Bobot jenis kedua cairan tidak terlalu jauh bedanya.
Contoh soal
• Waktu yang dibutuhkan aseton mengalir
antara kedua tanda pada viskometer kapiler
adalah 45 detik dan waktu untuk air adalah
100 detik pada suhu 25°C. Densitas aseton
adalah 0,786 g/cm³ dan densiti air adalah
0,997 g/cm³. Viskositas air adalah 0,8904 cp
pada temperatur ini. Tentukanlah berapa
viskositas aseton.
Metode Bola Jatuh
Prinsip:
Mengukur waktu yang
diperlukan oleh suatu bola gelas
atau bola baja melewati
suatu cairan dalam tabung

Alat: Viskometer Hoeppler


Digunakan untuk menentukan
Viskositas cairan yang kental
tetapi yang tembus cahaya
agar dapat mengamati
jatuhnya bola besi sampai ke
dasar tabung
Laju jatuhnya bola yang mempunyai density dan
diameter tertentu adalah kebalikan fungsi dari
viskositas sampel tersebut.
Sampel dan bola diletakkan di dalam tabung gelas
bagian dalam dan dibiarkan mencapai
kesetimbangan temperatur dengan air yang
berada dalam jaket yang mengelilingi tabung
tersebut. Tabung dan jaket air tersebut kemudian
dibalik sehingga bola nerada pada puncak tabung
gelas, waktu yang dibutuhkan bola untuk jatuh
diantara 2 tanda diukur dengan teliti
Metode ini biasanya digunakan untuk cairan
dengan viskositas berkisar 0,5-200.000 poise).
η = A (ρ1-ρ2) t
Dimana:
A : Konstanta Bola
ρ1 : Density Bola
ρ2: Density Cairan
t : Waktu yang dibutuhkan cairan
utk jatuh antara dua garis

 Untuk hasil terbaik gunakan bola


yang menghasilkan waktu tidak
kurang dari 30 detik.
Data bola yang digunakan
No Densiti Diameter Konstanta Bola Range ukuran
Bahan Bola
Bola (gram/) (mm) (mPa.cm3/[Link]) (mPa atau cP)
1 Kaca Boron Silika 2,2 15,81 0,007 0,2-2,25
2 Kaca Boron Silika 2,2 15,66 0,05 2-20
3 Alloy Nikel Besi 8,1 15,62 0,07 15-200
4 Alloy Nikel Besi 8,1 15,25 0,5 100-1200
5 Stainless steel 7,7 14,29 1,5 800-10000
6 Stainless steel 7,7 11,11 33,0 6000-75000
Contoh soal
• Berapakah viskositas larutan sampel berikut
jika waktu yang dibutuhkan bola dengan
densiti 2,2 dan konstanta 0,05 untuk
melewati tabung adalah 4 menit 12 detik.
Data pendukung viskositas larutan:
Berat piknometer + sampel : 19,5150 g
Berat piknometer + air : 18,3526 g
Berat piknometer kosong : 8,6390 g
Metode Rotasi
 Metode ini dipakai untuk mengetahui sifat
aliran/rheologi suatu cairan

 Tipe:
Viskometer Cup and Bob
Alat yang digunakan terdiri dari mangkuk
(cup) dan silinder (bob) yang tercelup dalam
cairan yang akan diukur
Viskometer Cone and Plate
Viskometer ini terdiri dari kerucut yang
bergerak dengan kecepatan yang dapat diatur
dan lempeng yang merupakan tempat sampel
Berdasarkan mekanisme mangkuk dan silinder maka viskometer
rotasi dibagi 2:
1. Couette
Mangkuk berputar, silinder diam
Cth: Viskometer MacMichael

2. Searle
Mangkuk diam, silinder berputar
Cth: Viskometer Stormer, Viskometer Rotovisco dan viskometer
Brookfield

viskometer Stormer
Viskometer Brookfield
 Rheogram didapat dengan memplot RPM terhadap beban
Kv : Konstanta alat (cairan baku)
w : Beban
V : RPM (Rotasi per menit)

100 v
RPM  60 Kv  
t w
w
  Kv
v
Contoh Soal:
• Suatu larutan membutuhkan waktu 2 menit 36
detik untuk berputar 100 putaran pada viskometer
Stormer dengan beban 60 g. Tentukan viskositas
larutan tersebut jika Kv alatnya 43,6

• Tentukan viskositas sirup chloramphenicol yang


menghasilkan waktu 3 menit 45 detik pada beban
60 g jika data penunjang untuk Kv alat pada
beban yang sama adalah 3 menit 59 detik.
• Persamaan viskositas plastis jika menggunakan
viskometer Stormer:
w  wf
  Kv
v
wf: Perpotongan yield value dalam gram
Cth:
Suatu sampel gel dianalisis dengan viskometer
Stormer. Beban penggerak sebesar 450 g
menghasilkan kecepatan rotor (v) sebesar 350 rpm.
Diperoleh nilai wf 225 g dan konstanta alat 52.
Berapakah viskositas plastis sampel gel tersebut?
Viskometer Cone-and-Plate
• Contoh: Viskometer Ferranti-Shirley
• Prosedur: sampel ditempatkan di pusat lempeng
yang selanjutnya dinaikkan ke posisi di bawah
kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan
kecepatan yang bisa dirubah. Tegangan geser
(torsi) yang dihasilkan kerucut dibaca pada skala
penunjuk.
C : Konstanta Alat
T
 C T : Pembacaan Torsi
v : Kecepatan kerucut dalam RPM
v
Keuntungan viskometer Cone-and-Plate:
• Laju geser konstan
• Volume sampel kecil: 0,1-0,2 ml
• Menghemat waktu dalam pembersihan dan
pengisian sampel
• Suhu sampel stabil selama pengukuran
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Viskositas
1. Suhu
• Viscositas merupakan besaran yang harganya
tergantung terhadap temperatur. Pada
kebanyakan fluida cair, bila temperatur naik
viscositas akan turun, dan sebaliknya bila
temperatur turun maka viscositas akan naik
• Biasanya ada hubungan terbalik antara viskositas
dan suhu
• Data tipikal terlihat pada gambar berikut yang
memplot viskositas air dan beberapa larutan gula
sebagai fungsi suhu 30
31
2. Konsentrasi Solut (zat terlarut)
• Biasanya adalah hubungan non-linear secara
langsung antara konsentrasi solut dan
viskositas pada suhu tetap
• Gambar berikut memperlihatkan perilaku
viskositas-konsentrasi larutan garam dan
sukrosa pada suhu tetap

32
34
3. Berat molekul solut
• Biasanya ada hubungan non-linear antara berat
molekul solut dan viskositas larutan pada
konsentrasi setimbang
• Gambar berikut memperlihatkan viskositas sirup
jagung sebagai fungsi berat molekul
• Sirup jagung dibuat melalui hidrolisa pati. Pada
hidrolisis sempurna, pati seluruhnya dikonversi
menjadi dekstrosa (D-glucose), derajat konversi
tersebut dinyatakan dengan dextrose equivalent
(DE)
• Semakin tinggi nilai DE, semakin pendek rantai
glukosanya maka semakin rendah bobot
molekulnya 35
36
4. Tekanan
• Viskositas kebanyakan cairan pada dasarnya
konstan pada kisaran tekanan 0-100 atm
• Sehingga efek tekanan biasanya dapat diabaikan
untuk pangan

5. Bahan tersuspensi
• Biasanya ini sedikit meningkatkan viskositas ketika
pada konsentrasi rendah, tetapi bahan tersuspensi
tinggi dapat menyebabkan peningkatan berarti
oleh karena akibar antar partikel

37
• Bahan tersuspensi konsentrasi tinggi biasanya
merubah produk non-Newtonian dan dapat
menyebabkan aliran plastis atau dilatant
• Konsentrasi bahan suspensi tidak larut
memiliki efek nyata pada viskositas dan tipe
aliran kental

38

Anda mungkin juga menyukai