0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan16 halaman

Terapi ACT: Penerimaan dan Komitmen

Dokumen tersebut membahas hasil penelitian mengenai pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap perubahan kecemasan dan self-efficacy pada pasien hemodialisa. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi ACT selama 3 sesi berhasil menurunkan tingkat kecemasan sebesar 25% dan meningkatkan self-efficacy sebesar 25,5% pada kelompok pasien yang menerima terapi ACT dibandingkan kelompok kontrol.

Diunggah oleh

sekani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan16 halaman

Terapi ACT: Penerimaan dan Komitmen

Dokumen tersebut membahas hasil penelitian mengenai pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap perubahan kecemasan dan self-efficacy pada pasien hemodialisa. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi ACT selama 3 sesi berhasil menurunkan tingkat kecemasan sebesar 25% dan meningkatkan self-efficacy sebesar 25,5% pada kelompok pasien yang menerima terapi ACT dibandingkan kelompok kontrol.

Diunggah oleh

sekani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ACCEPTANCE AND COMMITMENT

THERAPY (ACT)

Sekani Niriyah (1921312020)


Arif irfan Tanjung (1921312025)
KONSEP Acceptance And
Commitment Therapy (ACT)
• ACT merupakan terapi yang membantu menolong
klien dengan menggunakan penerimaan psikologi
sebagai strategi koping dalam situasi stres baik
internal maupun eksternal yang tidak mudah untuk
dapat diatasi.
• ACT dikembangkan oleh Steven Hayes yang
merupakan seorang psikolog klinik dimana ia
melihat bahwa faktor menerima (acceptance) dan
berkomitmen memiliki dampak yang sangat besar
dalam perkembangan kondisi klien menjadi lebih
baik
• ACT dikembangkan oleh Steven Hayes
yang merupakan seorang psikolog klinik
dimana ia melihat bahwa faktor menerima
(acceptance) dan berkomitmen memiliki
dampak yang sangat besar dalam
perkembangan kondisi klien menjadi lebih
baik
• Menurut Hayes (2005) ACT membantu
klien dalam mencapai dan menjalani
kehidupan yang lebih bermakna tanpa
harus menghilangkan pikiran-pikiran
kurang menyenangkan atau mengganggu
yang terjadi
Komponen yang digunakan :
• Accept
Menerima pikiran dan perasaan termasuk
didalamnya hal yang tidak diinginkan/ tidak
menyenangkan seperti rasa bersalah, rasa
malu, rasa cemas dan lainnya.
• Choose Direction (Memilih Arah)
Klien dibantu untuk memilih arah hidup mereka
dengan cara mengidentifikasi dan fokus pada
apa yang mereka inginkan dan nilai apa yang
akan mereka pilih untuk hidup mereka.
• Take Action (Melakukan
kegiatan/perilaku)
Disinilah terjadi komitmen terhadap kegiatan
yang akan dipilih termasuk langkah yang
diambil untuk mencapai tujuan hidup yaitu ingin
dihargai.
Terapis mendorong klien untuk memiliki jalan
atau arah hidup sesuai dengan nilai yang
mereka inginkan sehingga mereka dapat
bergerak sesuai nilai tersebut.
ACT memiliki dua tujuan utama

• Mengajarkan penerimaan terhadap pikiran dan


perasaan yang tidak diinginkan yang tidak bisa
dikontrol oleh klien membantu klien dalam
mencapai dan menjalani kehidupan yang lebih
bermakna tanpa harus menghilangkan pikiran-
pikiran kurang menyenangkan yang terjadi.
• Melatih klien untuk komitmen dan berperilaku
dalam hidupnya berdasarkan nilai yang dipilih
oleh klien sendiri.
Indikasi Pelaksanaan ACT
• Beberapa studi tentang ACT sudah banyak
dilakukan seperti pada gangguan mood ,
ansietas, penyalahgunaan zat dan skizofrenia.
• ACT juga digunakan pada gangguan ansietas
seperti pengobatan pada PTSD, gangguan
panik, dan perilaku marah.
• Sehingga ACT sangat disarankan untuk
dilakukan sebagai intervensi pada pasien
masalah kejiwaan dan psikososial.
Kriteria Terapis
– Selalu tertarik dengan apa yang diinginkan
oleh klien
– Selalu menghormati apapun pengalaman
klien sebagai sumber informasi
– Dukung klien dalam merasakan dan
memikirkan apa yang mereka rasakan dan
pikirkan bahwa tidak semuanya itu benar dan
kemudian menemukan apa yang terbaik
– Membantu klien untuk bergerak kearah yang
lebih berharga baik dari cerita maupun reaksi
spontan
– Membantu klien mendeteksi pikiran dan
perasaan aneh kemudian menerimanya,
mengatasinya dan memindahkan kedalam
arah yang lebih bernilai sehingga dapat
mengembangkan pola perilaku yang lebih
efektif.
– Mengulangi terus menerus sampai klien
membudaya.
Prinsip Pelaksanaan Terapi
• Acceptance
Acceptance merupakan salah satu strategi yang sangat penting
dimana klien membuka diri untuk mengalaminya secara emosi.
• Cognitive Defusion
Teknik ini bertujuan untuk mengurangi penolakan secara emosi dimana
dapat terjadi saat seseorang menolak untuk mengalami pengalaman
buruk.
• Present Moment
Pada tahap ini, klien diajarkan untuk mengalami kejadian seutuhnya
tanpa harus melawan ketika timbul kejadian tersebut.
• Self as context
Tahap ini membantu klien melihat dirinya sendiri tanpa harus
menghakimi/ menghubungkan klien dengan nilai benar ataupun salah.
• Values
Teknik ini digunakan secara bersamaan atau bergantian
untuk membantu klien mengklarifikasi nilai yang ada dalam
hidupnya dan membantu klien untuk mengambil keputusan
atau tindakan yang mendukung nilai-niali hidup yang sudah
ada.
• Commited Action
Bertujuan untuk membantu orang berjanji untuk melakukan
tindakan yang sesuai dengan nilai mereka. Selain klien
fokus kontrol secara verbal, klien juga harus berkomitmen
utnuk melakukan tindakan/ perilaku yang sesuai dengan
kontrol verbal.
• [Link]
Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy Terhadap Perubahan
Kecemasan Dan Self- Efficacy Pada Pasien Dengan Hemodialisa Di
Rs Sint Carolus Jakarta oleh Tri Wahyuni Ismoyowati tahun 2018

• Hasil yang didapatkan setelah Intervensi ACT memiliki 3 sesi dan


tiap sesi dilakukan selama 45-60 menit. Ada perubahan kecemasan
dan Self-Efficacy yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi
p=0.000. Hasil uji beda independen ada perubahan kecemasan dan
Self-Efficacy yang signifikan antara kelompok intervensi ACT
dengan kelompok kontrol p=0,000. Intervensi ACT secara simultan
memberikan pengaruh terhadap perubahan kecemasan sebesar
25% dan perubahan Self Efficacy sebesar 25,5%. Hasil analisa
Odds Ratio (OR) adalah dampak dari intervensi ACT memberikan
pengaruh terhadap penurunan kecemasan 3 kali dan peningkatan
Self-Efficacy 4 kali pada kelompok intervensi dibandingkan
kelompok kontrol.
Penurunan Tingkat Depresi Klien Gagal Ginjal Kronik
Yang Menjalani Hemodialisa Dengan Logoterapi Medical
Ministry Dan Terapi Komitmen Penerimaan

• Hasil yang didapatkan adalah adanya perubahan


tingkat depresi pada klien gagal ginjal kronis yang
menjalani hemodialisa setelah mendapatkan terapi di
Rumah Sakit Pelni dengan nilai p value 0,000. Hal ini
terlihat ada perubahan perilaku yang negative kearah
positif. Klien mempunyai komitmen yang tinggi untuk
melakukan terapi hemodialisa dan taat terhadap
program pengobatan dan perawatan.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai