MEKANISME
CURRENCY
DAN INTEREST
RATE SWAP
Hello!
INDRIYANI (11160810000037)
WAFIQ AHMAD ABU KHOIR (11160810000042)
SITI SYAVINATUL HUSNAH (11160810000043)
SWAP berarti suatu kontrak pembelian dan penjualan valas dengan harga
spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama
dengan harga forward.
Currency swap merupakan pertukaran mata uang dengan denominasi yang
mempunyai perbedaan, misalnya satu sisi melakukan peminjaman dalam
bentuk Euro dan ingin menukarnya dengan bentuk USD yang tidak dimiliki,
dalam artian dimiliki oleh pihak lainnya. Currency swap digunakan untuk
mengurangi jumlah kerugian yang akan terjadi akibat fluktuasi mata uang.
Hard Currency Soft Currency
“
Kontrak swap ini merupakan gabungan dari kontrak atau
transaksi spot dan forward. Forward berarti memberikan persetujuan
untuk melakukan pembelian dan penjualan sejumlah tertentu valuta
asing pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dan pada kurs
tetap yang disebut kurs forward. Sedangkan spot berarti transaksi yang
dilakukan secara tunai dan untuk penyelesaian transaksi seperti
pembayaran dan penyerahan barang dapat dilakukan pada hari
berikutnya, 2 x 24 jam.
CONTOH CURRENCY SWAP
◍ Misalnya seorang pengusaha Indonesia mendapat pinjaman sebanyak USD
100,000 untuk jangka waktu 180 hari. Kemudian pinjaman tersebut dikonversikan
kedalam rupiah dengan spot rate Rp 8000/USD, sehingga dia mendapatkan rupiah
sebanyak :
◍ USD 100,000 X Rp 8000/USD = Rp 800.000.000,00
◍ Untuk menghindari risiko kerugian atau melindungi open position utangnya
selama 180 hari, yaitu pembayaran utang yang akan lebih besar dalam nilai rupiah
jika USD apresiasi, maka pengusaha dapat melakukan transaksi swap. Maksudnya
adalah pada saat bersamaan melakukan pula pembelian USD dengan forward rate,
misalnya dengan kurs Rp 8.300/USD. Dengan melakukan swap ini, pengusaha akan
terhindar dari resiko kerugian dari fluktuasi kurs valas USD yang memungkinkan
lebih tinggi dari pada forward rate (Rp 8.300/USD).
◍
Swap merupakan satu teknik Hedging yang dapat digunakan untuk
tujuan lindung nilai dan pada keperluan lain yang dapat digunakan untuk
tujuan trading. Swap itu sendiri adalah sebuah instrumen keuangan derivatif
dengan dua pihak yang sepakat untuk melakukan perjanjian pertukaran
sejumlah pembayaran yang dihitung atas jumlah nasional (OECD 1994,
Lyons 1996).
TIPE-TIPE CURRENCY SWAP
Long- term forward contract
Straight currency swap
Back to back and parallel
loans
Dalam melakukan perhitungan nilai pembayaran dengan teknik
currency swap, terdapat beberapa indikator yang dapat
mempengaruhi ketidakpastian pendapatan dan pengeluaran,
diantaranya adalah:
◌ 1. Waktu kontrak
◌ 2. Kurs spot
◌ 3. Tingkat bunga dalam negeri
◌ 4. Tingkat bunga luar negeri
Currency swap terjadi dua arus kas yang berbeda dan menggunakan dua mata
uang yang berbeda. Selain itu pihak-pihak yang terlibat di dalamnya harus
membayar bunga berdasarkan bunga pada masing-masing mata uang seama swap
berlangsung. Jadi pada currency swap terdapat tiga tahapan yaitu pertukaran awal
dari jumlah pokok, pembayaran bunga dan pembayaran kembali jumlah
pokoknya.
◍ Fungsi dari currency swap yaitu:
◍ 1. Sebagai model investasi umumnya adalah investasi jangka pendek
◍ 2. Sebagai cara lindung nilai dalam menghilangkan resiko
◍ 3. Informasi harga yaitu mencari atau memberi informasi tentang harga barang
komoditi tertentu dikemudian hari
◍ 4. Fungsi spekulatif
◍ 5. Membuat fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik da efisien
◍ 6. Untuk melakukan pencegahan gejolak harga pasar yang ekstrim terhadap
underlying assets.
INTEREST RATE SWAP
◍ Interest rate swap adalah currency swap dari sejumlah mata uang atau valas yang
sama, tetapi yang satu dengan tingkat bunga yang tetap (fixed), sedangkan yang
satu lagi dengan tingkat bunga mengambang (floating).
◍ Masing-masing pihak yang terlibat akan dihadapkan pada ketidaksesuaian antara
bunga yang didapatkan dan bunga yang dibayarkan. Interest rate swap dapat
digunakan untuk mengatasi permasalahan ketidaksesuaian antara bunga yang
dibayarkan dan yang [Link] nantinya masing-masing pihak
menerima bunga mengambang dan membayar bunga mengambang juga, atau
sebaliknya menerima bunga tetap dan membayar bunga tetap juga. Dalam interst
rate swap, dua pihak yang terlibat saling menyelamatkan dari risiko kerugian
karena kenaikan bunga mengambang atau tetap.
◍
CONTOH
◍ Misalnya suatu bank A menginginkan utang dengan tingkat bunga
mengambang (floating rate), sedangkan suatu perusahaan menginginkan
pinjaman dengan tingkat bunga tetap (fixed rate). Diasumsikan bank A dapat
meminjam dengan tingkat tetap LIBOR yaitu 11,5% dan perusahaan B dapat
meminjam dengan tingkat bunga mengambang 14% atau 1% diatas LIBOR.
Dalam hal ini bank A dan perusahaan B dapat melakukan interest rate swap
agreement. Bank A mengeluarkan utang senilai USD 50 milions dengan tingkat
bunga tetap 11,5%. Perusahaan B mengeluarkan utang dengan nilai yang sama
USD 50 milions tetapi dengan tingkat bunga mengambang 1% diatas LIBOR.
◍ Selanjutnya perusahaan mengeluarkan coupon payments kepada bank
dengan bunga 12%, sedangkan bank membayar dengan bunga LIBOR
kepada perusahaan seperti terlihat pada bagan dibawah ini.
◍ • Net interest cost utang perusahaan B = (LIBOR +1%) + 12% - LIBOR =
13%
◍ • Net interest cost bank A = 11,5% + LIBOR – 12% = LIBOR -0,5%
◍ Contoh interest rate swap
◍ Perusahaan A dan B masing-masing dapat menerbitkan USD bond atau cp
yang dibayar setiap 6 bulan dengan tingkat bunga fixed dan floating sebagai
berikut :
◍ Firm A Firm B Difference (A-B)
◍ Fixed rate 9% 10,5% -1,5%
◍ Floating rate LIBOR + 0,0% LIBOR + 0,5% -0,5%
◍ -1,0%
◍ Dari data tersebut dapat dilihat bahwa dari biaya bunga perusahaan A memiliki
absolut advantage dibanding perusahaan B baik untuk fixed maupun floating
rate. Namun dilihat dari comparative advantage ternyata perusahaan A memiliki
comparative advantage (interest cost comparative) pada fixed bond market
sebesar 1,5% dibanding perusahaan B. Sebaliknya perusahaan B memiliki
comparative advantage (interest cost comparative) pada floating bond market
sebesar 0,5%.
◍ Dari interest cost comparative diatas kita dapat melihat peluang bagi perusahaan
A dan B untuk memperoleh manfaat/keuntungan bersama berupa lower cost
long term financing melalui interest rate swap.
👍
Thanks!
Any questions?