100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
811 tayangan14 halaman

Kerangka Kerja Berbasis Pola Arsitektur

Metode desain berbasis pola mengidentifikasi hubungan formal antara elemen arsitektur dan kemudian menerapkannya kembali pada situasi serupa. Pendekatan ini bergerak dari elemen individu menuju kesatuan keseluruhan secara bottom-up, sebagaimana ditunjukkan dalam studi kasus Villa DVDP yang mengintegrasikan elemen-elemen kota seperti alun-alun, persimpangan, dan jalan perbelanjaan ke dalam tata letak rumah.

Diunggah oleh

Rizvanda Savero
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
811 tayangan14 halaman

Kerangka Kerja Berbasis Pola Arsitektur

Metode desain berbasis pola mengidentifikasi hubungan formal antara elemen arsitektur dan kemudian menerapkannya kembali pada situasi serupa. Pendekatan ini bergerak dari elemen individu menuju kesatuan keseluruhan secara bottom-up, sebagaimana ditunjukkan dalam studi kasus Villa DVDP yang mengintegrasikan elemen-elemen kota seperti alun-alun, persimpangan, dan jalan perbelanjaan ke dalam tata letak rumah.

Diunggah oleh

Rizvanda Savero
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ARCHITECTURE DESIGN METHODS

pattern-based framework
RADHIAN ZAKY RABBANI
08111750070002
RIZVANDA RYAN SAVERO
08111750070003
pattern-based framework

Berdasarkan perkembangan sejarah disiplin ilmu, Pattern Framework mempunyai


komposisi yang berkaitan dengan aturan/pedoman (rulesets) yang berbasis
hubungan antara elemen arsitektur dengan barbagai skala. Aturan/pedoman
sebagai prinsip umum.

Dalam arsitektur, sumber yang paling menonjol dari peraturan ini adalah ekstraksi
hubungan dari proyek yang berhasil sebelumnya dan kejadian yang terjadi secara
alami melalui analisis preseden atau studi kasus.

Penggunaan proyek yang berhasil sebelumnya dengan pola dan karakteristik yang
dapat diidentifikasi disebut tipologi.

Keynote : ruleset, presedence, typology


pattern-based framework

pattern

use for other project (with modified or not)


space composition

fuzzy repetition
shape volume adjacency quality distribution

space for rituals / activity

Keynote : repetition
geometry scheme

plan section elevation diagram

grid volume massing adjacaency

circulation void texture intangibles

rhytm vertical shape


relationship

Keynote : functional, rational


structural framework

1. Material choices
2. Building elements
3. Building parts
4. Building types

Overview framing of Durand’s architectural design methods


structural framework

1. Mengidentifikasi formal pattern dari jenis yang ada, hubungan spasial, dan contoh yang ditarik
2. Mengidentifikasi kebutuhan dan penggunaan tertentu berdasarkan pekerjaan dan konteks
3. Seleksi dan mengaplikasikan elemen bangunan
4. Mengintegrasikan antara building elements ke building parts, dan building parts menjadi bangunan
keseluruhan
example Villa DVDP, Belgium

situation type :

bagaimana agar kota menjadi bagian dari sebuah hunian tempat tinggal

Isolate pattern:

Elemen-Elemen Kota  a square, an intersection, a public building, a shopping street


example

Context/element/part :

A square didefinisikan sebagai pintu masuk menuju pusat kota (entry)

An intersection didefinisikan sebagai sirkulasi dan pola pergerakan (circulation)

A public building didefinisikan sebagai tempat berkumpul outdoor (gathering)

A shopping street didefinisikan sebagai sesuatu yang ingin ditampilkan (display)

Keempat elemen kota (urban) tersebut merupakan pola-pola (pattern) yang akan diolah
atau disatukan kembali menjadi hubungan dalam konteks sebuah hunian tempat tinggal
example

Assembly/Proposal :

Langkah terakhir adalah menghubungkan relasi antar elemen dan mengintegrasikannya


ke dalam sebuah lahan.

entry

gathering
example

Assembly/Proposal :

Langkah terakhir adalah menghubungkan relasi antar elemen dan mengintegrasikannya


ke dalam sebuah lahan.

circulation

display
bounded thinking

Batasan-batasan berdasarkan dari susunan awal (Framing), prasangka atau hipotesa awal
(Bias), nilai-nilai (Values).

Framing adalah sebuah Konfigurasi dan Komposisi ruang yang dipilih yang akan
menghasilkan proposal desain yang relevan dan signifikan.

..As a built example of a pattern based method, the ORG typological studies illustrate how flexible the
design process can be while still adhering to a persistent underlying framework..(page 179)
conclusion

Pattern-Based Framework mengidentifikasi susunan formal antara elemen-elemen


arsitektural dan kemudian diterapkan ulang pada situasi yang serupa.

Metode ini bergerak dari elemen-elemen menuju sesuatu secara keseluruhan


(bottom up approach)
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai