Dalam dunia load-balancing ada dua pilihan untuk dipertimbangkan ketika merancang solusi
load-balacing. Pilihannya adalah menggunakan software load-balancing atau hardware load-
balancing. Setiap pilihan memiliki persyaratan, kelebihan, dan kelemahan tersendiri. Terserah
kepada kita untuk mengevaluasi kebutuhan bisnis kita, konfigurasi, dan jalur pertumbuhan
sehingga kita dapat mengidentifikasi solusi optimal untuk memenuhi kebutuhan.
Dimana load-balancing berjalan disebuah PC/Server, dan aplikasi load-
balancing di install dan perlu dikonfigurasi sebelum dapat berfungsi.
Keuntungannya adalah jika ada penambahan fitur atau fasilitas tambahan tidak
perlu mengganti keseluruhan perangkat load-balancing. Performa proses load-
balancing dipengaruhi oleh perangkat komputer yang digunakan, tidak bisa
hanya mengandalkan kemampuan software yang canggih saja. Perangkat keras
yang dapat mempengaruhi performa metode ini adalah kartu jaringan,
besarnya RAM pada perangkat, media penyimpanan yang besar dan cepat,
dsb. sehingga performa metode ini sulit untuk bisa diperkirakan. Beberapa
load-balancer software yaitu: Linux Virtual Server, Ultra Monkey, dan
Network load-balancing.
Dimana load-balancing berjalan disebuah device/ alat yang sudah disiapkan dari pabrik
dan siap digunakan. Tipe Hardware load-balancing banyak digunakan karena
kemudahannya. Beberapa load-balancer hardware, yaitu: Cisco System Catalyst,
Coyote Point, FS Network BIG-IP, Baraccuda load-balancer.
Pertama-tama kita harus mengerti apa yang dimaksud dengan load balancing. Yakni
teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara
seimbang agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan troughput, memperkecil
waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Selama ini masih banyak anggapan yang salah bahwa menerapkan teknik load
balancing pada dua jalur koneksi, maka besar bandwidth yang di dapatkan menjadi dua
kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan load balancing. Maka perlu saya
jelaskan lagi bahwa load balancing tidak akan menambah besar bandwidth yang
diperoleh. Tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut
agar dapat dipakai secara seimbang.
Static route dengan Address list adalah metode load balancing yang mengelompokkan
suatu range IP address untuk dapat di atur untuk melewati salah satu gateway dengan
menggunakan static routing. Metode ini sering di gunakan pada warnet yang
membedakan PC untuk browsing dengan PC untuk Game Online. Mikrotik akan
menentukan jalur gateway yang di pakai dengan membedakan src-address pada paket
data.
Kelebihan: dapat membagi jaringan dengan topologi yang sederhana, tidak ribet,
dan tidak ada disconnection pada client yang disebabkan perpindahan gateway
karena load balancing.
Kekurangan: Gampang terjadi overload jika yang aktif hanya client-client pada
salah satu address list saja.
Equal Cost Multi Path adalah pemilihan jalur keluar secara bergantian pada gateway.
Contohnya jika ada dua gateway, dia akan melewati kedua gateway tersebut dengan
beban yang sama (Equal Cost) pada masing-masing gateway.
Kelebihan: Dapat membagi beban jaringan berdasarkan perbandingan kecepatan di
antara 2 ISP.
Kekurangan: Sering terjadi disconnection yang disebabkan oleh routing table yang
restart secara otomatis setiap 10 menit.
Nth bukanlah sebuah singkatan. Melainkan sebuah bilangan integer
(bilangan ke-N). Nth menggunakan algoritma round robin yang menentukan
pembagian pemecahan connection yang akan di-mangle ke rute yang
dibuat untuk load balancing. Pada dasarnya, koneksi yang masuk ke proses
router akan menjadi satu arus yang sama. Walaupun mereka datang dari
interface yang berbeda. Maka pada saat menerapkan metode Nth, tentunya
akan ada batasan ke router untuk hanya memproses koneksi dari sumber
tertentu saja. Ketika router telah membuat semacam antrian baru untuk
batasan yang kita berikan di atas, baru proses Nth di mulai.
Kelebihan: Dapat membagi penyebaran paket data yang merata pada
masing-masing gateway.
Kekurangan: Kemungkinan terjadi terputusnya koneksi yang
disebabkan perpindahan gateway karena load balancing.
Per Connection Classifier merupakan metode yang menspesifikasikan suatu paket
menuju gateway suatu koneksi tertentu. PCC mengelompokkan trafik koneksi yang
keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan
berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan dst-port. Mikrotik akan mengingat-
ingat jalur gateway yang telah dilewati di awal trafik koneksi. Sehingga pada paket-
paket data selanjutnya yang masih berkaitan akan dilewatkan pada jalur gateway yang
sama dengan paket data sebelumnya yang sudah dikirim.
Kelebihan: Mampu menspesifikasikan gateway untuk tiap paket data yang masih
berhubungan dengan data yang sebelumnya sudah dilewatkan pada salah satu
gateway.
Kekurangan: Beresiko terjadi overload pada salah satu gateway yang disebabkan
oleh pengaksesan situs yang sama.