0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan22 halaman

Komponen Utama Air Compressor

Dokumen tersebut membahas tentang air compressor, termasuk definisi, klasifikasi berdasarkan prinsip kerja (seperti positif displacement, reciprocating, rotary), komponen (seperti piston, engkol), dan perawatan (seperti cek oli, belt, tekanan).

Diunggah oleh

Syafiul Umam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan22 halaman

Komponen Utama Air Compressor

Dokumen tersebut membahas tentang air compressor, termasuk definisi, klasifikasi berdasarkan prinsip kerja (seperti positif displacement, reciprocating, rotary), komponen (seperti piston, engkol), dan perawatan (seperti cek oli, belt, tekanan).

Diunggah oleh

Syafiul Umam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

AIR COMPRESSOR

ANGGOTA KELOMPOK :
MAHMUD ZAIN ABDULLAH (1310161004)
GEDE PATRIANAYA M. W. (1310161007)
TOMMY ARYA PRATAMA (1310161013)
BIMA DWI PRIYA SETIAWAN (1310161025)
DAFTAR ISI

1. DEFINISI AIR COMPRESSOR


2. KLASIFIKASI DAN PRINSIP KERJA AIR COMPRESSOR
3. PENGGERAK DAN KOMPONEN AIR COMPRESSOR
4. PERAWATAN AIR COMPRESSOR
DEFINISI

Kompresor merupakan mesin untuk menaikkan tekanan udara dengan cara


memampatkan gas atau udara yang kerjanya didapat dari poros. Kompresor
biasanya bekerja dengan menghisap udara atmosfir.
KLASIFIKASI
POSITIVE DISPLACEMENT

Kompresor model ini bekerja dengan cara memasukkan udara ke dalam


ruang tertutup, lalu pada saat yang sama volume ruangnya diperkecil,
dengan demikian tekanan di dalam dengan sendirinya akan naik. Tekanan
yang tinggi inilah yang digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan
peruntukkan kompresor tadi. Kompresor model positif displacement ini
digunakan dalam reciprocating compressor dan rotary.
RECIPROCATING COMPRESSOR

Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena


dilengkapi dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak
resiprokal. Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap
oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. Pada saat terjadi
pengisapan, tekanan udara di dalam silinder mengecil, sehingga udara
luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. Pada saat gerak
kompresi torak bergerak ke titik mati bawah ke titik mati atas,
sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi, selanjutnya di
masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. Tabung penyimpanan
dilengkapi dengan katup satu arah, sehingga udara yang ada dalam
tangki tidak akan kembali ke silinder.
PISTON KERJA TUNGGAL

Kopresor piston kerja tunggal adalah kompresor


yang memanfaatkan perpindahan piston, kompresor
jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh
poros engkol (crankshaft) untuk memampatkan
udara/ gas. Udara akan masuk ke silinder kompresi
ketika piston bergerak pada posisi awal dan udara
akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi
akhir/depan.
PISTON KERJA GANDA

Kompresor piston kerja ganda beroperasi


sama persis dengan kerja tunggal, hanya saja
yang menjadi perbedaan adalah pada
kompresor kerja ganda, silinder kompresi
memiliki port inlet dan outlet pada kedua
sisinya. Sehingga meningkatkan kinerja
kompresor dan menghasilkan udara
bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja
tunggal.
KOMPRESOR DIAFRAGMA

Prinsip kerjanya hampir sama dengan


kompresor torak. Perbedaannya terdapat pada
sistem kompresi udara yang akan masuk ke
dalam tangki penyimpanan udara bertekanan.
Torak pada kompresor diafragma tidak secara
langsung menghisap dan menekan udara, tetapi
menggerakkan sebuah membran (diafragma)
dulu. Dari gerakan diafragma yang kembang
kempis itulah yang akan menghisap dan
menekan udara ke tabung penyimpan.
ROTARY COMPRESSOR

Kompresor Rotari Baling-baling Luncur Secara


eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah
yang berbentuk silindris, mempunyai lubang-lubang
masuk dan keluar. Baling-baling luncur dimasukkan
ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan
ruangan dengan bentuk dinding silindris. Ketika
rotor mulai berputar, energi gaya sentrifugal baling-
balingnya akan melawan dinding. Karena bentuk
dari rumah baling-baling itu sendiri yang tidak
sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan
dapat diperbesar atau diperkecil menurut arah
masuknya (mengalirnya) udara.
ROOT BLOWER

Kompresor jenis ini akan mengisap udara


luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada
perubahan volume. Torak membuat
penguncian pada bagian sisi yang bertekanan.
Prinsip kompresor ini ternyata dapat
disamakan dengan pompa pelumas model
kupu-kupu pada sebuah motor bakar.
VANE COMPRESSOR

Tipe Vane adalah Rotary Vane Compressor


menggunakan vane atau blade yang berfungsi
untuk mengkompres udara yang masuk. Udara
yang masuk dari port inlet di kompresi oleh
vane atau blade yang berputar di dalam casing
menuju sisi outlet.
SINGLE SCREW

Sistem single screw hampir sama dengan


Double, yang membedakannya adalah
penggunaan satu buah ulir yang diapit dua buah
komponen gear yang berputar dan
mengkompresi udara.
TWIN SCREW

Disebut Doble screw karena


memiliki sistem dua buah ulir
yang berdekatan dan saling
berputar searah sehingga udara
yang masuk melalui port inlet
terkompresi oleh 2 buah ulir yang
berputar.
DYNAMIC (TURBO) COMPRESSOR

Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang


besar. Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin
atau lebih untuk menghasilkan kecepatan aliran udara yang
diperlukan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energy bentuk
tekanan.
CENTRIFUGAL COMPRESSOR

Kompresor sentrifugal merupakan


kompresor yang memanfaatkan gaya
sentrifugal yang dihasilkan oleh impeller
untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya
kinetik), yang kemudian diubah menjadi
peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya
tekan) dengan memperlambat aliran melalui
diffuser.
AXIAL COMPRESSOR

Pada kompresor aliran aksial, udara akan


mendapatkan percepatan oleh sudu yang
terdapat pada rotor dan arah alirannya ke
arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan
sumbu rotor. Jadi pengisapan dan penekanan
udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada
rotor itu berputar secara cepat. Putaran
cepat ini mutlak diperlukan untuk
mendapatkan aliran udara yang mempunyai
tekanan yang diinginkan.
PENGGERAK KOMPRESOR

Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga kompresor dapat


bekerja secara optiomal. Penggerak kompresor yang sering digunakan biasanya berupa
motor listrik dan motor bakar seperti gambar 12. Kompresor berdaya rendah
menggunakan motor listrik dua phase atau motor bensin. sedangkan kompresor berdaya
besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin diesel. Penggunaan mesin bensin
atau diesel biasanya digunakan bilamana lokasi disekitarnya tidak terdapat aliran listrik
atau cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di pabrik-pabrik kebanyakan
digerakkan oleh motor listrik karena biasanya terdapat instalasi listrik dan cenderung
stasionar (tidak berpindah-pindah).
KOMPONEN KOMPRESOR
KOMPONEN KOMPRESOR
PERAWATAN KOMPRESOR

 Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 pada oil glass
 Tutup semua kran
 Periksa belt, pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalu kencang.
 Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada motor.
 Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia)
 Start/On pada switch (recoil untuk engine dan gunakan pengaturan gas untuk start, setelah stabil, kembalikan pada
posisi awal).
 Pastikan motor mati/Off jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali hidup/On pada 5 bar (untuk kompresor
berkapasitas 12 bar akan mati/Off jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan kembali hidup/On pada 9 bar)
PERAWATAN KOMPRESOR

 Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch off
 Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di dalam tangki melalui drain valve.
 Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
 Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya
 Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup untuk hidup dan mati, minimal 5-10
menit.
 Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
 Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung (letakan di tempat terlindung).
 Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya tiap hari).

Anda mungkin juga menyukai