STUNTING
dr. Akhmad Syaifullah, [Link]
dr. Rizki Syarvini Wilis Utami
RSU NURDIN HAMZAH
TANJUNG JABUNG TIMUR
Definisi Stunting
Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita
memiliki panjang atau tinggi badan yang
kurang jika dibandingkan dengan umurnya
yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis
terutama pada periode 1.000 HPK.
Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi
badan yang lebih dari minus dua standar
deviasi median standar pertumbuhan anak dari
WHO.
ANGKA KEJADIAN STUNTING
DI INDONESIA
Prevalensi stunting pada BALITA
• Tahun 2013 : 37,2%
• Tahun 2018 : 30,8%
Prevalensi stunting pada BATUTA
• Tahun 2018 : 29,9%
Global Nutrition Report 2016, prevelensi stunting di
Indonesia pada peringkat 108 dari 132 negara. Di
kawasan Asia Tenggara , prevelensi stunting di Indonesia
merupakan tertinggi kedua, setelah Cambodia.
RISKESDAS 2018
Prof. DR. dr Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) Tanggapan mengenai stunting
Prof. DR. dr Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) mengatakan bahwa
stunting harus dicegah sejak dini.
Terdapat dua pendekatan dalam upaya meningkatkan status
gizi masyarakat, yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi
sensitif.
Secara khusus upaya penanggulangan stunting dapat dilakukan
melalui perbaikan pola asuh, pola makan, dan peningkatan
akses air bersih dan sanitasi. Dengan fokus pada remaja, ibu
hamil, ibu menyusui , dan bayi.
Upaya perbaikan gizi bisa dimulai melalui penerapan gizi
seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
PERTUMBUHAN
DAN
PERKEMBANGAN
PERTUMBUHAN
Peningkatan secara bertahap yang terjadi
pada tubuh, organ dan jaringan. hal ini
terjadi sejak masa konsepsi hinga remaja.
PERKEMBANGAN
Bertambahnya kemampuan (skills) dalam
struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dengan pola yang teratur.
Perkembangan merupakan hasil proses
pematangan dari tubuh seseorang
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
• Pertumbuhan terjadi pesat pada masa balita, sehingga dibutuhkan suplai makanan dan gizi dalam jumlah yang
memadai.
ASUPAN GIZI • Asupan gizi sangat berperan pada tumbuh kembang seorang anak.
• Perilaku pemberian makanan berhubungan secara langsung dengan tingkat pendidikan ibu dan status gizi anak.
• Seorang anak tidak akan tumbuh dengan baik tanpa perawatan dari keluarganya, terutama ibunya. Oleh karena itu,
POLA ASUH peran orang tua terutama ibu sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
MAKAN
• Keadaan kesehatan anak berperan penting dalam proses tumbuh kembang.
• Dalam keadaan anak dengan penyakit secara tidak langsung dapat membuat seorang anak kekurangan asupan gizi.
KEADAAN Seperti anak menjadi tidak nafsu makan, dan menurunnya kemampuan tubuh anak dalam menyerap zat gizi.
KESEHATAN
• Dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang berpengaruh kepada asupan gizi anak.
SANITASI • Contoh: diare, cacingan, dan infeksi saluran pernafasan.
LINGKUNGAN
SIKLUS KEHIDUPAN
MASA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEJAK KONSEPSI - REMAJA
Anak SMP/A &
1000 hari pertama kehidupan sangat penting Remaja
dalam pencegahan kejadian stunting.
Asupan gizi pada 1000 hari kehidupan ini Pasangan Anak SD
harus sangat diperhatikan agar tidak terjadi Usia Subur
stunting dan tidak adanya gangguan pada
pertumbuhan dan perkembangan seorang
anak.
Balita
PMT Balita Kurus
tablet Vit A dan tablet
anti cacng, Balita
Ibu bersalin Imunisasi dasar
dibantu tenaga lengkap,
Lansia kesehatan, bayi pemantauantumbuh
baru lahir lakukan kembang
IMD
menggunakan KMS
Bayi
ASI Eksklusif, dan MPASI, Imunisasi
Ibu Hamil
TT, PMT (tablet besi, asam folat), makanan bergizi
ANC minimal 4x , Kelas Ibu
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB STUNTING
PENYEBAB
PENYEBAB TIDAK
LANGSUNG Faktor rumah tangga LANGSUNG Ekonomi
dan keluarga
Pelayanan
Pemberian ASI kesehatan
Pemberian MPASI yang Pendidikan
tidak mencukupi
Masyarakat dan
infeksi Budaya
Sanitasi
lingkungan
FAKTOR RUMAH TANGGA DAN KELUARGA
FAKTOR IBU LINGKUNGAN RUMAH
Status gizi buruk saat pra kehamilan,
Kurangnya stimulasi aktifitas pada anak
kehamilan, dan menyusui
Perawakan ibu pendek Praktek pengasuhan anak yang buruk
Mengalami infeksi Penyediaan air yang kurang memadai
Kehamilan diusia remaja (muda) Rendahnya pendidikan orangtua
Kesehatab mental Perawakan orang tua pendek
IUGR dan kelahiran premature
Jarak kehamilan dekat
hipertensi
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI DENGAN
KEJADIAN STUNTING
• Sebanyak 3 studi potong lintang
menunjukkan hubungan yang
cukup erat antara IBU YANG
BERUSIA LEBIH MUDA dan
kejadian stunting pada anak. RENDAHNYA POLA ASUH
PERNIKAHAN ANAK
PENGETAHUAN MAKAN YANG
USIA DINI STUNTING
• Secara umum kemungkinan ORANG TUA SALAH
anak mengalami stunting lebih
tinggi apabila PENDIDIKAN
ORANG TUA RENDAH
Perbedaan Organ Uterus Immature Dan Mature
• Pada masa neonatal-pubertas Uterus
seorang wanita dalam tahap
perkembangan (Immature )
• Tampak pada Uterus belum terbentuk
dengan sempurna, cavum uterus
• Gambaran uterus
tampak lebih sempit.
Mature (Masa
• Pada tahap ini, jika seorang remaja
Reproduksi)
putri (masa pubertas) hamil akan
• Uterus sudah siap
menimbulkan komplikasi untuk ibu
untuk menerima
maupun bayinya.
konsepsi
• Hal ini berhubungan dengan efek
pernikahan dini pada kejadian
stunting
Uterus Immature dan mature
Uterus PrePubertas Uterus Reproduktif
Gambaran USG transabdominal longitudinal dari rahim normal
pada seorang gadis usia 12 tahun. Endometrium (panah putih) Rahim normal dengan retrofleksi pada wanita berusia 28 tahun. A = anterior, I =
terlihat samar dan akan menjadi lebih menonjol setelah inferior, P = posterior, S =Superior.
kematangan seksual. Gambar endovaginal Midsagital yang diperoleh pada wanita usia 28 tahun. Uterus
tampak seperti buah pir menunjukan rahim yang matang, dengan ukuran corpus
utersu kira-kira dua kali dari ukuran serviks.
PENCEGAHAN STUNTING
STUNTING BISA DICEGAH MELALUI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN
(MEMASTIKAN KESEHATAN YANGBAIK DAN GIZI YANG CUKUP)
3 KOMPONEN
PENCEGAHAN STUNTING
DARI SISI PERILAKU
POLA
ASUH
POLA
MAKAN
POLA
HIDUP
BERSIH
1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang Optimal
Gizi tepat + Pencegahan Penyakit = Tumbuh Kembang Optimal = Mencegah Stunting
Penangan stunting dilakukan melalui Intervensi
Spesifik dan Intervensi Sensitif pada sasaran 1.000
hari pertama kehidupan seorang anak sampai
PENANGANAN KEJADIAN
berusia 2 tahun.
STUNTING
Intervensi Gizi Spesifik Intervensi Gizi Sensitif
• Intervensi yang ditujukan kepada ibu hamil dan • Intervensi yang ditujukan melalui berbagai
anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan
• Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh sektor • Sasarannya adalah masyarakat umum, tidak
kesehatan khusus untuk sasaran 1.000 Hari Pertama
• Intervensi spesifik bersifat jangka pendek, Kehidupan.
hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif
pendek
PROGRAM PEMERINTAH.
MENGGALAKKAN GERAKAN
NASIONAL PERCEPATAN
PERBAIKAN GIZI (GERNAS PPG)
INTERVENSI
GIZI SPESIFIK
INTERVENSI
GIZI SENSITIF
5 PILAR PENANGANAN STUNTING
RPJMN 2015-2019
Menurunkan prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek)
pada anak bawah usia 2 tahun menjadi 27% dengan Pelibatan
Lintas Sektor