0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
562 tayangan34 halaman

Standar Ruang Instalasi CSSD Rumah Sakit

Pusat sterilisasi rumah sakit memiliki fungsi untuk menyediakan peralatan medis steril dan mendukung kegiatan unit lain. Bangunan dan ruangannya harus memenuhi standar untuk mencegah kontaminasi silang antara area bersih dan kotor. Proses sterilisasi meliputi tahapan dekontaminasi, pengemasan, sterilisasi, dan penyimpanan untuk menjamin peralatan tetap steril hingga digunakan.

Diunggah oleh

Aguez Bocah Raggae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
562 tayangan34 halaman

Standar Ruang Instalasi CSSD Rumah Sakit

Pusat sterilisasi rumah sakit memiliki fungsi untuk menyediakan peralatan medis steril dan mendukung kegiatan unit lain. Bangunan dan ruangannya harus memenuhi standar untuk mencegah kontaminasi silang antara area bersih dan kotor. Proses sterilisasi meliputi tahapan dekontaminasi, pengemasan, sterilisasi, dan penyimpanan untuk menjamin peralatan tetap steril hingga digunakan.

Diunggah oleh

Aguez Bocah Raggae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR RUANG

INSTALASI PUSAT STERILISASI/

SENTRAL STERILE SUPPLY

DEPARTMENT ( CSSD )
CSSD (Central Sterile Supply
departement)
• Pusat kegiatan sterilisasi di RS
• Fungsi :
– penyediaan peralatan steril (Apa saja?)
– menunjang kegiatan unit lain di rs

• Struktur organisasi
Sebaiknya : dibawah penunjang medis
– dalam ifrs (Instalasi Farmasi Rumah Sakit)
– luar ifrs
• Unit-unit mana saja?
• Ciri khusus pelayanan CSSD
– segera
– tepat % sesuai untuk suatu kebutuhan
– berulang serta terus menerus
– central
Bangunan Instalasi Pusat Sterilisasi

Pembangunan Instalasi Pusat Sterilisasi harus


sesuai dengan kebutuhan bangunan pada saat ini
serta kemungkinan perluasan sarana pelayanan
dimasa datang dan didesain menurut tipe /
kapasitas rumah sakit dengan ketentuan untuk
rumah sakit:
200 TT, luas bangunan kurang lebih 130 m2
400 TT, luas bangunan kurang lebih 200 m2
600 TT, luas bangunan kurang lebih 350 m2
800 TT, luas bangunan kurang lebih 400 m2
1000 TT, luas bangunan kurang lebih 450 m2
Lokasi Instalasi Pusat Sterilisasi

Lokasi instalasi pusat sterilisasi sebaiknya


berdekatan dengan ruangan pemakai alat/bahan
steril terbesar di rumah sakit. Penetapan /
pemilihan lokasi yang tepat berdampak pada
efisiensi kerja dan meningkatkan pengendalian
infeksi, yaitu dengan meminimumkan risiko
terjadinya kontaminasi silang serta mengurangi
lalu lintas transportasi alat steril. Untuk rumah
sakit yang berukuran kecil, lokasi pusat sterilisasi
sebaiknya berada dekat / di wilayah kamar operasi
sesuai fungsinya, dan dan diupayakan lokasinya
Pembangunan dan Persyaratan Ruang Sterilisasi

Pada prinsipnya desain ruang pusat sterilisasi terdiri dari


ruang bersih dan ruang kotor yang dibuat sedemikian rupa
untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang dari
ruang kotor ke ruang bersih. Selain itu pembagian
ruangan disesuaikan dengan alur kerja. Ruang pusat
sterilisasi dibagi atas 5 ruang yaitu :

1. Ruang dekontaminasi
Pada ruang ini terjadi proses penerimaan barang kotor,
dekontaminasi dan pembersihan. Ruang dekontaminasi
harus direncanakan, dipelihara, dan dikontrol untuk
mendukung efisiensi proses dekontaminasi dan untuk
melindungi pekerja dari benda-benda yang dapat
menyebabkan infeksi, racun, dan hal-hal berbahaya
lainnya.
2. Ruang pengemasan alat
Di ruang ini dilakukan proses pengemasan alat untuk alat bongkar
pasang maupun pengemasan dan penyimpanan barang bersih. Pada
ruang ini dianjurkan ada tempat penyimpanan barang tertutup.

3. Ruang produksi dan prosesing.


Di ruang ini dilakukan pemeriksaan linen, dilipat dan dikemas untuk
persiapan sterilisasi. Pada daerah ini sebaiknya ada tempat untuk
penyimpanan barang tertutup. Selain linen, pada ruang ini juga
dilakukan pula persiapan untuk bahan seperti kain kasa, kapas, cotton
swabsdan Iain-Iain.

4. Ruang sterilisasi
Di ruang ini dilakukan proses sterilisasi alat / bahan. Untuk sterilisasi
Etilen Oksida, sebaiknya dibuatkan ruang khusus yang terpisah tetapi
masih dalam satu unit pusat sterilisasi dan dilengkapi dengan
exhaust.
5. Ruang penyimpanan barang steril
Ruang ini sebaiknya berada dekat dengan ruang sterilisasi. Apabila
digunakan mesin sterilisasi dua pintu, maka pintu belakang langsung
berhubungan dengan ruang penyimpanan.
Di ruang ini penerangan harus memadai, suhu antara 18°C - 22°C dan
kelembaban 35 - 75 %, ventilasi menggunakan sistem tekanan positif
dengan efisiensi filtrasi partikular antara 90 - 95 % (untuk partikular
berukuran 0,5 mikron). Dinding dan lantai ruangan terbuat dari bahan
yang halus, kuat sehingga mudah dibersihkan, alat steril disimpan
pada jarak 19 - 24 cm dari lantai dan minimum 43 cm dari langit-langit
serta 5 cm dari dinding serta diupayakan untuk menghindari
terjadinya penumpukan debu pada kemasan, serta alat steril tidak
disimpan dekat wastafel alau saluran pipa lainnya.
Akses ke ruang penyimpanan steril dilakukan oleh petugas pusat
sterilisasi yang terlatih, bebas dari penyakit menular dan
menggunakan pakaian yang sesuai dengan persyaratan. Lokasi ruang
penyimpanan steril harus jauh dari lalu lintas utama dan jendela serta
pintu sesedikit mungkin dan terisolasi (sealed).
Penanganan Alat Kesehatan Steril
• Alat kesehatan (UU 23 th 1992) :
Instrumen, apparatus, mesin, implan yg
mengandung obat, digunakan untuk mencegah,
diagnosa, menyembuhkan & meringankan
penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan
kesehatan manusia & / membangun struktur dan
memperbaiki fungsi tubuh
• Alat Kesehatan :
1. Non steril co : plester, cruck
2. Steril, ada 2 :
• Disposable use : cateter, jarum, syringe
• Reusable  dipakai berulang-ulang – cycle
Central Service  Hub of The Hospital
Keuntungan pemusatan kegiatan sterilisasi :
1. Efisiensi peralatan dan sarana
2. Penyederhanaan dalam prosedur kerja,
standarisasi dan peningkatan pengawasan
mutu

Kemampuan :
1. Management material
invent. control & distribusi
2. Accounting
3. Prossesing :
– desinfeksi
– sterilisasi
– prosedur cleaning
– alat-alat kesehatan (instrumen bedah)
– pengoperasian/pemeliharaan alat/mesin
– mikrobiologi
• apoteker & kedokteran mikrobiologi
Tata kerja CSSD
• Ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki
• Metoda yang dipakai

Hasil akhir “peralatan steril”, maka


diperlukan :
1. Jumlah kontaminan awal yang rendah
2. Metoda sterilisasi yg tepat
3. Pemeliharaan hasil proses sterilisasi
agar tetap steril.
Tata Ruang CSSD
• Antara area bersih dan kotor dipisahkan oleh
barier fisik/dinding dan locker
• Diperhatikan “one way flow”
Material kotor

Steril

Penyimpanan
Macamnya :
1. Surgical instrument : logam
2. Surgical garment & dressing : linen
3. Surgical handgloves : karet

• Siklus
Tujuan Masing-masing Langkah
1. Transportsi ke CSSD
Sesudah operasi/ruang lain, material
kotor dikumpulkan masuk wadah dengan
troley ke CSSD

2. Cleaning
– Proses dekontaminasi  mengurangi semua
kotoran
– Step yang penting menentukan keberhasilan
– Sebagian besar mikroorganisme termasuk
penyebab infeksi hilang pd proses ini
– Dengan desinfektan
– Ruang : kotor
Tujuan Masing-masing Langkah…

3. Pemeriksaan & pengesetan alat


– Peralatan yang tidak lengkap atau tidak memenuhi
syarat operasi akan mengganggu
4. Packaging
– Sebelum digunakan, alat steril disimpan dulu.
– Untuk mencegah rekontaminan selama
penyimpanan, dibungkus packaging :
• bisa ditembus pd saat sterilisasi shg bgn dalam steril
• melindungi isinya dari rekont. bakteri shg bgn dalam
tetap steril
– Pembungkus yg jelek/rusak  menyebebabkan
proses clean, packaging dan steril kurang
bermanfaat
Tujuan Masing-masing Langkah…

5. Sterilisasi
– Panas kering (oven)
– Panas basah (> banyak digunakan) autoclave
– Ethylen oksid, formaldehide
– Irradiation
– Hasil sterilisasi harus steril
Tujuan Masing-masing Langkah…

6. Penyimpanan
Pada ruang steril – menjamin sterilitas
Perlu diketahui ed peralatan steril.
Stock management

Syarat ruangan ;
– Ruangan harus kering
– Dirancang u/ tdk menahan debu
– Tekanan positif
– Ruang transisi
– System FIFO (First In First Out)
– Pembersih ruang dg penghisap debu

Syarat almari :
– Harus kering
– 1 x seminggu dibersihkan
Tujuan Masing-masing Langkah…

7. Transportasi ke User
– menggunakan wadah steril
tertutup/troley

8. Penggunaan Produk Steril


– Perhatikan saat membuka peralatan
– Mencegah kontaminan
Packaging
• ?? Packaging
Sterilisasi  storage & transportation  produk
dalam wadah harus tetap seril (cegah
rekontaminan)

• Rekontaminasi berasal dari :


– Udara yg masuk ke alat sterilisasi – mgd partikel yg bawa
mikrg.
– Kontak dg udara setelah keluar dr alat
– Dalam penyimpanan
– Dalam perjalanan menuju user

• Packaging :
1. Cegah rekontaminasi stlh sterilisasi
2. Dapat ditembus o/ udara /bahan pensterilisasi
3. Mampu melindungi isinya dr kerusakan slm transport
Syarat-syarat Packaging Primer :
1. Menjaga strilitas peralatan stl ster.
2. Compatibel dg proses sterilisasi
3. Pembungkus dpt ditembus o/ udara at
bahan pensteril
4. Kuat
5. Keamanan pasien terjamin – tidak
melepaskan bhn kimia ttt at partikel
6. Indikator
7. Mudah dibuka
Bahan Packaging
1. Kain, keuntungan :
– kuat
– dapat digunakan berulang kali
– flexible
2. Kertas, mrpk alternatif pengganti kain
porinya lebih kecil dari tekstil.
3. Laminated film pouch
u/ packaging individual instrument at
small instrument sets
Definisi :
• Sterilisasi :
suatu proses dg metode ttt yg bertujuan mematikan
semua organisme hidup (vegetatif & non-vegetatif) –
spora bakteri yg > resisten thd desinfektan maupun
panas
• Desinfeksi :
proses yang menggunakan suatu bahan (kimia)yg dpt
membunuh mikroorganisme patogen kecuali spora
bakteri, virus & beberapa strain bakteri resisten
persenyawaan kimia  desinfektan
desinfektan + sterilisasi  benda mati
• Antiseptik :
desinfektan non toksik, dipakai untuk kulit, mukosa atau
jaringan hidup lain
Sterilisasi
• Sebelumnya harus bersih dari debu dan
kotoran yg bercampur dengan kuman
patogen

• Macam-macam sterilisasi :
1. Sterilisasi panas kering
2. Sterilisasi dengan panas uap
3. Sterilisasi dengan ultraviolet
4. Sterilisasi dengan sinar pengion
5. Sterilisasi dengan gas kimia
6. Sterilisasi dengan filtrasi
7. Sterilisasi dengan bahan kimia
Sterilisas Panas Kering
• Bahan termostabil, co : alat gelas,
sediaan farmasi (salep, serbuk dll)
• Instrumen logam --- tidak dianjurkan
• Waktu sterilisasi yg umum :
– 160 °C - (60-150) menit
– 170 °C - (20-30) menit
Sterilisasi dengan Panas Uap
• Sering digunakan di RS karena :
– Mudah pelaksanaannya
– Diterapkan hampir 80% kebutuhan (intr. bedah, linen,
gloves, gelas)
– Biaya operasional rendah
– Hasil sterilisasi kering
– Proses waktu yg relatif pendek
• Temperatur dan waktu autoklave :
– 130 ° c wktu 2 mnt
– 121 ° c waktu 12 mnt
– 116 ° c waktu 30 mnt
• Ada 2 :
1. Gravity
2. Prevacuum (high vacuum)
Sterilisasi dengan Ultraviolet :
• Terdapat keterbatasan daya tembus maka
penggunaannya :
1. Sterilisasi udara (air hygiene)
2. Inaktivasi mikrg pada permukaan bahan at
tersuspensi dlm cairan
3. Untuk produk dlm komposisi yg tak stabil yg
sulit disterilisasi dg tata cara konvensional
• Efek max radiasi λ 265 nm
• Masih dipakai di rs u/ tujuan :
1. Mengurangi kontaminasi
2. Manitenance keadaan standar
3. Sterilisasi/dekontaminasi supplay air
• Contoh : ruangan operasi
Sterilisasi Dengan Sinar Pengion
• Sinar beta Sterilisasi dingin
• Sinar gamma Temperatur kamar
• Paling ideal namun proteksi worker thd
radiasi lebih sulit dan lebih mahal
• Bahan ster. dlm btk wadah akhir
• Digunakan untuk :
1. Alat-alat medis (syringe, benang bedah,
bahan-bahan plastik dan karet)
2. Obat-obatan
Sterilisasi dengan Gas Kimia
• Contoh : gas etilen dioksid, formaldehide
• Keuntungan :
– Temp rendah (bhn termolabil)
– Kemampuan penetrasi dan absorpsi etilen dioksid
yg tinggi pd bbrp jenis pembungkus (kertas,
polietilen)
– Digunakan untuk cateter, peralatan suntik plastik,
sarung tangan
• Keuntungan gas formaldehide dibanding etilen
dioksid :
– Lebih murah
– Kurang berbahaya u/ intoksiskasi
– Tidak mudah meledak
– Kurang meninggalkan residu pd bahan yg
disterilkan
Sterilisasi dengan Filtrasi
• Untuk mensterilkan udara at bahan dalam
btk cairan
contoh : filter udara adalah penggunaan
HEPA (High Efficacy Particulate Air) pada
ruang operasi atau ruang isolasi tertentu
untuk menghindari kontaminasi atau cross
infection
• Filtrasi cairan pada produksi obat-obat
steril atau pada sistem irigasi dalam ruang
operasi
Sterilisasi dengan Bahan Kimia
• Glutaraldehyd 2% dalam suasana basa
• Selama 20-30 menit
• Potensi bertahan sampai 14 hari

Anda mungkin juga menyukai