OLEH : Herdiansyah
PEMBIMBING : Dr. Farokah Sp. THT-KL(K),Msi.M
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengetahui Anatomi dan Etiopatogenesis LPR
2. Melakukan Anamnesis, Pemeriksaan Fisik dan Faktor
Risiko LPR
3. Melakukan penilaian RSI dan RFS serta pemeriksaan
penunjang LPR
4. Membuat keputusan klinik dan menatalaksana
medikamentosa
5. Deteksi dini dan menatalaksana berbagai masalah dan
penyulit yang mungkin terjadi pada LPR
PENDAHULUAN
Laryngopharyngeal Reflux (LPR)
adalah
keadaan dimana cairan lambung bergerak
retrograd ke arah esofagus bagian atas,
faring dan laring
Anatomi
Mekanisme dan Pola refluk LPR
Pada LPR :
Refluk > siang hari (upright)
Dismotilliti esofageal (-)
Esofageal acid clearance normal
Disfungsi esofageal sphincteratas
Heartburn <<
Patogenesis LPR
Iritasi mukosa faring dan laring
Asam throat clearing & batuk kronis
disfungsi sphincter esohageal bagian
atas
disfungsi sphincter esohageal bagian
atas
Etiologi
Asam
Pepsin
Asam empedu
Tripsin
Gejala
Disfonia
Mendehem
Batuk kronik
Disfagia
Terasa mengganjal ditenggorok
dispnea
Tanda
Laring edema terutama postcricoid dan area
Laring hiperemis hipofaring
Pita suara Edem
Eritem dan edema laring difus
Pseudosulcus vocalis
Obliterasi ventrikel laring
Mukus tebal laring
Granuloma
Manifestasi Pada Organ Lain
Telinga Tengah
Obstruksi Tuba
Hidung & Sinus Rhinosinusitis
Paransal
Laring & Jalan Stenosis
Nafas
Diagnosis LPR
Standar baku emas (pH metri) pemeriksaan pH monitoring 24 jam
dengan double probe
Laringoskopi RFS
PPI test
pH-metri
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan
Fisik
Pemeriksaan
Penunjang
RSI : Reflux Symtom Index
0 = tidak 5 = sangat berat. Penilaian > 13
1 Suara serak/ problem suara
2 Clearing your throat (sering mengeluarkan lendir tenggorok/ mendehem)
3 Mukus berlebih / PND (Post Nasal Drip)
4 Kesukaran menelan
5 Batuk setelah makan / berbaring
6 Kesukaran bernafas / chocking
7 Batuk yang mengganggu
8 Rasa mengganjal di tenggorok
9 Heartburn, rasa nyeri di dada, gangguan pencernaan, regurgitasi asam
Reflux Finding Score
Langkah-langkah laringoskopi
Anestesi Lokal
Atur duduk penderita
Memasukkan alat FOL
Melihat nasofaring
FOL diarahkan ke laring
Memeriksa laring
Pemeriksaan Penunjang
Barium Esophagoraphy
Esophageal/Pharyngeal manometry
Ambulatory double probe PH monitoring
Tatalaksana
Modifikasi gaya hidup
Penurunan berat badan
Makan dengan porsi kecil
Hindari berbaring setelah kurang dari 3 jam makan
Makan rendah lemak dan asam
Hindari minuman bersoda
Hindari makan pedas dan coklat
Berhenti merokok
Hindari alkohol
Hindari pakaian ketat
Terapi medis
Permen karet bikarbonat
Prokinetik agen (metoklorpamit)
Sukralfat
Alginat
Reseptor H2 antagonis
PPI
Terapi bedah : Funduplikasi
Gaya hidup & Diet
Terapi PPI
3mg
Gejala Gejala Gejala tidak membaik/
hilang membaik memburuk
Titrasi terapi Tingkatkan dosis PPI
PPI Lanjutkan modifikasi
gaya hidup dan diet
Follow up 6 bln
Gejala Tidak ada
membaik perubahan
Penilaian diagnosis kembali
Titrasi Terapi Monitoring PH
PPI TNE/EGD
Manometri
Pemeriksaan penelanan Barium