0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan52 halaman

Pelatihan R&D dan Pengembangan Produk

Proses pengembangan produk baru meliputi ideasi, penyaringan ide, pengembangan konsep, strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan konsumen dengan memperkenalkan produk baru.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan52 halaman

Pelatihan R&D dan Pengembangan Produk

Proses pengembangan produk baru meliputi ideasi, penyaringan ide, pengembangan konsep, strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan konsumen dengan memperkenalkan produk baru.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Research & Development Product

Agenda Training
Research & Developmen Product
01 Pemahaman R&D, Product Development Management

Proses & Strategi Pengembangan Produk


02 New Product Development Process, Strategi penembangan produk

Analisis & Riset


03 Analisis Konsumen, Analisis Pesaing, Riset

New Product Forecaseting


04 Apa itu Forecasting, Jenis-jenis forcasting, 10 langkah product forecasting
TUJUAN TRAINING

• Karyawan mampu memahami Manajemen Pengembangan


produk
• Karyawan mampu memahami dan menjelaskan strategi
pengembangan produk
• Karyawan mampu memahami Analisis – Analisis yang diperlukan
untuk mengembangkan Produk Baru
• Karyawan mampu mencari produk yang sedang trend pada
masanya.
• Karyawan mampu memahami peramalan (forcasting) produk
MANFAAT TRAINING
Setelah mengikuti training ini, diharapkan karyawan mampu :
1. Memahami Product Management dal am hal pengembangan produk baru
2. Menganalisis apa saja yang diperlukan dalam pengembangan produk
3. Mengetahui cara mencari produk yang sedang trend pada masanya,
4. Mampu memahami forecasting produ k
5. Mampu menjelaskan strategi pengem angan produk.
Research & Developmen Product
WHAT IS
PRODUCT?
Pengertian Produk
• Kotler
Menurut Kotler, Produk memiliki arti yang luas yaitu segala
sesuatu yang ditawarkan, dimiliki, dipergunakan atau dikonsumsi
sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk
didalamnya fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan.
Jenis – Jenis Produk
1. Produk Konsumsi
Yaitu produk yang digunakan oleh konsumen tingkat akhir, jadi
konsumen membeli lalu digunakan langsung sehingga tidak dijual
kembali. Secara umum produk yang sering di konsumsi masyarakat
digolongkan menjadi tiga bagian diantaranya:

• Produk kebutuhan sehari-hari.


• Produk belanjaan.
• Produk khusus.
Jenis – Jenis Produk
2. Produk Industri
Yaitu produk yang dibeli oleh produsen atau perusahaan, yang nantinya
akan dijual kembali atau digunakan sebagai bahan baku untuk proses
produksi sehingga menghasilkan barang lain. Jadi intinya barang/produk
industri digunakan untuk proses produksi, diantaranya yaitu:

• Materials and parts “bahan baku


dan suku cadang”
• Capital items “barang modal”
• Supplies and services
“perlengkapan dan layanan bisnis”
KLASIFIKASI
PRODUK
KLASIFIKASI PRODUK
1. Berdasarkan Wujud
Berdasarkan wujudnya, produk diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: Barang dan Jasa.
2. Berdasarkan Daya Tahan
Berdasarkan daya tahannya, produk dikategorikan menjadi 2 yaitu: Barang Tahan
Lama dan Barang Tidak Tahan Lama

3. Barang Konsumen
Barang Konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir dan
bukan untuk kepentingan bisnis, contoh:
Convience Goods, Shopping Goods, Speciality Goods, Unsought Goods

4. Barang Industri
Barang industri adalah barang yang di konsumsi oleh konsumen antara atau konsumen
bisnis.
TINGKATAN PRODUK
Produk dibagi menjadi lima tingkatan diantaranya:
• Manfaat dasar dari produk yang ditawarkan pada konsumen.
• Bentuk dasar dari produk yang dapat dirasakan panca indera.
• Serangkaian atribut produk dan kondisi yang diharapkan pembeli
pada saat membeli produk.
• Sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan dengan
produk yang ditawarkan lainnya.
• Semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh produk
dimasa datang.
Ciri-ciri Produk
yang Disukai
Konsumen
1. Awet/Tahan Lama
2. Murah
3. Perawatan Mudah
Pengertian R&D Product
• Penelitian dan pengembangan Produk adalah salah satu cara di mana suatu bisnis
dapat mengalami pertumbuhan di masa depan dengan mengembangkan produk
baru untuk meningkatkan dan memperluas operasi mereka.
• Penelitian dan pengembangan ( R & D ) pada dasarnya merupakan metode
penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian
terapan.
Tugas R&D Departemen

1. Melakukan riset & tanggung jawab


2. Mengelola Dana
3. Melakukan Testing
4. Berkomunikasi dengan pihak luar
Tujuan Pengembangan Produk
• Umumnya tujuan yang ingin di capai dari penciptaan produk baru adalah:
a. Untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai
investor
b. Untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang sudah ada, yaitu
dengan jalan menawarkan produk yang dapat memberikan jenis kepuasan yang
baru.
• Konsep produk baru dari dua perspektif, yakni :
a. Baru bagi pasar (new to market)
b. Baru bagi perusahaan bersangkutan (new to deferm)
Bentuk Pengembangan Produk
a. Initial Development
Suatu usaha penggunaan barang sehingga mempunyai tingkat penggunaan yang
lebih tinggi dari tingkat sebelumnya.
b. Improvement Development
Adalah setiap perubahan barang yang berakibat barang tersebut mampu memenuhi
kebutuhan konsumen atau merupakan perubahan suatu barang pada wujud atau
bentuk yang lebih disukai konsumen.
c. New Use Application
Adalah merupakan suatu penggunaan barang dengan cara meningkatkan guna
barang tersebut. Penggunaan barang dalam bermacam-macam variasi adalah
merupakan ciri dalam pengembangan produk.
Dari bentuk pengembangan produk baru ini
dibagi menjadi 2 klasifikasi
a. Klasifikasi Produk Baru Berdasarkan Pengembangannya

Produk Modifikasi Produk Inovasi Produk Daur Ulang

b. Klasifikasi Produk Baru Berdasarkan Fungsinya dalam Strategi Pemasaran

Penambah Varietas Ukuran Kecanggihan


Identitas Baru Teknologi
Produk Franchise
Baru
Faktor Pengembangan Produk

a. Faktor pendorong b. Faktor penghambat


- Perkembangan teknologi - Kekurangan gagasan
- Perkembangan selera konsumen - Pasar yang terbagi-bagi
- Persaingan - Kendala sosial dan pemerintah
- Adanya kapasitas produk berlebihan - Mahalnya proses pengembangan produk
- Siklus hidup produk yang pendek - Kekurangan modal
- Adanya Keinginan untuk Meningkatkan Laba - Waktu pengembangan yang lebih singkat
- Siklus hidup produk yang lebih singkat
Proses & Strategi Pengembangan Produk
New Product Development Process
Pengembangan untuk produk baru itu sendiri merupakan suatu hasil inovasi
yang mana keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kualitas dari produk
yang dikembangkan. Melalui beberapa proses penting untuk pengembangan
produk baru, pastinya sangat bagus untuk menjadi referensi dalam menciptakan
suatu inovasi produk unggulan.
1. Pemunculan gagasan (idea generation) : Pemunculan gagasan baru harus sesuai
dengan jenis usaha perusahaan dan konsumen sebagai salah satu sumber yang paling
logis untuk mencari gagasan-gagasan produk baru. Sumber utama dari penciptaan ide
termasuk sumber internal dan sumber eksternal.
2. Penyaringan Gagasan ( Idea Screening ) : Tujuan penyaringan adalah mengurangi
banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin
dengan kata lain perusahaan harus bisa mengurangi jumlah ide-ide yang ada.
3. Pengembagan dan pengujian Konsep ( Concept Development and Testing ) : Suatu
gagasan produk adalah gagasan bagi kemungkinan produk yang oleh perusahaan
dianggap bisa ditawarkan ke pasar. Pada dasarnya konsumen tidak membeli gagasan dari
suatu produk melainkan konsep dari produk tesebut. Dari berbagai konsep produk yang
ada kemudian dilakukan pengujian yang pada akhirnya di pilih konsep produk yang paling
tepat.
4. Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development) : strategi pemasaran
terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar.
• Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan
produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang
hendak dicari pada beberapa tahun pertama.
• Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang
direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama.
• Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran
keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.
5. Analisis usaha (business analysis) : Bila manajemen telah menentukan konsep produk dan
strategi pemasaran, perusahaan bisa mengevaluasi daya tarik usulan usaha itu. Adapun cara
mengevaluasi usulan dengan cara membuat suatu perkiraan tentang tingkat penjualan, biaya
produksi, dan keuntungan yang diharapkan sesuai dengan sasaran peruahaan.
6. Pengembangan produk (product development) : Bagian riset dan pengembangan membuat
satu atau beberapa versi bentuk fisik dari konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe
yang memenuhi konsep produk dan dapat diproduksi dengan biaya produksi yang telah
dianggarkan
7. Pengujian pasar (market testing) : Pengujian pasar ialah keadaan dimana produk dan
program pemasaran diperkenalkan kepada kalangan konsumen yang lebih otentik untuk
mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai, dan membeli-
ulang produk itu dan seberapa luas pasar yang dimilikinya.
8. Komersialisasi (Commercialization) : Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan
dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam
melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa,
dan bagaimana produk baru tersebut akan diluncurkan ke pasar. Ketika perusahan
menuju tahap ini, mereka akan menghadapi biaya yang amat tinggi seperti biaya promosi
pada billboard, dan pengiklanan rutin lainnya.
Strategi Pengembangan Produk
• Menurut Philip Kotler ada tiga macam strategi di dalam pengembangan produk:
a. Strategi peningkatan kwalitas (quality improvement) : Strategi ini bertujuan
untuk meningkatkan kinerja fungsional produk, daya tahan, keandalan, kecepatan,
rasa, dll.
b. Strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) : Strategi ini
bertujuan untuk menambah keistimewaan baru (seperti ukuran, berat, bahan,
kelengkapan tambahan, aksesoris) yang mempeluas keanekaragaman, keamanan
atau kenyamanan produk.
c. Strategi peningkatan gaya (style improvement) : Strategi ini bertujuan untuk
meningkatkan daya tarik astetis suatu produk, seperti perusahaan memperkenalkan
variasi warna, dan tekstur serta sering merubah gaya kemasan.
Siklus Hidup Produk ( Product Life
Cycle)
• adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika
kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga
memiliki siklus atau daur hidup.
• Pada prinsipnya, Hampir setiap produk di dunia ini mengalami Siklus Hidup
Produk
• Oleh karena itu, mengerti dan memahami konsep Siklus Hidup Produk
atau Product Life Cycle ini merupakan suatu hal yang penting bagi setiap produsen
untuk memproduksi dan memasarkan produknya.
• Pada dasarnya, Siklus Hidup Produk adalah tahapan-tahapan proses perjalanan
hidup suatu produk mulai dari diperkenalkannya kepada pasar (market) hingga
pada akhirnya hilang dari pasaran.
1. Tahap Perkenalan ( Introduction ) : Tahap Pegenalan merupakan tahap dari siklus
hidup produk di mana produk baru pertama kali didistribusikan dan tersedia untuk dibeli
(produk pertama kali diluncurkan).
2. Tahap Pertumbuhan ( Growth ) : Tahap pertumbuhan merupakan tahap siklus hidup
produk di mana penjualan produk mulai menanjak dengan cepat. Pada saat ini
perusahaan berkesempatan memperkenalkan fitur baru produk dan pasar juga akan
mengalami perkembangan.
3. Tahap Kedewasaan ( Maturity ) : Tahap kedewasaan adalah tahap siklus hidup produk
di mana petumbuhan penjualan mulai melambat dan menurun. Pesaing biasanya
menurunkan harga, menambah ilan dan promosi penjualan, serta meningkatkan
anggaran R&D mereka untuk menemukan versi yang lebih baik dari produk tersebut.
4. Tahap Kemunduran ( Decline ) : Tahap penurunan adalah tahap dari siklus hidup
produk di mana penjualan produk menurun. Penurunan penjualan disebabkan oleh
banyak alasan, termasuk kemajuan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan
meningkatnya persaingan.
ANALISIS & RISET
Analisis Konsumen
• Perusahaan harus berfokus pada konsumen, konsumen adalah bagian terpenting
dari perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengerti bagaimana
konsumenya berperilaku.
• Untuk memahami konsumen dalam hal penelitian dan pengembangkan produk,
perusahaan harus bisa memahami apa yang dipikirkan (kognisi), apa yang
dirasakan (afeksi) dan apa yang mereka lakukan serta kejadian sekitar yang
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan, dirasa, dan dilakukan
konsumen.
Perilaku Konsumen
• Perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan proses
pembelian, pada saat konsumen melakukan aktifitas-aktifitas seperti melakukan
pencarian, penelitian, dan pengevaluasian produk.
• Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk
membuat keputusan pembelian.
• Yang termasuk ke dalam perilaku konsumen selain mengenai kualitas produk, juga
meliputi harga produk atau jasa tersebut.
Pengambilan keputusan konsumen
• Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dalam
membangun Strategi Pengembangan dan Pemasaran suatu produk baru. Dengan
mengerti bagaimana Konsumen dalam pengambilan keputusan dalam membeli sebuah
produk.
• Para konsumen melewati lima tahap proses pembelian, yaitu
1. Pengenalan Masalah
2. Pencarian Informasi
3. Evaluasi Alternatif
4. Keputusan Pembelian
5. Perilaku Pasca Pembelian : Ketidakpuasan pasca pembelian, Tindakan pasca pembelian,
Pemakaian dan pembuangan pasca pembelian
Loyalitas Merek
• Tujuan dilakukan pemasaran salah satunya adalah bagaimana meningkatkan
kemungkinan dan frekuensi konsumen melakukan kontak dengan produk,
membeli dan menggunakannya dan melakukan pembelian ulang.
• Strategi yang dibutuhkan saat ini adalah berkaitan dengan loyalitas merek agar
perusahaan tetap bertahan hidup. Sebagai suatu fenomena kognisi, loyalitas
merek merupakan komitmen internal untuk membeli dan membeli ulang suatu
merek tertentu.
Tingakatan Loyalitas Merek
a. Pembeli yang komit (Committed buyer)
• Pada tahap ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka memiliki suatu kebanggaan
sebagai pengguna suatu merek dan bahkan merek tersebut menjadi sangat penting bagi mereka
dipandang dari segi fungsinya maupun sebagai suatu ekspresi mengenai siapa sebenarnya
mereka.
b. Menyukai merek (Likes the brand)
• Pembeli yang masuk dalam kategori loyalitas ini merupakan pembeli yang sungguh-sungguh
menyukai merek tersebut. Pada tingkatan ini dijumpai perasaan emosional yang terkait pada
merek. Rasa suka pembeli bisa saja didasari oleh asosiasi yang terkait dengan simbol, rangkaian
pengalaman dalam penggunaan sebelumnya baik yang dialami pribadi maupun oleh kerabatnya
ataupun disebabkan oleh kesan kualitas yang tinggi.
c. Pembeli yang puas dengan biaya peralihan (Satisfied buyer)
• Pada tingkat ini pembeli merek masuk dalam kategori puas bila mereka mengkonsumsi merek
tersebut, meskipun demikian mungkin saja mereka memindahkan pembeliannya ke merek lain
dengan menanggung biaya peralihan (switching cost) yang terkait dengan waktu, uang, atau
resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka beralih merek.
d. Pembeli yang bersifat kebiasaan (Habitual Buyer)
• Pembeli yang berada dalam tingkat loyalitas ini dapat dikategorikan sebagai pembeli yang puas
dengan merek produk yang dikonsumsinya atau setidaknya mereka tidak mengalami
ketidakpuasan dalam mengkonsumsi produk tersebut.
e. Berpindah-pindah (Switcher)
• Pelanggan yang berada pada tingkat loyalitas ini dikatakan sebagai pelanggan yang berada pada
tingkat paling dasar. Semakin tinggi frekuensi pelanggan untuk memindahkan pembeliannya dari
suatu merek ke merek-merek yang lain mengindikasikan mereka sebagai pembeli yang sama
sekali tidak loyal atau tidak tertarik pada merek tersebut.
Analisis Pesaing
• Analisis pesaing merupakan suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi
apa-apa saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang
menghasilkan barang atau jasa yang mirip dengan produk kita.
• Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.
• Langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan identifikasi
seluruh pesaing yang ada. Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui
secara utuh kondisi pesaing kita.
Identifikasi Pesaing
1. Jenis produk yang ditawarkan
2. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing
3. Identifikasi peluang dan ancaman
4. Identifikasi keunggulan dan kelemahan
Analisa Sasaran Pesaing
• Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu
mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka
selanjutnya.
• Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share,
meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat
pesaing lainnya.
• Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, perusahaan perlu mengetahui laba
jangka pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka
ambil.
• Jika sasarannya untuk memperbesar, maka perusahaaan perlu mengetahui
apakah pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar.
RISET
• Riset ini sangat penting dilakukan agar kita mengetahui produk apa saja yang
dibutuhkan masyarakat serta bagaimana prospek keuntungannya bila dijual.
• Dengan melakukan riset terlebih dahulu terhadap produk-produk yang akan kita
jual, kita juga akan bisa melihat seberapa besar potensi pasar produk tersebut,
trendnya penjualannya saat ini dan bisa memprediksi kira-kira bagaimana trend
produk tersebut dalam beberapa bulan ke depan.
TIPS RISET PRODUK BARU
1. Menggunakan Google Trends
2. Survei Produk di Marketplace
• 3. Riset Keyword di Google
4. Gunakan Quisioner
5. Cermati iklan disurat kabar
6. Gunakan tool riset berbayar
7. Mengacu pada ulasan produk
NEW PRODUCT FORCASTING
Apa itu Forecasting ?
• Forecasting atau perkiraan adalah kegiatan yang bertujuan untuk meramalkan
atau memprediksi segala hal yang terkait dengan produksi, penawaran,
permintaan ,dan penggunaan teknologi dalam sebuah industri atau usaha.
• Kemudian apakah perbedaannya peramalan dengan perencanaan?? Jelas
berbeda, Rencana adalah penentuan apa yang akan dilakukan oleh perusahaan
pada waktu yang akan datang, sedang dengan peramalan hanya perkiraan apa
yang akan terjadi , namun belum tentu dapat di laksanakan.
• Jadi, pada dasarnya, forecasting ini merupakan suatu teknik analisa perhitungan
yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Tujuannya
untuk memperkirakan kejadian di masa depan dengan menggunakan referensi
data-data di masa lalu.
Jenis- Jenis Forecasting
1. Forecasting berdasarkan waktu
a. Forecasting jangka panjang : mencakup waktu lebih dari 18 Bulan
b. Forecasting jangka menengah: mencakup waktu antara 3-18 Bulan
c. Forecasting jangka pendek : Mencakup jangka waktu kurang dari 3 Bulan
2. Forecasting Berdasarkan Operasi di Masa Depan
a. Forecasting teknologi : memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat
meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan yang
baru.
b. Forecasting ekonomi : menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi,
ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator
perencanaan lainnya.
c. Forecasting permintaan : proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu
perusahaan.
3. Forcasting Berdasarkan Jenis Data yang Disusun
a. Forecasting Kualitatif : Hasil prediksi yang dibuat sangat tergantung pada orang yang
menyusunnya. Biasanya perkiraan ini didasarkan atas hasil penyelidikan, seperti pendapat
salesman, pendapat sales manajer pendapat para ahli, dan survey konsumen.
b. Forecasting Kuantitatif : Hasil perkiraan yang dibuat sangat tergantung pada metode
yang digunakan dalam perkiraan tersebut. Penggunaan metode yang berbeda akan
diperoleh hasil yang berbeda pula.

4. Forcasting Berdasarkan Sifat Penyusun


a. Forecasting Subjektif : yang didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang
menyusunnya.
b. Forecasting Objektif : didasarkan atas data yang relevan pada masa lalu, dengan
menggunakan teknik-teknik dan metode-metode dalam penganalisaan data tersebut.
10 Langkah Product Forecasting
1. Penentuan Tujuan : Pada tahap ini penentuan tujuan dari setiap peramalan harus
disebutkan secara tertulis, formal dan eksplisit.
2. Pemilihan Teori Yang Relevan : langkah berikutnya adalah menentukan
hubungan teoritis yang menentukan perubahan-perubahan variabel yang
diramalkan.
3. Pencarian data yang tepat : Tahap ini biasanya merupakan tahap yang cukup
rumit dan seringkali merupakan tahap yang paling kritikal karena tahap-tahap
berikutnya dapat dilakukan atau tidak tergantung pada relevansi data yang
diperoleh tersebut
4. Analisa data : Pada tahap ini dilakukan penyeleksian data karena dalam proses
peramalan seringkali kita mempunyai data yang berlebihan atau bisa juga terlalu
sedikit.
5. Pengestimasian model awal : Tahap ini adalah tahap di mana kita menguji kesesuaian
(fitting) data yang telah kita kumpulkan ke dalam model peramalan dalam artian
meminimumkan kesalahan peramalan.
6. Evaluasi dan Revisi Model : Sebelum kita melakukan penerapan secara aktual, suatu
model harus diuji lebih dahulu untuk menentukan akurasi, validitas dan keandalan yang
diharapkan.
7. Penyajian Ramalan Sementara Kepada Manajemen : Pada tahap ini dibutuhkan
penyesuaian-penyesuaian jugdemental untuk melihat pengaruh dari resesi suatu
perekonomian, pengaruh perubahan inflasi, kemungkinan pemogokan tenaga kerja atau
perubahan kebijakan pemerintah dan sebagainya.
8. Revisi Terakhir : Seperti telah dikemukakan tidak ada ramalan yang bersifat statis.
Penyiapan suatu ramalan yang baru akan dilakukan tergantung pada hasil evaluasi tahap-
tahap sebelumnya.
9. Pendistribusian Hasil Peramalan : Pendistribusian hasil peramalan kepada
manajemen harus pada waktu tepat dan dalam format yang konsisten. Jika tidak, nilai
ramalan tersebut akan berkurang.
10. Penetapan Langkah Pemantauan : Suatu kegiatan peramalan yang baik
membutuhkan penetapan langkah-langkah pemantauan untuk mengevaluasi peramalan
ketika sedang berlangsung dan langkah pematauan yang memungkinkan seorang
peramal untuk mengantisipasi perubahan yang tak terduga.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai