Program Studi S-1 Teknik Lingkungan
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
STUDI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DAN
PENGENDALIAN EMISI UDARA INDUSTRI AMONIUM NITRAT
DI PT. MULTI NITROTAMA KIMIA MINING SERVICE
MUHAMMAD AKBAR
H1E115016
CAHAYA AL AMIN
H1E115201
PT. Multi Nitrotama Kimia (PT MNK) merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang penyedian
bahan peledak pertambangan dan jasa peledak
an. PT MNK didirikan pada tanggal 10 Juli 198
7 dan mulai beroprasi pada Juli
1990. Produk yang dihasilkan PT MNK adalah
Prill amonium nitrat dengan vairan High Dens
ity Amonium nitrat (HDAN), Low Density Ammo
nium Nitrat (LDAN),Chemical Amminium Nitrat
(CPAN) dan asam nirat yang digunakan untuk
memproduksi amonium nitrat. Lokasi Pabrik PT.
Multi Nitrotama Kimia berada didalam Kawasan
Industri Kujang Cikampek (KIKC) , Jalan Jendral
Ahmad Yani, Dawuan, Cikampek, Jawa Barat.
Program Studi S-1 Teknik Lingkungan
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan kerja praktik dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan dimulai dari
tanggal 2 Juli 2018 sampai dengan tanggal 14 Agustus 2018 di PT MNK-2.
Tujuan
• Untuk mengetahui pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3)
di PT. MNK.
• Untuk mengetahui pengendalian emisi udara Industri ammonium nitrat di P
T MNK.
Ruang Lingkup
• Pengelolaan Limbah bahan berbahaya dan beracun berdasarkan PP No 101 Tahun 201
4 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (LB3)
• Pengendalian Emisi udara Industri Ammonium Nitrat berdasarkan Peraturan Menteri Lin
gkungan Hidup No. 13 tahun 1995 tentang Baku Mutu Emisi Tidak Bergerak , PP RI NO.
41/1999 tentang Pengendalian Kualitas Udara, dan [Link] No.7/2007 tentang Baku
mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Ketel Uap.
Definisi Limbah B3
PP 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disingkat menjadi B3 adalah zat, energi,
dan komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan / atau jumlahnya, baik secara langsu
ng maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan /atau merusak lingkungan hidup, dan
/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan
makhluk hidup lainya.
IDENTIFIKASI SUMBER LB3
Berdasarkan PP No 101 Tahun 2014 Sumber Limbah B3 terdiri dari :
Sumber Spesifik
Sumber Tidak Spesifi
k
Limbah B3 dari bahan kimia kedaluwarsa,
tumpah, bekas kemasan dan buangan produk yang tidak
memenuhi spesifikasi.
IDENTIFIKASI SUMBER LB3
No Jenis Limbah Kode Limbah Karakteristik Sumber
1 Na Terkontaminasi A105c korosif Plant
2 Aki Bekas A102d beracun Plant
3 Bahan Kimia Kadaluarsa A106d beracun Lab
4 Filter, Konveyor A108d beracun Plant
5 Karbon Aktif Bekas A110d beracun Plant
6 Refriggrant Ac A111d beracun kantor
7 Jerican Ex Chemical B104d beracun Plant
8 Oli, Grease B105d mudah menyala Plant
9 Resin Bekas B106d beracun Plant
10 Limbah Elektronik, TL B107d beracun kantor
IDENTIFIKASI SUMBER LB3
No Jenis Limbah Kode Limbah Karakteristik Sumber
11 Sludge N Pond B301-7 beracun Plant
12 Majun Bekas B110d beracun Plant
13 Spent Catalis Gause B301-3 beracun Plant
14 Batu Baterai B326-1 beracun kantor
15 Chemical Industri Cleaner B352-1 beracun Lab
16 Toner Bekas B353-1 beracun kantor
17 Solar Terkontaminasi D1003d mudah menyala Plant
18 Asbes putih B102d beracun Plant
19 Catridge B321-4 beracun kantor
20 Rockwoll B354-4 beracun Plant
21 Coating Oil B301-4 beracun Plant
PENGELOLAAN LIMBAH B3
PENGELOLAAN LIMBAH B3
REDUKSI
Menurut PP No 101 Tahun 2014 Bab III Pasal 10 :
“Setiap orang yang meghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengurangan
limbah B3”. Upaya dilakukan dengan cara subtitusi bahan, Modifikasi pros
es, dan teknologi bersih.
PENGELOLAAN LIMBAH B3
Pengemasan
Pengemasan merupakan proses pemberian label atau simbol pa
da limbah B3 sesuai jenis dan karakteristiknya. Kemasan limba
h B3 harus memiliki kondisi yang bebas dari karat dan kebocora
n serta harus dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan lim
bah yang disimpan didalamnya.
PENGELOLAAN LIMBAH B3
Menurut PerMen LH No 14 Ta Pengemasan
hun 2013 :
1. Simbol limbah B3 berbent
uk bujur sangkat diputar 4 Menurut PerMen LH No 14 Ta
5° sehingga membentuk b hun 2013 :
elah ketupat 1. Label limbah B3 berukuran
2. Simboll limbah dipasang p paling rendah 15 cm x 20 cm
ada kemasan dengan ukur dengan warna dasar kuning s
an paling rendah 10 cm x erta garis tepi berwarna kun
10 cm ging dan tulisan identitas ber
warna hitam serta tulisan PERI
NGATAN ! Dengan huruf yang
lebih besar berwarna merah
PENGELOLAAN LIMBAH B3
Penyimpanan
Penyimpanan limbah B3 adalah kegiatan menyimpan limbah B3 y
ang dilakukan oleh penghasil limbah B3 dengan maksud menyi
mpan sementara limbah B3 yang dihasilkan. Penyimpanan limbah
B3 PT MNK berada di TPS Limbah Berbahaya dan Beracun Kawa
san Industri Kujang Cikampek, Jl Jendral Ahmad Yani No 39 Desa
Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek, Kabupaten Kawarang. . Ba
ngunan TPS limbah B3 memiliki luasan 7 m x 20 m dengan titik k
oordinat LS 06 024’52,7” dan BT 107 026’09,2”.
PENGELOLAAN LIMBAH B3
Fasilitas
Bangunan penyimpanan limbah B3 Sementara (TPS) WARA KM 73juga
dilengkapi dengan beberapa alat penunjang menurut Keputusan Kepal
a Badan Pengendali Dampak Lingkungan No. KEP-01/BAPEDAL/090119
5 tentang tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan dan pengum
pulan limbah bahan berbahaya dan beracun.
PENGELOLAAN LIMBAH B3
Pengangkutan
Pihak pertama merupakan penghasil limbah B3 yaitu PT Multi Nitr
otama Kimia, pihak kedua yaitu PT Trans LJA dan Pihak ke-3 ialah
PT PPLI,
Bekasi
PENGELOLAAN ADMINISTRASI LIMBAH B3
Manifest LB3 Log Book
Bahwa pengangkutan LB3 Merupakan pencatatan harian dari
harus menyampaikan manife LB3 yang masuk dan keluar.
st pengangkutan LB3 kepada Log book dicatat di TPS dan dimas
menteri dan melaporkan pen ukkan dalam laporan triwulan LB3.
gakutan LB3.
Neraca Limbah B3
Neraca limbah B3 merupakan neraca kumulatif dari data log book stiap
bulan. Neraca ini digunakan sebagai control first in firs out (FIFO) dari T
PS setiap bulanya. Didalam neraca ini merepresentasikan jumlah timbul
an limbah B3 dari kegiatan operasional pabrik
Pengendalian Pencemaran Udara
Sumber Tail Gas
Tail gas dihasilkan dari proses absorpsi pembuatan asam nitrat. Absorpsi yang
dimaksudkan disini adalah mengontakkan kembali NO2 yang belum bereaksi
dengan H2O untuk menghasilkan asam nitrat. Proses absorpsi terjadi pada
Absorption Tower dan Masar Tower Reaksi yang terjadi pada Absorption Tower
dan Masar Tower merupakan reaksi eksotermik dengan efisiensi reaksi tinggi
apabila berlangsung pada temperatur rendah.
Pengendalian Pencemaran Udara
Diagram Alir Pembuatan Asam Nitrat
AMONIAK UDARA
FILTER FILTER
EVAPORATOR Kebisingan KOMPRESOR
Power Power
MIXING TURBIN
TO ATM CATALYTIC RE
AKTOR
Boiler Feed Water
Superheated Steam
STACK HEAT RECOVERY
Natural Gas
Hot Tail Gas NOx ABATEME
HEAT RECOVERY NT
Cooling Water
COOLER COND TO ATM
EXPANDER
ENSER
Absorber Feed Water
Cold Tail Gas
ABSORBER HEAT RECOVERY STACK
Asam Nitrat (HNO3)
STORAGE
Pengendalian Pencemaran Udara
Diagram Alir Pembuatan Amonium Nitrat
ASAM NITRAT AMONIAK
FILTER
EVAPORATOR
Process Condesate
REAKTOR
Process Condesate PROCESS CONDENS
EVAPORATOR
ATE TREATMENT
Internal Addictive
PRILLING
To ATM Reuse For Ni
DRIYING tric Acid Plan
t
SCREENING
AN SOLUTION NEUTRALIZING PON
STACK D
COOLING
Eksternal Addictive TITIK PENAATAN
COATING
Amoinium Nitrat (N
BAGGING H4HNO2)
Debu TO BAP
SCRUBBER SYSTEM
Bising
Hasil Pemantauan Kualitas Udara
Hasil Kualitas Udara Ambien Halaman Utara
No Parameter Hasil Baku Mutu Satuan Metode
1 Sulfur Dioxide, SO2 151 365/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.7-2005
2 Carbon Monoxide, CO <1146 10000/24H µg/Nm3 IKM-104
3 Nitrogen Dioxide, NO2 <12 150/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.2-2005
4 Oxidant, O3 41 235/1H µg/Nm3 SNI 19-7119.8-2005
5 Total Suspended Particulate 112 230/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.3-2005
6 Lead, Pb <0.02 2/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.4-2005
7 Hydrocarbon, HC <6.53 160/3H µg/Nm3 Flame Ionization
Hasil Kualitas Udara Ambien Halaman Barat
No Parameter Hasil Baku Mutu Satuan Metode
1 Sulfur Dioxide, SO2 246 365/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.7-2005
2 Carbon Monoxide, CO <1146 10000/24H µg/Nm3 IKM-104
3 Nitrogen Dioxide, NO2 <12 150/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.2-2005
4 Oxidant, O3 <7 235/1H µg/Nm3 SNI 19-7119.8-2005
5 Total Suspended Particulate 94 230/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.3-2005
6 Lead, Pb <0.02 2/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.4-2005
7 Hydrocarbon, HC <6.53 160/3H µg/Nm3 Flame Ionization
Hasil Pemantauan Kualitas Udara
Hasil Kualitas Udara Ambien Halaman Selatan
No Parameter Hasil Baku Mutu Satuan Metode
1 Sulfur Dioxide, SO2 193 365/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.7-2005
2 Carbon Monoxide, CO <1146 10000/24H µg/Nm3 IKM-104
3 Nitrogen Dioxide, NO2 <12 150/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.2-2005
4 Oxidant, O3 <7 235/1H µg/Nm3 SNI 19-7119.8-2005
5 Total Suspended Particulate 72 230/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.3-2005
6 Lead, Pb <0.02 2/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.4-2005
7 Hydrocarbon, HC <6.53 160/3H µg/Nm3 Flame Ionization
Hasil Kualitas Udara Ambien Halaman Timur
No Parameter Hasil Baku Mutu Satuan Metode
1 Sulfur Dioxide, SO2 301 365/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.7-2005
2 Carbon Monoxide, CO <1146 10000/24H µg/Nm3 IKM-104
3 Nitrogen Dioxide, NO2 <12 150/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.2-2005
4 Oxidant, O3 <7 235/1H µg/Nm3 SNI 19-7119.8-2005
5 Total Suspended Particulate 93 230/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.3-2005
6 Lead, Pb <0.02 2/24H µg/Nm3 SNI 19-7119.4-2005
7 Hydrocarbon, HC <6.53 160/3H µg/Nm3 Flame Ionization
Hasil Pemantauan Kualitas Udara
Hasil Uji Emisi Cerobong Boiler 2
No Parameter Hasil Baku Mutu Satuan Metode
1 Sulphur Dioxide, SO2 1 150 mg/m3 USEPA METHOD 6C-1997
2 Nitrogen Oxides, NOx 70 650 mg/m3 SNI 19-7117.10-2005
3 Stack Velocity 3.98 - m/s SNI 7117.14:2009
Hasil Pemantauan Kualitas Udara
Hasil Uji Emisi Cerobong Prilling Tower 2
No Parameter Hasil Baku Mutu Satuan Metode
1 Ammonia, NH3 <0.02 0.5 mg/m3 SNI 19-7117.6-2005
2 Free Chlorine, Cl2 <0.01 10 mg/m3 MASA 202
3 Hydrogen Chloride, HCl 0.11 5 mg/m3 SNI 19-7117.8-2005
4 Hydrogen Fluoride, HF 0.09 10 mg/m3 SNI 19-7117.9-2005
5 Nitrogen Oxides, NOx <1 1000 mg/m3 SNI 19-7117.10-2005
6 Opacity <20 35 % SNI 19-7117.11-2005
7 Dust, Particulate 1 350 mg/m3 USEPA METHOD 17-2000
8 Sulphur Dioxide, SO2 <1 800 mg/m3 USEPA METHOD 6C-1997
9 Total Reduction Sulfur as H2S 0.03 35 mg/m3 SNI 19-7117.7-2005
10 Mercury, Hg <0.005 5 mg/m3 SNI 19-7117.20:2009
11 Arsenic, As 0.051 8 mg/m3 SNI 19-7117.20:2009
12 Antimony, Sb <0.007 8 mg/m3 SNI 19-7117.20:2009
13 Cadmium, Cd <0.008 8 mg/m3 SNI 19-7117.20:2009
14 Zinc, Zn 0.335 50 mg/m3 SNI 19-7117.20:2009
15 Lead, Pb <0.05 12 mg/m3 SNI 19-7117.20:2009
16 Stack Velocity 3.98 - m/s SNI 7117.14:2009
Hasil Pemantauan Kualitas Udara
Hasil Uji Emisi Cerobong Produksi 2
Hasil Baku Satuan Metode
No Parameter Mutu
1 Ammonia, NH3 <0.02 0.5 mg/m3 SNI 19-7117.6-2005
2 Free Chlorine, Cl2 <0.01 10 mg/m3 MASA 202
3 Hydrogen Chloride, HCl 0.06 5 mg/m3 SNI 19-7117.8-2005
4 Hydrogen Fluoride, HF 0.24 10 mg/m3 SNI 19-7117.9-2005
SNI 19-7117.10-
55 mg/m3
5 Nitrogen Oxides, NOx 1000 2005
SNI 19-7117.11-
<20 %
6 Opacity 35 2005
USEPA METHOD
1 mg/m3
7 Dust, Particulate 350 17-2000
USEPA METHOD
36 mg/m3
8 Sulphur Dioxide, SO2 800 6C-1997
Total Reduction Sulfur
<0.03 mg/m3 SNI 19-7117.7-2005
9 as H2S 35
<0.00 SNI 19-
mg/m3
10 Mercury, Hg 5 5 7117.20:2009
SNI 19-
0.05 mg/m3
11 Arsenic, As 8 7117.20:2009
<0.00 SNI 19-
mg/m3
12 Antimony, Sb 7 8 7117.20:2009
<0.00 SNI 19-
mg/m3
13 Cadmium, Cd 8 8 7117.20:2009
SNI 19-
1.501 mg/m3
14 Zinc, Zn 50 7117.20:2009
SNI 19-
<0.05 mg/m3
15 Lead, Pb 12 7117.20:2009
16 Stack Velocity 5.71 - m/s SNI 7117.14:2009
Kesimpulan
Sumber timbulan limbah B3 pada PT Multi Nitrotama Kimi
a berasal dari kegiatan kantor, kegiatan Produksi (plant),
kegiatan pemeliharaan, dan kegiatan pendukung. Jenis l
imbah yang dihasilkan PT Multi Nitrotama Kimia meliputi A
sam nitrat terkontaminasi, aki bekas, bahan kimia kadalu
arsa, filter, konveyor, karbon aktif bekas, refrigerant Ac, je
rican ex chemical, oli, grease, resin bekas, limbah elektro
nik, lampu TL, sludge N pond, majun bekas, spent catalis
gause, batu baterai, chemical industry, cleaner, solar terk
ontaminasi, asbes putih, catridge, rockwool, coating oil. K
arakteristik timbulan limbah B3 yang dihasilkan oleh PT M
ulti Nitrotama kimia ialah beracun, karsiogenik, mudah m
eledak dan korosif.
Pengelolalaan limbah B3 PT Multi Nitrotama Kimia ialah se
mua timbulan limbah B3 di kumpulkan di TPS limbah B3 se
suai jenis dan karakteristiknya. Limbah B3 akan diangkut
oleh transporter PT LJA Trans menuju pihak ke-3 yaitu PT P
PLI, Bekasi.
Kesimpulan
Jenis pencemar udara emisi di [Link] berupa partikel debu
dan tail gas (NO2 dan NO sekitar 0,22%). Sumber tail gas
pada [Link] dari proses produksi asam nitrat. Pemantauan
dan pengukuran kualitas udara emisi dan udara ambien di
[Link]-2 dilakukan secara manual dilakukan sekali dalam
enam bulan oleh pihak ketiga. Pengendalian pencemaran
emisi pada [Link]-2 telah dilakukan dengan proses pengol
ahan tail gas. Pengolahan tail gas berfungsi mengurangi
kandungan NOx sampai ambang batas yang diperbolehkan
sebelum dilepas ke udara.
Hasil pemantauan emisi udara oleh PT SYSLAB menunjukan
bahwa semua parameter pemantauan sudah sesuai atau
memenuhi baku mutu kualitas emisi udara berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 tahun 1995
tentang Baku Mutu Emisi Tidak Bergerak , PP RI NO.41/1999
tentang Pengendalian Kualitas Udara, [Link] No.7/2007
Baku mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Ketel.
Saran
Proses Pengelolaan limbah B3 yang di laksanakan di P
T Multi Nitrotama Kimia masih belum sesuai standar y
ang diterapkan oleh peraturan dan perundangan P
T Multi Nitrotama Kimia perlu meningkatkan kualitas m
anajemen pengelolaan limbah B3 mulai dari tah
ap pengemasan hingga proses pengangkutan. PT
Multi Nitrotama Kimia dapat menambahkan tenag
a ahli di bidang lingkungan agar manajemen penge
lolaan limbah B3 dapat berjalan lebih baik lagi. Selain
itu PT MNK bisa memberikan saran kepada penanggu
ng jawab WWTP Kawasan Industri Kujang Cikam
pek (KIKC) untuk di operasikan kembali. Dari yang p
enulis lihat di lapangan air limbah dari KIKC mencema
ri sungai yang ada di sekitar pemukiman penduduk.