0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan10 halaman

RPH Modern untuk Industri Daging Sapi

Proposal ini membahas rencana bisnis peternakan sapi potong dan rumah potong hewan (RPH) modern di Indonesia untuk memenuhi permintaan daging sapi di Timur Tengah. Rencananya, perusahaan asal Australia bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk membangun fasilitas pemeliharaan sapi, karantina, dan RPH modern dengan modal sekitar 2 triliun rupiah. Bisnis ini diharapkan dapat memenuhi pasar ekspor ke Timur Tengah dan domestik secar

Diunggah oleh

Abyasha Prima
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan10 halaman

RPH Modern untuk Industri Daging Sapi

Proposal ini membahas rencana bisnis peternakan sapi potong dan rumah potong hewan (RPH) modern di Indonesia untuk memenuhi permintaan daging sapi di Timur Tengah. Rencananya, perusahaan asal Australia bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk membangun fasilitas pemeliharaan sapi, karantina, dan RPH modern dengan modal sekitar 2 triliun rupiah. Bisnis ini diharapkan dapat memenuhi pasar ekspor ke Timur Tengah dan domestik secar

Diunggah oleh

Abyasha Prima
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Preface

Kebutuhan daging khususnya daging sapi untuk konsumsi


manusia hampir tidak ada batasnya. Proposal ini menyajikan bisnis
yang berhubungan antara dua negara dengan beberapa negara lain.
Mekanisme bisnis daging sapi ini dimulai dari negara-negara di
kawasan Timur Tengah yang mengharuskan daging sapi, kambing
yang didatangkan (diimpor) dari negara-negara pengekspor seperti
Australia, Inggris, Amerika dan lain lain harus memiliki label “Halal”
secara agama Islam dengan melampiri Sertifikat Halal.

Didalam hal ini pengusaha-pengusaha dari Australia yang


dikoordinir oleh DCC (Design, Consultancy and Construction) bekerja
sama dengan kami akan melaksanakan proyek Sapi Potong dan akan
mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk
pengawasan dan pemberian label HALAL.
Mengapa RPH Diperlukan ?
Program pembangunan fasilitas untuk lahan
penggemukan sapi, kandang (feedlot), fasilitas karantina, dan
rumah potong modern type A, akan merupakan langkah yang
signifikan dalam pembangunan pusat industri daging sapi yang
independen dan berkesinambungan di Indonesia.
Fasilitas rumah potong potong modern type A, sepanjang
Indonesia merdeka hingga saat ini belum ada, hingga kami
memandang perlu untuk dapat menghadirkan RPH modern
untuk menjawab kebutuhan daging di Indonesia yang semakin
meningkat, baik dari sisi kebutuhan maupun harga.
Walaupun orientasi kami pasar ekspor, kedepannya kami
tetap dapat harus bisa ikut berperan serta memenuhi pasar
lokal daging di Indonesia.
Business Process

Shipping

Fattening

Packaging
Processing

Delivered

By Air/Ship
Flow Kerjasama DCC
Feasibility Studies :
- Engneering & Log Assmnt No
- Risk Mngmnt Plan Y/N End
Head Agreement
- Site Selection
- Business Dev. Plan
- Design & Cost Est.
Yes

Project Implementation :
Commencement - Detail Design
& - Procurement & Construction
Operation - Plant Commisioning
- Recruitment & Training Staff
Modus Operandi Factory

Pembebasan Lahan
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan
 Land/Tanah Bekerjasama dengan Pemda
 Permission/Izin Kabupaten Subang
 Funding Investor
 Technical Assistant DCC Australia (For 2 – 3 Years)
 Factories DCC Ausi dan Local Kontraktor
 Market Middle East dan Local
 Kebutuhan Dana + 2 Trilyun
 Production Full Capacity 400 cattle/day
 Jenis Sapi Brahman Cross
Penggunaan Dana
 Total Kebutuhan Dana US$ 136,842,105
atau lebih kurang hampir 2 Trilyun rupiah/Kurs 14,000
Perincian Dana :
1. Kebutuhan Investasi :
Praoperasi, Tanah, Pabrikasi, Peralatan Mesin,
Supporting Facilities, Mebelair, Vehicles etc. Total
+ Rp. 855.000.000.
2. Kebutuhan Modal Kerja :
Live stock, Fattening, Man Power, Direct Cost,
Overhead Cost etc. Total + Rp. 1,1 Trilyun
Bentuk Kerjasama
 Business Relationship with Win Win Solution
Kami menawarkan kerjasama “Bagi Hasil” dengan
kondisi sebagai berikut :
1. Bagi Hasil 60 : 40 (Investor : Pengelola)
Setelah Break Even Point (BEP) pola bagi hasil
diubah menjadi 40 : 60 (Investor : Pengelola)
2. Bagi Hasil 50 : 50
Berlangsung selama RPH tersebut masih
berproduksi
Analisis Profit

 Analisis Profit Margin 1St Three Years :

2016 2017 2018


(dalam jutaan rupiah)
Penjualan 1.323 2.117 2.374
Profit Margin 354 568 309
% Margin 26% 27% 13%
Closing
Dengan mengucap Alhamdulillaahirrabbil ‘alamiin
Terimakasih atas perhatiannya
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa
mengiringi kebaikan bagi kita semua
dengan kesehatan dan kemudahan urusan
kita semua.

Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin

Anda mungkin juga menyukai