0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan10 halaman

Model Waterfall dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Model waterfall atau classic life cycle merupakan model pengembangan perangkat lunak linear sekuensial yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis persyaratan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Model ini cocok untuk proyek baru dengan persyaratan yang jelas, tetapi memiliki kelemahan seperti waktu dan biaya yang tinggi serta kurang fleksibel terhadap perubahan.

Diunggah oleh

Farid Lukman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan10 halaman

Model Waterfall dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Model waterfall atau classic life cycle merupakan model pengembangan perangkat lunak linear sekuensial yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis persyaratan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Model ini cocok untuk proyek baru dengan persyaratan yang jelas, tetapi memiliki kelemahan seperti waktu dan biaya yang tinggi serta kurang fleksibel terhadap perubahan.

Diunggah oleh

Farid Lukman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Classic Life Cycle

Kelompok 1
Ali Achmad (17202102)
Asrori Verdiantoro (19202186)
Saiful Aziz (17202182)
Ahmad Shofi Baharuddin (17202149)
Pengertian Classic Life
Cycle/Waterfall
• Nama model ini sebenarnya adalah
“Linear Sequential Model”. Model ini
sering disebut dengan “classic life
cycle” atau model waterfall. Model ini
pertama kali yang diperkenalkan oleh
Winston Royce sekitar tahun 1970
sehingga sering dianggap kuno, tetapi
merupakan model yang paling banyak
dipakai didalam Software
Engineering (SE). Disebut
dengan waterfall karena tahap demi
tahap yang dilalui harus menunggu
selesainya tahap sebelumnya dan
berjalan berurutan.
Tahap pertama
• System / Information Engineering and Modeling.
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan
dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke
dalam bentuk software.
• 1. Software Requirements Analysis. Proses
pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan
pada software.
• 2. Design. Proses ini digunakan untuk mengubah
kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke
dalam bentuk “blueprint” software.
Tahap kedua
• Coding. Untuk dapat dimengerti oleh
mesin, dalam hal ini adalah komputer,
maka harus bentuknya kedalam bahasa
pemrograman melalui proses coding.
Tahap ketiga
• Testing / Verification. Semua fungsi-
fungsi software harus diujicobakan, agar
software bebas dari error, dan hasilnya
harus benar-benar sesuai dengan
kebutuhan yang sudah didefinisikan
sebelumnya.
Tahap keempat
• Maintenance. Pemeliharaan suatu
software diperlukan, termasuk di
dalamnya adalah pengembangan,
Pengembangan diperlukan ketika adanya
perubahan dari eksternal perusahaan
seperti ketika ada pergantian sistem
operasi, atau perangkat lainnya.
• Kapan model proses diterapkan :
1. Ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal
pengembangan.
2. Definisi produk stabil dan tidak ada perubahan saat pengembangan
untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal, perubahan tujuan,
perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu, teknologi
yang digunakan pun harus sudah dipahami dengan baik.
3. Menghasilkan produk baru, atau versi baru dari produk yang sudah ada.
Sebenarnya, jika menghasilkan versi baru maka sudah
masuk incremental development, yang setiap tahapnya sama dengan
Waterfall kemudian diulang-ulang.
4. Porting produk yang sudah ada ke dalam platform baru.
• Dengan demikian, Waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok
digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu
kelemahan paling dasar adalah menyamakan pengembangan perangkat
keras dengan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan saat
pengembangan. Padahal, galat diketahui saat perangkat lunak
dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi.
Tahap Pengembangan Waterfal
• Tahap – tahap pengembangan waterfall model adalah :
• 1) Analisis dan definisi persyaratan Pelayanan, batasan, dan
tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
• 2) Perancangan sistem dan perangkat lunak Kegiatan ini
menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan.
• 3) Implementasi dan pengujian unit Perancangan perangkat lunak
direalisasikan sebagai serangkaian program.
• 4) Integrasi dan pengujian sistem Unit program diintegrasikan
atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa
persyaratan sitem telah terpenuhi
• 5) Operasi dan pemeliharaan Merupakan fase siklus yang paling
lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari
berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan
pelayanan sistem.
• Kelebihan
1. Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
2. Cocok untuk system software berskala besar.
3. Cocok untuk system software yang bersifat generic.
4. Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
• Kelemahan :
1. Waktu pengembangan lama
2. Biaya juga mahal, hal ini juga dikarenakan waktu pengembangan yang lama
3. Terkadang perangkat lunak yang dihasilkan tidak akan digunakan karena
sudah tidak sesuai dengan requirement bisnis customer.
4. Karena tahap-tahapan pada waterfall tidak dapat berulang, maka model ini
tidak cocok untuk pemodelan pengembangan sebuah proyek yang memiliki
kompleksitas tinggi.
5. Meskipun waterfall memiliki banyak kelemahan yang dinilai cukup fatal,
namun model ini merupakan dasar bagi model-model lain yang
dikembangkan setelahnya.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai