NON-PROBABILITY SAMPLING
Pengambilan sampel dengan cara ini akan membuat semua
elemen populasi belum tentu memiliki peluang yang sama
untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Besarnya peluang anggota populasi untuk terpilih sebagai
sampel tidak diketahui.
Akibatnya tidak dapat menghitung besarnya error dalam
estimasi terhadap karekteristik populasi.
Alasan menggunakan nonprobability sampling :
Total populasi tidak diketahui dengan pasti
Penggunaan probability tidak operasional di lapangan,
karena sampel cenderung akan bias
Analisis antar seksi (cross section) tidak dipergunakan
dalam penelitian
Biaya dan waktu yang tersedia tidak memungkinkan operasi
penelitian menggunakan probability sampling.
Di awal penelitian suatu permasalahan, di mana
tujuannya baru mengumpulkan informasi
mengenai gejala (tujuan eksploratif), cukuplah
menggunakan nonprobability sampling, belum
diperlukan generalisasi statistik yang akurat.
Kalau populasinya sendiri jumlah anggotanya kecil
(misalnya di bawah 100).
CARA-CARA
a. Cara keputusan (judgment sampling)
Mengambil sampel dengan melakukan pertimbangan
Bila ingin mengetahui pendapat karyawan tentang
suatu produk yang akan dibuat, peneliti telah
beranggapan bahwa karyawan akan lebih banyak
tahu daripada orang-orang lain, sehingga peneliti
telah melakukan pertimbangan.
Cara ini cocok untuk dipakai pada saat tahap
awal studi eksploratif.
B. Cara kuota (Quota sampling)
Mengambil sampel sebanyak jumlah tertentu yang dianggap
dapat merefleksikan ciri populasi.
Pada cara ini tidak ada jaminan bahwa ciri-ciri populasi akan
terwakili dalam sampel yang terpilih dan kita tidak dapat
mengestimasi error yang terjadi.
Hasil penelitian terhadap sampel ini tidaklah dapat
digeneralisasikan secara valid pada populasinya.
Cara ini dapat dipergunakan apabila :
peneliti menghadapi keterbatasan dana
tujuan penelitian bukan untuk memperoleh gambaran mengenai
populasi melainkan untuk pengujian hipotesis-hipotesis dalam
penelitian awal.
Contoh :
Tujuan peneliti ingin mengetahui penggunaan
internet di kampus ASIA bagi mahasiswa masing-
masing jurusan semester 5
Peneliti menetapkan 20 mahasiswa untuk masing-
masing jurusan semester 5 sebagai responden
Angka 20 merupakan perkiraan peneliti yang diyakini
dapat mewakili mahasiswa di lokasi penelitian.
C. Cara Dipermudah (Convinience sampling)
Sampel dengan cara ini adalah yang paling murah dan cepat
dilakukan karena peneliti memiliki kebebasan untuk memilih
siapa saja yang mereka temui.
Kurang bisa diandalkan
Bermanfaat untuk tahap awal penelitian eksploratif saat mencari
petunjuk-petunjuk penelitian, yang akan menghasilkan bukti-
bukti yang cukup melimpah sehingga prosedur pengambilan
sampel yang lebih canggih tidak diperlukan lagi.
D. Cara bola salju (Snowball sampling)
Merupakan teknik penentuan sampel yang mula-mula
jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih
responden lain untuk dijadikan sampel lagi, begitu
seterusnya sehingga jumlah sampel menjadi banyak.
F. Purposive Sampling
Pemilihan sampel didasarkan pada karakteristik tertentu
yang dianggap mempunyai hubungan dengan karakteristik
populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
Memilih sampel berdasarkan kelompok, wilayah atau
sekelompok individu melalui pertimbangan tertentu yang
diyakini mewakili semua unit analisis yang ada.
Contoh :
Penelitian untuk meneliti sikap mahasiswa
terhadap peraturan pemerintah mengenai UU
Hak Cipta
Maka dipilih beberapa Perguruan Tinggi dan
Universitas yang dianggap dapat mewakili
bedasarkan penyelidikan atau kenyataan
sebelumnya.
PERLU DIPERHATIKAN !!
Bagi penelitian kuantitatif sebaiknya menggunakan
teknik probabilitas untuk memilih anggota sampel.
Alasannya teknik probabilitas memiliki prinsip
random yang sangat kuat untuk mendukung proses
generalisasi hasil penelitian yang diperlukan