DIABETES SELF MANAGEMENT
EDUCATION AND SUPPORT
(DSME/S)
Cici Desiyani, [Link]
Definition
• Diabetes Self Management Education and Support Provides the
foundation to help people with diabetes to navigate these decisions
and activities and has been shown to improve health outcomes.
• DSME is the process of facilitating the knowledge, skill, and ability
necessary for diabetes self-care. The overall objectives of DSME are
to support informed decision making, self-care behaviors, problem
solving, and active collaboration with the health care team and to
improve clinical outcomes, health status, and quality of life.
• DSMS refers to the support required for implementing and sustaining
coping skills and behaviors needed to self manage an on ongoing
basis. The type of support provided can be behavioral, educational,
psychosocial or clinical.
Providing Diabetes Education and Support
• Historically, DSME/S has been provided through a formal program where
patients and family members participate in an outpatient service conducted at a
hospital/ health facility
• Penatalaksanaan DM terdiri dari 4 pilar, yaitu: diet yang sehat, beraktivitas fisik,
terapi obat dan edukasi DM tipe 2 (DSME). Edukasi DM Tipe 2 atau DSME
diutamakan untuk peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap, sebab DM
Tipe 2 disebabkan gaya hidup yang tidak sehat dan diperlukan pengelolaan
secara mandiri seumur hidup.
• Pengendalian DM akan lebih efektif bila diprioritaskan pada pencegahan dini
melalui upaya perawatan mandiri pasien di keluarga (Self-management)
• Program Self-management dapat mendorong pasien menggunakan sumber daya
yang ada untuk mengelola gejala yang dialaminya terutama pada pasien dengan
penyakit kronis
Penerapan DSME
• DSME menggunakan metode pedoman, konseling, dan intervensi
perilaku untuk meningkatkan pengetahuan mengenai diabetes dan
meningkatkan keterampilan individu dan keluarga dalam mengelola
penyakit DM.
• Sasaran : Individu dan Keluarga
Materi DSME
• Menurut National Standarts for Diabetes Self Management Education
(Funnel, 2010 & Perkeni, 2011) materi DSME adalah diet sehat,
anjuran beraktivitas fisik, terapi obat dan penanganan komplikasi
• Menurut Perkeni (2015), Materi edukasi terdiri dari materi edukasi
tingkat awal dan materi edukasi tingkat lanjutan
Materi edukasi pada tingkat awal dilaksanakan di Pelayanan Kesehatan Primer
yang meliputi:
a. Materi tentang perjalanan penyakit DM.
b. Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM secara berkelanjutan.
c. Penyulit DM dan risikonya.
d. Intervensi non-farmakologis dan farmakologis serta target pengobatan.
e. Interaksi antara asupan makanan, aktivitas fisik, dan obat antihiperglikemia oral
atau insulin serta obat-obatan lain.
f. Cara pemantauan glukosa darah dan pemahaman hasil glukosa darah atau urin
mandiri (hanya jika pemantauan glukosa darah mandiri tidak tersedia).
g. Mengenal gejala dan penanganan awal hipoglikemia.
h. Pentingnya latihan jasmani yang teratur.
i. Pentingnya perawatan kaki.
j. Cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan
Materi edukasi pada tingkat lanjut dilaksanakan di Pelayanan
Kesehatan Sekunder dan / atau Tersier, yang meliputi:
a. Mengenal dan mencegah penyulit akut DM.
b. Pengetahuan mengenai penyulit menahun DM.
c. Penatalaksanaan DM selama menderita penyakit lain.
d. Rencana untuk kegiatan khusus (contoh: olahraga prestasi).
e. Kondisi khusus yang dihadapi (contoh: hamil, puasa, hari-hari sakit).
f. Hasil penelitian dan pengetahuan masa kini dan teknologi mutakhir
tentang DM.
g. Pemeliharaan/perawatan kaki.
Elemen edukasi perawatan kaki
Edukasi perawatan kaki diberikan secara rinci pada semua orang dengan ulkus
maupun neuropati perifer atau peripheral arterial disease (PAD):
1. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan di air.
2. Periksa kaki setiap hari, dan dilaporkan pada dokter apabila kulit terkelupas,
kemerahan, atau luka.
3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya.
4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, tidak basah, dan mengoleskan krim
pelembab pada kulit kaki yang kering.
5. Potong kuku secara teratur.
6. Keringkan kaki dan sela-sela jari kaki secara teratur setelah dari kamar mandi.
7. Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan pada ujung-
ujung jari kaki.
8. Kalau ada kalus atau mata ikan, tipiskan secara teratur.
9. Jika sudah ada kelainan bentuk kaki, gunakan alas kaki yang dibuat khusus.
10. Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar, jangan gunakan hak tinggi.
11. Hindari penggunaan bantal atau botol berisi air panas/batu untuk
menghangatkan kaki.
Perilaku hidup sehat bagi penyandang Diabetes Melitus adalah memenuhi
anjuran:
1. Mengikuti pola makan sehat.
2. Meningkatkan kegiatan jasmani dan latihan jasmani yang teratur §
Menggunakan obat DM dan obat lainya pada keadaan khusus secara aman
dan teratur.
3. Melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM) dan
memanfaatkan hasil pemantauan untuk menilai keberhasilan pengobatan.
4. Melakukan perawatan kaki secara berkala.
5. Memiliki kemampuan untuk mengenal dan menghadapi keadaan sakit akut
dengan tepat.
6. Mempunyai keterampilan mengatasi masalah yang sederhana, dan mau
bergabung dengan kelompok penyandang diabetes serta mengajak keluarga
untuk mengerti pengelolaan penyandang DM.
7. Mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.
Prinsip yang perlu diperhatikan pada proses edukasi DM adalah:
1. Memberikan dukungan dan nasehat yang positif serta hindari
terjadinya kecemasan.
2. Memberikan informasi secara bertahap, dimulai dengan hal-hal
yang sederhana dan dengan cara yang mudah dimengerti.
3. Melakukan pendekatan untuk mengatasi masalah dengan
melakukan simulasi.
4. Mendiskusikan program pengobatan secara terbuka, perhatikan
keinginan pasien.
5. Berikan penjelasan secara sederhana dan lengkap tentang program
pengobatan yang diperlukan oleh pasien dan diskusikan hasil
pemeriksaan laboratorium.
6. Melakukan kompromi dan negosiasi agar tujuan pengobatan dapat
diterima.
Pelaksanaan Kelas DSME
• Bervariasi
• Dapat dilakukan sebanyak 4 sesi (minimal) dengan durasi waktu antara 1-2
jam tiap sesi (Central Dupage Hospital, 2011), yaitu:
1. Sesi 1 membahas pengetahuan dasar tentang DM (definisi, etiologi,
klasifikasi, manifestasi klinis, patofisiologi, diagnosis, pencegahan,
pengobatan, komplikasi)
2. Sesi 2 membahas pengaturan diet/nutrisi dan aktivitas/latihan fisik yang
dapat dilakukan
3. Sesi 3 membahas perawatan kaki dan monitoring yang perlu dilakukan
4. Sesi 4 membahas manajemen stress dan dukungan psikososial dan akses
pasien terhadap fasilitas pelayanan kesehatan
Kelompok Pendamping DSME
• Pendekatan pendidikan kesehatan dengan metode DSME tidak hanya
sekedar menggunakan metode penyuluhan baik langsung maupun
tidak langsung namun telah berkembang dengan mendorong
partisipasi dan kerjasama diabetesi dan keluarganya Kelompok
Pendamping
• Tujuan dari kegiatan Kelompok Pendamping Diabetes Self
Management Education (KP-DSME) keluarga adalah meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan keluarga dalam
melaksanakan perawatan mandiri pada anggota keluarga yang
menderita DM, meningkatkan self care behavior pada pasien DM
sehingga status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat khususnya
pada penderita DM meningkat
Metode Pelaksanaan
• Metode dalam pelaksanaan PKM ini dilakukan dalam 4 ( empat ) tahapan:
1. Sosialisasi
Dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai Program
pendampingan dan alur serta tahapan program.
2. Peningkatan Kompetensi
Dilakukan melalui brain storming (curah pendapat) mengenai cara perawatan
mandiri pasien DM kepada pasien dan keluarga dan pemahaman pada mitra
tentang cara perawatan mandiri pasien DM di rumah
3. Pelaksanaan Kegiatan
Dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pusat pelayanan kesehatan
terdekat dengan masyarakat (Puskesmas) dan melakukan pendampingan pada
kader dalam melakukan perawatan mandiri pasien DM di rumah. Kerjasama
dengan Puskesmas dilaksanakan dalam rangka melaksanakan tanggungjawab
bersama untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan dan membina
peran serta masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat
• Proses pendampingan yang dilakukan oleh kader kesehatan ke anggota
keluarga dilaksanakan melalui kunjungan rumah tiap bulan sekali untuk
mengajarkan perawatan mandiri pasien DM serta melakukan kontrol secara
langsung terhadap kesehatan pasien DM
• Hasil proses kontrol tersebut diantaranya adalah terkontrolnya kadar gula
darah, kolesterol, tekanan darah, index massa tubuh, ketaatan minum obat,
serta kemampuan manajemen stres pasien. Setiap satu orang kader
kesehatan akan mengelola 1-3 anggota keluarga diabetisi (menyesuaikan
dengan desain)
4. Tahap Monitoring dan Evaluasi
Tahap monitoring dan evaluasi dilaksanakan setiap bulan sekali. Pelaksanaan
monev dilaksanakan dengan cara seluruh kader kesehatan dan pembina
wilayah puskesmas dikumpulkan untuk dilakukan monev terhadap
pelaksanaan kegiatan selama KP-DSME berlangsung
Apabila dalam proses pelaksanaan kegiatan ditemukan kendala oleh para
kader, tim pengabdian memberikan pembinaan dan penguatan terhadap
masalah yang ditemukan
Inovasi kelas DSME
• Peer Group Educator
• DSME berbasis tele health ( WA, SMS, Forum Diskusi Online) &
kombinasi dengan bertemu muka seminggu sekali (menyesuaikan)