100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
216 tayangan15 halaman

Fungsi dan Cara Kerja Defibrillator

Defibrillator adalah peralatan medis yang menggunakan stimulasi listrik tegangan tinggi untuk mengembalikan detak jantung normal pada pasien yang mengalami serangan jantung. Terdapat dua jenis defibrillator berdasarkan gelombang listriknya, yaitu monophasic dan biphasic. Biphasic lebih efisien karena arus listrik mengalir dua arah. Penggunaan defibrillator melibatkan pemilihan energi, pengisian daya, dan pemberian stimulasi listrik ke

Diunggah oleh

Amin Sidiq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
216 tayangan15 halaman

Fungsi dan Cara Kerja Defibrillator

Defibrillator adalah peralatan medis yang menggunakan stimulasi listrik tegangan tinggi untuk mengembalikan detak jantung normal pada pasien yang mengalami serangan jantung. Terdapat dua jenis defibrillator berdasarkan gelombang listriknya, yaitu monophasic dan biphasic. Biphasic lebih efisien karena arus listrik mengalir dua arah. Penggunaan defibrillator melibatkan pemilihan energi, pengisian daya, dan pemberian stimulasi listrik ke

Diunggah oleh

Amin Sidiq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Defibrillator

Peralatan yang dipergunakan sebagai stimulator detak jantung dengan


menggunakan listrik tegangan tinggi (dengan besar energi tertentu), dalam
upaya untuk mengembalikan sinyal listrik jantung yang mengalami fibrilasi
(serangan jantung). Misalnya karena tenggelam, shock berat, kecelakaan, atau
jenis serangan jantung lainnya.
Kondisi ritme jantung yang kacau tersebut dikejutkan melalui stimulus energi
listrik dengan ukuran tertentu, hal ini yang memungkinkan dan membuat
jantung memulai iramanya dengan gelombang yang normal lagi.
Prinsip kerja Defibrillator
Block Diagram

4/18
High Voltage Circuit

5/18
Defibrillator Monophasic
Defibrillator yang menggunakan kejutan listrik hanya dari satu sisi saja.
Arus listrik dari elektroda yang satu ke elektroda yang lain hanya berjalan
sekali.

Defibrillator Biphasic
Seiring perkembangan teknologi dan pengembangan penelitian tentang
efektifitas fungsi defibrillator, ditemukanlah defibrillator dengan
menggunakan gelombang biphasic. Perbedaannya adalah pada arus listrik
yang mengalir. Pada biphasic arus listrik mengalir dua kali. Pertama dari
paddle defibrillator pertama ke elektroda paddle yang lain kemudian
kembali lagi. Dan ternyata jenis defibrillator biphasic inilah yang memiliki
tingkat efisiensi dan keberhasilan tinggi.

Jenis Defibrillator dari sisi cara kerjanya:


- Defibrillator manual
- AED (Automatic External Defibrillator
Monophasic vs. Biphasic

Monophasic Dumped Sine Waveform Biphasic Truncated Exponential Waveform

Biphasic defibrillation delivers current


• Monophasic defibrillation
in two directions. First, the current
delivers a shock in a single flows from one electrode to the other,
direction, from one electrode to then it reverses direction.
the other.
Biphasic current delivery begins at its
• Monophasic delivers a high- peak and gradually diminishes. At a
voltage, high-peak current predetermined time, it reverses
direction.
Penggunaan Defibrillator
Putar kenop Energi Select ke Manual On.

Penggunaan Paddles
Gunakan zat konduktif (gel).
Letakan paddles ke dada pasien, dengan
peletakan anterior-apex.

Penggunaan Pads
Pasang pads pada pasien mengikuti
petunjuk pada gambar.
Defibrillation
• Memilih Energi
• Putar kenop ENERGY SELECT ke tingkat energi yang diperlukan.

Charge
• Tekan tombol Charge atau tombol charge (berwarna kuning) pada
paddle.

• Shock
• Tekan tombol Shock. Jika menggunakan External Paddle, tekan
tombol pada paddles secara bersamaan.
• Untuk membatalkan defibrilasi (tidak jadi melakukan shock pada
pasien), tekan tombol Disarm.
Aturan penggunaan besar energi:
• Anak (< 8 th) : 2-4 J/Kg
• Dewasa : a) VF & VT tanpa nadi = 150-150-150 J
b) Kardioversi/ Syncronize
 AF Short duration = 50 – 70 J (diawali dgn 50 J)
 AF Long duration = 100-200 J (diawali dgn 100 J)
c) SVT (Supra Ventrical Tach.) = 50 –
200 J (diawali 50 J)
VT (tidak stabil) =100 – 200 J (diawali 100 J)
ECG Monitoring
• Pasang electrodes pada pasien.
• Memilih tampilan lead pada display.
• Tekan tombol Lead Select untuk memilih
tampilan lead yg diinginkan.
• Mengatur HR Alarm (pilihan/ optional).
• Tekan tombol HR Alarm untuk memilih batas
(limit) alarm.
• Untuk menon-aktifkan alarm, tekan HR Alarm.
Pacing
Defibrillator adjustment
• Lakukan pengukuran output dari terendah
sampai tertinggi.
• Pahami seberapa penyimpangan slope output
yang terjadi
• Buka cover, pasang expantion board
• Adjust keluaran
• Lakukan pengukuran kembali
• Bila slope (hubungan dua titik keluaran)
belum tercapai lakukan adjustmen kembali
dan ukur outputnya
Perawatan
Battery
• Battery akan meng-charge sendiri saat pesawat dihubungkan ke jala-jala
• Jika tidak dipakai sambungkan saja ke listrik terus menerus
• Lakukan tiap satu bulan sekali reconditioning battery yakni dengan
menyalakan unit namun mencabut dari sambungan listrik sampai unit
mati sendiri.

Maintenance
• Bersihkan Casing Defibrillator menggunakan spon dan busa lembut.
• Selalu chek perangkat dan semua aksesories (lead, electrode, paddle, etc.)
setiap bulan.
• Sterilisasi paddle dan suction electrode dengan 70% akohol setelah
penggunaan.
• Lelakukan pemeriksaan teknis dan uji fungsi setahun sekali.

Anda mungkin juga menyukai