0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan17 halaman

Risiko dan Pengembalian Investasi

Dokumen tersebut membahas tentang definisi return dan risiko dalam investasi. Return adalah keuntungan yang diperoleh dari investasi, sementara risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian. Semakin besar risiko suatu investasi, maka potensi return yang dihasilkan juga akan semakin besar. Dokumen tersebut juga menjelaskan beberapa jenis risiko dan cara menghitung tingkat return dan risiko pada suatu investasi.

Diunggah oleh

MajiidMaulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan17 halaman

Risiko dan Pengembalian Investasi

Dokumen tersebut membahas tentang definisi return dan risiko dalam investasi. Return adalah keuntungan yang diperoleh dari investasi, sementara risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian. Semakin besar risiko suatu investasi, maka potensi return yang dihasilkan juga akan semakin besar. Dokumen tersebut juga menjelaskan beberapa jenis risiko dan cara menghitung tingkat return dan risiko pada suatu investasi.

Diunggah oleh

MajiidMaulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Definisi Return Dan Resiko

Tingkat nilai pengembalian dalam investasi dapat dilihat


dari kinerja keuangan dari uang yang diinvestasikan
tersebut.

Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya


kerugian atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan
sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan
atau berlawanan dari yang diinginkan.

Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat


suatu istilah “high risk bring about high return”, artinya jika
ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan
pada risiko yang lebih besar pula.

Risk (risiko) and return (pengembalian) adalah


kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi, dan
individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian
maupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi.
Pengertian Resiko
David K. Eiteman, Arthur I Stonehill dan Michael H. Moffet mengatakan
bahwa risiko dasar adalah the mismatching of interest rate bases for associated assets
and liabilities. Sehingga secara umum risiko dapat ditangkap sebagai bentuk keadaan
ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya dengan keputusan
yang diambil berdasarkan suatu pertimbangan.
Menurut salah satu definisi, risiko (risk) adalah sama dengan
ketidakpastian (uncertainty). Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu
keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan
yang merugikan.
Dalam penyusunan anggaran modal, suatu proyek investasi ( perluasan
usaha / penggantian aktiva tetap ) kita sering mengalami kegagalan setelah proyek
tersebut dilaksanakan. Hal ini karena kita tidak memperhitungkan unsur risiko
didalamnya.
Misal : risiko aliaran kas ( cashflow ) dalam faktor diskonto ( dicountrate ) sebagai
biaya modal. Apabila aliran kas yang ada kita peroleh diwaktu yang akan datang
tidak ada risiko, berarti kita dapat menentukan dengan tepat, keputusan yang akan
diambil. Hal ini karena anggaran yang kita susun baik mengenai aliran kas masuk (
cash in flow ) maupun aliran kas keluar ( cash out flow ) dianggap pasti terjadi
dimasa yang akan datang.
Jenis-Jenis Resiko
Risiko yang ada diperusahaan dapat dibedakan tiga jenis
risiko :

a. Risiko individual
Risiko yang berasal dari proyek investasi secara individu
tanpa dipengaruhi oleh proyek lain.

b. Risiko perusahaan
Risiko yang dapat diukur tanpa mempertimbangkan
keanekaragaman yang dihadapi/portofolio yang
dilakukan oleh investor.

c. Risiko pasar( market risk )


Risiko investasi ditinjau dari investor yang menanamkan
modalnya pada investasi yang juga dilakukan oleh
perusahaan dan perusahaan-perusahaan lain.
Pengertian Return
Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh
perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang
dilakukan. Menurut R. J. Shook, return merupakan laba investasi, baik
melalui bunga atau deviden.
Beberapa pengertian return yang lain :
• Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan
bersih dibagi ekuitas pemegang saham.
• Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas
yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil
modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor
mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
Lanjutan
• Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan
membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk
memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan
laba.
• Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi
merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan dibagi
total kapitalisasi perusahaan.
• Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
• Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan
pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan
membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.
• Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk
menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat
membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan
laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode
sebelumnya.
Tipe-Tipe Resiko
A. Pure Risk (Risiko Murni): suatu ketidakpastian terjadi, maka kejadian tersebut pasti
menimbulkan kerugian. Risiko murni dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe risiko,
yaitu :
• Risiko aset fisik: risiko yang berakibat timbulnya kerugian pada aset fisik suatu
perusahaan/organisasi. Contoh: kebakaran, banjir, gempa, tsunami, gunung meletus,
dll.
• Risiko Karyawan: risiko yang disebabkan karena apa yang dialami oleh karyawan
yang bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Contoh : kecelakaan kerja yang
menyebabkan terganggunya aktivitas perusahaan.
• Risiko Legal: risiko dalam bidang kontrak yang mengecewakan atau kontrak tidak
berjalan sesuai dengan rencana. Contoh : perselisihan dengan perusahaan lain
sehingga adanya persoalan seperti penggantian kerugian.
Lanjutan
B. Speculative Risk (Risiko Spekulatif) : suatu ketidakpastian akan terjadinya untung
atau [Link] ini dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe yaitu :
• Risiko Pasar: risiko yang terjadi dari pergerakan harga pasar. Contoh: harga saham
mengalami penurunan sehingga menimbulkan kerugian.
• Risiko kredit: risiko yang terjadi karena counter party gagal memenuhi kewajibannya
kepada perusahaan. Contoh : timbulnya kredit macet, persentase piutang meningkat.
• Risiko likuiditas: risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan kas. Contoh:
kepemilikan kas menurun, sehingga tidak mampu membayar hutang secara tepat,
menyebabkan perusahaan harus menjual aset yang dimilikinya.
• Risiko operasional: risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional yang tidak
berjalan lancar. Contoh: terjadi kerusakan pada komputer karena berbagai hal termasuk
terkena virus.
Lanjutan
E. Static Risk (Risiko Statis) : mungkin sifatnya murni atau spekulatif asalnya dari
masyarakat yang tidak berubah yang berada dalam keseimbangan stabil. Contoh :
ketidakpastian terjadinya sambaran petir.

F. Dynamic Risk (Risiko Dinamis) : mungkin sifatnya murni atau spekulatif timbul dari
perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Contoh : urbanisasi, perkembangan
teknologi.

G. Subjective Risk (Risiko Subyektif) : berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang
mengalami keragu-raguan dan kecemasan akan terjadinya kejadian tertentu.

H. Objective Risk (Risiko Obyektif) : probabilitas penyimpangan aktual dari yang


diharapkan sesuai dengan pengalaman
Perhitungan Resiko

Sekedar informasi bahwa risiko yang terkecil itu adalah obligasi (bond) yang dijual oleh pemerintah. Sedangkan
risiko yang tertinggi adalah saham yang dijual oleh perusahaan. Ada model perhitungan risiko yang paling sering dipergunakan
khususnya dalam investasi, yaitu secara standar deviasi dan varian. Untuk melengkapi perhitungan ini agar lebih komprehensif,
terutama jika timbul suatu persoalan seperti penyebaran return yang diharapkan sangat besar, maka dipergunakan perhitungan
tambahan dengan menggunakan coefficient of variation atau risiko relatif.
• Standar deviasi atau simpangan baku adalah suatu estimasi probabilitas perbedaan return nyata dari return yang diharapkan.
• Varian (nilai kuadrat dari standar deviasi) adalah :
Dalam statistik, varian adalah ukuran penyerapan dari penyebaran probabilitas. Hal ini merupakan pangkat dua
deviasi standar. Misalnya, bila standar deviasinya 20, maka variannya adalah 400.
Selisih pendapatan, biaya, dan keuntungan terhadap jumlah yang direncanakan. Varian dihitung pada pusat
pertanggungjawaban, penganalisisan. Dan varian yang tidak menguntungkan, diselidiki untuk mencari kemungkinan
perbaikan.
• Coefficient of variation adalah ukuran penyebaran relatif atau risiko relatif.
Perhitungan Return

• Dalam bahasa sehari-hari, return adalah tingkat keuntungan. Misalkan kita membeli saham dengan harga
Rp.1.000,00 , kemudian satu tahun mendatang kita jual dengan harga Rp.1.200,00. Perusahaan membayar
dividen sebesar Rp.100,00 pada tahun tersebut. Berapa tingkat keuntungan atau return investasi tersebut?

Tingkat keuntungan dihitung sebagai berikut.


Return = ( Rp.1.200,00 + Rp.100,00 - Rp.1.000,00 ) × 100%
Rp.1.000,00 = ( Rp.300,00 / Rp.1.000,00 ) × 100%
Periode tersebut bisa harian,bulanan, atau tahunan. Dalam contoh diatas, periode tersebut adalah tahunan.
Dengan demikian, pada contoh diatas, kita bisa mengatakan, investor memperoleh keuntungan sebesar 30% per
tahun.
45% 60% 75% 90%

Anda mungkin juga menyukai