ELECTROCHEMICAL MACHINE
(ECM )
Katrin Agnes Eyrani Sinaga
1812037P
Apa Itu ECM?
Electrochemical machine (ECM) adalah suatu mesin perkakas yang
digunakan untuk pemakanan atau pemotongan benda kerja dengan menggunakan
proses kimia elektrik.
ECM sering diartikan sebagai mesin yang mengikis dengan listrik dan
serupa dengan pengerjaan menggunakan mesin dalam suhu tinggi yang
diposisikan seperti elektroda dan benda
Biasanya digunakan untuk produksi massal dan untuk benda kerja yang
memilki tingkat kekerasan tinggi atau benda kerja yang sulit dikerjakan oleh mesin
– mesin konvensional.
ECM dapat memotong sudut yang kecil ataupun rongga yang sangat sulit
pada baja yang keras dan jenis material keras yang lain seperti titanium, hastelloy ,
kovar ,inconel dan karbit.
ECM adalah sebuah proses elektrolityc dan didasarkan pada fenomena
elektrolisis sebagai mana hukum faraday (1883). sering diartikan sebagai mesin
yang menyepuh dengan listrik dan serupa dengan pengerjaan menggunakan
mesin dalam suhu tinggi yang diposisikan seperti elektroda dan benda.
2
Proses Elecktrochemical Machine
Proses produksi dilakukan dengan penggabunggan antara listrik
dan kimia yang disebut elecktrochemical machine. Proses produksi yang
ada bersifat pengurangan atau penambahan dimensi dengan beragam
cara. Sebagai contoh proses finishing banyak dilakukan dengan pelapisan
dengan chrome atau nikel yang lebih umum disebut electroplanting.
Menurut prisip kerjanya tipe ini dibagi menjadi dua yaitu elecktrochemical
machining dan elecktrochemical deburring and grinding.
Salah satu tipe proses produksi yang mana
pengerjaan/pengolahan benda kerja dilakukan dengan elektrolisis dengan
energi listrik dan medium elektroliy seperti asam sulphat,coppher sulphat
dan lainya. Benda kerja difunsikan sebagi anoda dan bahan yang
diuraikan seperti tembaga,chrome sebagai anoda.
3
4
Elektrolit yang digunakan dalam mesin elektrokimia:
1. Natrium klorida (NaCl) dengan konsentrasi 20% - untuk paduan besi
misalnya Baja dan besi cor dan paduan kobalt.
2. Sodium nitrat (NaNO3) - untuk paduan besi.
3. Asam klorida (HCl) - untuk paduan Nikel .
4. Campuran natrium klorida (NaCl) dan asam sulfat (H 2SO 4) - untuk
paduan nikel.
5. Campuran 10% asam fluorida (HF), 10% asam klorida (HCl), 10%
asam nitrat (HNO3) - untuk paduan Titanium .
6. Natrium hidroksida (NaOH) - untuk tungsten carbide (WC).
5
Bagian-bagian Electrochemical Machining
6
Jenis Electrochemical Machining (ECM)
1. Micro-ECM
Electro Chemical Machining (ECM) biasanya dikategorikan
sebagai proses pemesinan dengan akurasi yang rendah. Hal ini
dikarenakan jarak antar elektroda (gap) pemesinannya yang lebih lebar
dibandingkan mesin konvensional lainnya.
Pada micro-ECM, tool mikro yang digunakan adalah electrolyte jet
di mana benda kerja yang bergerak terhadap tool-nya. Jenis arus yang
digunakan pada micro-ECM adalah pulse current (arus kotak) yang dapat
menghasilkan indentasi (cekungan) yang kecil saat pemesinan.
7
2. Electro Chemical Drilling (ECDR)
Diameter yang dihasilkan pada Electro Chemical Drilling (ECDR)
berkisar antara 1 sampai 2 mm dengan laju pemakanan 1 sampai 5
mm/menit. tool elektroda yang digunakan pada ECDR adalah elektroda
jenis tubular (pipa). Cairan elektrolit kemudian dipompakan melalui
tengah tool dan keluar melalui celah (gap) antara tool dan benda kerja.
Proses pemakanan benda kerja juga terjadi pada arah lateral yaitu antara
permukaan samping tool dan permukaan benda kerja di dekatnya
sehingga diameter lubang yang dihasilkan lebih besar daripada diameter
tool. Untuk hasil pemesinan dengan oversize diameter yang rendah serta
akurasi tinggi disarankan menggunakan laju pemakanan (feed rate) yang
tinggi. Dengan kondisi yang sama, material removal rate (MRR) dan
surface quality yang dihasilkan pun lebih tinggi.
8
3. Shaped Tube Electrolytic Machining (STEM)
Proses disolusi akibat adanya perbedaan tegangan listrik di antara tool
dan benda kerja merupakan prinsip dasar Shaped Tube Electrolyte Machining
(STEM). Adanya medan listrik di antara elektroda dengan perantara elektrolit
menyebabkan terjadinya penghapusan material pada permukaan benda kerja.
Sistem konfigurasi pemesinan pada STEM adalah sama dengan ECM.
Namun sistem harus tahan terhadap asam (acid resistant), kekakuan tidak tinggi,
dan memiliki power supply dengan polaritas yang dapat diubah secara periodik.
Karena proses pemesinan pada STEM menggunakan elektrolit yang
bersifat asam, maka penggunaannya terbatas untuk material yang tahan terhadap
korosi (corrosion resistant materials). Diameter oversize lubang yang dihasilkan
STEM lebih kecil daripada ECDR. Aplikasi pemesinan STEM misalnya pada
komponen mesin jet dan turbin gas seperti: Lubang pendingin pada sudu turbin,
Fuel Nozzle, Pengeboran alur pelumasan pada bearing dimana penggunaan EDM
dapat menyebabkan crack.
9
4. Electrostream (Capillary) Drilling
Electrostream (Capillary) Drilling merupakan pengembangan dan teknik
khusus dari ECM yang digunakan untuk menghasilkan lubang (holes) yang baik
dimana terlalu dalam apabila menggunakan EDM dan terlalu kecil jika
menggunakan STEM. Tool yang digunakan adalah glass nozzle (diameter 0,025-
0,50 mm) Untuk mengkonduksikan arus pemesinan menuju elektrolit, digunakan
kawat platina yang terpasang di dalam glass nozzle.
5. Electro Chemical Jet Drilling (ECJD)
Electro Chemical Jet Drilling (ECJD) digunakan dalam pembuatan lubang
yang lebih kecil yang dapat dicapai menggunakan electrostream (Capillary)
Drilling. Proses pemesinannya dimana nozzle berperan sebagai katodenya.
Khusus Electrochemical Jet Drilling, besar tegangan listrik yang
digunakan yaitu antara 400 sampai 800 Volt. Umumnya, lubang yang dihasilkan
oleh ECJD lebih besar daripada Electrolyte Jet karena proses disolusi pada ECJD
dibantu dengan tekanan air dari nozzle.
10
6. Electro Chemical Deburring (ECDB)
Electro Chemical Deburring (ECDB) digunakan untuk
menghilangkan burr hasil dari proses pengeboran. Burr
merupakan sisa material yang tidak diinginkan
pada bagian komponen mesin sebagai hasil dari proses
manufaktur dan perlu untuk dihilangkan.
11
12
13
Aplikasi ECM
1. Smoothing of rough surfaces (Penghalusan permukaan)
Pengikisan atau penghalusan permukaan, adalah pengerjaan yang paling
sederhana dan penggunaan yang umum dari ECM. Sebuah alat berupa katoda ditempatkan
di atas permukaan benda yang memiliki permukaan yang tidak teratur. Kepadatannya dari
permukaan berbeda dikarenakan oleh perbedaan tinggi permukaan. Yang pertama, oleh
karena itu, dihapusnya perbedaan permukaan dan benda kerja menjadi halus. Penghalusan
permukaan adalah salah satu dari jenis ECM di mana bentuk anoda akhir mungkin sama
katoda.
Elektrokimia deburring adalah proses yang sangat cepat, u waktu ntuk meratakan
permukaan komponen yang diproduksi adalah 5 sampai 30 detik. Karena kecepatan dan
kesederhanaan operasi, elektrokimia deburring dapat dilakukan dengan alat, katoda tetap
stasioner. Proses ini digunakan di banyak industri.
14
2. Hole drilling (Pengeboran Lubang)
Pengeboran lubang adalah salah satu pengerjaan utama dalam ECM .
Katoda alat ini biasanya dibuat dalam bentuk tabung elektroda. Elektrolit dipompa
ke bawah melalui lubang di pusat alat, yang dipancarkan ke permukan benda
kerja, dan aka mengalir keluar melalui celah diantara benda kerja dan alat.
Pembalikan aliran elektrolit ke arah sebaliknya, dapat menghasilkan perbaikan
pemukaan yang mesin.
15
3. Full-form shaping
Full-Form Shaping memanfaatkan pembentukan celah yang konstan di
permukaan benda dan alat ini bergerak secara mekanis pada tingkat yang tetap ke
arah benda kerja untuk menghasilkan profil bentuk yang digunakan untuk
produksi profil-profil tertentu. Aliran elektrolit memainkan peran yang penting
dan berpengaruh dalam pembentukan profil bentuk dan merapikan
permukaannya. Seluruh penampang benda kerja harus disediakan elektrolit
seperti yang mengalir di antara elektroda.
4. Electrochemical grinding
Bagian utama dari penggerindaan elektrokimia adalah
penggunaan roda pengikis di mana isolasi abrasif, seperti partikel intan,
diatur dalam pengerjaan. Roda ini menjadi alat katoda. Partikel-partikel
non konduktor bertindak sebagai pembatas antara roda dan benda kerja,
memberikan celah interelectrode konstan, untuk jalur elektrolit keluar.
16
5. Electrochemical arc machining
Sebuah proses yang bergantung pada muatan listrik dalam elektrolit, sehingga
memungkinkan pengikisan logam daam pengerjaan ECM, telah dikembangkan. Karena
proses ini bergantung pada timbulnya percikan busur, itu telah bernama elektrokimia busur
mesin (ECAM). Sebuah percikan telah didefinisikan sebagai debit transien antara dua
elektroda, busur adalah fenomena termionik stabil. Jangka waktu pembuangan sekitar 1 kali
per milidetik digambarkan sebagai percikan api, sedangkan untuk jangka waktu sekitar 0,1
detik kata discharge dapat dianggap busur. Karena dalam durasi proses ECAM, energi, dan
waktu penyalaan bunga api berada di bawah kontrol, itu sah untuk menganggap mereka
sebagai busur.
17
Keuntungan Dan Kerugian ECM
Keuntungan ECM :
• Mampu melakukan pemesinan pada benda kerja dengan kekerasan material yang tinggi
karena prosesnya tidak dipengaruhi oleh kekerasan bahan benda kerja,
• Pemesinan pada benda kerja jenis fragile parts dan brittle materials sangat aman
menggunakan ECM,
• Benda kerja non-rigid dapat diproses dengan mudah,
• Tidak ada cutting force karena elektroda dan benda kerja tidak bersentuhan,
• Mampu membuat bentuk yang kompleks yang sulit dikerjakan dengan metode
konvensional,
• Dapat digunakan untuk memotong benda yang sangat kecil atau dengan sudut yang
kecil,
• Tidak ada kerusakan akibat pengaruh panas dan tekanan (thermal and mechanical stress)
pada benda kerja,
• Elektroda atau pahat lebih awet karena tidak ada keausan pemakaian,
• Surface finish yang baik,
• ECM memiliki time saving yang lebih baik, dibanding mesin konvensional.
• Proses pemesinan tidak bising (smooth).
18
Kerugian ECM :
• Memerlukan daya yang tinggi untuk
mengoperasikan ECM,
• Memerlukan waktu dan biaya tambahan untuk
membuat elektroda sebagai alat potong pada ECM,
• Penggunaan elektrolit dapat mengakibatkan korosi
pada benda kerja dan mesin itu sendiri,
• Pengikisan material benda kerja tergantung dari
energi yang dipakai selama pemesinan.
19
20