0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan25 halaman

Panduan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Dokumen tersebut membahas tentang Juvenil Rheumatoid Arthritis (JRA) yang merupakan penyakit kronis yang menyerang dan merusak sendi pada anak-anak. JRA disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh dan memiliki beberapa tipe berdasarkan jumlah sendi yang terlibat serta gejala sistemik. Diagnosis JRA didasarkan pada kriteria dari berbagai organisasi medis. "

Diunggah oleh

kamila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan25 halaman

Panduan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Dokumen tersebut membahas tentang Juvenil Rheumatoid Arthritis (JRA) yang merupakan penyakit kronis yang menyerang dan merusak sendi pada anak-anak. JRA disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh dan memiliki beberapa tipe berdasarkan jumlah sendi yang terlibat serta gejala sistemik. Diagnosis JRA didasarkan pada kriteria dari berbagai organisasi medis. "

Diunggah oleh

kamila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JUVENIL RHEUMATOID

ARTHRITIS

Oleh
Kamila
712016076

Pembimbing
dr. Yuli Amuntiarini, Sp. A, M. Kes
Pendahuluan
• Juvenil Rheumatoid Arthritis (JRA) → penyakit kronis
yang merusak dan menghancurkan sendi-sendi
tubuh.

• Insiden JRA diperkirakan 2 - 20 kasus per 100.000


anak dengan prevalensi 16 - 150 kasus per 100.000
anak diseluruh dunia.

• Tipe JRA yang paling umum pada anak usia kurang


dari 8 tahun adalah pausiartikular.

• Anak dengan JRA mungkin menderita komplikasi


spesifik dari setiap jenis JRA. Komplikasi yang paling
sering berhubungan dengan efek samping dari obat.
Definisi
• adanya tanda objektif artritis
Artritis pada sedikitnya satu sendi
yang berlangsung > 6 minggu
reumatoid pada anak usia < 16 tahun
juvenil dan jenis artritis lain pada anak
telah disingkirkan.

• pembengkakan pada sendi


atau ditemukannya dua atau
lebih tanda berikut:
Artritis keterbatasan gerak, nyeri
tekan, nyeri saat bergerak,
atau sendi teraba hangat.
Epidemiologi
Terdapat pada
semua ras dan
geografik

Perempuan lebih Insiden JRA


sering terkena bervariasi antara
dari pada laki- 2 - 20 per 100.000
laki. anak

Angka kematian JRA Bermula usia < 16


diperkirakan kurang tahun.
dari 1% di Eropa dan frekuensi tertinggi
< 0,5% di Amerika antara usia 1-3
Utara tahun

Di RSCM : 68 pasien
penderita JRA
(34,3%). Tipe
oligoartikular → jenis
terbanyak yang
ditemukan (40,8%).
Etiologi

Juvenile Rheumatoid
Arthritis (JRA)
merupakan penyakit sistem kekebalan tubuh
autoimun secara keliru menyerang
jaringan yang
seharusnya dilindungi.
Karakteristik JRA
berdasarkan tipe onset penyakit
Karakteristik Poliartritis Oligoartritis Sistemik
Presentase kasus 30 % 60% 10%
Sendi terlibat ≥5 ≤4 Bervariasi
Usia onset Seluruh masa Awal masa anak, Seluruh masa
anak, puncak usia puncak usia 1-2 anak, tidak ada
1-3 tahun tahun puncak
Rasio jenis 1:3 1:5 1:1
kelamin ( laki-laki:
perempuan )
Keterlibatan Penyakit sistemik Tidak ada Penyakit sistemik
sistemik sedang penyakit sistemik, sering sembuh
penyebab utama sendiri, sebagian
morbiditas adalah mengalami
uveitis destruksi artritis
kronik
Karakteristik Poliartritis Oligoartritis Sistemik

Adanya uveitis 5% 5-15% Jarang


kronik

Frekuensi 10% ( meningkat Jarang Jarang


seropositif faktor dengan usia )
rheumatoid

Antibodi 40-50% 75-85% 10%


antinuclear

Prognosis Sedang Baik, kecuali untuk Buruk


penglihatan
Patofisiologi
• Artritis reumatoid ditandai dengan peradangan
sinovial kronis yang nonsupuratif.

Penonjolan dari
membran sinovial
Pada sinovitis kronis
yang menebal
dan proliferasi
Jaringan sinovial membentuk vili
sinovial yang
yang terkena yang menonjol ke
berkelanjutan,
menjadi edema, Bertambahnya dalam ruang sendi;
kartilago artikuler
hiperemis, serta cairan sendi reumatoid sinovial
dan struktur sendi
diinfiltrasi oleh menimbulkan efusi. yang hiperplastik
lainnya dapat
limfosit dan sel dapat menyebar
mengalami erosi
plasma. dan melekat pada
dan rusak secara
kartilago artikuler
progresif.
sehingga terbentuk
pannus.
Terdapat 4 jenis patogenesis terjadinya JRA, yaitu :

 Berhubungan dengan molekul HLA dan


non HLA
– Gen HLA merupakan faktor genetik
penting pada JRA karena fungsi utama
dari gen ini sebagai APC ke sel T.
 Mediator inflamasi pada kerusakan sendi
– Antigen spesifik sel T berperan dalam patogenesis
subtipe artritis pada JRA. Sel T predominan
adalah sel Th1. Sel ini akan mengaktivasi sel B,
monosit, makrofag dan fibroblas sinovial untuk
memproduksi immunoglobulin (Ig) dan mediator
inflamasi. Sel B yang teraktivasi akan
memproduksi immunoglobulin termasuk faktor
reumatoid dan antinuclear antibody (ANA).
 Profil inflamasi khas pada penyakit tipe
sistemik
– Tanda-tanda klinis dari JRA tipe sistemik juga
dihubungkan dengan granulositosis, trombositosis,
dan peningkatan regulasi reaktan fase akut yang
menandakan aktivasi tidak terkontrol dari sistem
imun didapat.
– Data terbaru menunjukkan IL-1 memiliki peran
utama dalam gejala klinis JRA tipe sistemik.
– Konsentrasi IL-6 ditemukan meningkat pada
pasien dengan tipe sistemik dan berhubungan
dengan keterlibatan sendi. IL-6 juga meningkat
pada cairan sinovial pasien dengan tipe sistemik
dibandingkan dengan pasien JRA tipe lainnya.
 Mediator anti inflamasi pada JRA

– Dua sitokin anti-inflamasi yang paling dikenal


pada JRA adalah IL-10 dan IL-4.
– Interleukin-10 (IL-10) menunjukkan degradasi
kartilago oleh antigen stimulated mononuclear
cell pada pasien dewasa dengan artritis.
Polimorfonuklear (PMN) dengan produksi IL-10
yang rendah berhubungan dengan artritis tipe
berat.
– Interleukin-4 (IL-4) dan IL-10 yang tinggi pada
sendi bermanifestasi sebagai pausiartikular yang
ringan dan non-erosif.
Kriteria diagnosis Juvenile Rheumatoid
Diagnosis

Usia penderita < 16 tahun


Arthritis menurut American College of
Rheumatology (ACR)

Artritis (bengkak atau efusi, adanya dua atau lebih tanda : keterbatasan
gerak, nyeri saat gerak dan panas pada sendi) pada satu sendi atau lebih

Lama sakit > 6 minggu

Tipe onset penyakit (dalam 6 bulan pertama) : Poliartritis : ≥ 5 sendi,


Pausiartikular : < 5 sendi, Sistemik : artritis dengan demam minimal 2
minggu, mungkin terdapat ruam atau keterlibatan ekstraartikular, seperti
limfadenopati, hepatosplenomegali atau perikarditis

Kemungkinan penyakit artritis lain dapat disingkirkan


Arthritis menurut European League
Kriteria diagnosis Juvenile Chronic
Usia penderita < 16 tahun
Against Rheumatism (EULAR)
Artritis pada satu sendi atau lebih

Lama sakit > 3 minggu

Tipe onset penyakit : Poliartritis : > 4 sendi,


faktor reumatoid negatif, Pausiartikular: <
5 sendi, Sistemik : artritis dengan demam,
Artritis reumatoid juvenil : > 4 sendi, faktor
reumatoid positif, Spondilitis ankilosing
juvenil, Artritis psoriasis juvenil
Sistemik

menurut International League of Associations for


Kriteria diagnosis Juvenile Idiopatic Arthritis
Oligoartritis

Poliartritis ( faktor

Rheumatology (ILAR)
reumatoid negatif )

Poliartritis ( faktor
reumatoid positif )

Artritis psoriasis

Artritis terkait entesitis

Artritis Lain
Diagnosis Banding

Artritis pada Artritis pada


Kondisi non- Penyakit
inflamasi Infeksi

Artritis pada
Artritis pada
Kondisi non-
Keganasan
inflamasi
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium: Radiologi : Pemeriksaan radiologi


JRA dilakukan untuk mengetahui
Bila ditemukan Anti seberapa jauh kerusakan yang
Nuclear Antibody (ANA), terjadi pada keadaan klinis tertentu.
Faktor Reumatoid (FR) dan Kelainan radiologik yang terlihat
peningkatan C3 serta C4 pada sendi biasanya adalah
maka diagnosis JRA pembengkakan jaringan lunak
menjadi lebih sempurna sekitar sendi, pelebaran ruang
sendi, osteoporosis, dan kelainan
yang agak jarang seperti formasi
tulang baru periostal.
Pada tingkat lebih lanjut (biasanya
lebih dari 2 tahun) dapat terlihat
erosi tulang persendian dan
penyempitan daerah tulang rawan.
Tatalaksana

Tujuan pengobatan adalah


mengontrol nyeri, menjaga
kekuatan dan fungsi otot serta
Dasar pengobatan JRA adalah rentang gerakan (range of
suportif, bukan kuratif. motion), mengatasi komplikasi
sistemik, memfasilitasi
perkembangan dan
pertumbuhan yang normal.
•Obat golongan ini mempunyai efek antipiretik, analgetik,
dan antiinflamasi serta aman untuk penggunaan jangka
OAINS panjang pada anak.
•Macam OAINS yang sering digunakan pada anak-anak:
Tolmetin, Naproksen, Ibuprofen, Diklofenak

•asetaminofen dalam 2-3 kali pemberian dapat


Analgetik bermanfaat untuk mengontrol nyeri atau demam
terutama pada penyakit sistemik

•Imunosupresan hanya diberikan dalam protokol


eksperimental untuk keadaan berat yang mengancam
kehidupan, walaupun beberapa pusat reumatologi
imunosupresan sudah mulai memakainya dalam protokol baku.
•Obat yang biasa dipergunakan adalah azatioprin,
siklofosfamid, klorambusil, dan metotreksat.
• Golongan ini terdiri dari obat antimalaria (hidroksiklorokuin),
preparat emas oral dan suntikan, penisilamin, dan sulfasalazin.
• Obat golongan ini hanya diberikan untuk poliartritis progresif
yang tidak menunjukan perbaikan dengan OAINS.
• Hidroksiklorokuin dapat bermanfaat sebagai obat tambahan
Obat Antireumatik OAINS untuk anak besar dengan dosis awal 6-7 mg/kgBB/hari,
Kerja Lambat dan setelah 8 minggu diturunkan menjadi 5 mg/kgBB/hari.
• Sulfasalazin tidak diberikan pada anak dengan hipersensitivitas
terhadap sulfa atau salisilat dan penurunan fungsi ginjal dan
hati. Dosis dimulai dengan 500 mg/hari diberikan bersama
makanan (untuk anak yang lebih kecil 12,5 mg/kgBB). Dosis
dinaikkan sampai 50 mg/kgB/hari (maksimal 2 gram).

• Diberikan bila terdapat gejala penyakit sistemik, uveitis kronik,


atau untuk suntikan intraartikular.
• Penggunaan kortikosteroid tunggal tidak dianjurkan untuk
menekan inflamasi sendi, namun dosis rendah dapat digunakan
pada anak dengan poliartritis berat yang tidak berespon
Kortikosteroid dengan terapi lain.
• Dosis rendah prednison (0,1-0,2 mg/kgBB) dapat digunakan
sebagai agen “jembatan” dalam terapi inisial anak yang sakit
sedang atau berat yang sebelumnya menggunakan obat
antiinflamasi kerja lambat.
Fisioterapi •Banyak manfaat terapi dengan fisioterapi. Kegunaannya antara lain untuk
dan Latihan mengontrol nyeri, dengan cara pemasangan bidai, terapi panas dingin, dan
hidroterapi.
Fisik

•Dukungan psikologis bagi anak dan keluarganya sangat penting untuk

Psikoterapi memperbaiki prognosis jangka panjang. Anak dengan RJA berat sering
mengalami retardasi pertumbuhan dan sering terlalu dilindungi oleh
keluarga, guru dan teman sekelasnya.

•Nutrisi dan vitamin suplemen (vitamin B dan asam folat) menjadi aspek
penting dalam penatalaksanaan jangka panjang, karena adanya proses

Nutrisi
retardasi pertumbuhan dan kerusakan mineralisasi tulang akibat penyakit
dan pemberian kortikosteroid.
•Oleh karena pemakaian steroid jangka panjang, maka diperlukan vitamin D.
Dosis untuk anak umur 1-10 tahun adalah vitamin D 400 IU dan kalsium 400
mg, sedangkan kalsium 800 mg digunakan pada anak lebih dari 10 tahun.

Bedah
•Terapi bedah dilakukan hanya pada sebagian kecil JRA yakni pada kasus
dimana terdapat deformitas sendi, ketidakmampuan bergerak atau nyeri
yang parah.
Prognosis

Pada kebanyakan
kasus, JRA
JRA biasanya
berespon secara
sembuh sebelum Pasien yang menderita
lambat dan
dewasa. artritis hanya pada
berangsur-angsur
terhadap terapi beberapa sendi
yang cocok memiliki prognosis lebih
baik dari pada mereka
yang telah menderita
penyakit artritis
sistemik, yang sulit
untuk disembuhkan.
Komplikasi
Komplikasi
Deformitas
pada mata
tulang
(uveitis)

Perikarditis, Gangguan
anemia, dll pertumbuhan

Kontraktur
sendi
Kesimpulan

JRA biasanya sembuh


sebelum dewasa.
Pasien yang
Juvenile rheumatoid
Dasar pengobatan menderita artritis
arthritis (JRA) adalah
JRA adalah suportif, hanya pada
peradangan kronis
bukan kuratif. beberapa sendi
pada sendi yang
Modalitas terapi yang memiliki prognosis
onsetnya terjadi
digunakan adalah lebih baik daripada
sebelum usia 16 tahun
farmakologi maupun mereka yang telah
dan menetap lebih
non farmakologi. menderita penyakit
dari 6 minggu.
artritis sistemik, yang
sulit untuk
disembuhkan.

Anda mungkin juga menyukai